Kamis, 24 Februari 2022

Aplikasi KAWAN WOM Finance Untuk Kemudahan Pembiayaan

Aplikasi KAWAN WOM Finance untuk kemudahan pembiayaan

Pandemi COVID-19 berimbas pada kesulitan ekonomi yang dirasakan hampir sebagian besar orang. Tidak sedikit yang terpaksa harus kehilangan pekerjaannya. Hal inilah yang dialami oleh kerabat saya. Suaminya kehilangan pekerjaan akibat pandemi sedangkan dirinya sendiri hanya seorang ibu rumah tangga. Di saat bersamaan, anak sulungnya harus membayar ujian tingkat akhir. Bingung harus memperoleh uang dari mana untuk bayar ujian si sulung, kerabat saya ini memberanikan diri mencari pinjaman. Saat itulah, seorang tetangganya menyarankan untuk meminjam uang di WOM Finance melalui aplikasi KAWAN.


Tetangganya ini merekomendasikan WOM Finance karena dia adalah konsumen WOM Finance dan sudah beberapakali mendapatkan pembiayaan dari WOM Finance. Menurut penuturan tetangganya, saat ini untuk mengajukan pinjaman ataupun pembiayaan ke WOM Finance, tidak perlu datang ke kantor atau agen WOM Finance. Cukup download aplikasi KAWAN WOM Finance untuk kemudahan pembiayaan. Aplikasi KAWAN dapat didownload di playstore dan baru tersedia untuk Android saja.


Aplikasi KAWAN WOM Finance Untuk Kemudahan Pembiayaan



Aplikasi KAWAN WOM Finance bisa didownload di Google Playstore

Aplikasi KAWAN WOM Finance merupakan inovasi terbaru sekaligus transformasi digital yang dilakukan oleh PT Wahana Ottomitra Multiartha (WOM) Tbk. Aplikasi ini hadir sebagai salah satu adaptasi dari WOM Finance terhadap kondisi saat ini, pandemi COVID-19 yang membatasi gerak dan interaksi langsung antara konsumen (pelanggan) dengan agen/mitra kerja dan dealer WOM Finance.


Kehadiran aplikasi KAWAN sejalan dengan misi WOM Finance yaitu mengutamakan kepuasan konsumen dan mitra kerja lainnya serta membangun infrastruktur berbasis teknologi informasi. Aplikasi KAWAN memberikan banyak kemudahan bagi konsumen, agen dan dealer. Konsumen tidak perlu pergi ke luar rumah untuk membayar tagihan atau cicilan, cukup mengakses pembayaran melalui aplikasi KAWAN dari rumah.


Keuntungan mengakses aplikasi KAWAN

KAWAN merupakan jawaban dari kebutuhan contactless di masa pandemi ini, dimana keselamatan dan kesehatan setiap orang adalah yang utama. Kebutuhan contactless dengan konsumen menjadi salah satu peluang bagi WOM Finance untuk tetap berkembang, bergerak lebih cepat dan produktif serta terus melakukan terobosan-terobosan baru demi kepuasan konsumen. 


Aplikasi mobile KAWAN WOM Finance dapat memberikan manfaat dan keuntungan yang lebih banyak pada konsumen sekaligus menjadi salah satu solusi kebutuhan finansial. Untuk dapat mengakses aplikasi KAWAN, cukup mudah. Cukup mendownload melalui playstore lalu registrasi dan konsumen bisa mengakses aplikasi KAWAN WOM Finance untuk memperoleh berbagai kemudahan. Bukan hanya urusan pengajuan pembiayaan saja tetapi untuk segala urusan pembayaran tagihan dan informasi seputar program atau produk WOM Finance.


Aplikasi KAWAN cepat, mudah, aman dan nyaman

Aplikasi KAWAN WOM Finance cepat, mudah, aman dan nyaman. Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari aplikasi mobile KAWAN, diantaranya yaitu bisa mendapatkan promo khusus untuk setiap aktivitas yang dilakukan melalui aplikasi KAWAN, memperoleh kemudahan dalam melihat status approval setiap pengajuan aplikasi dan pengajuan mudah serta cepat karena dilakukan secara mandiri dengan metode Instant Approval. Aplikasi KAWAN terdiri dari dua jenis, aplikasi KAWAN untuk konsumen dan KAWAN untuk agents dan dealers.


Aplikasi KAWAN diluncurkan secara daring di Jakarta pada hari Selasa tanggal 22 Februari 2022. Peluncuran aplikasi mobile KAWAN dilakukan langsung oleh jajaran Direksi WOM Finance. Seperti yang dikatakan oleh Direktur WOM Finance, Njauw Vido Onadi, WOM Finance berharap hadirnya aplikasi KAWAN dapat memberikan manfaat dan keuntungan yang lebih kepada konsumen dan mitra WOM Finance sehingga dapat menjadi solusi kebutuhan finansial sesuai dengan tagline yang diusung aplikasi ini yaitu UNTUNG ADA KAWAN.


Peluncuran Aplikasi KAWAN WOM Finance

Aplikasi KAWAN diharapkan dapat membantu dan bermanfaat bagi konsumen melalui fitur-fitur yang dapat dinikmati, antara lain kemudahan mengakses profil kontrak konsumen, dapat melakukan simulasi dan pengajuan pembiayaan serta mentrack-nya, akses ke kantorcabang WOM Finance terdekat serta mendapatkan promo-promo terbaru dari WOM Finance. KAWAN juga memungkinkan konsumen untuk menikmati poin benefit dan pembayaran angsuran. 


Cukup banyak keuntungan yang bisa diperoleh konsumen, agents dan dealer dari aplikasi KAWAN ini. Dan khusus selama masa launching aplikasi KAWAN, setiap verifikasi pengguna akan mendapatkan point reward. Menguntungkan bukan?! Kuuy lah download aplikasi KAWAN. UNTUNG ADA KAWAN


Aplikasi KAWAN Konsumen dan Aplikasi KAWAN Agents dan Dealers








Read more

Selasa, 22 Februari 2022

Smart Point JNE Bantul, Upaya Meningkatkan Kapasitas Pengiriman

JNE terus melakukan pengembangan salah satunya dengan membuka smart point JNE Bantul sebagai upaya meningkatkan kapasitas pengiriman


JNE Indonesia terus melakukan inovasi agar dapat memberikan yang terbaik untuk pelanggannya. Awal tahun 2022 ini, pengembangan terus dilakukan oleh JNE, salah satunya dengan membuka smart point yang berlokasi di Bantul, Yogyakarta. Smart point JNE Bantul merupakan upaya untuk meningkatkan kapasitas pengiriman. Smart point ini adalah pengembangan dari JNE cabang Bantul, Yogyakarta. Smart point JNE Bantul berlokasi di Dawang RT 12 Jl Parangtritis km 11 Manding, Sabdodadi Bantul Yogyakarta.


Inovasi dan pengembangan yang dilakukan oleh JNE dengan membuka smart point sesuai dengan visi JNE. JNE memiliki keinginan dan harapan untuk dapat menjadi perusahaan logistik dan ekspedisi terdepan di Indonesia yang memiliki daya saing global. Karena itu JNE terus meningkatkan kapasitas untuk menunjang kegiatan operasional serta memberikan pelayanan paripurna bagi pelanggannya. JNE terus berupaya untuk menambah kapasitas gudang dan sekaligus titik layanan. Upaya pengembangan tiada henti yang dilakukan JNE ini semata-mata bertujuan agar dapat mewujudkan tujuannya. Menjadi perusahaan ekspedisi yang terdepan.


JNE Bantul pertamakali didirikan pada tahun 2018 lalu. Pada awal pendiriannya, JNE Bantul memiliki lokasi kantor dan ware house yang terletak pada satu lokasi. Saat ini JNE Bantul memiliki dua gedung yang berfungsi sebagai kantor, sales counter dan warehouse. Kantor JNE Bantul berlokasi di Jl Imogiri KM 8,5 sementara itu smart point di Manding berfungsi sebagai warehouse. Kantor dan smart point JNE Bantul sama-sama dilengkapi dengan sales counter sehingga dapat melayani transaksi pengiriman. Pelanggan jadi lebih mudah untuk mengirim barang karena ada dua lokasi yang tersedia, kantor JNE Bantul dan smart point JNE Bantul.


Allan Aji Prakosa foto bersama manajemen JNE Jateng dan DIY

Smart point JNE Bantul dibuka pada tanggal 31 Januari 2022 dan mulai beroperasi melayani pelanggan sejak tanggal 1 Februari 2022. Pembukaan smart point JNE Bantul dihadiri oleh Bapak Marsudi selaku Head Regional Jateng-DIY dan Bapak Adi Subagyo yang menjabat sebagai Kepala Cabang JNE Yogyakarta. Smart point JNE Bantul memiliki luas 917 meter persegi. Selain dihadiri oleh Pak Marsudi dan Pak Adi, pembukaan smart point JNE Bantul juga dihadiri oleh pejabat setempat serta tamu undangan mitra sales counter JNE Bantul maupun relasi JNE.


Dalam acara pembukaan smart point JNE Bantul, Pak Adi menjelaskan bahwa penambahan jaringan maupun perluasan gedung ini bertujuan agar pelanggan semakin mudah dalam menjangkau titik layanan JNE. Dengan adanya smart point JNE Bantul, pelanggan lebih mudah lagi untuk memperoleh layanan. Tercatat sampai bulan Januari 2022 jaringan JNE di Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini berjumlah 147, 37 dan diantaranya berada di Kabupaten Bantul. Itu artinya hampir ada dua sales counter JNE di setiap Kecamatan karena Bantul memiliki 17 Kecamatan dan 75 kelurahan. Hal ini diharapkan dapat memperlancar dan meningkatkan layanan JNE untuk pelanggannya.


Sementara itu, dalam sambutannya, Pak Marsudi mengatakan bahwa pembukaan smart point JNE Bantul merupakan pengembangan yang dilakukan oleh JNE sebagai upaya memberikan pengalaman serta layanan terbaik pada pelanggannya secara konsisten. Smart point JNE Bantul merupakan bukti bahwa JNE mengutamakan kenyamanan serta pelayanan terbaik untuk pelanggannya. Pada tahun 2022 ini, JNE diseluruh Jateng-DIY melayani pick-up 24 jam selama 7 hari full. Wiiih ngga main-main yah upaya yang dilakukan JNE untuk memberikan layanan terbaik pada pelanggannya.


Pak Marsudi melakukan potong tumpeng sebagai tanda dibukanya smart point JNE Bantul

Selaras dengan apa yang dikemukakan oleh Pak Marsudi dalam acara pembukaan smart point JNE Bantul, Pak Allan Aji Prakosa, Kepala JNE Bantul memiliki harapan bahwa kehadiran smart point JNE Bantul akan membawa dampak yang baik terhadap pelayanan JNE khususnya di wilayah Bantul, Yogyakarta dan sekitarnya. Dampak baik tersebut berupa kemampuan mengakomodir kebutuhan mitra sales counter JNE yang berada di kelurahan sehingga pick up paket dari sales counter dapat dilakukan lebih cepat dan langsung diproses pengiriman baik melalui jalan darat maupun udara.


Pengembangan dan inovasi yang terus dilakukan oleh JNE dalam rangka memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggannya membuktikan bahwa JNE tidak main-main dalam mewujudkan impian dan tujuannya sesuai dengan visi misi JNE. JNE Connecting Happiness. Semoga kedepannya JNE semakin terdepan dan terus menjadi yang terdepan.


Smart point JNE Bantul






Read more

Rabu, 09 Februari 2022

Pentingnya Menjaga Kesehatan Anak di Masa Pandemi

Penting menjaga kesehatan anak di masa pandemi, salah satunya dengan cara membiasakan anak berolahraga 

Pandemi COVID-19 belum juga usai, malah saat ini menunjukkan tren kenaikan kasus positif yang disebabkan oleh datangnya varian baru, Omicron. Berdasarkan data dan fakta yang ada, bukan hanya orang dewasa saja yang terpapar virus korona, anak pun terancam jiwanya karena virus yang berasal dari Kota Wuhan ini. Pandemi juga membuat aktivitas anak menjadi terbatas termasuk aktivitas fisiknya. Hal ini dapat mempengaruhi kondisi kesehatan anak baik secara mental maupun jasmaninya. Karena itu orangtua harus menyadari pentingnya menjaga kesehatan anak di masa pandemi agar anak tetap dapat menikmati hari-harinya yang ceria meski harus di rumah saja.


Selama masa pandemi, ruang gerak anak dibatasi sebagai salah satu upaya untuk memutus rantai penyebaran virus korona. Pandemi telah memisahkan anak dari rutinitas hariannya dan mengubah pola aktivitas mereka. Sebelum pandemi, anak-anak biasa bermain dengan teman sebayanya di luar rumah, sejak pandemi, pusat kegiatan mereka dipindahkan ke dalam rumah dan terpaksa berpisah dari teman-temannya termasuk teman sekolah. Kondisi ini lama kelamaan dapat mempengaruhi kesehatan anak. Menjaga kesehatan anak selama pandemi menjadi langkah penting supaya imun anak tetap kuat dan meningkat.


Tak bisa dihindari, selama pandemi terjadi peningkatan resiko gangguan kesehatan pada anak. Oleh sebab itu diperlukan pemahaman serta kesadaran pentingnya menjaga kesehatan anak di masa pandemi agar daya tahan tubuh anak tetap terjaga sehingga resiko infeksi dan terpapar virus korona bisa diminimalisir. Kesehatan anak di masa pandemi tidak bisa dianggap sepele. Terlebih lagi karena lebih banyak di rumah saja dan menghabiskan waktu bersama gadget, anak jadi kurang bergerak dan hal ini dapat memicu obesitas pada anak. Obesitas menjadi salah satu masalah kesehatan yang rentan dialami anak di masa pandemi corona ini.


Menurut American Academy of Pediatrics, anak yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas, kemungkinan besar akan mengalami masalah tambahan jika terpapar virus corona dan dapat menempatkan anak pada kategori resiko tinggi. Seperti diketahui, virus corona menyerang pernafasan, sistem kekebalan tubuh, metabolisme, peradangan dan jika anak dengan obesitas terpapar virus ini, kondisinya bisa lebih buruk dibandingkan dengan anak yang memiliki berat badan ideal. Karenanya penting sekali untuk menerapkan pola hidup sehat pada anak.


Cara Menjaga Kesehatan Anak pada Masa Pandemi


Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh orangtua terutama ibu untuk menjaga kesehatan anak selama masa pandemi corona. Diantaranya yaitu:

1.Membiasakan dan menerapkan disiplin protokol kesehatan di masa pandemi sesuai dengan ketentuan yang berlaku

Orangtua harus terlebih dulu memberikan contoh penerapan disiplin prokes dalam kehidupan sehari-hari di masa pandemi. Seperti memakai masker jika keluar rumah, sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak serta menjauhi kerumunan. Anak harus diajari mencuci tangan dengan sabun selama minimal 20 detik secara benar dan tidak boleh memegang hidung, mulut dan mata sebelum mencuci tangan atau memastikan tangannya benar-benar bersih terlebih dulu. Jika tidak ada air dan sabun, ingatkan anak untuk menggunakan hand sanitizer. Disiplin prokes merupakan salah satu cara penting untuk mencegah anak terinfeksi virus corona dan menjaga kesehatan anak;


2. Penuhi kebutuhan gizi seimbang anak setiap hari

Untuk menjaga kesehatan anak, setiap harinya pastikan anak terpenuhi kebutuhan gizi seimbang. Terutama makanan yang mengandung protein tinggi, serat, vitamin dan mineral yang berperan penting dalam meningkatkan serta menjaga sistem kekebalan tubuh anak sehingga anak tidak mudah sakit. Anak juga harus dibiasakan untuk minum air sesuai dengan kebutuhan cairan hariannya, tergantung dari usia anak;


3. Batasi penggunaan gadget, menonton televisi ataupun menggunakan laptop atau komputer

Hal ini bertujuan agar kesehatan mata dan kemampuan berkonsentrasi anak bisa lebih terjaga. Kelamaan menggunakan gawai, menonton televisi ataupun laptop akan membuat anak jarang bergerak serta berdampak buruk untuk tumbuh kembang anak. Karena itu batasi screen time anak agar kesehatan anak tetap terjaga dengan baik;


4. Cek rutin kesehatan anak secara berkala dan selalu pantau tumbuh kembang anak

Pandemi bukan berarti anak terhambat untuk memperoleh vaksinasi rutin sesuai jadwal. Orangtua perlu menyiapkan kunjungan anak ke fasilitas kesehatan sejak awal untuk meminimalisir antrian dan sebaiknya memilih fasilitas kesehatan yang sesuai prosedur kesehatan di masa pandemi. Pilihlah klinik atau rumah sakit yang mengutamakan keselamatan anak dari paparan virus corona. Rumah sakit atau klinik ibu dan anak bisa jadi pilihan;


5. Biasakan anak istirahat yang cukup ,teratur dan berkualitas

Untuk menjaga kesehatan anak di masa pandemi dan supaya tidak gampang sakit, anak harus dibiasakan untuk istirahat yang cukup dan teratur. Kualitas tidur anak harus dijaga hingga dia bisa bangun dengan badan segar bugar. Kurang tidur bisa menghambat produksi sitokin atau protein yang dapat melawan infeksi. Jika hal ini terus dibiarkan, dapat membuat daya tahan tubuh anak menjadi lemah. Anak pun jadi mudah sakit;


6. Kelola stress pada anak

Bukan hanya orang dewasa saja yang bisa mengalami stress karena pandemi ini. Anak pun beresiko mengalami gangguan kesehatan mental karena perubahan yang tiba-tiba akibat pandemi. Anak-anak dipaksa harus mampu beradaptasi dengan perubahan kebiasaan karena pandemi. Berada di rumah saja pasti akan mendatangkan bosan dan berujung stress pada anak. Oleh sebab itu orangtua harus bisa membantu anak untuk mengelola stress yang dirasakannya dengan cara melakukan aktivitas yang menarik bersama-sama;


7. Olahraga rutin setiap hari

Untuk mencegah dan mengatasi obesitas pada anak, anak harus dibiasakan untuk olahraga secara rutin. Minimal 30 menit setiap harinya anak harus melakukan aktivitas fisik. Berbagai macam aktivitas fisik dapat dilakukan anak seperti bermain lompat tali, senam dan melakukan olahraga yang disenangi anak. Selama pandemi, anak-anak tetap harus dibiasakan berolahraga secara rutin untuk menjaga kesehatannya.


Salah satu cara menjaga kesehatan anak dengan berolahraga


IndiHome Gideon Badminton Academy


Olahraga merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan anak selama pandemi. Dan badminton atau bulutangkis adalah salah satu olahraga yang disenangi oleh anak- anak. Cukup banyak anak Indonesia yang bermimpi jadi atlet badminton Indonesia. Yups badminton atau bulutangkis tidak hanya bisa menjaga kesehatan anak tapi juga bisa menjadi profesi yang menjanjikan untuk mereka dikemudian hari.


IndiHome, internetnya Indonesia berupaya mengambil bagian dalam mewujudkan impian anak-anak bangsa untuk menjadi atlet badminton profesional dan membanggakan negara. IndiHome menggelar event "IndiHome Gideon Badminton Academy" atau disingkat dengan IGBA. IGBA adalah sebuah kompetisi tingkat nasional yang diharapkan dapat membantu anak- anak Indonesia mencapai cita-cita dan impiannya sebagai atlet bulutangkis yang dapat mengharumkan nama bangsa dikancah nasional maupun internasional.


Melalui ajang kompetisi IGBA, IndiHome bersama jaringan internet cepatnya mengundang anak bangsa untuk berpartisipasi dan menunjukkan kesungguhannya untuk menjadi atlet bulutangkis profesional. Registrasi IGBA dimulai dari tanggal 4 Februari sampai 14 Februari 2022. Akan dipilih 50 orang semifinalis yang akan dibagi menjadi dua batch dan akan mengikuti seleksi fisik. Kemudian akan dipilih 12 orang pemenang yang berhak menerima beasiswa IGBA. Adapun dewan juri IGBA diantaranya Marcus Gideon, Kurnia Hu, Irfan Fadilah, Muhammad Ali Mu'min dan Gusti Ali. Tertarik dengan IGBA? Informasi selengkapnya bisa langsung ke website IndiHome yaaa.


Salah satu dewan juri IGBA, Markus Gideon (dokumentasi IndiHome)



 

Read more

Sabtu, 05 Februari 2022

Cegah Stunting dan Obesitas itu Selalu Penting

Cegah stunting dan obesitas itu selalu penting untuk mengatasi masalah gizi di Indonesia serta pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas

Masalah Stunting dan Obesitas di Indonesia


Indonesia hingga hari ini masih dihadapkan dengan berbagai masalah kesehatan termasuk persoalan yang terkait dengan gizi. Permasalahan gizi yang harus dihadapi oleh bangsa ini adalah seputar stunting (gizi kurang) dan obesitas (gizi lebih). Diantara dua hal tersebut tidak ada yang lebih baik, keduanya sama-sama memberikan dampak buruk bagi tumbuh kembang anak. Berbagai upaya untuk mengatasi masalah stunting dan obesitas telah dilakukan pemerintah sejak beberapa waktu lalu karena permasalahan gizi ini mempengaruhi kualitas sumber daya manusia negeri ini di masa depan. Karenanya cegah stunting dan obesitas itu penting.


Cegah stunting dan obesitas penting karena keduanya sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak dan berpengaruh pula terhadap pembangunan SDM berkualitas dan berdaya saing. WHO mendefinisikan stunting sebagai gangguan tumbuh kembang yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang kurang memadai. Anak-anak dikategorikan terhambat gizinya jika tinggi badan mereka terhadap usia lebih dari dua deviasi standar di bawah median standar pertumbuhan anak WHO. Sedangkan menurut World Bank dan UNICEF, stunting menggambarkan kegagalan pertumbuhan yang terjadi dalam waktu lama dan berhubungan dengan penurunan kapasitas fisik dan psikis, penurunan pertumbuhan fisik dan pencapaian kecerdasan yang rendah (The World Bank, 2010, UNICEF). Stunting dapat dikatakan juga sebagai gagal tumbuh.


Menurut Kemenkes RI, stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kurang gizi kronis dan infeksi berulang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah ukuran yang seharusnya. Stunting pada anak bermula pada seribu hari pertama kehidupan akibat kekurangan asupan zat gizi. Artinya kekurangan asupan zat gizi tersebut terjadi dari masa konsepsi hingga anak tersebut berusia 2 tahun.


Gambar dari web Kemenkes RI


Stunting pada anak menyebabkan terganggunya perkembangan otak, metabolisme tubuh dan pertumbuhan fisik. Berdasarkan survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, prevalensi stunting di Indonesia sebesar 24,4 persen. Angka ini masih jauh dari angka prevalensi yang ditargetkan dalam RPJMN 2020-2024, yakni 14 persen. Hingga saat ini Indonesia masih terus berupaya untuk mengatasi masalah stunting pada anak.


Perlu diingat bahwa stunting dan gizi buruk adalah dua hal yang berbeda. Gizi kurang atau gizi buruk adalah kondisi kekurangan asupan zat gizi yang terjadi dalam kurun waktu yang singkat. Anak yang mengalami gizi buruk atau gizi kurang, belum tentu mengalami stunting. Salah satu indikasi seorang anak mengalami gizi buruk adalah perutnya buncit, kulitnya kering, lemah di bawah kulit berkurang dan otot mengecil. Sedangkan stunting ditunjukkan oleh pertumbuhannya yang terlambat, tubuh lebih pendek dan kecil dan merupakan kondisi kekurangan asupan gizi dalam jangka panjang yaitu pada seribu hari pertama kehidupan (HPK).


Stunting bukan semata pada ukuran fisiknya saja yang pendek namun lebih pada konsep bahwa terjadi hambatan tumbuh kembang organ lainnya termasuk otak dan terjadi gangguan metabolisme pada tubuhnya. Anak yang mengalami stunting pasti pendek namun anak yang pendek belum tentu stunting (Achadi et al, 2020). Untuk mencegah dan mengatasi stunting sedini mungkin, orangtua terutama ibu harus mengenali kondisi status gizi anak.


Ibu harus memantau kondisi status gizi anak yang dapat dilihat dari kurva pertumbuhan tumbuh kembang anak yang terdapat pada buku KIA dan merupakan langkah awal untuk mengetahui apakah si anak mengalami gangguan pertumbuhan atau tidak. Stunting disebabkan faktor kurangnya pengetahuan orangtua soal gizi, faktor ekonomi, kebersihan personal, kesehatan lingkungan dan penyakit. Oleh sebab itu penting sekali untuk memberikan edukasi secara berkala pada calon ibu dan para ibu seputar asupan gizi berimbang untuk tumbuh kembang buah hatinya sejak masa pra konsepsi hingga 1000 HPK.


Selain stunting, masalah kesehatan yang masih jadi pekerjaan rumah bagi pemerintah adalah obesitas termasuk obesitas yang terjadi pada anak-anak. Pengertian obesitas merujuk pada penumpukkan lemak yang tidak normal atau berlebihan di dalam tubuh seseorang yang disebabkan oleh beberapa faktor. Obesitas dapat disebabkan oleh faktor genetik dan pengaruh dari lingkungan serta perilaku. Terutama perilaku kurang sehat, tidak menjaga pola makan dengan gizi seimbang dan kurang melakukan aktivitas fisik yang sesuai.


Obesitas dapat terjadi karena pola dan kesenangan makanan yang berlebihan, kadar lemak makanan yang dikonsumsi, aktivitas fisik yang kurang, pengaruh emosional dan gemar minuman beralkohol. Masalah obesitas tidak hanya menjadi masalah untuk Indonesia saja tapi menjadi salah satu masalah kesehatan terbesar di seluruh dunia. Obesitas menjadi masalah kesehatan yang belum juga terselesaikan. Selain dapat mengakibatkan masalah kesehatan secara fisik, obesitas juga dapat menyebabkan masalah psikologis seperti stres dan depresi.


Berdasarkan Riskesdas 2018 prevalensi obesitas pada balita sebanyak 3,8 persen dan obesitas usia 18 tahun ke atas sebesar 21,8 persen. Target angka obesitas di 2024 tetap sama 21,8 persen. Berbagai upaya dilakukan agar prevalensi obesitas tidak mengalami kenaikan. Dan hal ini bukanlah upaya yang mudah, diperlukan aksi bersama cegah stunting dan obesitas di negeri tercinta.


Cegah stunting dan obesitas dengan asupan gizi seimbang dan perilaku hidup sehat (gambar dari website Kemenkes RI)

Masalah kesehatan terutama masalah stunting dan obesitas memiliki dampak jangka pendek dan jangka panjang karena kedua masalah kesehatan ini menjadi salah satu indikator pembangunan kesehatan bangsa yang berpengaruh terhadap kualitas generasi penerus. Karena diperlukan aksi bersama cegah stunting dan obesitas.


Webinar Hari Gizi Nasional 2022, Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas


Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional 2022, Kemenkes RI menyelenggarakan webinar kesehatan melalui aplikasi zoom meeting dengan topik Cegah Stunting Selalu Penting. Webinar kesehatan ini terkait dengan tema HGN ke-62 yaitu "Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas". Melalui tema ini pemerintah mengajak semua pihak untuk berperan aktif dalam upaya mencegah stunting dan obesitas. Dan hal ini terlihat dari webinar kesehatan yang dilakukan oleh Kemenkes RI dengan menggandeng Unicef, Unilever dan Tanoto Foundation.


PMBA secara optimal cegah stunting 

Nara sumber pertama yang memaparkan materinya adalah Ibu Ninik Sukotjo dari Unicef. Bu Ninik menjelaskan pentingnya pemberian makan bayi dan anak (PMBA) secara optimal untuk cegah stunting. Berdasarkan data global dan Indonesia, stunting meningkat secara cepat pada rentang usia 6 sampai 23 bulan. Karena itu PMBA penting dalam 1000 HPK. Kebutuhan gizi anak usia 0-23 bulan sangat tinggi disebabkan karena masa ini merupakan periode pertumbuhan pesat, pertumbuhan otak hingga 75% ukuran orang dewasa, lebih dari 1 juta koneksi saraf dibentuk setiap detik, berat badan bayi dan balita meningkat 4X lipat serta tinggi badan bertambah hingga 75%. Jika pada periode ini, bayi dan balita tidak memperoleh asupan gizi berimbang yang semestinya, tumbuh kembangnya pun akan mengalami gangguan.


Bu Ninik menjelaskan bahwa ada beberapa pendekatan secara sistem untuk perbaikan asupan gizi anak yaitu melalui perluasan akses konseling berkualitas tentang pemberian ASI Eksklusif dan PMBA, meningkatkan ketersediaan akses dan jangkauan akan pangan sehat untuk anak pada 1000HPK, meningkatkan edukasi tentang pemberian makanan dengan asupan gizi seimbang pada 1000HPK anak, dan memanfaatkan pangan lokal sebagai sumber bahan pangan dengan gizi seimbang untuk bayi dan balita.


Selaras dengan paparan Bu Ninik, pemerintah melalui program GERMAS (gerakan masyarakat hidup sehat) telah berupaya pula memberikan edukasi pada masyarakat luas tentang pentingnya menjaga asupan gizi seimbang, pola hidup sehat, melakukan aktivitas fisik setiap hari minimal 30 menit dan cek kesehatan rutin secara berkala. Tujuannya adalah untuk mengendalikan serta mengatasi masalah kesehatan termasuk masalah gizi seperti stunting dan obesitas.


Masalah stunting dapat diatasi dengan melakukan berbagai cara pencegahan seperti edukasi pada calon ibu tentang pentingnya asupan gizi seimbang sejak awal kehamilan hingga 1000 HPK. Setelah melahirkan, orangtua terutama ibu harus terus memantau tumbuh kembang buah hatinya. Jika terlihat tanda-tanda ketidaknormalan pada tumbuh kembang anaknya, orangtua harus sesegera mungkin membawa anaknya ke fasilitas kesehatan untuk berkonsultasi. Cegah stunting dapat juga dilakukan sejak masa pra-konsepsi dengan memberikan tablet tambah darah pada remaja putri dan terus memberikan edukasi secara masif tentang pentingnya pola makan seimbang dan hidup sehat.


Terkait dengan edukasi mengenai PMBA, Tanoto Foundation melakukan studi tentang pendekatan desain berbasis masyarakat untuk praktik PMBA dan perkembangan AUD di Indonesia yang hasilnya diharapkan dapat membantu pemerintah dalam upaya cegah stunting selalu penting. Tanoto Foundation melakukan studi kasus di beberapa daerah di Indonesia seperti di KalSel, SulBar, NTT, Maluku, SumBar dan JaBar dengan menggunakan desain penelitian yang berpusat pada manusia (Human Centered Design) melalui observasi partisipatif (immersion) dan membangun prototipe untuk solusi efektif serta mendorong komunikasi perubahan perilaku dan sosial (sbcc). Dari hasil penelitiannya di beberapa daerah di Indonesia, Tanoto Foundation memberikan rekomendasi pada pemerintah:

-Pembelajaran dari pendekatan bottom-up ini diharapkan dapat membantu untuk menginformasikan komunikasi perubahan perilaku strategi (SBCC) pemerintah untuk pengurangan stunting;

-Studi ini membantu meningkatkan pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana menyediakan makanan tambahan yang berkualitas bagi bayi mulai 6-24 bulan;

-Dibutuhkan penguatan kepada para kader untuk mempengaruhi perubahan perilaku di masyarakat.


Sama halnya dengan Tanoto Foundation, Unilever Indonesia juga berpartisipasi aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang gizi seimbang. Seperti yang diutarakan oleh Ibu Andriyani Wagianto, Nutrition and Health Manager Southeast Asia PT Unilever. Untuk mentransformasi sistem pangan yang berkelanjutan Unilever telah memperkuat kembali komitmennya dalam hal nutrisi. Ada beberapa inisiatif yang dilakukan oleh Unilever Indonesia dalam perbaikan nutrisi dan stunting, diantaranya yaitu standar nutrisi internal, reformulasi produk dan menciptakan kebiasaan pola makan yang baik dan hidup bersih melalui berbagai program yang diusungnya.


Unilever Indonesia juga memiliki program Nutrimenu Indonesia yaitu masak lezat sesuai isi piringku. Program Nutrimenu merupakan inisiatif dari salah satu brand Unilever yang diluncurkan sejak 2019. Bekerjasama dengan mitra strategis, program Nutrimenu bertujuan untuk memberikan edukasi dan membangun kebiasaan keluarga Indonesia dalam memasak dan mengonsumsi makanan yang lezat dan bergizi seimbang sesuai panduan Kementerian Kesehatan “Isi Piringku". Program Nutrimenu memiliki kelebihan yaitu lezat dan disukai anak, harganya terjangkau dan sudah pasti bernutrisi. Program ini telah berhasil menjangkau lebih dari 1 juta ibu dan remaja sejak tahun 2019 dan diharapkan dapat menjangkau lebih dari 100 juta piring lezat bergizi seimbang pada tahun 2022 ini.


Untuk cegah stunting memang diperlukan dukungan berbagai pihak, bukan hanya pemerintah saja, begitupun untuk mencegah dan mengendalikan obesitas. Diperlukan aksi bersama dan dukungan dari semua pihak. Obesitas dapat dicegah dan dikendalikan dengan mengatur pola makan dan mengkonsumsi gizi seimbang serta menerapkan pola hidup sehat. Melakukan aktivitas fisik secara rutin minimal 30 menit setiap harinya. Obesitas terjadi karena kurang seimbangnya asupan makanan yang dikonsumsi karena itu penting sekali untuk mengatur pola makan, mengatur asupan makanan yang dikonsumsi serta membatasi gula dan lemak agar obesitas dapat dicegah dan dikendalikan. Sehingga Indonesia dapat secepatnya mengatasi masalah stunting dan obesitas yang masih saja menghantui sampai detik hari ini.


Webinar Hari Gizi Nasional Cegah Stunting Selalu Penting









Read more