Dompet Dhuafa Ajak Milenial Peduli Kemanusiaan Melalui Jakarta Humanity Festival (Jakhumfest) 2020

Di desa Jampang, salah satu tempat program pemberdayaan Dompet Dhuafa

Tahun 2020 ini merupakan tahun ke-empat saya "berjalan bersama" Dompet Dhuafa melalui berbagai macam program kemanusiaan dan sosial yang diusungnya. Kalian yang pernah melipir ke https://catatanemak.com pasti nemuin beberapa tulisan yang berhubungan dengan program Dompet Dhuafa. Sedikit informasi aja nih, Dompet Dhuafa adalah salah satu lembaga nirlaba sosial Islam yang dananya bersumber dari dana zakat, infak, sedekah dan wakaf (ziswaf) serta dana halal lainnya yang digunakan dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis atau humanitarian dan kegiatan wirausaha sosial profetic yang bertujuan untuk peningkatan taraf hidup kaum dhuafa.

Dompet Dhuafa berupaya untuk terus mewujudkan masyarakat berdaya yang bertumpu pada sumber daya lokal melalui sistem yang berkeadilan. Dompet Dhuafa fokus dalam beberapa bidang kegiatan yaitu kesehatan, pendidikan, ekonomi dan pengembangan sosial. Dompet Dhuafa selalu menjadi garda terdepan disetiap penanganan korban bencana ataupun peristiwa sosial yang terjadi di tanah air dan negara tetangga.

Semua program yang dilaksanakan oleh Dompet Dhuafa sejalan dengan tagline yang diusungnya yaitu Jangan Takut Berbagi dan Dompet Dhuafa Membentang Kebaikan. Semua program yang dijalankan oleh Dompet Dhuafa semata-mata bertujuan untuk meringankan beban hidup kaum Dhuafa dan siapapun yang terkena bencana.

Selama kurang lebih 26 tahun berkecimpung dalam aktivitas sosial kemanusiaan, Dompet Dhuafa terus berupaya untuk menularkan wabah jangan takut untuk berbagi dan selalu peduli terhadap kemanusiaan. Di penghujung bulan kemanusiaan ini, Dompet Dhuafa berupaya mengajak generasi milenial untuk lebih peduli kemanusiaan dan aktif dalam kegiatan peduli lingkungan sekitar.

Tahun ini, melalui acara tahunan Jakarta Humanity Festival, Dompet Dhuafa mengajak generasi milenial untuk lebih peduli lagi terhadap isu-isu sosial, kemanusiaan , dan lingkungan hidup melalui berbagai aktivitas positif.

Dompet Dhuafa Jakarta Humanity Festival 2020

Jakarta Humanity Festival 2020

Jakarta Humanity Festival atau yang lebih popular dengan Jakhumfest merupakan acara tahunan yang digelar oleh dompetdhuafa.org yang bertujuan untuk mengajak generasi milenial untuk lebih peduli lagi pada isu-isu sosial, kemanusiaan dan lingkungan melalui berbagai aktivitas positif. Tahun ini merupakan tahun kedua Dompet Dhuafa menghelat Jakhumfest.

Acara ini juga menghadirkan beberapa publik figure yang kompeten serta aktif dan peduli pada isu-isu sosial, kemanusiaan dan lingkungan. Jakhumfest 2020 di laksanakan di M bloc Space Panglima Polim, Melawai pada tanggal 26 Januari 2020 yang baru saja berlalu. Jakhumfest 2020 memiliki tiga segmen acara yaitu Humanity Talk Workshop, Humanity Exposure dan Sound of Humanity.

Dapat dikatakan jika Jakhumfest 2020 merupakan serangkaian kegiatan kampanye kebaikan yang sudah mulai dikumandangkan oleh Dompet Dhuafa sejak akhir tahun 2019 kemarin. Kampanye ini menyerukan kegiatan berbagi pada sesama yang sedang dirundung kesedihan akibat kesusahan atau tertimpa bencana.

Pada event tahunan Jakhumfest 2020 ini ,Dompet Dhuafa mengangkat tiga isu sekaligus sebagai progam utama yaitu pembangunan Rumah Tetap (Runtap) untuk penyintas gempa Palu dan banjir bandang Lebak, progam penyediaan dapur kemanusiaan untuk anak-anak penyintas di Palestina dan progam hadiah untuk teman disabilitas. Semua program tersebut diperlihatkan melalui jepretan ciamik fotografer Dompet Dhuafa yang dipamerkan dalam Humanity Exposure.

Jakhumfest 2020 memiliki tiga segmen yaitu Sound of Humanity, Humanity Talk Workshop dan Humanity Exposure.
Humanitalk Workshop menghadirkan para relawan yang tergabung dalam Indorelawan. Segmen Humanitalk, Dompet Dhuafa dan para relawan akan mengajak millenial untuk berdiskusi dan berbagi wawasan mengenai masalah lingkungan dan kerelawanan yang kini tengah terjadi. Seperti isu seputar diet kantong plastik, #tumbuhhijauurban dan #diverscleanaction. Humanitalk ini diramaikan pula oleh kehadiran para public figure yang tengah digandrungi oleh generasi milenial tanah air.

Workshop melukis payung bersama Chikita Fawzi

Setelah Humanitalk selesai, generasi milenial yang hadir, juga diajak untuk melukis payung bersama Chikita Fawzi dalam workshop singkat seputar cara melukis payung. Chiki Fawzi yang sempat berkunjung ke tempat pemberdayaan Dompet Dhuafa dimana masyarakatnya hidup sebagai pelukis payung. Dan dari melukis payung inilah, masyarakat setempat menghidupi kehidupannya sehari-hari.

Chiki Fawzi yang juga seorang seniman mural begitu terkesan dengan seni melukis payung sehingga disela sela kesibukannya, dia sering menyempatkan waktu untuk melukis payung. Dalam acara workshop melukis payung tersebut, dipilihlah tiga payung lukis terbaik yang berhak membawa pulang paket cantik dari Wardah Beauty.

Selain segmen, Humanitalk, ada pula segmen Humanity Exposure. Dalam perjalanannya, aksi kerelawanan Dompet Dhuafa memiliki banyak kisah dan cerita. Dan semua aktifitas relawan yang ditangkap oleh fotografer kemanusiaan Dompet Dhuafa disajikan melalui sebuah pameran foto Humanity Exposure di Jakhumfest 2020. Foto-foto kemanusiaan yang sebagian besar dijepret oleh Satria Andika, fotografer Dompet Dhuafa, sungguh membuat hati saya berdesir dan mengucap syukur karena kehidupan saya jauh lebih baik dari mereka, para korban bencana. Foto-foto hasil jepretan Dhika seolah bercerita tentang peristiwa yang terjadi.

Bersama fotografer Dompet Dhuafa, Satria Andika dan salah satu hasil jepretannya

Sound of Humanity adalah segmen yang paling saya tunggu-tunggu dalam gelaran Jakhumfest 2020 ini. Sound of Humanity bukan hanya sekedar konser musik biasa, namun menghadirkan musisi-musisi Indonesia yang peduli pada kemanusiaan dan lingkungan. Musisi yang tampil pada Sound of Humanity yaitu Navicula, Chiki Fawzi, V1mast. Mereka membawakan lagu-lagu bertema sosial dan lingkungan untuk mengajak anak muda lebih peduli terhadap sesama, lingkungan dan kemanusiaan serta lebih mau berbagi.

Penampilan V1mast sukses bikin saya joget-joget mengikuti hentakan musik yang dibawakannya. V1mast merupakan grup musik yang juga ikut aktif dalam program Milenial Bangun Mesjid di Palu. Mereka menjadi contoh nyata generasi milenial yang peduli sesama.

Sound of Humanity

Tak kalah apik dari V1mast, penampilan Chikita Fawzi patut mendapat apresiasi. Chiki yang tampil pertama, dapat membuat penonton terhibur sekaligus terpacu untuk selalu berbuat baik. Oh ya kalian pasti tau kan kalau salah satu single Chiki diangkat menjadi salah satu soundtrack film NKCTHI? Yeps benar lagu Belukar Dunia. Dan Chiki sukses membuat milenial yang hadir ikut menyanyikan lagu tersebut.

Sound of Humanity ditutup oleh performa gemilang dari Navicula. Band asal Bali ini, menyanyikan lagu-lagu bertema sosial dan kemanusiaan. Diharapkan dengan demikian, generasi milenial makin peduli dengan isu-isu sosial dan kemanusiaan. Terutama agar bisa lebih peduli pada lingkungan dan sesama.

Jakhumfest 2020 ini memberlakukan tiket donasi sebesar Rp. 50.000,- dan hasil penjualan tiket donasi tersebut, seluruhnya akan digunakan untuk program kemanusiaan Dompet Dhuafa seperti program Rumah Tetal untuk Palu dan Lebak, Banten serta program pemberdayaan lainnya.

Saya senang sekali bisa datang ke perhelatan Jakhumfest 2020 dan berharap dapat datang lagi dalam gelaran Jakhumfest tahun depan. Smoga saya masih diberi umur yaaa Aamiin.

Bertemu Chiki lagi di acara Dompet Dhuafa





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Astra Financial Sponsor Utama GIIAS 2019

Pemeriksaan Prodia Prosafe NIPT, Deteksi Dini Kelainan Kromosom Pada Bayi

Penyakit Langka di Indonesia