Minggu, 27 September 2020

Rumah Adalah Tempat Berbagi Cerita Tak Terlupa

#RumahAdalah tempat berbagi cerita

Apa yang terlintas dalam benak kalian saat mendengar kata "rumah"? Pasti bermacam-macam jawabannya. Yups tiap orang bisa saja memiliki pemikiran yang berbeda saat memaknai arti rumah untuk dirinya. Contohnya saya. Saat ada yang bertanya #RumahAdalah ,saya akan menjawab rumah adalah tempat saya berbagi cerita suka duka yang tak terlupa dalam hidup ini. Rumah bukan hanya tempat saya pulang setelah beraktivitas seharian, rumah bukan hanya tempat saya melepas lelah dan penat. Rumah adalah tempat saya mencurahkan dan mendengar cerita suka duka dari seluruh penghuni rumah yaitu keluarga saya tercinta. Rumah adalah tempat tumbuh dan belajar banyak hal. Rumah adalah tempat saya membangun impian dan harapan. Rumah menjadi sekolah pertama untuk anak-anak saya yang menempatkan saya dan suami sebagai gurunya.




Rumah juga menunjukkan identitas saya dan suami, karena itulah saya dan suami berupaya membuat rumah seperti apa yang kami inginkan. Memang yah terdengar sangat personal sekali. Tapi seperti itulah arti rumah bagi penghuninya, memiliki makna yang pastinya sangat personal sendiri. Hal ini pulalah yang menjadi alasan Schneider Electric menggalakkan pentingnya personalisasi untuk hidupkan kembali rumah melalui Kampanye  #RumahAdalah.

 

Kampanye #RumahAdalah Schneider Electric

 

Kampanye #RumahAdalah dari Schneider Electric

Schneider Electric ,salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang pengelolaan energi dan otomasi, belum lama ini meluncurkan Kampanye #RumahAdalah yang mengajak para pemilik dan penghuni rumah merefleksikan kembali arti rumah bagi mereka serta menyuarakan betapa pentingnya personalisasi untuk menghidupkan kembali rumah seperti yang diinginkan oleh pemilik dan penghuni rumah. Oh ya sekedar informasi saja, mungkin ada yang belum tau, salah satu produk Schneider Electric yaitu saklar listrik.

 

Kampanye #RumahAdalah diluncurkan secara virtual dalam bentuk diskusi media bertemakan “Wujudkan Tiap Ide #RumahAdalah Bagi Anda dengan Personalisasi”. Diskusi yang dilakukan secara virtual ini menghadirkan pembicara Ibu Rina Renville (Chairman Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) DKI Jakarta); Ibu Nike Prima (Co-Founder and Creative Director Living Loving), dan Ibu Niken Widyasti (Operational Offer Manager Schneider Electric Indonesia). Peluncuran Kampanye #RumahAdalah dilakukan pada tanggal 17 September 2020.

 

Dalam acara diskusi virtual sekaligus peluncuran Kampanye #RumahAdalah, Ibu Rina menyampaikan bahwa saat pandemi seperti ini, orang lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah bersama sanak keluarga tersayang. Bahkan saat ini, bekerja dan sekolah pun dilakukan dari rumah. Bisa dibilang, pada masa pandemi seperti ini, rumah menjadi tempat utama untuk melakukan aktivitas dan produktivitas. Terlebih lagi dengan didukung oleh perkembangan teknologi digital yang kian pesat, memungkin setiap orang untuk melakukan berbagai aktivitas, kreativitas dan produktivitas di dalam rumah atau dari rumah.

 

Diskusi virtual media dan Schneider Electric


Oleh karena itu, penghuni rumah perlu menciptakan suasana rumah yang nyaman untuk semua anggota keluarga agar dapat membangun energi positif demi meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mendesain interior rumah yang lebih personal, unik dan dekat dengan alam yang mencerminkan nilai-nilai hidup seluruh penghuni rumah. Rumah juga harus didesain sesuai dengan kepribadian penghuni rumah sehingga dapat membuat seluruh penghuni rumah menjadi aman, nyaman, bahagia dan menginspirasi.

 

Dalam mendesain rumah agar sesuai personal seluruh penghuni rumah, Bu Rina menyarankan untuk melakukan diskusi antar penghuni rumah. Setiap kepala pasti memiliki keinginan dan ide yang berbeda-beda, oleh sebab itu diperlukan diskusi dan kompromi seluruh penghuni rumah dalam menentukan desain terbaik untuk rumah mereka. Lebih lanjut lagi Bu Rina memaparkan bahwa personalisasi merupakan perpaduan antara kejujuran terhadap diri sendiri, keunikan dan perhatian terhadap hal-hal detil. Cara sederhana yang dapat dilakukan oleh pemilik dan penghuni rumah dalam personalisasi desain interior adalah dengan memasukkan berbagai detail kecil yang memiliki makna khusus bagi seluruh penghuni rumah seperti memasukkan foto-foto keluarga, memajang koleksi benda/barang yang memiliki cerita bersejarah sebagai bagian dari proses styling atau menata rumah, penambahan aksen, pemilihan warna dan material yang dapat menghubungkan seluruh anggota keluarga/penghuni rumah dengan alam atau bersifat nature. Desain rumah yang tepat dapat membuat penghuni rumah menjadi lebih bahagia, produktif dan kreatif. Desain rumah merupakan perwujudan keinginan-keinginan penghuni rumah yang direfleksikan melalui penataan rumah dan dekorasi rumah termasuk pemilihan furniture dan perlengkapan rumah termasuk pemilihan saklar listrik.

 

Dalam kesempatan yang sama tersebut, Ibu Niken Widyasti (Operational Offer Manager Schneider Electric Indonesia), mengatakan bahwa Kampanye #RumahAdalah yang diluncurkan Schneider Electric bertujuan untuk menginspirasi masyarakat agar menjadi diri sendiri, menghidupkan kembali rumah dengan menjadikannya tempat yang memungkinkan tiap penghuni rumah menjadi dirinya sendiri, mencerminkan siapa dirinya, gayanya termasuk gaya hidupnya. Dalam kampanye #RumahAdalah, Schneider Electric menggandeng beberapa influencer seperti Living Loving, Rumah Nano, Nana Mirdad, Dr. Agnes, Ellyse Sinsilia untuk berbagi kisah bagaimana mereka memaknai arti rumah bagi dirinya dan keluarganya. Schneider Electric juga mengajak khalayak ramai untuk mengekspresikan dan mewujudkan ide-ide menghidupkan kembali rumah yang mungkin selama ini terkubur karena kesibukan yang padat dan sangat menyita waktu. Masa pandemi yang nemaksa orang untuk lebih banyak di rumah, membuat kita lebih leluasa untuk mengatur ataupun mendesain ulang kembali rumah sehingga menjadi seperti yang diinginkan oleh seluruh penghuni rumah. Di rumah saja bukan membuat kita menjadi mati gaya malah sebaliknya, membuat kita memiliki banyak waktu untuk mengatur kembali penataan rumah kita sehingga menjadi tempat terbaik untuk menjadi diri sendiri dan tempat bercerita serta berbagi rasa apapun dengan anggota keluarga yang lain secara lebih intens dan mendalam.

 

Saklar AvatarOn, Terobosan Terbaru Schneider Electric Untuk Personalisasi Desain Interior Rumah

 

Saklar AvatarOn


Sejalan dengan kampanye #RumahAdalah, Schneider Indonesia kembali memperkenalkan terobosan terbarunya yang dapat menjawab kebutuhan personalisasi desain interior, yaitu saklar AvatarOn yang memungkinkan sakelar menjadi satu kesatuan konsep interior rumah. Dan semakin memperkuat kesan stylish, personal, dan multifungsi. Desain penutup AvatarOn dapat disesuaikan dengan keinginan penghuni rumah. Tidak hanya menawarkan berbagai pilihan warna ataupun variasi lapisan, penutup AvatarOn dapat dicetak dengan berbagai desain yang diinginkan. Seperti dapat menampilkan desain foto penghuni rumah, replika tangan dan kaki bayi, dan mencetak momen bersejarah penghuni rumah di atas penutup sakelar AvatarOn. Seru banget ngga sih? Saya saja langsung kepincut ingin punya saklar AvatarOn. Belum ada loh saklar yang menampilkan sisi penghuni rumah secara personal. Lucu banget kan jika lihat saklar dengan penutup berupa foto anak-anak saat mereka bayi. Atau foto saat pernikahan. Duh uwu uwu banget pastinya dan bikin rumah semakin nyaman dan terasa "kita banget".

 

Oh ya bentuknya yang ramping dan tanpa bingkai menjadikan sakelar AvatarOn pas banget menempel di dinding dan memungkinkan personalisasi tampilan perangkat dengan mudah. Kombinasi sempurna antara estetika dan fungsional, saklar AvatarOn hadir dengan teknologi "Slim Rocker dan Sure Click", yang memiliki desain kontak yang tipis dan halus sehingga meminimalisir resiko percikan api untuk memastikan penggunaan yang aman dan andal. Bicara mengenai keamanan, saklar AvatarOn ini aman digunakan dan diceklak ceklek sampai kurang lebih 40.000 ribu kali.

 

Selain itu, soft LED locator saklar AvatarOn menyatu sempurna dengan permukaan sakelar yang lebar dan dilengkapi dengan fluorescent LED locators di bagian bawah dengan pencahayaan yang lembut dalam kondisi gelap. Sudah paham kan kenapa saklar AvatarOn ini dikatakan sebagai terobosan baru. Yups karena berbagai keunggulan yang ditawarkannya tersebut akan membuat rumah menjadi seperti yang diinginkan oleh sipemilik dan penghuni rumah. Saklar AvatarOn menjadikan rumah menjadi sangat personal dan merefleksikan diri si penghuni rumah secara natural. Saklar ini dapat pula mencakup sebagai aksesori multifungsi seperti gantungan kunci dan soket pengisi daya USB untuk kenyamanan sehari-hari serta mampu menjawab kebutuhan rumah seluruh penghuni rumah.

 

Di akhir acara diskusi virtual dan peluncuran kampanye #RumahAdalah, Ibu Niken Widyasti juga menyampaikan bahwa konsumen dapat membeli sakelar AvatarOn di pusat elektronik maupun marketplace seperti Tokopedia. Untuk personalisasi desain penutup sakelar AvatarOn, konsumen dapat membeli dan mencetak penutup sakelar AvatarOn di Snappy terdekat sebagai vendor percetakan resmi Schneider Electric. Bu Niken menambahkan jika selama masa kampanye #RumahAdalah, Schneider Electric bekerjasama dengan Tokopedia memberikan promo diskon 16% + cashback 5% untuk pembelian sakelar AvatarOn selama Bulan September ini. Wuiiih lumayan banget sih promonya.



Jumat, 11 September 2020

Fun Talk Inspiring Cara Mempertahankan Usaha di Masa Pandemi

Tak mudah untuk mempertahankan usaha di masa pandemi seperti ini

Pandemi global yang melanda hampir seluruh belahan dunia ini membawa dampak yang luar biasa. Dampak yang paling terasa adalah dampak ekonomi. Tak terkecuali untuk pelaku UMKM atau yang punya bisnis skala kecil. Imbas dari pandemi ini terasa banget. Pandemi membuat pemerintah terpaksa memberlakukan Pembatasan Sosial Skala Besar yang berdampak pada lumpuhnya sebagian perekonomian karena banyak tempat usaha yang terpaksa ditutup. 

Pelaku UMKM dibidang pariwisata harus menelan kenyataan pahit, sumber penghasilannya berhenti sama sekali dikarenakan tempat wisata dan hiburan harus ditutup supaya tidak ada kerumunan sehingga penyebaran Coronavirus dapat diminimalisir. Begitu pula dengan pekerja kreatif dan pelaku usaha dibidang event organizer atau wedding organizer.

Dampak pandemi ini juga saya rasakan sejak minggu pertama bulan Maret. Usaha kebab yang sudah saya dan sahabat saya tekuni sejak tahun 2018 mengalami penurunan omzet hingga 80% dikarenakan kantin sekolah dan perkantoran yang menjadi reseller kebab kami, tidak berjualan alias tutup. Sekolah dan kantornya tutup otomatis kantinnya tutup.

Kebab yang saya jual

Awalnya saya berharap satu hingga dua bulan, pandemi dapat teratasi tapi harapan saya tersebut sepertinya belum juga terwujud. Minggu kedua April 2020, saya dan sahabat saya mulai memutar otak, mencoba mencari cara agar usaha kebab yang sudah susah payah dibangun dapat tetap dipertahankan.

Saya dan sahabat saya mencoba menjual kebab secara online dengan memanfaatkan platform media sosial. Usaha kebab tetap bisa berjalan meskipun keuntungannya tak seperti sebelum pandemi. Namun setidaknya masih adalah pembelinya. Pandemi ini juga membuat saya lebih jeli dan kreatif lagi untuk melihat peluang usaha yang ada. Saya memanfaatkan PSBB yang diberlakukan dengan berjualan sayur mayur dan lauk pauk secara online. Ibu-ibu tak perlu ke pasar, cukup pesan secara online ke saya dan kurir akan mengantarkan pesanan tersebut. 

Lauk pauk yang saya jual secara online saat pandemi

Imbas pandemi global ini, bukan hanya dirasakan oleh pemilik usaha skala kecil seperti saya.  Pandemi ini juga membuat seorang pelaku usaha sekaligus selebritis sekelas Ananda Omesh dibikin pusing memikirkan cara bagaimana agar usaha yang dilakoninya tetap dapat bertahan dan menghasilkan keuntungan.


Fun Talk Inspiratif Ayo Maju Bersama Home Credit dan Omesh


Fun Talk Ayo Maju Bersama Home Credit dan Omesh, Cara mempertahankan usaha di masa pandemi

Dalam acara IG live Fun Talk Ayo Maju Bersama Home Credit, Omesh menceritakan bagaimana usaha pariwisata yang dijalaninya terpaksa tutup dan bagaimana dia dapat mempertahankan usaha Tigre Hood-nya ditengah pandemi yang masih melanda.

Omesh cukup banyak memberikan insight yang mencerahkan bagi pelaku usaha kecil seperti saya ini. Omesh mengatakan bahwa untuk memulai usaha, passion saja tidaklah cukup. Passion harus disertai dengan usaha dan kemauan untuk selalu belajar dan berkembang. 

Sebelum memutuskan untuk memulai usaha harus terlebih dulu mempersiapkan dan mempelajari seluk beluk usaha yang ingin dilakukan.

Omesh juga mengingatkan untuk selalu meningkatkan kemampuan dan skill yang kita miliki untuk memperkuat pondasi usaha yang kita bangun dan jalani.

Ada yang menjadi catatan kecil bagi saya saat menyimak IG live Ayo Maju Bersama Home Credit dan Omesh tersebut, yaitu untuk menjadi seorang pebisnis yang tangguh haruslah mau dan mampu menjalani proses yang ada. Tidak ada kesuksesan yang datang begitu saja. Semua harus dilakukan dengan komitmen dan konsistensi. Dan dalam menghadapi pandemi seperti ini, dituntut kreativitas dan inovasi untuk tetap dapat mempertahankan usaha kita.

Jujur aja ini adalah pertamakalinya saya menyimak IG live Ayo Maju Bersama Home Credit dan topik yang dibahasnya sangat bermanfaat sekali untuk saya. Saya jadi ngga sabar menantikan fun talk Ayo Maju Bersama Home Credit selanjutnya.

Ikut menyimak keseruan IG live Fun Talk Ayo Maju Bersama Home Credit dan Omesh

Selasa, 08 September 2020

Morinaga Chil*School Soya 4, Susu Soya Pilihan Terbaik Ibu Untuk Anak Alergi

Saya dan Dede

Hello apa kabar semua. Waktu sepertinya cepat sekali berjalan, tanpa terasa, tahun ini Dede, anak bungsu saya sudah berusia 10 tahun. Rasanya baru kemarin saya rempong bolak balik  ke dokter spesialis anak untuk berkonsultasi seputar gangguan kesehatan yang dialami oleh anak bungsu saya tersebut. Si bungsu mengalami alergi susu sapi dan turunannya. Memang benar yah kata orang jika waktu tak bisa diputar kembali. Karena itu saya berupaya untuk memberikan yang terbaik untuk kedua buah hati saya termasuk pada si bungsu yang memiliki riwayat alergi susu sapi.

Tanda-tanda alergi susu sapi pada diri si bungsu terlihat pada saat mpasi, saya memberinya bubur susu. Tak lama berselang, si bungsu mengalami muntah dan diare yang kemudian disusul dengan munculnya bintik-bintik merah pada kulitnya. Karena kondisi si bungsu yang makin rewel dan ada bintik-bintik merah pada kulitnya tersebut, saya langsung memutuskan untuk membawa si bungsu ke dokter spesialis anak yang biasa menangani si bungsu. 

Saat pemeriksaan inilah, untuk pertama kalinya, saya memperoleh informasi dari dr. Rifky, dokter si bungsu, jika kemungkinan besar si bungsu mengalami alergi susu sapi. Sejujurnya saya tidak mengira si bungsu mengalami alergi susu sapi, saya pikir si bungsu diare karena faktor kurang bersihnya alat makan yang dipakai atau karena kebiasaan si bungsu yang suka memasukkan tangannya ke dalam mulut. Ternyata dokter mendiagnosis alergi susu sapi dan turunannya.

Si bungsu saat didiagnosa alergi susu sapi

Sejak lahir, si bungsu hanya saya berikan ASI dan tidak pernah minum susu sapi atau formula karena itulah saya tidak berpikir ke arah alergi susu sapi. Saya mengira si bungsu mengalami diare saja. Munculnya merah merah pada kulit si bungsu membuat dokter menyimpulkan jika si bungsu diduga mengalami alergi susu sapi serta produk turunannya.

Si bungsu, anak dengan riwayat alergi susu sapi

Dokter mengatakan bahwa salah satu gangguan kesehatan yang sering dialami oleh anak adalah alergi, termasuk alergi susu sapi beserta olahannya. dr. Rifky mengatakan bahwa saya tidak perlu khawatir karena seiring bertambahnya usia, kemungkinan besar alerginya akan hilang sendiri walaupun bisa saja alergi susu sapi tersebut tetap ada. dr. Rifky menjelaskan jika alergi susu sapi yang dialami si bungsu dapat diatasi dengan cara memberikan terapi dan nutrisi yang tepat sesuai kebutuhan tubuh si bungsu agar alergi susu sapi tersebut tidak mengganggu tumbuh kembangnya karena Waktu Tak Bisa Kembali.  

Alergi menjadi salah satu gangguan kesehatan yang sering menghampiri anak-anak, meski demikian masih banyak orangtua terutama ibu yang kurang peka dan tidak tanggap dengan kondisi alergi yang mungkin dialami anaknya. Bahkan terkadang terlambat untuk mengenali tanda-tanda alergi pada anak. Padahal alergi ini harus segera diatasi agar tumbuh kembang anak tetap optimal dan anak tidak mengalami gagal tumbuh.

Alergi Pada Anak

Untuk mengenali dan dapat mengendalikan alergi pada anak agar tidak mengganggu tumbuh kembangnya, sebagai orangtua terutama ibu, sebaiknya mengetahui apakah alergi itu. Alergi adalah reaksi kekebalan tubuh yang tidak normal dalam mengenali bahan yang sebenarnya tidak berbahaya untuk tubuh. Dan alergi susu sapi adalah suatu kondisi akibat respons tidak normal dari sistem kekebalan tubuh setelah mengonsumsi susu sapi atau produk-produk olahannya. 

Data WHO menunjukan penduduk dunia yang mengalami alergi sebanyak 30-40%. Kurang lebih 50 juta orang di dunia ini mengalami alergi makanan dan di Indonesia sendiri, sekitar 7,5% anak mengalami alergi susu sapi. Alergi protein susu sapi merupakan alergi nomer dua terbanyak yang dialami oleh anak-anak di Asia setelah alergi telur yang menempati urutan pertama.

Alergi terjadi karena dicetus oleh pencetusnya yang disebut alergen. Alergen atau bahan yang mencetuskan alergi bisa berupa sesuatu yang terhirup atau berupa makanan, seperti:
- tungau debu rumah atau kutu kasur;
- kecoa;
- serbuk sari tanaman;
- serpihan kulit binatang;
- jamur;
- susu sapi;
- telur;
- makanan laut termasuk ikan.

Resiko alergi akan semakin tinggi apabila terdapat riwayat alergi pada keluarga.
#Resiko alergi 40-60% jika kedua orangtua memiliki riwayat alergi atau 60-80% jika kedua orangtua memiliki alergi yang sama;
# Resiko alergi menjadi 20-30% jika salah satu orangtua memiliki riwayat alergi;
# Resiko alergi menjadi 25-30% jika saudara kandung memiliki riwayat alergi;
# Resiko menjadi 5-15% jika orangtua tidak memiliki riwayat alergi. (sumber: kartu deteksi dini resiko alergi IDAI)

Selain itu ada pula beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko alergi terutama pada anak, yaitu:
1. Riwayat alergi pada anak;
2. Anak yang dilahirkan melalui operasi caesar lebih rentan mengalami alergi. Hal ini sepertinya yang terjadi pada si bungsu, disamping memang adanya faktor genetis dari ayahnya yang juga mengalami alergi debu dan tidak bisa minum susu sapi sampai sekarang. Si bungsu dilahirkan secara caesar;
3. Polusi udara menjadi faktor yang dapat meningkatkan resiko alergi pada anak.

Untuk mengatasi alergi pada anak, harus diketahui dulu penyebab dan jenis alerginya sehingga dapat diatasi melalui caranya masing-masing berdasarkan jenisnya. Termasuk cara mengatasi alergi susu sapi pada anak.

Alergi susu sapi disebabkan oleh adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh anak, yang menganggap kandungan protein dalam susu sapi sebagai zat yang berbahaya. Peringatan ini kemudian memicu sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi imunoglobulin E untuk menetralkan alergen tersebut. Proses ini menghasilkan pelepasan zat kimia tubuh seperti histamin yang kemudian menyebabkan munculnya gejala-gejala alergi susu sapi. Dua kandungan utama pada protein susu sapi yang  menjadi penyebab alergi susu adalah kasein dan whey ( sumber : Alodokter).

Mengenali Gejala  Alergi Susu Sapi Pada Anak

Reaksi alergi susu sapi pada tiap anak dapat berbeda-beda. Reaksi alergi susu sapi pada anak bisa saja muncul sesaat setelah mengonsumsi susu sapi atau olahannya dan bisa  saja muncul setelah beberapa jam kemudian atau esok harinya. Karena itulah, orangtua terutama ibu harus dapat dan tanggap mengenali gejala atau tanda-tanda alergi susu sapi yang mungkin saja dialami oleh anaknya. Jangan sampai seperti saya, tidak mengenali gejala alergi susu sapi yang terjadi pada si bungsu.

Secara umum, gejala alergi susu sapi dapat dilihat dari gangguan kesehatan yang terjadi pada tubuh anak terutama di kulit, saluran pencernaan dan saluran pernafasan. Seperti muntah, hidung berair, bersin-bersin, batuk kronis non infeksi, adanya ruam kulit, urtikaria atau biduran, angioedema (bengkak di kelopak mata atau bibir), kesulitan menelan, sering meludah, kolik atau nyeri perut hebat, diare, sesak nafas, konstipasi, dan nafas yang disertai bunyi melengking.

Selain reaksi alergi yang disebutkan di atas, alergi susu sapi dapat pula menyebabkan reaksi yang lebih serius yang disebut dengan anafilaksis. Anafilaksis merupakan suatu reaksi alergi parah yang dapat menyebabkan kematian. Hal ini harus diwaspadai supaya jangan sampai terjadi. 

Susu sapi adalah jenis makanan setelah kacang-kacangan yang dapat menyebabkan terjadinya reaksi anafilaksis. Anafilaksis menyebabkan saluran pernapasan menyempit dan menghambat pernapasan. Jika terjadi gejala anafilaksis seperti wajah anak memerah dan gatal-gatal pada sekujur tubuhnya dan mengalami sesak napas, segera bawa si anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk memperoleh pertolongan. Anafilaksis dapat membuat tekanan darah pada anak turun drastis dan anak dapat mengalami shock yang dapat membahayakan jiwa anak karena itulah anak yang mengalami gejala anafilaksis harus sesegera mungkin memperoleh pertolongan medis.

Asupan nutrisi menentukan kecerdasan dan kualitas kesehatan anak


Morinaga Chil*School Soya 4, Susu Soya Pilihan Terbaik Untuk Anak yang Mengalami Alergi Susu Sapi
Morinaga Chil*School Soya 4, susu soya pilihan terbaik ibu untuk anak alergi


Setelah memperoleh penjelasan dari dokter mengenai kondisi alergi susu sapi yang dialami oleh si bungsu, saya mulai memilah-milah bahan makanan dan minuman apa saja yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi si bungsu. Agar reaksi alergi susu sapinya tidak mengganggu tumbuh kembang si bungsu, saya berupaya memberikan nutrisi yang dibutuhkan untuk dapat menunjang tumbuh kembang si bungsu supaya ltetap optimal. Salah satunya dengan mengganti protein susu sapi dengan protein kedelai. Dan saya memercayakan Morinaga Soya, salah satu produk dari Morinaga untuk mendukung tumbuh kembang si bungsu agar optimal.

Morinaga Research Center Japan mengembangkan Morinaga Total Solution yang dapat membantu pemberian nutrisi yang tepat bagi anak-anak yang berbakat dan memiliki alergi seperti kondisi yang dialami si bungsu. Morinaga Soya mendukung kecerdasan multitalenta anak dengan mendukung pertumbuhan otak, pertahanan tubuh ganda yang membantu perkembangan sistem imunitas tubuh, kesehatan saluran cerna serta tumbuh kembang optimal. Morinaga Soya adalah susu soya yang dilengkapi dengan kandungan AA dan DHA serta mengandung nutrisi sinbiotik (sinergi dari probiotik dan prebiotik) dengan tiga jenis Bifidobacteria.

Morinaga Soya adalah susu formula pertumbuhan dengan protein soya/kedelai yang diakui oleh BPOM. Morinaga Soya mengandung MoriCare+Zigma Triple Bifidus yang mendukung kecerdasan multitalenta, pertahanan tubuh ganda dan tumbuh kembang optimal. Karena berbagai keunggulan yang dimiliki oleh Morinaga Soya inilah yang menjadi alasan kenapa saya memilih Morinaga Soya sebagai salah satu nutrisi yang melengkapi tumbuh kembang si bungsu agar tetap optimal. Saya ingin anak saya tetap tumbuh optimal, sehat, cerdas dan aktif meski mengalami alergi. Saya tidak ingin menjadi orangtua yang memiliki penyesalan karena tidak mampu berbuat maksimal untuk perkembangan buah hatinya. Karena saya menyadari jika waktu tidak bisa kembali dan diputar kembali. Waktu sangatlah berharga.

Dede dan Morinaga Chil*School Soya 4

Morinaga Chil*School Soya 4 mengandung Moricare+ Prodiges

Saat ini di usianya yang 10 tahun, si bungsu tumbuh sehat bahkan memiliki tinggi dan berat diatas rata-rata anak usianya dengan tinggi 152 cm dan berat 50kg. Si bungsu tetap aktif beraktivitas fisik dan tumbuh cerdas meskipun memiliki riwayat alergi. Sampai sekarang, si bungsu tetap mengonsumsi susu soya dari Morinaga yang disesuaikan dengan usianya. Si bungsu saat ini minum Morinaga Chil*School Soya. Morinaga Chil*School Soya adalah susu bubuk bergizi dengan isolat protein kedelai tanpa laktosa. Morinaga Chil*School Soya adalah susu pertumbuhan dengan isolat protein kedelai tanpa laktosa yang khusus diformulasikan untuk anak usia 3-12 tahun dengan indikasi:
- Intoleransi terhadap laktosa (gula yang terkandung dalam susu);
- Menderita galaktosemia (gangguan yang terjadi karena adanya gangguan metabolik yang langka terkait dengan cara tubuh memproses galaktosa, gula sederhana yang biasanya terdapat dalam susu);
- Intoleransi terhadap protein susu sapi.

Morinaga Chil*School Soya 4

Sebelum mengonsumsi Morinaga Chil*School Soya 4, si bungsu minum Morinaga Chil*Kid Soya, susu pertumbuhan (formula) yang mengandung protein soya untuk anak usia 1-3 tahun. Morinaga Chil*Kid Soya mengandung MoriCare+ Triple Bifidus yang mengandung nutrisi sinbiotik dengan tiga jenis bifidobacteria yang penting untuk pencernaan anak.


Memberikan nutrisi yang tepat pada anak yang mengalami alergi susu sapi akan membantu tumbuh kembang anak hingga si anak tidak akan mengalami gangguan perkembangan. Seperti yang terjadi pada Dede, si bungsu saya. Meskipun dia memiliki riwayat alergi susu sapi dan produk olahannya, Dede dapat berkembang optimal berkat stimulus yang tepat dan nutrisi terbaik yang membantu tumbuh kembangnya. Karena itu saya sangat bersyukur dengan kehadiran produk Morinaga Soya yang membantu memenuhi nutrisi yang terbaik untuk Dede. Morinaga Soya MoriCare+ Prodiges, susu soya terbaik pilihan ibu untuk anak yang mengalami alergi susu sapi. Untuk memperoleh informasi seputar alergi susu sapi dan produk Morinaga lainnya, kalian bisa kunjungi : cekalergi.com dan akun Instagram @morinagaplatinum. Sehat bahagia selalu anak Indonesia!

Terimakasih Morinaga Soya