Kontribusi Anak Muda Dalam Mitigasi Perubahan Iklim

by - Oktober 14, 2021


Penebangan liar salah satu penyebab perubahan iklim


Akhir-akhir ini kalian merasa ngga sih kalau suhu udara terasa lebih panas? Cepat panas gitu. Padahal di dalam rumah saja tapi badan cepat keringatan. Apalagi saat siang hari dan berada di luar rumah, panasnya menyengat banget. Hal ini disebabkan karena adanya efek rumah kaca yang membuat terjadinya perubahan iklim. Akibat adanya efek rumah kaca, sebagian panas yang harusnya dipantulkan permukaan bumi diperangkap oleh gas-gas rumah kaca di atmosfer. Sehingga bumi menjadi terasa cepat panas dari waktu ke waktu. Efek rumah kaca ini jika tidak cepat diatasi akan menyebabkan terjadinya pemanasan global. Karena itu diperlukan nih kontribusi kita sebagai anak muda dalam mitigasi perubahan iklim.


Sebagai anak muda penerus bangsa, sudah seharusnya kita memiliki kontribusi untuk mitigasi perubahan iklim. Oh ya apakah kalian sudah mengerti apa itu efek rumah kaca dan mitigasi perubahan iklim? Jika baru dengar atau belum mengerti, tolong simak penjelasannya ya. 


Efek Rumah Kaca dan Mitigasi Perubahan Iklim


Efek rumah kaca terhadap perubahan iklim (The Gorbasla.doc)

Seperti dilansir oleh laman Kemdikbud go id, efek rumah kaca adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan bumi memiliki efek seperti rumah kaca, dimana panas matahari terperangkap oleh atmosfer bumi. Gas-gas di atmosfer seperti karbon dioksida (CO2) dapat menahan panas matahari sehingga panas matahari terperangkap di dalam atmosfer bumi


Normalnya, pada siang hari matahari menyinari bumi sehingga permukaan bumi menjadi hangat, dan pada malam hari permukaan bumi mendingin. Akan tetapi, akibat adanya efek rumah kaca, sebagian panas yang harusnya dipantulkan permukaan bumi diperangkap oleh gas-gas rumah kaca di atmosfer. Inilah mengapa bumi menjadi semakin panas dari tahun-ketahun.


Efek rumah kaca disebabkan adanya gas-gas yang berkontribusi terhadap rumah kaca, diantaranya yaitu uap air (H2O), karbondioksida (CO2), metana (CH4), ozon (O3), nitrous oksida (N2O), CFC (Chloro Fluoro Carbon), dan HFC (Hidro Fluoro Carbon). Sebenarnya gas-gas tersebut diperlukan untuk menghangatkan bumi agar tidak terlalu dingin. Namun sejak adanya revolusi industri, gas-gas seperti karbon dioksida, methana, dan gas berbahaya lainnya menjadi makin bertambah di atmosfer bumi. Konsentrasi gas-gas tersebut di atmosfer bumi pun makin meningkat akibat ulah manusia.



Proses terjadinya efek rumah kaca (ruangguru.doc)


Dikutip dari Katadata co id, proses terjadinya efek rumah kaca sebagai berikut,yaitu panas matahari merambat melalui atmosfer bumi lalu sebagian panas matahari diserap oleh bumi untuk menyimpan panas dan panas matahari tersebut sebagian dipantulkan kembali oleh bumi. Sebagian panas yang dipantulkan kemudian diserap oleh gas-gas di atmosfer sehingga menahan panas keluar dari atmosfer dan panas matahari sebagian lagi dipantulkan kembali oleh atmosfer dan bumi. Efek rumah kaca merupakan proses masuknya radiasi dari matahari. Kemudian radiasi tersebut terjebak akibat efek rumah kaca lalu menaikkan suhu bumi. 


Efek rumah kaca makin bertambah karena meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat ulah manusia. Seperti penebangan liar dan pembakaran hutan, pemanfaatan bahan bakar fosil serta penggunaan BBM menyebabkan konsentrasi gas karbondioksida (CO2) meningkat. Belum lagi ulah manusia yang menyebabkan meningkatnya gas metana seperti membakar dan membuang sampah plastik sembarangan. Penggunaan pupuk kimia atau non organik juga dapat meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca nitrous oksida (N2O), yang nantinya dilepaskan ke udara.


Efek rumah kaca jika tidak cepat diatasi akan dapat menyebabkan terjadinya perubahan iklim dan pemanasan global yang dapat membahayakan bumi beserta isinya. Karena itu diperlukan kontribusi semua pihak termasuk anak muda dalam mitigasi perubahan iklim. Mitigasi perubahan iklim adalah suatu usaha untuk mengurangi resiko terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca (efek rumah kaca). Mitigasi perubahan iklim yang dilakukan untuk mengatasi efek rumah kaca diantaranya adalah penanaman kembali hutan yang gundul, melakukan pembatasan dalam penggunaan pupuk kimia berbahaya, mengurangi polusi asap kendaraan bermotor, menggunakan alat-alat yang ramah lingkungan serta meminimalisir sampah plastik.


Saatnya Anak Muda Berkontribusi Dalam Mitigasi Perubahan Iklim


Kontribusi anak muda dalam mitigasi perubahan iklim

Pemanasan global dan perubahan iklim sebagai akibat dari efek rumah kaca dapat diatasi melalui implementasi mitigasi perubahan iklim. Sudah saatnya anak muda sebagai generus bangsa memiliki kontribusi dalam mitigasi perubahan iklim. Konstibusi yang dapat dilakukan dalam mitigasi perubahan iklim bisa diimplementasikan melalui kegiatan sehari-hari. Kesadaran anak muda untuk ikut berperan dalam mitigasi perubahan iklim harus mulai dibangun sedari dini.


Sebagai anak muda generasi penerus bangsa, saya sadar harus bisa memberikan kontribusi dalam mitigasi perubahan iklim agar bumi dapat terlindungi dari pemanasan global dan bencana alam lainnya yang disebabkan oleh efek rumah kaca yang makin diperparah karena ulah manusia.  Sebelum kesadaran itu datang, saya termasuk orang yang banyak sekali memakai kantong plastik terutama pada saat traveling. Karena banyak memakai kantong plastik otomatis sampah kantong plastik pun menumpuk. Tadinya ya saya buang saja di tempat sampah tanpa memikirkan apakah sampah-sampah plastik itu akan menyebabkan bahaya untuk kehidupan bumi. Saya tidak tau jika sampah plastik dapat meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca.


Setelah mengetahui lebih jauh lagi mengenai bahaya dari peningkatan konsentrasi gas-gas rumah kaca yang disebabkan oleh aktivitas kita sehari-hari termasuk akibat dari sampah plastik, saya lebih bijak lagi dalam menggunakan plastik. Sebagai anak muda penerus bangsa, saya ingin memberikan kontribusi dalam mitigasi perubahan iklim yang dapat melindungi bumi ini dari bahaya emisi gas rumah kaca. Saya berjanji dan bersumpah untuk lebih banyak menggunakan transportasi massal saat bepergian atau traveling dan berjalan kaki jika jaraknya masih bisa ditempuh dengan jalan kaki. Sudah waktunya #MudaMudiBumi melakukan hal baik #UntukmuBumiku . Dan saat ini  sudah saatnya #TimeforActionIndonesia bukan hanya sekedar ucapan saja.


Untuk mengurangi sampah plastik pada saat traveling, karena saya suka dan hobi traveling, saya mengganti kantong plastik dengan kantong yang terbuat dari bahan ramah lingkungan dan bisa didaur ulang. Saya sudah tidak lagi membawa botol air kemasan tapi menggantinya dengan botol minum yang bisa dibersihkan dan dipakai berulangkali. Meskipun kecil tapi sebagai anak muda, saya ingin berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim negeri tercinta ini. Selain itu, saya berusaha untuk mengurangi pemakaian AC di rumah karena penggunaan AC terlalu sering dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca. Banyak hal yang dapat dilakukan agar bumi terlindungi dan mengurangi efek rumah kaca. Perubahan sekecil apapun harus dilakukan sejak detik hari ini untuk kebaikan yang akan datang.


Saat membersihkan sampai di pinggir pantai



 

You May Also Like

0 komentar

Postingan Populer