Kamis, 16 Desember 2021

Keberhasilan Pemerintah Mempercepat Penyelesaian Proyek Strategis Nasional


Media gathering percepatan penyelesaian Proyek Strategis Nasional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional pasca pandemi


Selama masa pandemi, terhitung sejak awal tahun 2020, Pemerintah telah berhasil menyelesaikan percepatan 32 Proyek Strategis Nasional senilai 158,8 Triliun. Hal tersebut seperti yang dituturkan oleh Deputi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian, Bapak Wahyu Utomo dalam acara Media Gathering . Lebih lanjut lagi Pak Wahyu menyatakan bahwa sejak KPPIP (Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas) dicetuskan pada tahun 2016, pemerintah berhasil melakukan percepatan penyelesaian proyek strategis nasional (PSN) sebanyak 124 proyek sampai dengan November 2021. Total nilai investasi PSN tersebut Rp 626,1 triliun.


Bapak Wahyu Utomo dan nara sumber lainnya yang hadir dalam Media Gathering Akselerasi Pelaksanaan PSN Untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional Pasca Pandemi


Ada yang lebih ciamik lagi, keberhasilan percepatan penyelesaian PSN ini juga terjadi di saat pandemi. Pada masa pandemi ini, pemerintah berhasil menyelesaikan 32 PSN dan hingga akhir 2021, diperkirakan ada tambahan 8 proyek senilai Rp 94,3 triliun. Hingga akhir tahun 2021 diestimasikan total 40 PSN  yang berhasil diselesaikan dengan nilai investasi sebesar Rp 253,1 triliun. Menurut Permenko No.7 tahun 2021 terdapat 208 proyek dan 10 program PSN dengan nilai investasi sekitar Rp.5.698,5 triliun.


Proyek-proyek berskala besar yang pembangunannya dimulai pada tahun 2016, hampir sebagian besar sudah beroperasional saat ini. Keberhasilan pemerintah mempercepat penyelesaian PSN ini memberikan dampak langsung terhadap penyerapan investasi dan tenaga kerja. Pada saat pandemi seperti ini, PSN yang telah selesai dan beroperasional, berhasil menyerap lebih dari 11 juta tenaga kerja langsung maupun tidak langsung. Penyelesaian PSN sebagai agenda strategis dan prioritas untuk mempercepat pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid – 19.


PSN merupakan proyek infrastruktur yang ditargetkan mampu meningkatkan ekonomi, pemerataan pembangunan, kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan di daerah. Langkah strategis ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. FYI nih Proyek Strategis Nasional ini tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dengan Pulau Jawa sebesar Rp 1.969,8 triliun atau 34,57%, Sumatera Rp 778,4 triliun  (13,66%), Maluku dan Papua Rp 566,6 triliun  (9,94%), Kalimantan Rp 505,8 triliun (8,87%), Sulawesi Rp 276,9 triliun (4,85%), Bali dan Nusa Tenggara Rp 58,6 triliun (1,03%), dan sisanya program dan proyek skala nasional Rp 1.542,4 triliun atau 27,06% dari keseluruhan PSN.


Selama masa pandemi, terhitung dari Januari 2020 hingga November 2021 ada 32 PSN yang berhasil diselesaikan dengan rincian 12 PSN pada 2020 senilai 123,1 triliun rupiah dan dari Januari hingga November 2021 terdapat 20 PSN yang berhasil dipercepat penyelesaiannya dengan nilai investasi sebesar Rp 35,7 triliun. KPPIP mengestimasi hingga akhir 2021 ini akan ada tambahan 8 proyek lagi yang didorong penyelesaiannya senilai Rp 94,3 triliun. Sehingga total menjadi 28 PSN yang akan selesai senilai Rp 130 triliun di tahun 2021. Untuk tahun 2022, KPPIP mengestimasikan akan ada 29 PSN dapat selesai.


Salah satu PSN yang berhasil diselesaikan pada tahun 2021 ini adalah Bendungan Bendo yang berlokasi di Dusun Bendo, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Bendungan Bendo diresmikan oleh Presiden Jokowi pada bulan September 2021. Bendungan ini memiliki kapasitas 43 juta meter kubik dengan luas genangan 170 hektar dan tinggi bendungan 74 meter. Dilansir dari laman Kementerian PUPR, bendungan Bendo dibangun dengan biaya 1,1 triliun rupiah. Bendungan Bendo ini mampu mereduksi banjir sebesar 31 persen dan merupakan penyedia air baku 370 liter per detik dan mengairi 7800 hektar sawah. 


Bendungan Bendo di Ponorogo, salah satu bendungan yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (foto: Kementerian PUPR)


Bendungan Bendo ini bukanlah satu-satunya bendungan yang masuk dalam PSN yang berhasil diselesaikan pembangunannya meski Indonesia dilanda pandemi. Selain bendungan Bendo, pemerintah juga berhasil menyelesaikan bendungan lainnya yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional, diantaranya adalah Bendungan Tukul di Kabupaten Pacitan, Bendungan Tugu di Trenggalek dan beberapa bendungan lainnya.


Sejak pertamakali dicetuskannya PSN hingga November 2021, ada 22 bendungan PSN yang berhasil dibangun dan sudah beroperasi. Bendungan-bendungan PSN tersebut menambah persediaan air baku sebesar 1,56 Miliar m3, mereduksi potensi banjir sebesar 4.306,72 m3/detik, meningkatkan pasokan air baku sebesar 10.990 lt/detik, mengairi sawah seluas 206.000 hektar serta telah memproduksi 123 MW listrik. Sedangkan untuk proyek irigasi, berhasil terbangun tambahan jaringan irigasi untuk mengairi sawah seluas 865,4 hektar.


Bukan hanya bendungan saja, sepanjang periode 2016 hingga November 2021, pengembangan infrastruktur di berbagai sektor telah memberikan dampak yang signifikan. Terdapat 3 proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang sudah selesai, sehingga menambah layanan pengadaan air bersih dan sanitasi kepada lebih dari 2 juta orang. Tidak hanya itu, berbagai peraturan juga disusun pemerintah demi mempercepat penyelesaian Proyek Strategis Nasional. 


Beberapa peraturan tersebut diantaranya adalah Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 32 Tahun 2020 tentang Hak Pengelolaan Terbatas. Selain itu, terdapat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 42 Tahun 2021 tentang kemudahan Proyek Strategis Nasional yang mengatur percepatan proses perencanaan hingga pengoperasian proyek PSN. 


Pemerintah terus berkomitmen untuk mendorong dan meningkatkan upaya pembiayaan Proyek Strategis Nasional melalui creative financing dalam rangka mengurangi beban APBN guna memenuhi kebutuhan infrastruktur. Saat ini pemerintah tengah mengembangkan strategi dan rekomendasi skema alternatif pembiayaan infrastruktur melalui Land Value Capture (LVC). LVC ini diinisiasi untuk memenuhi kebutuhan investasi infrastruktur Indonesia yang meningkat secara signifikan pada periode tahun 2020-2024.


Sinergi dan kolaborasi antar sektor dengan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat Indonesia, diharapkan dapat mendorong percepatan penyelesaian PSN hingga dapat bermanfaat bagi sebesar-besarnya kepentingan dan kesejahteraan rakyat. Sudah sepatutnya kita dukung upaya pemerintah ini agar Indonesia dapat terus maju. 


Hadir dalam Media Gathering keberhasilan percepatan Proyek Strategis Nasional


Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

Tidak ada komentar