Kamis, 13 Agustus 2020

Upaya 19 Tahun YBM BRI Mewujudkan Mustahik Sejahtera Amil Bahagia


Awalnya saya kira lembaga amil zakat di Indonesia hanya Baznas dan Dompet Dhuafa saja. Ternyata saya kudet alias kurang update xixixi. Lembaga amil zakat di Indonesia bukan hanya dua nama yang saya sebutkan itu. Cukup banyak badan amil zakat yang berupaya untuk menghimpun dan mengelola zakat masyarakat agar tepat guna dan tepat sasaran. Dalam lingkup BUMN pun , ada badan amil zakat. Salah satunya YBM BRI atau Yayasan Baitul Maal BRI. Badan amil zakat yang belum lama saya tau padahal badan amil zakat ini sudah 19 tahun berkiprah di negeri ini dalam upaya membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan para mustahik (orang yang berhak menerima zakat). Duuh kemana aja saya selama ini yah?!

Tepat tanggal 10 Agustus 2020 kemarin, YBM BRI genap berusia 19 tahun. Usia yang lumayan lama untuk sebuah lembaga amil zakat. Saya pikir, YBM BRI ini lembaga nirlaba sosial yang menghimpun dan mengelola zakat karyawan BRI saja. Lagi-lagi pikiran saya pun keliru. YBM BRI tidak cuma menghimpun dan mengelola zakat karyawan BRI saja tapi juga menerima zakat masyarakat di seluruh Indonesia. Sampai saat ini, YBM BRI telah memiliki 19 kantor perwakilan yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.

Pada tahun 2011 (sepuluh tahun kedua), YBM BRI menemukan momentum kebangkitannya melalui Surat Keputusan Pemotongan Gaji Pekerja BRI yang mewajibkan seluruh karyawan muslim BRI dipotong gajinya untuk zakat penghasilan. Zakat tersebut dihimpun dan dikelola oleh YBM BRI untuk kepentingan masyarakat dhuafa di seluruh Indonesia.

Penyaluran dan pendayagunaan dana zakat YBM BRI ini diwujudkan melalui 4 program reguler yaitu Berbagi Smart Rakyat Indonesia, Berbagi Sejahtera Rakyat Indonesia, Berbagi Sehat Rakyat Indonesia, dan Berbagi Syiar Rakyat Indonesia. Serta 2 Program Integrasi yaitu Integrasi Program Pemberdayaan Berbasis Pondok Pesantren dan Integrasi Program Pemberdayaan Berbasis Keluarga. YBM BRI memiliki beberapa program unggulan diantaranya adalah Program Integrasi Pemberdayaan Berbasis Pesantren, Integrasi Program Pemberdayaan Berbasis Keluarga (IP2BK), Program Peningkatan Keterampilan Usaha Rakyat (PKUR), dan Beasiswa Kader Surau yang kini telah berganti menjadi Bright Schoolarship.

Program YBM BRI

Selama sembilan belas tahun, YBM BRI terus berupaya menjaga amanah dan meningkatkan pelayanan kepada para muzakki serta menyejahterakan jutaan mustahik, agar tercapai salah satu keberhasilan YBM BRI yaitu mustahik sejahtera secara lahir dan batin sehingga amil bahagia dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik, amanah, dan profesional. YBM BRI juga terus berupaya menyejahterakan mustahik melalui berbagai program kebaikan dalam lingkup pendidikan, sosial dan ekonomi. Dengan semangat berIndonesia, YBM BRI terus berupaya meluaskan kebermanfaatannya hingga pelosok nusantara.


Tasyakuran Milad ke-19 YBM BRI


Tasyakuran Milad ke-19 YBM BRI


Dalam rangka mensyukuri kiprah YBM BRI dalam mengupayakan mustahik sejahtera, amil bahagia, pada tanggal 12 Agustus kemarin, YBM BRI mengadakan tasyakuran secara online melalui aplikasi zoom meeting dan youtube live. Acara tersebut dihadiri oleh Bapak Sepyan Uhyandi ( Ketua Badan Pengurus YBM BRI), Bapak Amin Suma (Dewan Syariah) dan KH Wahfiudin Sakam.

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Sepyan Uhyandi menjelaskan bahwa pada tahun 2019 YBM BRI menyalurkan dana hingga Rp. 128,8 M dan pada tahun ini, akan menyalurkan dana sebesar 134,2 M. Untuk tahun 2020 ini, dana yang  disalurkan diperuntukan untuk bidang pendidikan. Setiap tahunnya penyaluran dana YBM BRI memiliki tema masing-masing. Khusus tahun 2020 ini untuk dana pendidikan.  

Lebih lanjut lagi Beliau juga menegaskan bahwa YBM BRI akan selalu berupaya mengadakan perbaikan setiap tahunnya, mencari mustahiq - mustahiq yang sesuai program agar mustahiq lebih sejahtera. Beliau juga berharap pengumpulan dan penyaluran zakat YBM BRI ke mustahiq dapat lebih meningkat agar lebih banyak lagi mustahik yang dapat merasakan manfaat dari pengelolaan zakat tersebut. Pak Sepyan yakin ke depannya YBM BRI akan mampu mewujudkan harapannya yaitu "Mustahik Sejahtera Amil Bahagia". 

YBM BRI saat ini berada di posisi kelima nasional dalam pengumpulan zakat. Sedangkan dikalangan lembaga amil zakat yang berada dalam ruang lingkup BUMN, YBM BRI menempati posisi ketiga setelah YBM PLN dan BSM. Pada tahun ke-19 ini, dijadikan momentum transformasi bagi YBM BRI dalam kerangka perbaikan berkelanjutan. Beragam inovasi pemberdayaan dana zakat akan terus dilakukan sesuai dengan tujuh nilai yang dikembangkan oleh YBM BRI.

Tujuh Nilai YBM BRI

Program pemberdayaan yang dilakukan oleh YBM BRI ditujukan dengan harapan dapat menjadi salah satu elemen yang mendorong kemajuan bangsa dari ketertinggalan. Secara agregatif, selama periode 2019 – 2020 YBM BRI telah berupaya memaksimalkan peran di berbagai bidang, antara lain dengan menyalurkan bantuan di bidang pendidikan kepada 6.128 penerima manfaat. Bantuan juga diberikan dibidang ekonomi dengan mendorong terwujudnya 709 cluster pemberdayaan, dan dibidang sosial dengan upaya peningkatan ketahanan keluarga melalui Integrasi Program Pemberdayaan Keluarga (IP2BK), juga terus membersamai 278 pondok pesantren sejak 2014, serta mengemban misi kemanusiaan untuk membantu sesama.

Tasyakuran Milad ke-19 YBM BRI ditutup oleh tausiyah yang disampaikan oleh KH Wahfiudin Sakam. Dalam tausiyahnya tersebut, Pak Kiai menyampaikan pesan untuk para amil YBM BRI untuk memaknai waktu yang ada dengan perilaku dan perbuatan yang baik. Pak Kiai juga mengingatkan bahwa zakat termasuk ke dalam rukun Islam karena itu para amil harus berhati-hati dalam mengelola dan menyalurkannya. Selain itu, Beliau juga mengingatkan untuk selalu meniru dan meneladani semangat bekerja Rasulullah yang bukan hanya bekerja tapi juga menebarkan rasa cinta, kasih sayang dan memuliakan sesama. 

Tasyakuran Milad ke-19 YBM BRI ditutup doa yang berisi pengharapan bahwa kedepannya YBM BRI bisa lebih baik lagi dan bangsa ini bisa melewati masa masa berat akibat pandemi Covid-19. Aamiin

Bapak Sepyan Uhyandi memberikan sambutan pada Tasyakuran Milad ke-19 YBM BRI

Senin, 10 Agustus 2020

Lestarikan Hutan Indonesia dengan Cara Adopsi Hutan


Lestarikan Hutan Indonesia 

Hai apa kabar semua? Smoga selalu dalam keadaan sehat dan bahagia ya Aamiin. Kalian pasti tau dong yah kalau negeri tercinta kita ini merupakan negara kepulauan yang memiliki hutan tropis yang luas. Hutan tropis hanya berada di daerah dengan curah hujan yang tinggi dan terletak di sekitar garis khatulistiwa. Hutan Indonesia menyimpan keanekaragaman hayati paling kaya di dunia dengan sekitar tiga puluh juta jenis flora dan fauna (Data Kementerian LHK RI).

Luas hutan tropis di Indonesia sebesar 39.549.447 hektar dan berada di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Hutan tropis Indonesia merupakan hutan tropis terbesar di dunia. Selain memiliki hutan tropis terbesar di dunia, Indonesia juga berada di posisi 9 sebagai negara dengan hutan terluas di dunia dengan luas hutan mencapai 133.300.543,98 hektar. Sehingga hutan di Indonesia dijadikan sebagai paru-paru dunia.

Hutan tropis Indonesia

Ada lima daerah di Indonesia yang memiliki hutan terluas, yaitu Papua, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Riau dan Kalimantan Barat. Saya pernah berkunjung ke Papua, tepatnya ke kota Jayapura, Pegunungan Jayawijaya dan Wamena. Tak heran jika Papua memiliki hutan terluas di Indonesia karena selama saya berada di tiga tempat tersebut, saya hanya melihat hamparan hutan yang lebat. Hutan Papua menyimpan keanekaragaman hayati yang merupakan "harta berharga" negeri ini. Flora dan fauna khas Papua tumbuh dan berkembang dalam hutan tersebut. Hutan di Papua merupakan "rumah" bagi penduduk asli Papua serta banyak flora dan fauna yang tumbuh dan hidup di dalamnya.

Hutan Papua

Indonesia bukan hanya memiliki hutan tropis saja, tetapi juga memiliki hutan bakau, hutan sabana, hutan musim hingga hutan rawa. Namun sayangnya telah terjadi kerusakan dan kebakaran hutan yang menyebabkan banyak kerugian. Padahal keberadaan hutan sangat penting bagi keberlangsungan ekonomi Indonesia dan menjadi benteng terakhir untuk memitigasi bencana lingkungan dan iklim global. Karena itulah diperlukan adanya gotong royong dari semua pihak dalam upaya menjaga kelestarian hutan. 


Gotong Royong Jaga Hutan dengan Cara Adopsi Hutan

Lindungi hutan dari kebakaran dan kerusakan (credit:Satria Andhika)

Belum banyak yang tau jika tanggal 7 Agustus 2020 ini dicanangkan sebagai Hari Hutan Indonesia. Tanggal tersebut sengaja dipilih sebagai momen refleksi bersama masyarakat Indonesia. Tepat satu tahun lalu, Inpres No.5 Tahun 2019 mengenai Penghentian Pemberian Ijin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Primer dan lahan gambut disahkan oleh Presiden Joko Widodo untuk berlaku secara permanen. Pencanangan hari hutan ini belum memperoleh pengakuan dari pemerintah karena membutuhkan proses lanjutan. Meskipun demikian, perayaan Hari Hutan Indonesia pada tanggal 7 Agustus 2020 tetap dilakukan karena perlindungan hutan tidak bisa ditunda lagi.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan penggalangan dana untuk adopsi hutan. Adopsi hutan merupakan salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menjaga kelestarian hutan. Donasi adopsi hutan dilakukan melalui kanal KitaBisaCom. Adopsi hutan merupakan cara gotong royong untuk menjaga kelestarian hutan melalui pengumpulan donasi. Kita bisa ikut aktif dalam menjaga kelestarian hutan melalui cara adopsi hutan ini. Donasi yang terkumpul tersebut akan diserahkan kepada organisasi pendamping masyarakat sekitar hutan. Seperti membantu komunitas yang melakukan patroli perlindungan hutan, biaya untuk penanaman pohon dan perawatannya sehingga terlaksana adopsi hutan secara jangka panjang. Dana tersebut akan digunakan juga untuk pengembangan ekonomi masyarakat sekitar hutan yaitu kewirausahaan sosial, serta kesehatan dan pendidikan.

Hari Hutan Indonesia berarti memperingati satu hari khusus dalam setahun yang dipakai untuk merayakan keindahan, kekayaan, dan kemegahan hutan Indonesia. Serta bersyukur atas manfaat hutan yang selama ini bisa dinikmati ketika manusia dapat hidup harmonis dengan alam seperti air, udara bersih, sumber pangan dan obat-obatan, akar budaya berbagai suku bangsa Indonesia, hingga fungsi hutan sebagai penyerap karbon, dan penjaga iklim dunia.


Manfaat Hutan Bagi Kehidupan Manusia

Hutan memiliki beragam manfaat penting bagi kehidupan manusia yang menyangkut udara bersih, air, keanekaragaman hayati, dampak sosial, kesehatan dan iklim. 

1. Hutan menyediakan sekitar 25% Obat-obatan yang berguna untuk kesehatan manusia

Sekitar 25% obat-obatan yang berguna untuk kesembuhan dan kesehatan manusia berasal dari tanaman yang ditemukan di hutan. Terutama dari hutan tropis. Belum semua tanaman herbal yang berasal dari hutan dapat dieksplorasi untuk pengobatan dan kesehatan manusia. Sayangnya kebakaran dan pembalakan liar mengancam kelangsungan hidup tanaman herbal yang berguna untuk dunia pengobatan tersebut. Karena itu melindungi hutan wajib kita lakukan sebab menjaga kelestarian hutan sama dengan menyelamatkan banyak nyawa dari penyakit yang mungkin saja bisa diobati dengan tanaman herbal yang tumbuh di hutan.

2. Keberadaan hutan mengurangi terjadinya bencana alam

Pohon yang tumbuh di hutan adalah pertahanan terbaik dalam mencegah dan melawan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Hutan membantu membatasi aliran air dan membendung jumlah air yang mengalir ke hilir. Sistem akarnya yang rumit mampu menahan tanah sehingga mengurangi kemungkinan longsor. Kerusakan hutan yang terjadi seperti penggundulan hutan menyebabkan bencana longsor dan banjir yang mengakibatkan kerugian material dan korban jiwa. Oleh sebab itu menjaga dan melindungi hutan tidak bisa ditunda-tunda lagi.

3. Hutan menyediakan sumber makanan 

Hutan merupakan penyedia makanan yang penting. Bukan hanya untuk manusia saja tapi juga untuk hewan. Hutan memberi makanan seluruh ekosistem. Manusia dapat mengambil bahan makanan dari hutan seperti beragam tanaman, umbi-umbian, binatang buruan dan buah-buahan. Di Papua, tanaman kopi pun tumbuh di dalam hutan dan dapat menghidupi masyarakat sekitar hutan.

Tanaman kopi









Senin, 03 Agustus 2020

Berbagi Kebaikan Kurban Tanpa Repot Melalui THK 2020 Dompet Dhuafa

THK Dompet Dhuafa

Hellaw semua, sehat bahagia kan? Gimana kabar daging kurban tahun ini? Dapat pembagian hewan kurban atau ngga? Klo yang tidak dapat pembagian hewan kurban tahun ini, mungkin kalian termasuk orang-orang yang mampu dan bisa membeli sendiri.   Tapi jika kenyataannya kalian termasuk dalam kelompok yang berhak menerima daging kurban namun tahun ini tidak memperoleh pembagian daging kurban dikarenakan tidak meratanya sebaran daging kurban, semoga tahun depan kalian bisa menikmati pembagian daging kurban ya Aamiin. 

Pemotongan hewan kurban THK Dompet Dhuafa

Kondisi seperti itulah yang mendorong Dompet Dhuafa menghadirkan program "Berbagi Kebaikan Kurban Melalui Program Tebar Hewan Kurban" sejak tahun 1994 silam. Tujuannya adalah agar pembagian/pendistribusian hewan kurban tersebar dan menjangkau daerah-daerah di pelosok nusantara.  Tidak hanya tersebar di beberapa daerah saja. Jadi manfaatnya lebih tepat sasaran dan sesuai dengan syariat Islam. Pada prakteknya cukup banyak nih ditemui pembagian daging hewan kurban hanya muter disitu-situ saja. Malahan ada yang sampai dobel dapat daging kurbannya eh sedangkan daerah lain, tidak ada satupun warganya yang dapat pembagian hewan kurban meskipun termasuk dalam kelompok yang berhak menerima daging kurban. Kenyataan seperti ini bikin sedih kan?

Dompet Dhuafa melalui program Tebar Hewan Kurban (THK) berupaya untuk mengantisipasi ketidakmerataan pembagian daging kurban. Dompet Dhuafa sebagai lembaga nirlaba sosial yang amanah berusaha agar hewan kurban yang dipercayakan oleh para pekurban dan donatur dapat tersalurkan dengan tepat dan tidak salah sasaran. Program THK tahun 2020 yang spesial akibat kedatangan koroncess yang tanpa diundang, tetap dilaksanakan oleh Dompet Dhuafa dengan sebaik mungkin seperti tahun lalu. 

Dibuktikan dengan terkumpulnya kurang lebih 38000 hewan kurban setara domba kambing dan telah disalurkan pada mereka yang berhak menerimanya yang tersebar diberbagai wilayah, baik itu daerah terpencil, terluar, pelosok, daerah bencana dan daerah konflik. Hal ini dikemukan oleh Mba Etika Setiawanti, GM Marketing Communication Dompet Dhuafa pada pelaksanaan pemotongan hewan kurban di Zona Madina tepat pada Hari Raya Idul Adha 1441 H atau tanggal 31 Juli 2020 kemarin. Menurut Mba Etika, jumlah hewan kurban tersebut kemungkinan bertambah sampai berakhirnya hari Tasrik (saat penutupan penerimaan hewan kurban). Jumlah hewan kurban yang diterima oleh Dompet Dhuafa dari para pekurban tersebut menunjukkan bahwa pandemi global yang melanda tidak menjadi penghalang untuk tetap berbagi kebaikan kurban.

Kebaikan Kurban Dompet Dhuafa melalui program THK memiliki "nilai lebih", diantaranya adalah:
- Daging kurban didistribusikan ke wilayah yang membutuhkan seperti daerah miskin, tertinggal, terluar dan pedalaman yang notabene penduduknya jarang bahkan nyaris belum pernah menikmati daging kurban. Termasuk penduduk di daerah bencana  dan rentan konflik. Daging kurban disalurkan tepat sasaran dan tersebar, tidak hanya terpusat pada satu atau dua wilayah saja;
- Hewan kurban memiliki kualitas baik,terjamin kesehatannya dan sudah layak untuk dikurbankan menurut syariat Islam. Hewan kurban diperiksa dan diawasi secara ketat serta telah melalui proses Quality Control yang amanah;
- Laporan kurban dilakukan secara transparan. Pekurban akan mendapatkan laporan kurban secara lengkap, dan akan selalu diberikan update ketika pemotongan;
- Hewan kurban berasal dari hewan milik peternak binaan dhuafa Dompet Dhuafa. Dengan berkurban di Dompet Dhuafa berarti telah berpartisipasi dalam meningkatkan ketahanan pangan karena membantu meningkatkan taraf kesejahteraan hidup para peternak binaan Dompet Dhuafa.

Tahun 2020 ini, selain melaksanakan program THK sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Dompet Dhuafa juga mengusung program Sedekah Daging bekerjasama dengan platform KitaBisaCom. Program Sedekah Daging ini dihadirkan untuk para donatur yang ingin berbagi daging tapi memiliki keterbatasan dana sehingga tidak bisa berkurban tahun ini. Siapapun yang memiliki keinginan untuk berbagi kebaikan tapi memiliki keterbatasan dana tetap bisa berbagi daging melalui program Sedekah Daging. Program Sedekah Daging ini dimulai dari donasi Rp.100.000,-. Program Sedekah Daging pada tahun pertamanya ini berhasil menghimpun donasi hingga 100juta rupiah dan telah dilaksanakan pemotongan serta pembagian dagingnya. Ada tiga titik pusat pelaksanaan Sedekah Daging yaitu di Masamba, Zona Madina Parung, Jawa Barat dan di Papua. 


Kurbanfest Zona Madina Dompet Dhuafa, Aliran Berkah Kebaikan Sedekah Daging dari Orang Baik di Seluruh Nusantara



Kurbanfest 2020 Zona Madina

Zona Madina Dompet Dhuafa yang berlokasi di Desa Jampang, Parung Jawa Barat menjadi salah satu lokasi pelaksanaan program Sedekah Daging. Hewan yang dijadikan Sedekah Daging adalah sapi. Pemotongan sapi tersebut dilaksanakan setelah Sholat Jumat dan dagingnya dibagikan pada masyarakat Desa Jampang (masyarakat yang berada di sekitar Zona Madina) dan para tenaga kesehatan, karyawan serta petugas kebersihan yang bertugas di RST Dompet Dhuafa yang berlokasi di Zona Madina.


Penduduk sekitar Zona Madina banyak yang termasuk dalam kelompok dhuafa dan lansia. Mereka terdampak akibat pandemi koronavirus ini. Dan untuk para tenaga kesehatan sebagai tanda terimakasih karena telah mengorbankan tenaga dan pikirannya untuk menolong pasien dhuafa yang berobat dan perlu perawatan di RST Dompet Dhuafa. RST Dompet Dhuafa memang diperuntukkan bagi pasien dhuafa.

Lansia penerima Sedekah Daging

Kurbanfest Zona Madina tahun ini diramaikan pula oleh kehadiran Chef Aiko yang sengaja datang ke Zona Madina untuk masak hidangan khas yang terbuat dari daging sapi. Hidangan tersebut akan dibagikan kepada para tenaga kesehatan yang sedang bertugas di RST Dompet Dhuafa. Hidangan khas yang dimasak oleh Chef Aiko adalah Tengkleng Sapi. Hidangan sejenis gulai tapi tidak menggunakan santan. Cara membuat tengkleng sapi ini pun tergolong mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama. Bagian daging sapi yang dipakaipun bisa bagian apa saja.

Chef Aiko dan Mba Etika (berjilbab coklat)

Hidangan istimewa yang dimasak oleh Chef Aiko diharapkan dapat menjadi pelipur lara bagi para tenaga kesehatan yang tetap harus bertugas pada saat hari raya dan tidak bisa berkumpul bersama keluarga tercinta. Kurbanfest Zona Madina diakhiri dengan pembagian daging Sedekah Daging kepada penduduk dhuafa dan lansia yang berada di sekitar Zona Madina. Oh ya pelaksanaan Kurbanfest ini dilakukan sesuai dengan protokoler kesehatan loh. Pemotongan sapi juga dilakukan sesuai anjuran yang diberikan pemerintah. Dan untuk menghindari kerumunan, daging diberikan langsung ke rumah penerimanya. 

Tengkleng Sapi

Pandemi tidak menjadi penghalang untuk tetap berbagi kebaikan. Semoga pandemi segera berakhir dan kita bisa berjumpa dengan Hari Raya Idul Adha tahun depan dalam keadaan yang lebih baik, sehat dan bahagia Aamiin.


Ikutan masak daging sapi bersama Chef Aiko



Sabtu, 01 Agustus 2020

Sensasi Kelezatan New Tokyo Curry Kini Ada di HokBen

Aku di Gerai HokBen FX Sudirman

Hellaw penikmat HokBen garis keras, mana suaranya?? Gimana kabarnya? Sehat-sehat kan yah? Smoga kita bisa secepatnya melalui pandemi global ini dan selalu sehat bahagia Aamiin. Selama pandemi ini gimana aktivitas mamam HokBennya? Klo aku sik yah tetap lancar, tanpa ada kendala wkwkwk Meskipun ngga bisa langsung ke gerai HokBen tapi aku tetap bisa menikmati hidangan lezat HokBen melalui layanan pesan antar dan ojek online. Apalagi kebetulan banget nih, rumahku tuh dekat banget sama kantor HokBen dan di depan kantor HokBen ada HokBen Food Truck yang khusus melayani take away atau untuk dibawa pulang. Jadi aku bisa beli HokBen tanpa perlu jauh-jauh ke store HokBen. Aman terkendalilah pokoknya hahahaha

Berbagai macam sajian lezat HokBen

Bagi kedua anakku, paling ngga seminggu sekali tuh mereka harus "ketemu" HokBen. Ini minimal loh! Seperti ketemu gebetan gitu hahaha Dan mereka update banget setiap ada yang baru dari HokBen. Keluarga besarku sampai menjuluki anak-anakku dengan sebutan anak HokBen. Karena setiap ditanya, "Mau makan apa?", jawabannya ngga pernah ganti. Selalu HokBen.

Menu HokBen

Uniknya lagi, kedua anakku ini hafal loh dengan menu HokBen. Entah itu menu yang pernah disajikan ataupun yang masih ada dalam list menu HokBen. Contohnya nih, belum lama ini HokBen meluncurkan menu baru New Tokyo Curry. Aku bilang dong sama anak-anak klo ada menu yang baru di HokBen. Eh anakku yang besar langsung komen, "Bun, udah pernah tau menu kari di HokBen. Dulu, mas inget kog pernah makan. Atas nasinya ada potongan ayam katsunya gitu". Aku aja ngga inget loh klo dulu tuh HokBen pernah ngeluarin menu kari gitu. Trus aku bilang nih ke anak-anak, ya udah klo gitu ngga usah cobain Tokyo Curry, kan dulu udah pernah. Mereka langsung protes dong xixixi

New Tokyo Curry Chicken Katsu


New Tokyo Curry HokBen, Sensasi Kelezatan Nasi Kari Jepang 



Sejak tanggal 20 Juli 2020, HokBen menghadirkan menu baru yaitu New Tokyo Curry. Nasi dengan paduan ayam atau udang yang disiram dengan saus kari khas Jepang. Cita rasa saus kari khas Jepang, kini sudah bisa dinikmati di gerai HokBen area Jabodetabek dan hadir dalam dua pilihan, yaitu Tokyo Curry Ebi Furai dan Tokyo Curry Chicken Katsu. Untuk Tokyo Curry Ebi Furai dibandrol dengan harga Rp.45.500,- (belum termasuk pajak) dan Rp. 38.182,- (belum termasuk pajak) untuk Tokyo Curry Chicken Katsu. Harga yang sesuai untuk sepiring nasi pulen Jepang dengan toping 4 buah Ebi Furai atau Chicken Katsu ukuran cukup besar yang dipadukan dengan kuah kari khas Jepang yang kental dan kaya rempah.

New Tokyo Curry Ebi Furai

Konon, menurut cerita yang berkembang, menu Curry diketahui sebagai makanan yang dibawa dari luar Jepang. Namun seiring berjalannnya waktu, makanan dengan kuah kari yang kaya rempah ini menjadi favorit di Negeri Sakura dan mulai popular sejak era Meiji pada abad 18. Bagaimanapun kisahnya, kini kenikmatan menu Curry khas Jepang bisa dinikmati lagi di HokBen. 

New Tokyo Curry Chicken Katsu

Tokyo Curry ini dapat dijadikan pilihan untuk santap siang maupun malam. Aromanya yang khas dengan sausnya yang kental dan kaya rempah, pastinya akan membuat lidah bergoyang. Ditambah dengan perpaduan rasa gurih dan lezat dari Ebi Furai atau Chicken Katsu.  Fixed, Tokyo Curry makin menghadirkan sensasi kelezatan yang ngga bisa dilupakan.

Oh ya ternyata memang benar nih yang dibilang oleh anakku klo menu Tokyo Curry ini dulu sudah pernah dihadirkan dan sekarang dihadirkan kembali. HokBen menghadirkan lagi menu seasonal ini dikarenakan kerinduan dan antusias pelanggan HokBen yang menginginkan menu kari ini hadir lagi. Dan tentu saja New Tokyo Curry hadir dengan cita rasa dan tampilan yang lebih sempurna. Hal inilah yang selalu dilakukan HokBen dari waktu ke waktu. Berusaha memberikan yang terbaik untuk pelanggannya dan tak pernah lelah berinovasi. Karena itu, sebagai pelanggan, aku ngga pernah ragu dan bosan menikmati sajian HokBen karena aku yakin  HokBen selalu menjaga kualitas dan keamanan produknyanya serta memberikan layanan terbaiknya guna kepuasan semua pelanggannya.

Salah satu usaha terbaik yang dilakukan HokBen untuk memanjakan selera pelanggannya dapat dilihat dengan kehadiran kembali New Tokyo Curry  ini,d tentu saja dengan racikan rasa kari yang lebih lezat dan menggugah selera. New Tokyo Curry disajikan bersama potongan kentang dan wortel dalam baluran kuah kari Khas Jepang yang kental dan kaya rempah, serta kesegaran acar khas HokBen yang menjadikan menu Tokyo Curry ini sebagai salah satu menu pilihan yang lezat dan bernutrisi. Lengkap ada karbohidrat (nasi),  protein (udang/ayam), dan vitamin (wortel dan kentang). 

Menu yang menghadirkan cita rasa olahan udang dan ayam ini dibuat dengan bahan-bahan pilihan berkualitas. Tokyo Curry Ebi Furai merupakan paduan produk olahan udang dengan baluran tepung khas HokBen yang gurih dengan rasa saus kari yang bikin ketagihan, sementara Tokyo Curry Chicken Katsu merupakan daging ayam tanpa tulang dengan baluran tepung yang gurih khas HokBen sangat pas dengan rasa kari yang memanjakan lidah. Bila di Indonesia, kari dikenal sebagai makanan berkuah yang identik dengan santan kentalnya, kari khas Jepang ini tidak menggunakan santan. Meskipun tanpa santan, kari khas Jepang tetap terasa gurih, kental dan membangkitkan selera makan.

Menurut suamiku yang berdarah Sumatra tulen, yang lidahnya "kari banget", Tokyo Curry ini cukup nendang rasa rempah dan gurihnya walau tanpa santan. Malahan nih katanya ada sensasi kelezatan yang unik saat nasi, saus kari Jepang dan udang berpadu dalam mulut. Ngga butuh waktu lama tuh, seporsi New Tokyo Curry Ebi Furrai ludes dilahapnya. Balapan deh sama anak-anaknya. Keluargaku sih yess banget dengan New Tokyo Curry ini. Kalau kamu, gimana? Yakin ngga mau coba?!

Menikmati sensasi kelezatan New Tokyo Curry Ebi Furai