Dukungan JNE Dalam Rangka Menyukseskan PON XX Papua

by - Oktober 10, 2021

PON XX Papua "torang bisa" (gambar dari google)

Pandemi tak menyurutkan langkah pemerintah untuk menggelar pesta olahraga terbesar nasional negeri ini. Setelah sempat tertunda selama setahun, pemerintah akhirnya menghelat Pekan Olahraga Nasional ke-XX di "bumi mutiara hitam" Papua. Seharusnya PON XX Papua diselenggarakan pada tahun 2020 namun pandemi membuat pelaksanaannya terpaksa ditunda karena perlu persiapan khusus dan lebih banyak lagi untuk menghelat sebuah acara bertaraf nasional saat pandemi. 

Faktor keamanan dan keselamatan semua pihak menjadi salah satu fokus utama yang harus dilakukan. Berbeda dengan pelaksanaan PON pada masa normal (sebelum pandemi datang), di masa pandemi ini harus dipastikan jika gelaran pesta akbar nasional itu tidak akan menjadi klaster baru penyebaran COVID-19 karena itulah diperlukan persiapan yang lebih detil dan sesuai standar protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah dan WHO. Akhirnya setelah menundanya selama setahun dan menyiapkan segala persiapannya sesuai dengan "new normal life", pemerintah menghelat pesta olahraga akbar nasional tersebut.

PON XX Papua diselenggarakan pada tanggal 2-15 Oktober 2021 di 4 kota yang ada di Papua dan kota Jayapura sebagai tempat operasional penyelenggaraan PON XX Papua. PON XX Papua 2021 ini diikuti sekitar lebih dari 7000 atlet dari 37 cabang olahraga. Stadion Lucas Enembe Jayapura menjadi stadion utama dilaksanakannya PON XX Papua. Upacara pembukaan PON XX Papua yang dihadiri oleh Presiden Jokowi dilakukan di Stadion Lucas Enembe,Jayapura. FYI, semua penyelenggaraan PON XX Papua dilaksanakan dengan penerapan disiplin protokol kesehatan yang ketat. Semua atlet, tim official, panitia, penonton dan siapapun yang terlibat dalam penyelenggaraan PON XX Papua harus sudah divaksin dan melakukan tes antigen terlebih dulu. Venue pertandingan hanya boleh diisi sebanyak 25% dari total kapasitas yang bisa ditampung.

Penerapan disiplin prokes yang ketat semata-mata dilakukan agar PON XX Papua tidak menjadi klaster baru penyebaran virus Corona dan membahayakan nyawa banyak orang. Pemerintah juga melakukan percepatan vaksina terhadap masyarakat di empat venue tempat berlangsungnya pertandingan PON XX Papua. Keempat venue tempat berlangsungnya pertandingan PON XX Papua, yaitu kota Jayapura, kabupaten Jayapura, Merauke dan Mimika. PON XX Papua diharapkan mampu mendorong dan membangkitkan pertumbuhan ekonomi Papua terutama di masa pandemi ini. Untuk menyukseskan PON XX Papua, banyak pihak yang memberikan dukungan. Salah satu dukungan untuk kesuksesan PON XX Papua diberikan oleh JNE

JNE Ikut Memberikan Dukungan Untuk Kesuksesan PON XX Papua


Salah satu program JNE selama PON XX berlangsung (gambar dari web JNE)

Perhelatan pesta olahraga terakbar di Indonesia tahun 2021 ini akan menjadi catatan sejarah penting bagi JNE, salah satu perusahaan ekspedisi terbesar negeri ini. Kenapa demikian? Karena salah satu ksatria JNE ikut bertanding dalam ajang PON XX Papua. Belum banyak yang tau jika salah satu ksatria JNE Bogor yaitu Hagies Mugara, menjadi salah satu atlet yang turut berjuang dalam gelaran pesta olahraga akbar nasional tahun ini. Hagies adalah salah satu atlet Kempo yang mewakili kontingen Jawa Barat. 

Dukungan pun mengalir dari seluruh keluarga besar JNE, agar ia dapat meraih medali emas sehingga bisa membuat bangga Jawa Barat dan tentunyaJNE. Selain mendukung ksatrianya dalam ajang PON XX Papua, JNE juga memberikan dukungan demi kesuksesan PON XX Papua. Sebagai perusahaan ekspedisi nasional yang sudah puluhan tahun eksis di Papua, khususnya Kota Jayapura, JNE tidak tinggal diam untuk ikut menyemarakkan serta menyukseskan perhelatan PON XX Papua.

PON XX Papua yang mengusung tagline " torang bisa" itu mendapat dukungan penuh dari Ksatria dan Srikandi JNE terutama yang berada di kota Jayapura sebagai venue utama pelaksanaan PON XX Papua. Untuk menyemarakkan PON XX Papua sekaligus sebagai bukti dukungannya, JNE menggelar berbagai program selama penyelenggaraan PON XX Papua berlangsung.

Program JNE tersebut diantaranya adalah memberikan diskon 20% ongkir untuk para atlet yang nantinya mengirimkan paket selama PON XX berlangsung. Promo ini berlaku untuk pengiriman dari Jayapura dan Merauke. JNE juga membuat booth di area stadion tempat para atlet bertanding serta menggelar promo double point JLC untuk kiriman barang dari dan ke Jayapura dari tanggal 2 hingga 15 Oktober 2021.  Program promo diskon 20% juga diberikan untuk pengiriman dari Sorong dan Timika ke seluruh kota tujuan dengan layanan reguler (tanggal 2-4 Oktober 2021).

Diskon ongkir 20% dari JNE (gambar diambil dari web JNE)


Bukan hanya memberikan promo ongkir saja, untuk semakin memeriahkan PON XX Papua, JNE mengadakan cukup banyak kegiatan melalui social media diantaranya mengadakan quiz seputar PON XX Papua, twibbon, foto challenge serta memberikan give away dengan menggandeng UMKM lokal selama pelaksanaan PON berlangsung. Pemenang give away tentu saja akan memperoleh produk UMKM unggulan yang berasal dari kota Jayapura. Salah duanya produk unggulan dari Geraihonai dan Galeri kreatif kehutanan Papua.

Noken, tas khas Papua

JNE menggelar program promo ongkir karena adanya kemungkinan para atlet dan tim official akan melakukan pengiriman produk-produk atau souvenir khas Papua terutama kota Jayapura ke daerah asal mereka. Terlebih lagi Jayapura sudah lama dikenal sebagai penghasil kerajinan yang unik dan ikonik. Hal ini akan menguntungkan bukan hanya untuk JNE tapi juga bagi pelaku UMKM lokal. Seperti tagline "Connecting Happines", JNE berupaya mengantarkan kebahagiaan untuk konsumennya terutama yang berada di kota-kota tempat berlangsungnya PON XX Papua.

Produk kerajinan kemungkinan besar akan menjadi barang yang diminati oleh para atlet dan official serta penonton luar Papua untuk dijadikan oleh-oleh atau cinderamata yang akan dikirim ke daerah asalnya. Saya jadi teringat saat bertandang ke Jayapura dan melihat berbagai kerajinan tangan hasil pengrajin kota Jayapura, seketika saya langsung jatuh cinta. Siapapun pasti akan langsung terpikat dengan keunikan noken, tas khas masyarakat Papua. Noken hanya dapat diperoleh ketika kita datang ke bumi mutiara hitam. Noken adalah tas khas Papua yang terbuat dari serat kayu dan dibawa dengan menggunakan kepala. Agak berbeda dengan tas yang biasa kita jumpai.

Selain produk kerajinan khas Papua, kuliner Papua yang sudah terkenal seperti cokelat paradise atau kue sagu Bagea Jayapura akan menjadi pilihan para atlet, official atau panitia lainnya sehingga dapat menjadi potensi dan ikut mendongkrak peningkatan kiriman JNE di Papua selama PON XX berlangsung. 

Noken Papua yang dibawa dengan menggunakan kepala




You May Also Like

0 komentar

Postingan Populer