Rabu, 15 Desember 2021

JNE Dukung Digitalisasi UMKM Pada Masa Pandemi


Digitalisasi UMKM sebagai upaya bertahan di masa pandemi


Pandemi telah berlangsung hampir dua tahun. Selama masa pandemi, UMKM merupakan salah satu sektor yang mengalami hantaman hebat akibat pandemi. Saya merasakan betul bagaimana sulitnya untuk mempertahankan usaha kuliner yang sudah lama saya jalankan. Sejak kasus korona pertamakali ditemukan di Indonesia lalu pemerintah menerapkan kebijakan untuk belajar dari rumah, otomatis usaha kuliner saya yang mengandalkan kantin sekolah, mendadak terhenti. Saya dipaksa untuk berpikir keras menemukan cara untuk tetap dapat berjualan. Saya pun putar haluan, berjualan online. Dan mulai "akrab" dengan JNE. Sampai akhirnya tau klo JNE merupakan salah satu pihak yang mendukung digitalisasi UMKM pada masa pandemi ini.


Dilansir dari rilis yang dikeluarkan Katadata Insight Center (KIC), sebanyak 82,9% UMKM yang ada di Indonesia merasakan dampak negatif dari pandemi dan hanya sebagian kecil saja yang mengalami pertumbuhan, itupun jumlahnya tidak kurang dari 5,9%. Pandemi korona yang melanda telah memaksa pelaku UMKM untuk mengubah perilaku usahanya, dari konvesional menjadi digital. Namun mengubah perilaku usaha menjadi digital tidaklah semudah yang dibayangkan. Tidak semua UMKM mampu melakukan digitalisasi. Hal ini dikarenakan pelaku UMKM yang menguasai platform digital hanya sedikit jumlahnya. Terutama pelaku UMKM yang berada di daerah-daerah.


Berdasarkan hasil survei Bank Indonesia, sepanjang pandemi ini, hanya sekitar 12,5% UMKM saja yang tidak terdampak pandemi karena mampu secara ekonomi dan memiliki modal yang kuat. Dan sekitar 28% UMKM yang mengalami pertumbuhan positif karena mampu beradaptasi dengan melakukan digitalisasi dan mampu membaca perubahan kebiasaan belanja konsumen yang mengalami pergeseran dari offline menjadi online dengan mengandalkan tekhnologi digital. Pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah sebagai upaya untuk menekan laju penularan virus korona menyebabkan orang-orang memanfaatkan teknologi digital dalam hidup mereka termasuk dalam hal berbelanja.



UMKM go digital untuk percepatan pemulihan ekonomi Indonesia


Hasil survei BPS mengenai dampak pandemi terhadap pelaku usaha, mencatat 15 dari 100 pelaku usaha melakukan diversifikasi usaha selama masa pandemi dan melakukan digitalisasj mengikuti tren perdagangan yang beralih dari offline menjadi online. World Bank (2021) menyatakan bahwa UMKM yang terhubung ke dalam ekosistem digital memiliki daya tahan yang lebih baik dan mampu beradaptasi selama masa pandemi ini. Jumlah UMKM yang mampu bertahan tersebut sekitar 80%. Dan JNE mendukung digitalisasi yang dilakukan pelaku UMKM tersebut melalui berbagai program yang diusungnya.


Dukungan JNE terhadap digitalisasi UMKM pada masa pandemi


JNE berkomitmen mendukung digitalisasi UMKM pada masa pandemi


Pandemi telah membawa UMKM memasuki masa perubahan dan transformasi digital. Aktivitas pemasaran yang tadinya dilakukan offline beralih menjadi online melalui digitalisasi yang dilakukan. JNE sebagai perusahaan ekspedisi terus berkomitmen memberikan dukungan pada UMKM untuk tetap produktif dan dapat bertahan di masa pandemi ini termasuk dalam digitalisasi UMKM. UMKM harus mampu meningkatkan kemampuan digital jika ingin tumbuh dan bertahan di masa pandemi ini.


JNE sebagai perusahaan ekspedisi turut mengembangkan sistem operasional sampai bisa bekerjasama dengan pelaku UMKM, memberikan fasilitas dari proses entry data sampai pengiriman dan memberikan dashboard kepada UMKM untuk melakukan monitoring proses pengiriman. Seperti motto JNE yaitu Connecting Happines, sejak beberapa waktu lalu, JNE telah mendukung digitalisasi UMKM melalui program JLC (JNE Loyalti Card), PESONA (Pesanan oleh-oleh nusantara) untuk mendukung UMKM kuliner dan webinar yang bertujuan untuk memberikan edukasi seputar pemasaran digital. JNE terus berupaya memfasilitasi para pelaku UMKM di masa pandemi ini agar dapat bersaing di ranah digital mengingat keterbatasan aktivitas fisik untuk jual beli produk dan layanan.


Di masa pandemi ini, JNE berkomitmen untuk mendukung digitalisasi UMKM melalui kontribusi yang dilakukannya. Seperti mengadakan berbagai workshop gratis digital marketing di berbagai kota. Kontribusi ini sesuai dengan kapasitas JNE sebagai perusahaan ekspedisi untuk terus melakukan langkah-langkah kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi pelaku UMKM agar bisa naik kelas dan go digital. 


JNE Connecting Happiness


Dukungan JNE ini sesuai dengan tagline "Connecting Happiness" yang artinya mengantarkan kebahagiaan. Pandemi telah memaksa pelaku UMKM untuk melakukan digitalisasi agar dapat bertahan dan mampu tumbuh positif. Akselarasi transformasi digital UMKM pada masa pandemi bahkan lebih dari 3 kali lipat. Pelaku UMKM harus melalukan digitalisasi agar dapat keluar dari krisis yang menderanya pada masa pandemi korona ini.


JNE mendukung digitalisasi UMKM pada masa pandemi ini dengan terus meningkatkan pelayanannya. Hal ini ditunjukkan dengan hadirnya JNE Trucking (JTR) dan e fulfillment yaitu layanan yang memudahkan para pelaku UMKM untuk mengatur usaha mereka sehingga pelaku UMKM cukup fokus pada transaksi saja sementara stok dan pengiriman ditangani oleh JNE.


JNE Content Competition 2021, salah satu bentuk dukungan terhadap UMKM pada masa pandemi


Seperti yang telah diketahui bersama, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian negara terutama pada masa pandemi ini. Karena itu sudah sepatutnya berbagai dukungan diberikan pada UMKM agar dapat terus tumbuh berkembang dan bertahan dalam menghadapi masa-masa penuh ketidakpastian pada masa pandemi ini. Saat ini UMKM dipaksa untuk dapat beradaptasi dan berinovasi supaya tetap dapat menyokong perekonomian negara.


Dukungan terhadap UMKM terutama pada masa pandemi ini, diharapkan bukan hanya dari pemerintah maupun lembaga terkait lainnya, tetapi juga dari seluruh masyarakat Indonesia agar roda perekonomian bangsa dapat terus berputar. Salah satu dukungan terhadap UMKM yang dapat dilakukan oleh masyarakat luas adalah dengan tetap membeli dan menggunakan produk-produk UMKM yang kini semakin mudah ditemukan di marketplace maupun di media sosial karena UMKM telah melakukan digitalisasi. Masyarakat juga dapat memberikan dukungannya pada UMKM dengan membuat konten positif.


Terkait dengan hal tersebut, dukungan terhadap UMKM juga diberikan oleh JNE melalui JNE Content Competition 2021. JNE Content Competition ini merupakan hasil kerjasama JNE dengan Kompasiana. Mengusung tema “JNE Bersama UMKM untuk Indonesia”, kompetisi ini terbuka untuk umum, jurnalis, dan juga karyawan JNE yang terbagi dalam writing competition, photo competition, video competition, dan design competition. Keterangan lengkap mengenai JNE Content Competition 2021 dapat dilihat melalui ketentuan yang terlampir dalam mekanisme JNE Content Competition 2021


Untuk  lomba blognya, salah satu lomba yang ada di JNE Content Competition 2021, tulisan harus diposting di platform Kompasiana dan akun yang sudah tervalidasi akan diprioritaskan menjadi pemenang. Centang hijau dibelakang nama akun yang menandakan apakah akun Kompasiana tersebut sudah divalidasi atau belum. Tulisan yang diikut sertakan dalam lomba blog JNE (JNE Content Competition 2021) harus tulisan baru ya, bukan tulisan yang sudah pernah dipublish atau tulisan yang pernah diikut sertakan lomba. Tulisan harus asli, bukan hasil comot sana sini ya, Gaesss.


Perlu diingat nih, konten tulisan tidak boleh melanggar ketentuan menulis di Kompasiana. Pelajari dulu deh sebentar, mumpung masih ada waktu. Setelah itu baru deh ikutan kompetisinya. Begitu tulisan kalian tayang di Kompasiana, Tim Moderator akan langsung mengunci tulisan kalian. Jadi sudah ngga bisa diedit atau ditambah-tambah apalagi dilengkapi dengan menyomot bagian dari tulisan orang lain. Hal ini diberlakukan tujuannya demi menjaga sportivitas para peserta lomba.


Tema yang dilombakan dalam JNE Content Competition 2021 untuk kategori lomba blog adalah JNE Bersama UMKM untuk Indonesia. Kalian bisa menulis tentang kontribusi JNE dalam mendukung bergulirnya roda perekonomian Indonesia pada level mikro (UMKM) dan bagaimana JNE menunjang kebutuhan gaya hidup (lifestyle) pada masa pandemi ini. Atau apapun yang terkait dengan JNE dan UMKM untuk Indonesia. Periode lomba dimulai dari 6 Dessmber 2021 sampai 5 Januari 2022. Masih cukup lama kan waktu kompetisinya?! Mulai deh dipikirin mau nulis dari sudut pandang mana. Tulisan minimal 500 kata dan tidak boleh melebihi 1500 kata. Dan untuk lebih jelasnya nih langsung aja kunjungi microsite ini ya. Oh ya hampir lupa, hadiahnya jutaan loh. Yuk dukung digitalisasi UMKM pada masa pandemi ini dengan membuat konten positif seputar UMKM. UMKM Bisa!


JNE Content Competition 2021










Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

Tidak ada komentar