Mengenal Parkinson dan Gejalanya

RS Premier Jatinegara

Menjadi tua merupakan sebuah hal yang pasti akan dialami oleh setiap orang yang diberikan kesempatan panjang umur oleh Tuhan. Mungkin hampir semua orang berharap hidupnya akan diberi umur yang panjang dan menikmati masa tuanya. Satu pertanyaan yang sering muncul dalam benak saya adalah seperti apakah masa tua saya nanti? Apakah masa tua yang bahagia? Ataukah masa tua yang penuh dengan "ujian hidup" berupa penyakit? 

Untuk hal yang kedua, sungguh saya berdoa agar tidak diberikan masa tua seperti itu. Saya ingin menikmati masa tua yang tidak merepotkan anak cucu saya. Karena itu sebisa mungkin, saya mempersiapkan "masa tua" saya sejak dini sebaik-baiknya. Seperti mulai beralih menerapkan pola hidup sehat, pelan-pelan meninggalkan kebiasaan jelek saya yang semenjak kuliah saya lakukan yaitu begadang, berupaya untuk mengendalikan tingkat stress dan merencanakan dana untuk masa tua saya nanti. 

Saya tidak ingin melewatkan masa tua saya sebagai seorang pasien penyakit serius seperti penyakit jantung, diabetes atau penyakit degeneratif lainnya. Apalagi ayah saya seorang penderita diabetes dan Om saya meninggal karena penyakit parkinson. Menurut keterangan dokter yang merawat ayah saya, sebagai anggota keluarga yang berasal dari keluarga dengan riwayat penyakit degeneratif, saya memiliki resiko yang lebih tinggi untuk terkena penyakit tersebut dibandingkan dengan orang lain yang tidak memiliki riwayat penyakit degeneratif.

Semenjak mengetahui bahwa penyakit parkinson adalah penyakit degeneratif, saya berupaya untuk menggali lebih dalam lagi mengenai penyakit parkinson. Penyakit yang juga diderita oleh petinju legendaris Mohammad Ali.

Seminar Blogger dan Vlogger Mengenal Parkinson di RS Premier Jatinegara

Klinik Parkinson dan Gangguan Gerak RS Premier Jatinegara
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui Pada tahun 2016 jumlah penderita parkinson sekitar 6,3 juta orang, saat ini sekitar 9 juta dan pada tahun berikutnya akan cenderung terus meningkat jumlahnya. Penyakit parkinson biasanya terjadi pada usia 60 tahun keatas. Jarang terjadi dibawah usia 50 tahun kebawah meskipun ada juga penderita parkinson yang usianya dibawah 50 tahun.

Parkinson terus meningkat jumlah penderitanya karena angka rata-rata hidup manusia terus meningkat sehingga jumlah lansia meningkat sehingga resiko parkinson pun ikut meningkat. Fakta inilah yang menjadi perhatian pemerintah terutama di negara yang memiliki jumlah penduduk yang kian bertambah dan angka rata-rata hidup yang meningkat.

Parkinson akan menjadi masalah utama di sebuah negara termasuk Indonesia pada kemudian hari. Oleh sebab itu, pemerintah dan instansi terkait terus berupaya untuk mengendalikan penyakit parkinson ini. Terkait dengan penyakit parkinson ini, RS Premier Jatinegara kini menghadirkan Klinik Parkinson dan Gangguan Gerak sebagai salah satu upaya menyikapi kemungkinan terus bertambahnya jumlah penderita parkinson di tanah air.


Berkaitan dengan penyakit parkinson tersebut, pada tanggal 7 November 2019 kemarin, saya menghadiri acara Seminar Blogger dan Vlogger Mengenal Parkinson di RS Premier Jatinegara. Seminar tersebut menghadirkan dr. Sukono Djojoatmodjo, Sp.S.

dr. Sukono Djojoatmodjo, Sp.S

Menurut dr. Sukono, gejala utama penyakit parkinson dapat dikenali dengan adanya gangguan gerak seperti tremor atau gemetar, kekakuan pada anggota tubuh terutama wajah dan kelambanan gerak. Tremor merupakan gejala khas parkinson. Tremor hanyalah satu dari sekian gejala motorik yang dialami oleh penderita parkinson. Tidak semua orang yang mengalami tremor  menderita parkinson.

Penderita parkinson juga mengalami kekakuan gerak sehingga susah untuk menggerakan anggota tubuhnya dan mengalami kelambanan sehingga penderita parkinson akan lama sekali jika melakukan aktivitas sehari-hari seperti makan, mandi dan lain. Penderita parkinson juga mengalami kesulitan melangkah. Tremor yang dialami oleh penderita parkinson terjadi pada saat pasien istirahat atau dalam keadaan diam.

Selain adanya gangguan motorik yang dijadikan sebagai salah satu gejala dari penyakit parkinson, sebenarnya ada beberapa gejala non motorik yang dijadikan indikasi apakah seseorang memang benar menderita penyakit parkinson. Gejala non motorik ini yang terkadang tidak disadari atau terlewatkan baik oleh dokter maupun si penderita sendiri.

Gejala non motorik tersebut, yaitu: 
- gangguan penghidu;
- sulit buang air besar;
- depresi;
- mudah mengantuk;
- halusinasi;
- tekanan darah rendah;
- gangguan jiwa.

Seseorang yang mengalami parkinson, tidurnya terpotong-potong namun pada siang hari mudah sekali mengantuk. Penderita parkinson mengalami kesulitan dalam penciuman. Tidak dapat mencium bau-bauan. Inilah yang dimaksud dengan gangguan penghidu pada pasien parkinson.

Orang yang terkena parkinson, cenderung mengalami halusinasi dan depresi. Karena itulah, penderita parkinson membutuhkan dukungan penuh dari keluarganya. Kehadiran Klinik Parkinson dan Gangguan Gerak RS Premier Jatinegara dapat menjadi salah satu solusi untuk penderita parkinson dan keluarganya dalam menghadapi penyakit tersebut.

Seminar vlogger dan blogger mengenal parkinson



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Astra Financial Sponsor Utama GIIAS 2019

Pemeriksaan Prodia Prosafe NIPT, Deteksi Dini Kelainan Kromosom Pada Bayi

Penyakit Langka di Indonesia