Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI), Bentuk Dukungan Untuk ODS dan Keluarganya

by - Maret 21, 2022

ODS (Orang Dengan Skizofrenia) memiliki halusinasi dan emosi yang meledak-ledak (foto diambil dari halodoc)

Pernah dengar ODS? ODS adalah singkatan dari Orang Dengan Skizofrenia. ODS seringkali dianggap berbahaya untuk orang lain karena mereka menunjukkan gejala-gejala berupa emosi yang meledak-ledak dan halusinasi. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Faktanya, ODS lebih mungkin untuk membahayakan diri mereka sendiri daripada membahayakan orang lain. Bunuh diri menjadi penyebab kematian dini nomor satu di antara orang-orang yang mengidap skizofrenia


ODS dapat pulih dengan pengobatan yang tepat. Setelah kondisinya pulih, mereka dapat kembali hidup "normal" berdampingan dengan orang lain dalam kehidupan sehari-hari. ODS perlu didukung dan dibantu agar kondisinya dapat pulih. Bukan hanya ODS yang harus dipedulikan tapi keluarga ODS pun harus diberikan dukungan. Karena tidak mudah memiliki keluarga yang menderita skizofrenia. 


Skizofrenia adalah penyakit serius yang memengaruhi cara berpikir, merasakan dan bertindak penderitanya. Skizofrenia dikategorikan sebagai gangguan kejiwaan kronis yang membuat penderitanya mengalami kekacauan pikiran dan perubahan sikap. Karena itulah ODS dapat mengalami gejala-gejala berupa halusinasi, delusi, kesulitan untuk konsentrasi, gerakan tubuh yang gelisah dan perasaan yang menurun (sumber : halodoc).


Skizofrenia merupakan gangguan mental yang dapat memengaruhi tingkah laku, emosi dan komunikasi penderitanya. Skizofrenia ini berbeda dengan psikosis meski gejala psikosis dapat muncul pada skizofrenia tapi tidak semua penderita skizofrenia mengalami psikosis. Psikosis yaitu kesulitan membedakan antara kenyataan dengan pikiran yang ada pada dirinya sendiri. Psikosis hanyalah salah satu gejala dari gangguan mental seperti gangguan bipolar, delusi, depresi berat dan skizofrenia ( sumber : halodoc dan website KPSI).


Sementara itu, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Kemenkes RI pada tahun 2018 menyebutkan jika terjadi peningkatan jumlah orang yang mengalami gangguan kejiwaan termasuk skizofrenia. 9,8% dari jumlah populasi penduduk Indonesia mengalami masalah kejiwaan. Masih menurut Riskesdas 2018, 7 dari 1000 keluarga di Indonesia menderita skizofrenia. Dalam laporan Pusat Data dan Informasi Kemenkes pada tahun 2019 menyebutkan bahwa sebagian besar masyarakat masih mempercayai jika gangguan kejiwaan disebabkan oleh hal yang tidak rasional, bersifat magis dan supranatural. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab kekeliruan dalam penanganan ODS di tanah air sehingga sampai hari ini masih saja ada pasien skizofrenia yang mengalami pemasungan, dikucilkan dan disembunyikan.


Terkait masalah skizofrenia di Indonesia, masih sedikit dukungan dan kepedulian terhadap ODS. Diantara segelintir pihak yang memberikan perhatian pada nasib ODS dan keluarganya adalah Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI). Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI), merupakan bentuk dukungan untuk ODS dan keluarganya. Komunitas ini telah banyak membantu ODS beserta keluarganya yang berperan sebagai caregiver untuk dapat pulih dan kembali ke masyarakat.


Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI), Bentuk Dukungan dan Perhatian Untuk ODS dan Keluarganya



KPSI (Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia) bentuk dukungan dan perhatian untuk ODS dan keluarganya (foto diambil dari website KPSI)

Di Indonesia, ODS terstigma sebagai orang sakit yang tidak bisa diobati dan kembali pulih. Padahal dengan pengobatan yang disiplin dan teratur, ODS akan dapat pulih meski tidak 100%. ODS yang telah pulih akan dapat menjalani kehidupan seperti orang normal lainnya. 


Skizofrenia bukanlah penyakit yang akan diderita sepanjang hayat. Kurangnya edukasi dan ketidaktahuan mengenai skizofrenia membuat cukup banyak ODS telat untuk mendapatkan penanganan medis. Ditambah lagi di Indonesia, masalah gangguan kejiwaan termasuk skizofrenia dianggap sebagai gangguan non medis. 


Menyikapi keadaan tersebut, pada tahun 2001, Bapak Bagus Hargo Utama mendirikan Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI). Komunitas ini didirikan sebagai bentuk dukungan dan kepedulian terhadap nasib orang dengan skizofrenia. KPSI didirikan dengan tujuan membantu ODS dan mengedukasi keluarga ODS sebagai caregiver agar dapat bertindak tepat sehingga ODS dapat memperoleh penanganan medis secepatnya. KPSI membimbing serta mengarahkan ODS agar dapat kembali menjalani kehidupannya dengan lebih baik dan dapat berdaya dalam masyarakat.


Bapak Bagus Hargo Utomo mendirikan KPSI dilatarbelakangi adanya pengalaman Beliau dalam mengurus serta merawat salah satu anggota keluarganya yang menderita skizofrenia. Pengalaman tersebut yang menyadarkannya betapa pentingnya dukungan serta sikap keluarga yang tidak malu serta upaya menemukan perawatan dan pengobatan yang tepat sehingga pasien skizofrenia dapat kembali pulih.


Berbagai kegiatan dilakukan oleh KPSI untuk mendukung dan membantu pemulihan ODS. KPSI membentuk kelompok dukungan sebaya bagi keluarga dan pasien, mengadakan kegiatan-kegiatan kreativitas, psikoedukasi, pemberdayaan pasien skizofrenia sampai pada pemecahan serta evaluasi terhadap pemasungan ODS. Masalah pemasungan menjadi salah satu fokus dari KPSI sejak pertama kali komunitas ini didirikan.


KPSI melakukan psikoedukasi melalui website, mailing list KPSI dan semua akun media sosial KPSI. Bukan dengan tindakan non medis. Ketidakpatuhan minum obat akan mengakibatkan kekambuhan pada pasien skizofrenia. Keluarga ODS harus memiliki pengetahuan yang memadai tentang skizofrenia dan terapinya agar ODS bisa memperoleh pengobatan yang terbaik hingga dapat pulih kembali. Dengan pengobatan medis sejak dini dan memadai, ODS akan mampu memiliki kualitas hidup yang lebih baik.


Saat ini jumlah anggota KPSI sudah ribuan orang yang tersebar di berbagai kota di Indonesia seperti di Bali, Bandung dan Jakarta. Para anggota KPSI saling berbagi informasi, menguatkan dan mendukung sehingga mereka bisa pulih serta dapat hidup lebih baik. Anggota KPSI bukan hanya ODS saja tapi juga keluarga/caregiver dan siapapun yang peduli serta mendukung ODS untuk bisa pulih kembali serta dapat beraktivitas di tengah masyarakat. 


KPSI mendukung sekaligus menjembatani ODS untuk dapat produktif dan berdaya melalui rumah berdaya. Rumah berdaya didirikan dengan tujuan membantu Orang Dengan Skizofrenia dan menggali potensi yang ada pada diri mereka. Telah banyak ODS yang terbantu hidupnya berkat Rumah Berdaya dan KPSI. Satu hal yang harus diketahui oleh khalayak umum bahwa pasien skizofrenia bisa pulih kembali dan bukan penyakit kutukan. Salam sehat jiwa!


Kegiatan yang ada di KPSI (foto diamb dari website KPSI)

Source website KPSI dan halodoc














You May Also Like

0 komentar

Postingan Populer