Kenali Penyakit Ginjal Kronis Sedini Mungkin

by - Maret 12, 2020

Ginjal, salah satu organ tubuh yang vital

Sekitar setengah tahun lalu, saya dibuat "tertegun" karena seorang teman yang saya kenal sehat dan memiliki tubuh ideal, divonis menderita penyakit ginjal kronis oleh dokter di sebuah rumah sakit terbesar di ibu kota. Usut punya usut, dokter menduga penyakit ginjal kronis tersebut disebabkan karena teman saya ini terlalu berlebihan memgonsumsi obat herbal dan jamu racikan. Hingga ginjalnya bekerja "lebih keras" dari yang semestinya.

Belajar dari peristiwa tersebut, saya mencoba untuk mengumpulkan informasi valid seputar ginjal melalui website kesehatan terpercaya, bertanya langsung pada petugas kesehatan yang bisa saya tanyai dan membaca buku tentang kesehatan. Kenapa saya sedemikian aware? Karena saya termasuk orang yang lumayan sering mengonsumsi obat pereda nyeri dan anti inflamasi sejak mengalami kecelakaan beberapa tahun lalu yang mengakibatkan hancurnya tempurung lutut saya. 

Kondisi lutut saya ini membuat saya sering menahan nyeri yang lumayan hebat terutama saat saya sedikit mem-push kaki saya untuk berjalan atau naik tangga. Karena itu setiap rasa nyeri tak tertahankan, saya minum obat pereda nyeri yang diresepkan dokter. Namun sejak peristiwa teman saya tersebut, saya jadi khawatir sendiri. Jika jamu dan obat herbal dapat mengakibatkan kerusakan pada ginjal, bagaimana dengan obat kimia? Bgitulah dasar kecemasan saya.

Sebelum bercerita lebih lanjut lagi mengenai ginjal, ada baiknya mengetahui lebih dulu, apa sajakah fungsi ginjal.
Fungsi ginjal,yaitu : 
1. Mengeluarkan sisa-sisa produk dari tubuh;
2. Menyeimbangkan cairan tubuh;
3. Memproduksi sel darah merah;
4. Mengatur tekanan darah dan menyaring 120-150 liter darah perhari;
5. Mengaktifkan vitamin D untuk kesehatan tulang dan gigi.

Fakta seputar penyakit ginjal kronis

Ada beberapa fakta tentang penyakit ginjal kronis, diantaranya adalah:
- Berdasarkan data dari Global Burden of Disease 2016, penyakit ginjal kronis menjadi penyebab kematian dini nomer 16 di dunia;
- Di Indonesia sendiri berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 mengungkap bahwa 4 dari 1000 penduduk Indonesia mengalami atau menderita gagal ginjal;
- Data BPJS tahun 2017 menunjukkan bahwa biaya hemodialisis untuk pasien penyakit ginjal kronis mencapai 3,4 T. Dan pada tahun 2018, BPJS Kesehatan RI mencatat 2,4 T rupiah dihabiskan untuk biaya penyakit gagal ginjal;
- Penyakit gagal ginjal merupakan penyakit katastropik nomer dua setelah cardiovascular.



Penyakit ginjal kronis merupakan salah satu jenis penyakit tidak menular. Dan berdasarkan data Institute for Health Metric and Evaluation (IHME) pada tahun 2017, PTM merupakan penyebab kematian terbanyak di dunia. Penyakit ginjal kronis termasuk didalamnya dan sampai saat ini, penyakit ginjal kronis tidak dapat disembuhkan. Tapi dapat dikendalikan serta dicegah. Oh ya hampir saja lupa menjelaskan apa sik penyakit ginjal kronis itu.
Penyakit ginjal kronis adalah kelainan yang mengenai organ ginjal yang timbul akibat berbagai faktor, biasanya muncul secara perlahan dan sifatnya menahun

Definisi penyakit ginjal kronis

Pas banget nih ngomongin penyakit ginjal kronis di bulan Maret ini yang ternyata bertepatan dengan Hari Ginjal Sedunia.

Hari Ginjal Sedunia 2020; Ginjal Sehat Untuk Semua


Hari Ginjal Sedunia diperingati tiap tahunnya pada hari Kamis minggu kedua bulan Maret. Tahun ini jatuh pada tanggal 12 Maret. Bertepatan dengan Hari Ginjal Sedunia tahun ini yang mengusung tema global " Kidney Health Everyone Everywhere: from prevention to Detection on Equitable Acces to Care", Kemenkes RI melalui Direktorat P2PTM mengadakan acara temu blogger.

dr. Pringgodigdo (sedang memegang mic)


Dalam kesempatan tersebut hadir dr. Pringgodigdo yang menjelaskan mengenai penyakit ginjal kronis. Menurut dr. Pringgodigdo, ada beberapa faktor resiko penyakit ginjal kronis, yaitu:
Faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi seperti:
- riwayat keluarga penyakit ginjal;
- kelahiran prematur;
- trautama di daerah abdomen;
- jenis penyakit tertentu (lupus, AIDS, Hepatitis C,dll)

Faktor resiko yang dapat dimodifikasi:
- diabetes (tipe 2);
- hipertensi;
- konsumsi obat pereda nyeri;
- narkoba, psikotropika dan zat adiktif;
- radang ginjal.


Faktor resiko yang dapat dimodifikasi, bisa dicegah dan dikendalikan dengan mengubah perilaku hidup menjadi perilaku hidup sehat. Orang yang mengalami obesitas juga memiliki resiko terkena penyakit ginjal kronis karena organ ginjal harus bekerja lebih berat menyaring darah lebih banyak daripada normal untuk memenuhi tuntutan metabolik yang meningkat sesuai berat badannya. Peningkatan fungsi tersebut dapat mengakibatkan kerusakan ginjal dan meningkatkan resiko terjadinya penyakit ginjal kronis dalam jangka waktu lama.

Penyakit ginjal kronis memiliki tanda dan gejala sebagai berikut:
1. Tekanan darah tinggi;
2. Perubahan frekuensi dan jumlah buang air kecil dalam sehari;
3. Adanya darah dalam urine;
4. Lemah serta sulit tidur;
5. Kehilangan nafsu makan;
6. Sakit kepala;
7. Tidak dapat berkonsentrasi;
8. Gatal;
9. Gatal;
10. Sesak nafas;
11. Mual dan muntah;
12. Bengkak terutama pada kaki dan pergelangan kaki serta pada kelopak mata pada waktu pagi hari.

Jika mengalami gejala dan tanda tersebut serta memiliki resiko, sebaiknya melakukan pemeriksaan fungsi ginjal. Pemeriksaan fungsi ginjal dilakukan untuk mengetahui penurunan fungsi ginjal sejak dini dengan pemeriksaan darah dan urin. Pemeriksaan darah dengan melihat kadar kreatinin, ureum, laju filtrasi glomerulus. Sedangkan pemeriksaan urine dengan melihat kadar albumin atau protein. Dengan melakukan pemeriksaan fungsi ginjal dan menerapkan perilaku hidup sehat diharapkan penyakit ginjal kronis dapat dicegah dan dikendalikan serta dapat terdeteksi sejak dini hingga bisa langsung melakukan pengobatan dan terapi.


Terapi penyakit ginjal kronis

Terapi yang dapat dilakukan untuk mengendalikan dan mengatasi penyakit ginjal kronis:
- modifikasi gaya hidup;
- terapi dengan obat obatan;
- melakukan dialisis atau cuci darah;
- dan melakukan transplantasi ginjal.

Penyakit ginjal kronis dapat dicegah dan dikendalikan melalui perilaku hidup sehat sesuai GERMAS dengan CERDIKnya.
Cek kesehatan secara rutinEnyahkan asap rokokRajin aktivitas fisikDiet sehat dengan gizi seimbangIstirahat cukupKelola stress
Serta jangan lupa untuk minum air putih minimal 8- 10 gelas perhari. Yuuk mulai sekarang ubah perilaku hidup menjadi lebih sehat dan mulailah sayangi ginjal kita untuk kualitas hidup yang lebih baik.


8 golden rules untuk mengendalikan dan mencegah penyakit ginjal kronis











You May Also Like

0 komentar

Postingan Populer