Kamis, 18 Februari 2021

Belajar Dari Rontoknya IHSG


IHSG merah hari ini


Ngga pernah kebayang sebelumnya klo bakal "terjun langsung" dalam dunia saham. Sebelum pandemi, udah kenal dengan berbagai aplikasi investasi saham. Tapi lebih untuk investasi jangka panjang. Ngga kepikiran bakal ngeraup cuan dari trading. Awalnya dari keisengan melototin saham-saham dengan fundamental bagus dan turun nilainya akibat pandemi. Disitu kepikiran ,"wah ini nih saatnya nyerok di harga terendah, ntar juga naik". Belilah beberapa lot saham. Eh bener aja beberapa saat kemudian naik tuh saham. Bahkan beberapa diantaranya naik signifikan. "Terbang" istilahnya. 

Seneng banget dong dengan "terbangnya" beberapa saham yang dipunya. Mulai deh kepikiran untuk jual sebagian. Mayan banget soalnya cuan yang didapet. Uang hasil jual sebagian saham yang saya punya, saya gunakan sebagai uang "jaga jaga" untuk beli saham bagus yang lagi turun nilainya. Jangan beranggapan klo saya punya basic sebagai anak ekonomi/bisnis makanya berani trading saham. No..saya anak sosial dengan ilmu trading dan investasi saham yang sangat terbatas. Tapi karena tertarik dengan dunia investasi, ya cari tau deh. Dengerin youtube orang-orang yang udah berhasil trading atau investasi saham. Baca-baca referensi terkait dan diskusi dengan orang yang memiliki ketertarikan yang sama.

Saya akui saat IHSG naik dan harga saham melonjak, "cuan" yang didapat bikin hati berbunga-bunga. Tapi tuh hati dan jantung kudu kuat menghadapi kenyataan jika keadaan bisa berbalik dengan cepat. Saham turun dan IHSG "merah". Klo ada yang beranggapan dengan trading saham, cepat meraup pundi pundi rupiah, bener sih itu tapi..ada tapinya loh. Dan tapinya ini yang sering dilupain. Saham itu sifatnya "high risk, high return'. Untung yang didapat tinggi tapi resikonya juga tinggi.

Selama menjalani investasi dan trading saham, banyak pelajaran yang saya dapatkan. Trading/investasi saham tidaklah seindah langit biru, Marimar wakakak. Awal trading tuh saya akhir Juni 2020. Job blogger syepi, saya punya banyak waktu, dan pada saat itu salah seorang teman sering ngajak ngobrol tentang saham. Ya odah mulai deh iseng trading. Beli saham saat harganya turun atau lagi merah trus pantau deh. Oh ya, saya memilih saham dengan sentimen positif dan fundamental yang bagus. Pakai feeling juga sik dalam milih saham yang mau dibeli wakwakwak.

Apakah semua pilihan saya tepat? Kagaklah..ada yang meleset tapi biasanya ngga lama tuh saham saya keep. Jual aja. Minimal ngga rugi, atau klo pun rugi, ya ngga banyak dan ketutup dari keuntungan emiten saham yang lain. Ada satu pelajaran berharga yang saya ambil pada saat IHSG rontok setelah mengalami kenaikan dan agak melenakan. Dalam trading saham, kagak boleh serakah. Beberapa waktu lalu, sebelum IHSG rontok, salah satu saham yang saya miliki mengalami kenaikan signifikan. Saat naik lebih dari 17%, seharusnya pada saat itu saya taking profit, tapi karena menginginkan lebih, saya tidak menjualnya. Eh besoknya harga saham yang saya miliki merosot ke batas bawah. Esoknya merosot lagi ke batas bawah. Harusnya saya dapat cuan lumayan tapi karena ingin lebih lagi, saya malah kehilangan kesempatan yang sudah ada di depan mata.

Trading saham bisa banget seperti roller coaster karena itu sebagai "pemain baru", harus banget mempersiapkan diri untuk menerima segala resikonya dan terus belajar membaca arah pergerakan saham. Dan ini nih yang terpenting banget, jangan sekali-kali pakai uang operasional sehari-hari apalagi uang hasil utangan. Big No!! 

Harus pakai uang yang bener-bener ngga terpakai, uang diam atau uang nganggur kalau saya nyebutnya. Bukan uang sekolah anak-anak, tabungan wajib, uang cadangan ataupun uang darurat. Tapi emang uang yang diperuntukkan untuk investasi jangka panjang. Saya pribadi menggunakan uang hasil blog, endorsan kecil-kecilan di instagram saya dan sosial media pribadi saya yang lainnya. Intinya, jangan sampai stabilitas financial terancam karena uangnya dipakai untuk trading. 

Oh ya kalau mau main aman sik, ada baiknya uang yang diperuntukkan buat investasi, dibelikan saham dengan sejarah yang baik dan pasti kedepannya. Beli sahamnya untuk jangka panjang dan antepin aja dah. Tinggal tidur hahahaha, bakalan naik terus tuh saham. Klo pun turun,palingan dikit tapi akan naik terus meski perlahan. Pantengin aja grafik saham yang memiliki sejarah bagus di negeri ini,  pasti nemu dah saham yang saya maksud. Eh ini mah menurut saya loh..anak baru yang masih gelagapan liat merah dan ijonya IHSG wkwkwk

Saat IHSG naik dan saham mengalami kenaikan, sekitar minggu ketiga Januari 2021


Selasa, 09 Februari 2021

Atasi Cacingan dengan Konvermex, Obat Cacing Keluarga Pilihan Para Ibu

Konvermex, obat cacing keluarga pilihan ibu


Apa yang menjadi concern para ibu saat ini? Yups..betul banget, kesehatan keluarga. Sejak virus korona datang, tugas sekaligus beban seorang ibu bertambah. Ibu harus memastikan seluruh anggota keluarganya dalam kondisi sehat. Kebersihan menjadi fokus utama perhatian para ibu dalam upaya memastikan bahwa keluarganya dalam kondisi sehat. Suka atau tidak suka, kita harus mengakui bila korona telah sukses membuat kita mengutamakan kebersihan diri dan lingkungan sekitar agar tetap sehat dan memutus rantai penyebaran Coronavirus.


Sebelum pandemi datang, banyak banget orang yang abai dengan kebersihan. Entah itu kebersihan diri ataupun lingkungan. Contoh kecilnya saja, perihal aktivitas mencuci tangan. Dulu, saat sampai rumah dari bepergian atau dari luar rumah, langsung aja kan nyelonong masuk rumah, ngga ada tuh cuci tangan dulu dengan sabun dan air mengalir. Dulu, santuy aja nyomot makanan padahal belum cuci tangan. Yakin aja kalau ngga ada kuman yang nempel di tangan. Tapi sekarang?? Sebentar-sebentar pakai hand sanitizer, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir. Takut banget kalau ada kuman atau virus yang nempel.


Padahal seharusnya, ada atau tidak ada virus corona, kita wajib menjaga kebersihan diri dan lingkungan tempat tinggal kita. Harusnya, kesadaran untuk selalu hidup bersih dan sehat telah tertanam dalam diri kita sejak dini. Enggak nunggu virus corona datang dulu dan memaksa tatanan kehidupan mengalami perubahan yang signifikan, barulah kita menjalani perilaku hidup bersih dan sehat.


Berdasarkan realita tersebut, enggak mengherankan jika jumlah anak dan orang dewasa yang mengalami cacingan terbilang cukup banyak. Sikap abai menjaga kebersihan dan kesehatan diri menjadi penyebab utama munculnya penyakit Cacingan. Cacingan merupakan penyakit yang merujuk pada infeksi cacing dalam tubuh manusia. Infeksi tersebut terjadi karena kuman atau parasit masuk dan hidup di dalam tubuh manusia lewat makanan atau tangan yang terkontaminasi telur cacing. 


Singkatnya, Cacingan adalah penyakit infeksi parasit cacing yang tinggal dalam usus manusia. Cacing yang menetap di usus ini akan bertahan hidup dengan mengambil sari-sari makanan yang masuk ke usus. Karena itulah tidak mengherankan jika anak yang mengalami Cacingan terus menerus/dalam kurun waktu lama, dapat mengalami stunting atau gagal tumbuh. Pada orang dewasa pun, Cacingan harus secepatnya diatasi untuk mencegah gangguan kesehatan yang serius.


Kenali Tanda Tanda Cacingan, Penyebab dan Cara Mengatasinya


Seperti yang telah diutarakan sebelumnya, penyakit Cacingan dapat menyerang anak-anak dan orang dewasa. Karena itu, kita perlu tau dan mengenali tanda-tanda cacingan agar sesegera mungkin diatasi dengan pengobatan yang tepat. Cacingan pada anak akan dapat berakibat fatal bila tidak secepatnya diatasi.


Ada beberapa cara cacing masuk ke tubuh manusia. Diantaranya dengan cara berikut ini:

- tanpa disadari menyentuh objek yang memiliki telur cacing (apalagi bila tidak mencuci tangan setelahnya);

- menyentuh tanah, mengonsumsi makanan atau cairan yang mengandung telur cacing;

- berjalan tanpa menggunakan alas kaki di atas tanah yang mengandung cacing;

- makan makanan mentah atau kurang matang yang mengandung cacing.


Ada beberapa jenis cacing yang menyebabkan Cacingan, diantaranya: cacing kremi, cacing pita, cacing gelang, cacing pipih, cacing tambang, cacing trikinosis dan cacing cambuk. Jenis-jenis cacing tersebutlah yang paling sering menjadi penyebab penyakit Cacingan.


Gejala Cacingan pada anak dan orang dewasa dapat berbeda. Pada orang dewasa, gejala cacingan lebih beragam. Jika pada anak, gejala cacingan dapat berupa rasa gatal di anus atau vagina, terutama pada malam hari, sering terbangun pada malam hari, gelisah, serta penurunan berat badan. Pada orang dewasa, gejala cacingan lebih luas lagi, yaitu kelelahan, sakit perut, kembung, mual, muntah, diare, disentri, anemia, kehilangan napsu makan, mengalami penurunan berat badan tanpa sebab, demam, reaksi alergi, kaki bengkak, nyeri sendi dan otot. Tidak mengherankan jika seseorang yang mengalami Cacingan, akan kehilangan berat badan dalam waktu singkat.


Seringkali orang yang mengalami cacingan tidak menyadari jika dirinya terinfeksi cacingan. Terlebih pada anak-anak. Anak-anak rentan sekali mengalami Cacingan dan Cacingan pada anak jika tidak secepatnya diatasi akan menyebabkan malnutrisi, terhambatnya pertumbuhan dan gangguan kesehatan yang serius. Karena itu kita harus cepat tanggap jika melihat atau mencurigai adanya gejala atau tanda Cacingan.


Ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk mencegah masuknya cacing penyebab penyakit Cacingan. Hal-hal yang harus dilakukan untuk mencegah cacing masuk tubuh,yaitu:

1. Wajib mencuci tangan sebelum makan atau setelah memegang benda atau tanah yang mungkin menjadi tempat cacing bersembunyi;

2. Memakai alas kaki dan jangan berjalan di atas tanah yang terkontaminasi kotoran terlebih kotoran hewan;

3. Cuci bersih buah dan sayuran sebelum diolah atau dimakan;

4. Pastikan makan daging dengan kematangan yang sempurna;

5. Cuci sayuran mentah dan buah-buahan yang dimakan dengan kulitnya diatas air mengalir dan gunakan cairan pencuci sayuran dan buah. Cuci bersih lalu bilas dengan air matang;

6. Memotong kuku secara rutin. Kuku panjang dapat menjadi tempat telur cacing bersembunyi;

7. Biasakan cuci tangan setelah ke toilet atau kamar mandi, setelah menyentuh binatang dan sebelum menyiapkan makanan;

8. Menjaga kebersihan lingkungan sekitar;

9. Hindari kontak langsung dengan kotoran binatang peliharaan;

10. Mengonsumsi obat cacing minimal 6 bulan sekali.


Bila menemukan gejala atau tanda-tanda cacingan, sesegera mungkin berkonsultasi ke dokter untuk memperoleh penanganan yang tepat.


Konvermex, Obat Cacing Keluarga Andalan Ibu


Salah satu cara mencegah terjadinya Cacingan adalah dengan minum obat cacing minimal 6 bulan sekali. Sebagai seorang ibu, sayapun berupaya melindungi keluarga dari serangan penyakit Cacingan dengan cara memberi obat cacing pada anak dan suami secara rutin minimal 6 bulan sekali. Saya percayakan perlindungan keluarga dari Cacingan pada Konvermex. 


Konvermex adalah obat cacing keluarga produksi Konimex. Konvermex tersedia dalam bentuk suspense dan tablet/kaplet. Konvermex mengandung Pyrantel Pamoate. Bahan aktif Pyrantel Pamoate dapat ampuh melumpuhkan dan menghancurkan cacing serta mengeluarkannya dari dalam tubuh tanpa memerlukan pencahar.


Konvermex 250 untuk dewasa tersedia dalam sediaan suspensi dengan rasa vanilla latte dan kaplet. Sedangkan Konvermex 125 untuk anak tersedia dalam sediaan Suspensi rasa jeruk dan tablet. Konvermex dapat diperoleh di apotek atau toko obat terdekat. Harganya pun terjangkau. Atau bisa juga ke Panduan Bunda


Game Basmi Cacing Konvermex #AyoSalingJaga Panduan Bunda



Saya dan Dede bermain game #AyoSalingJaga Panduan Bunda

Untuk mencegah Cacingan, kita perlu memberikan edukasi pada anak tentang gejala dan cara-cara mencegah cacing masuk ketubuh sejak dini. Tentu saja dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak. Salah satu cara yang saya lakukan untuk mengedukasi Si Kecil seputar Cacingan adalah dengan mengajaknya belajar sambil bermain melalui game basmi cacing yang ada pada filter instagram story Panduan Bunda.


#AyoSalingJaga Panduan Bunda

Si Kecil senang sekali saya ajak ikutan bermain Konvermex #AyoSalingJaga Filter Challenge di Instagram Story Panduan Bunda. Walaupun menurut dia susah dapetin skornya xixixi. Tapi cara ikutannya gampang kog. Seperti ini ya langkah-langkah untuk ikutan #AyoSalingJaga Filter Challenge Panduan Bunda:

- Follow dan like semua sosial media Panduan Bunda:

IG @panduanbunda

FB panduan bunda

Official website Panduan Bunda

Twitter @panduanbunda ;

- Untuk mengikuti challenge bantu Konverman membasmi cacing, kunjungi dan cek highlight "Ayo Saling Jaga" di Instagram Story @panduanbunda;

- Pastikan akun instagram tidak diprivate


Filter challenge ini berlangsung dari 18 Januari hingga 18 Februari 2021 mendatang. Dan akan dipilih 5 peserta dengan score tertinggi akan memiliki kesempatan memenangkan hadiah voucher e-wallet dengan total jutaan rupiah. Mumpung masih ada kesempatan, ikutan yuuuk


Challenge #AyoSalingJaga