Rabu, 30 Oktober 2019

Confidence Day and Night Sahabat Bapak, Pas Siangnya Nyaman Malamnya

"Kasih sayang orangtua kepada anaknya akan abadi sepanjang masa, tak terbatas oleh waktu. Dan tak bisa dibayar dengan apa pun juga"

Bapak saat sehat dulu

Sebagai seorang anak, saya menyadari betapa besar rasa kasih dan sayang yang telah diberikan oleh orangtua. Sejak kecil, yang saya rasakan adalah orang tua saya selalu berupaya memberikan hal-hal terbaik untuk saya meski seringkali saya "berontak", tidak mau mengikuti perintah ataupun nasehatnya tapi orangtua saya selalu ada untuk saya. 

Saat saya "terjatuh", merekalah yang pertama menyodorkan tangan untuk menggapai dan menggenggam tangan saya lagi agar bisa bangkit. Saya sangat menyadari betapa banyak dosa saya terhadap kedua orangtua, karena alasan inilah, saya dengan senang hati merawat dan menjaga mereka diusia senjanya sebagai tanda bakti dan upaya saya untuk bisa sedikit membalas jasa dan budi baik orangtua terhadap saya selama ini. 

Saya tau apa yang saya lakukan saat ini, tidaklah cukup untuk membalas semua kebaikan yang telah mereka berikan pada saya. Namun minimal, dalam hidup saya, ada usaha yang saya berikan untuk mengungkapkan rasa terimakasih pada orangtua saya. Oleh sebab itu, saya berprinsip untuk selalu memberikan yang terbaik bagi orangtua saya. Klo iklan mengatakan untuk anak kog coba-coba maka saya pun demikian terhadap orangtua dan mertua saya, gak ada kata coba-coba untuk mereka. Saya dan suami akan memberikan yang terbaik sesuai dengan kemampuan kami untuk mereka. Bukan hanya materi, tapi kasih sayang dan perhatian. Meskipun tetap saja tak bisa menandingi kasih sayang dan perhatian orangtua  pada kami.

Sudah hampir 10 tahun ini, sayalah yang merawat dan menjaga Bapak dan Ibu yang kini berusia 76 dan 75 tahun. Saya pindah ke rumah orang tua karena memang mereka tak bisa lagi untuk tinggal hanya berdua dengan asisten rumah tangga. Harus ada anak yang menemani, menjaga serta merawatnya. Usia yang semakin senja, membuat mereka memerlukan perhatian dan kasih sayang anak-anaknya lebih dari sebelumnya.

Jika sebelumnya, anak-anaklah tempat curahan kasih sayang dan perhatian orangtua, maka di usia senja, orangtualah yang seharusnya dihujani perhatian dan kasih sayang berlimpah dari anak-anaknya. Hal ini lah yang saya dan suami pegang dan kami jadikan penguat kala lelah melanda disela sela merawat dan menjaga orangtua. 

Yups sebagai seorang manusia yang mudah khilaf penuh dosa, saya beberapa kali dihinggapi rasa lelah dan "emosi" ketika harus merawat dan menjaga orangtua terutama pada saat tertentu, isemisal orangtua mengalami sakit yang cukup serius. Seperti yang dialami oleh ayah saya. 

Sudah hampir 3 tahun terakhir, Bapak mengalami gangguan pada penglihatannya dan susah berjalan akibat komplikasi penyakit yang dideritanya. Merawat orangtua yang sakit, bukanlah hal yang mudah. Setidaknya inilah yang saya rasakan. Banyak sekali ujiannya. Untungnya, saya diberikan oleh Tuhan, suami yang luar biasa pengertian dan berbakti pada orantua, baik itu orangtua kandung maupun mertua.

Suami saya selalu menguatkan hati saya untuk tetap ikhlas dan senang merawat orangtua terutama Bapak yang sakit-sakitan dan kondisinya tak lagi sama seperti saat sehat dulu. Suami saya seringkali berkata bahwa kerepotan dan kelelahan yang kami rasakan saat ini dalam menjaga dan merawat orangtua, belumlah apa apa dibandingkan apa yang telah orangtua lakukan sejak kami dalam perut hingga dewasa dan dapat mandiri.

Bapak dan Confidence

Terhitung sampai saat ini, Bapak sudah mengalami operasi sebanyak 12 kali selama kurun waktu hampir tiga tahun terakhir. Sakit yang dialami Bapak, bukan hanya melemahkan fisiknya saja tapi juga mentalnya. Bapak jadi mudah emosi dan kekanakan. 

Awalnya saya cukup kaget dengan perubahan perangai Bapak tapi setelah konsultasi dengan dokter yang menanganinya, saya jadi maklum kenapa Bapak jadi seperti itu. Penyakit yang mengerogoti tubuhnya membuat rasa tidak nyaman yang terus menerus dirasakannya. Karena itu semaksimal mungkin, saya sebagai anaknya yang mengambil alih tanggung jawab untuk merawat Bapak, berupaya untuk meringankan beban rasa sakit yang dirasakan Bapak.

Saya dapat merasakan bahwa Bapak terpukul dengan kondisi yang dialaminya. Dan saya memakluminya. Tadinya Beliau bisa bebas bergerak dan beraktivitas tapi sejak glaukoma, diabetes dan pengapuran yang dideritanya, dunia Bapak pun berubah. Hidup Bapak  jadi tergantung pada obat dan bantuan orang lain. Dan hal ini bukanlah sesuatu yang mudah bagi Bapak.

Masih terekam jelas dalam ingatan saya, saat pertamakali Bapak harus menjalani operasi penyumbatan. Dua hari pertama pasca operasi yang dijalani, Bapak hanya bisa terbaring di tempat tidur dan setengah sadar. Saat itulah, saya sebagai anak yang bertugas menjaga Bapak di rumah sakit, mulai berkenalan dengan popok dewasa. 

Mau tidak mau, Bapak harus menggunakan popok dewasa karena kondisinya tidak memungkinkan untuk menggunakan pispot. Awalnya saya sempat merasa bingung karena tidak tau popok dewasa merek apa yang kualitasnya terbaik dan pastinya tidak membuat kulit Bapak iritasi.

Setelah sempat kebingungan beberapa saat, akhirnya saya berinisiatif untuk bertanya lebih dulu pada suster senior yang merawat Bapak di ruangannya, sebelum membelikan Bapak popok dewasa. Saya kepikiran untuk berkonsultasi dulu pada suster yang merawat Bapak, karena saya berpendapat bahwa suster tersebut pasti berpengalaman dalam merawat pasien lanjut usia dengan kondisi dan penyakit seperti Bapak. Suster tersebut pasti tau popok dewasa apa yang paling sering digunakan untuk pasien dengan kondisi seperti Bapak.

Saya yakin suster senior tersebut tau popok dewasa apa yang paling nyaman dan sering digunakan untuk pasien dengan kondisi seperti Bapak. Dan suster yang saya tanyai mengatakan bahwa hampir 90% pasien senior berusia lanjut seperti Bapak, menggunakan popok dewasa Confidence. Itulah kali pertama perkenalan saya dan Bapak dengan Confidence.

Berdasarkan pengalamannya, suster senior yang saya tanyai itu, menyarankan saya untuk menggunakan popok dewasa Confidence yang direkatkan. Jangan beli yang  tipe celana karena beberapa pasien seperti Bapak malah merasa kurang nyaman dengan tipe celana. Saya sik menurut saja dengan saran suster tersebut.

Ternyata setelah saya makin kenal Confidence dan sering berinteraksi melalui #TanyaConfidence , saya mengetahui bahwa Confidence telah memiliki sertifikat halal  dan telah teruji klinis oleh Australian Dermatologis sebagai popok dewasa yang aman bagi kulit sensitive. Ternyata selama kurang lebih 8 tahun terakhir, popok dewasa Confidence telah dikenal dengan rangkaian produk berkualitas tinggi yang mampu menjawab kebutuhan usia senior seperti Bapak dengan berbagai macam kondisi yang beragam. Popok dewasa Confidence adalah ahlinya popok dewasa. 

Berdasarkan saran suster, saya pun membeli popok Confidence tipe perekat untuk Bapak. Ternyata cukup mudah untuk memakaikannya pada Bapak tanpa Bapak banyak bergerak.  Namun harus tau caranya lebih dulu supaya orang yang akan dipakaikan popok dewasa tetap merasa nyaman selama pemakaian popok dewasa tersebut.

Untuk memakaikan popok dewasa pada orang yang hanya bisa berbaring dan perlu bantuan orang lain untuk duduk, ada cara-cara yang harus dilakukan. Saya memperolehnya setelah banyak bertanya pada suster dan keluarga pasien lain yang telah lebih dulu merawat pasien usia lanjut seperti Bapak. Saya juga "rajin" mengunjungi Tanya Confidence, website resmi Confidence untuk lebih memahami dan memperoleh pengetahuan seputar kesehatan dan cara yang tepat dalam merawat orang tua. 

Cara memakaikan popok dewasa tipe perekat pada orangtua yang lebih banyak berbaring, yaitu:
1. Pertama gunakan sarung tangan bersih sekali pakai. Begitu selesai, langsung buang;
2. Pastikan badan bagian bawah atau bokong orang yang ingin dipakaikan popok dewasa dalam keadaan bersih dan kering. Kemudian letakkan popok dewasa di bawah badan orang yang ingin dipakaikan popok dewasa (pasien usia senior) tersebut;
3. Letakkan popok dewasa dengan sisi plastik menghadap ke bawah;
4. Dorong popok sejauh mungkin di bawah bokong pasien, jika memungkinkan;
5. Miringkan tubuh pasien, hati- hati dan lakukan secara perlahan;
6. Tarik tubuh pasien mendekati tubuh kita, yang memakaikan popok, lakukan secara perlahan-lahan sehingga bokong pasien menimpa popok dewasa baru;
7. Tarik popok dewasa melewati selangkangan si pasien;
8. Pasang perekat berupa selotip di sisi popok dewasa;
9. Sesuaikan dengan kenyamanan pasien. Popok harus pas tetapi tidak terlalu ketat supaya terasa nyaman. Sisakan ruang sebesar setidaknya satu jari di bawah lapisan perekat;
10. Oh ya perlu diingat nih dan ini lumayan penting. Jika memakaikan popok dewasa pada laki laki, pastikan penisnya menghadap ke bawah. Jangan arahkan penis ke samping, karena akan menyebabkan popok dewasa akan bocor ketika pasien mengeluarkan air seni/pipis. Penis harus diarahkan ke bawah, mendekati dasar popok dewasa.

Mungkin pada awal pertama memakaikan popok dewasa Confidence tipe perekat, terlintas pikiran ribet memasangnya pada yang ingin dikenakan, padahal sebenarnya enggak juga sih. Intinya banyak bertanya  aja pada yang berpengalaman dan mencari tau melalui berbagai sumber yang kompeten, salah satunya melalui #TanyaConfidence, bagaimana caranya mengenakan popok dewasa yang nyaman dan benar pada pasien/orang dewasa yang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan terbaring.

Selama Bapak memakai popok dewasa, setiap empat jam saya mengganti popok Bapak dengan tujuan untuk menjaga kenyamanan dan menghindari Bapak dari iritasi akibat penggunaan popok dewasa. Saya tidak ingin kulit Bapak terluka karena itu saya berusaha untuk menjaga higienitas popok dewasa yang digunakan Bapak. Saya tidak ingin menambah sakit yang dirasakan Bapak. Sudah cukuplah Beliau merasakan sakit karena penyakitnya, jangan sampai ditambah rasa tidak nyaman akibat penggunaan popok dewasa.

Saya merasa tertolong dengan kehadiran popok dewasa Confidence selama merawat Bapak pasca operasi, pada masa pemulihan dan saat kondisi Bapak drop hingga harus bolak balik dirawat di rumah sakit. Confidence adult care juga yang menjadi "sahabat" Bapak selama Bapak menunaikan ibadah haji tahun lalu. 

Alhamdulillah ditengah keterbatasan fisik yang Bapak miliki, Beliau telah berhasil mewujudkan keinginannya sejak lama yaitu menunaikan ibadah haji. Confidence membuat Bapak merasa nyaman seakan tidak menggunakan popok sehingga Bapak bisa mengikuti serangkaian ibadah Haji di tanah suci.

Confidence Day and Night, Popok Dewasa Andalan Yang Membuat Bapak Nyaman Sepanjang Hari

Tak terasa sudah tiga tahun lamanya Bapak "bersahabat" dengan Confidence. Seperti yang sempat saya ceritakan, selama Bapak menggunakan popok dewasa Confidence, saya menggantinya setiap empat jam karena takut Bapak mengalami iritasi kulit. Namun kebiasaan ini, sudah saya tinggalkan sejak saya menemukan Confidence Day and Night. 

Confidence Day and Night merupakan inovasi terbaru yang dilakukan oleh  Confidence tipe perekat. Sekarang, Confidence tipe perekat hadir dengan produk terbarunya, Confidence Day and Night. Confidence Day and Night merupakan popok dewasa pertama di Indonesia dan satu-satunya yang menggunakan konsep popok siang dan malam.

Confidence Day and Night memiliki tiga jenis produk, yaitu:
✅ Confidence Classic Day yang memiliki penyerapan maksimal sehingga permukaannya cepat kering dan nyaman di siang hari;
✅ Confidence Classic Night yang memiliki daya tampung maksimal, pelindung samping untuk mencegah kebocoran dan mengandung ekstrak aloevera untuk mencegah iritasi sehingga nyenyak semalaman;
✅ Confidence Premium Night yang mempunyai tiga keunggulan yaitu berbahan clothlike dengan teknologi sentuhan lembut, mengandung ekstrak aloevera serta memiliki daya serap dan daya tampung yang maksimal semalaman.

Confidence Premium Night

Untuk Bapak, saya memilih Confidence Classic Day dan Classic Night. Bapak menggunakan popok dewasa Confidence Classic Day pada siang hari dan Confidence Classic Night di malam hari. Karena Bapak hampir setiap hari menggunakan popok dewasa, oleh sebab itu saya memilih popok dewasa yang berkualitas tinggi namun dengan harga yang terjangkau. Dan Confidence adult carelah pilihan yang tepat.

Confidence Classic Day, memiliki penyerapan maksimal sehingga permukaannya cepat kering dan tetap nyaman sepanjang siang. Ketika pertamakali saya mengenakan popok dewasa Confidence Classic Day pada Bapak, Bapak sempat bertanya pada saya kenapa kemasan Confidence-nya berbeda dengan yang biasa. 

Saya menjelaskan pada Bapak bahwa Confidence yang saat ini sedang saya pakaikan pada Bapak memiliki daya serap yang lebih cepat hingga menjaga kulit Bapak untuk tetap kering. Produk terbaru ini mengandung Aloe Vera untuk kesehatan kulit Bapak, ukurannya pun lebih besar namun tetap nyaman. Confidence Day and Night dengan daya serap 4X lebih tinggi, membuat Bapak merasa lebih nyaman dan kering sepanjang siang.

Pada malam hari, Confidence Classic Night, yang memiliki pelindung samping untuk mencegah kebocoran, membuat tidur Bapak nyenyak sepanjang malam. Saya pun bertanya pada Bapak, apakah Bapak merasa lebih nyaman saat memakai Confidence Day and Night? Dan Bapak menjawab bahwa ia merasa jauh lebih nyaman daripada biasanya. 

Confidence Day and Night memiliki konsep penggunaan 2+1. 2 buah Confidence Classic Day pada siang hari dan 1 buah Confidence Night di malam hari. Confidence Night memberikan kenyamanan dan perlindungan selama 24 jam. Yang tadinya saya mengganti popok Bapak setiap 4 jam sekali, sekarang sudah tidak lagi. Bapak cukup memakai 2 buah Confidence Classic Day pada siang hari dan satu buah Confidence Night pada malam hari.

Keunggulan Confidence Tipe Perekat Classic Day, yaitu: 
- Confidence tipe ini memiliki frontal tape dan resealable tape, merekat erat, dapat dilepas dan dipasang berulang kali;
- Quick Dry Absorbent, menyerap cairan lebih cepat lalu mengubahnya menjadi gel;
- Ultra Soft Cover, permukaan yang extra lembut dan tetap kering.

Confidence popok perekat Classic Day ukuran yang dipakai Bapak, XL

Sedangkan Confidence Classic Night memiliki keunggulan, seperti berikut:
- Memiliki frontal tape dan refastenable tape. Merekat erat dan dapat dilepas serta dipasang berulang kali;
- Quick Dry Absorbent yaitu menyerap cairan lebih cepat lalu mengubahnya menjadi gel;
- Ultra Soft Cover, permukaan yang extra lembut dan tetap kering;
- Side Leak Guards, perlindungan ganda dari kebocoran dan nyaman dipakai sepanjang malam;
- Mengandung ekstrak Aloe Vera alami yang dapat mencegah iritasi dan memaksimalkan rasa nyaman selama penggunaan.

Confidence Classic Night ukuran XL untuk Bapak

Kini, hari-hari Bapak terasa lebih nyaman sepanjang siang dan malam berkat Confidence Day and Night. Saya pun sebagai orang yang selama ini merawat Bapak, dapat bernafas lega karena tidak ada keluhan dari Bapak mengenai popok dewasa yang ia kenakan. Karena bagi Bapak, yang hampir tiap hari menggunakan popok dewasa, kenyamanan dalam menggunakan popok dewasa adalah yang utama.

Popok dewasa Confidence, lembut permukaannya

Confidence The Expert of Adult Care

Menurut Mba Nirma Sofiawati (Head of Marketing Confidence), Confidence adult care dapat pula dipakai untuk orang dewasa yang mengalami inkontinensia urin (incontinence urine). Incontinence urine adalah ketidakmampuan untuk mengendalikan keluarnya air seni. Jika normalnya, kita dapat merasakan kapan kira-kira akan buang air kecil, tapi tidak begitu dengan penderita incontinence.

Penderita incontinence tidak dapat mengontrol kapan buang air seni. Confidence adult care ini dapat digunakan pada penderita incontinence urine dan tersedia dalam tiga tipe. Hal tersebut diungkapkan oleh Mba Nirma pada acara launching Confidence Day and Night beberapa waktu lalu di Beranda Kitchen Jakarta.

Popok dewasa Confidence memiliki 3 tipe popok yang dirancang khusus dan telah disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi pengguna. Tiga tipe tersebut adalah tipe perekat untuk pengguna kondisi bedrest atau yang memiliki kesulitan dalam menahan buang air kecil dalam jumlah berat (inkontinensia berat); tipe celana untuk kondisi pengguna yang masih aktif namun kesulitan dalam menahan buang air kecil dalam jumlah sedang (inkontinensia sedang) dan yang terakhir adalah tipe pads. Tipe pads pas untuk kondisi pengguna yang masih aktif namun memiliki masalah inkontinensia ringan. Seperti keluar air seni pada saat batuk, bersin atau tertawa tanpa bisa dikontrol. Confidence adult pads merupakan pads dewasa pertama dan satu-satunya di Indonesia dengan triple protection dan memiliki daya serap tiga kali lebih tinggi dari pembalut dewasa.

Saya sebagai seorang caregiver, yang telah merawat orang tua dengan kondisi inkontinensia berat dan pengguna Confidence selama hampir 3 tahun mengakui bahwa Confidence merupakan ahlinya popok dewasa. Terimakasih Confidence karena telah membantu saya dalam memberikan kenyamanan pada Bapak saya sepanjang hari.
Confidence The Expert of Adult Care

Rangkaian produk Confidence popok dewasa sahabat Bapak






Read more

Selasa, 29 Oktober 2019

99 Nama Cinta, Film Terbaru Deva Mahenra

Poster 99 Nama Cinta

"Tuhan punya cara sendiri "berkehendak" pada hidup kita. Dan biarkan Tuhan bekerja dengan caranya tersebut"
Kalimat tersebutlah yang langsung menancap dalam hati saya ketika menyaksikan salah satu film baru yang akan rilis pada tanggal 14 November 2019 mendatang. Saya memperoleh kesempatan untuk menonton filmnya lebih dahulu pada saat gala premier film yang merupakan film terbaru Deva Mahenra ini. 

Kalian yang mengikuti tingkah polah saya di akun media sosial pribadi saya, pasti akan tau kalau saya adalah salah satu penikmat akting Deva Mahenra garis keras, ya tentu saja selain akting Oka Antara dan Chicco Jericho. Intinya, setiap ada film ketiga aktor keren bin beken tersebut, saya pasti langsung ngacir untuk menontonnya. 

Deva Mahenra

Film terbaru Deva Mahenra ini berjudul 99 Nama Cinta. Sejujurnya, saat pertamakali mendengar bahwa akan release film 99 Nama Cinta pada bulan November nanti, yang dibintangi oleh Deva Mahenra sebagai pemeran utama prianya, langsung pula muncul nama Acha Septriasa dalam benak saya. 

Padahal saat itu saya tidak tau siapa saja artis atau aktor yang terlibat didalamnya, kecuali ada Deva Mahenra. Yang saya tau hanya film ini ceritanya ditulis oleh Garin Nugroho dan Deva sebagai pemeran utamanya. Hanya itu saja. Dan saya adalah salah seorang penggemar karya karya Garin Nugroho. 

Dalam pikiran saya, Acha identik dengan film yang memiliki judul 99 di depannya. Yups, Acha pernah bermain dalam film dengan judul 99 di depannya beberapa tahun lalu, yaitu film 99 Cahaya Di Langit Eropa. Film yang diangkat dari buku dengan judul yang sama. Karena alasan inilah, kenapa langsung nama Acha yang melintas dalam pikiran saya. Alasan klise memang ya wkwkwk.

Film 99 Nama Cinta, awalnya saya kira adalah sebuah film religi Islam. Yah mirip-miriplah dengan film Acha terdahulu yang menggunakan 99 sebagai judulnya, ternyata saya keliru. Memang betul 99 Nama Cinta menceritakan kisah kehidupan seorang ustad namun unsur-unsur religinya hanya sekian persen saja. Film ini justru didominasi cerita mengenai kisah kehidupan seorang pembawa berita infotainment yang bertemu dengan seorang ustad.

99 Nama Cinta mungkin memiliki kesan yang kental sebagai film religi karena penggunaan kata 99 pada judulnya. Namun secara keseluruhan film ini tidak mengisahkan mengenai konsep-konsep keagamaan salah satu agama, Islam maksudnya secara spesifik dan kental. Film besutan rumah produksi MNCP ini, memang menghadirkan pesantren sebagai salah satu latar ceritanya namun tidak membahas secara detil mengenai kehidupan di pesantren. Hanya menampilkan pesantren sebagai salah satu latar ceritanya saja.

Bisa dikatakan jika film garapan sutradara Danial Rifky ini adalah film bergenre drama yang bernuansa Islam namun bukanlah sebuah film religi yang pure mengisahkan tentang nilai-nilai religi ke-Islaman secara kental dan detil. Saya sendiri tertarik untuk melihat seperti apa sih filmnya, selain karena nama Garin Nugroho, juga karena ada nama Deva Mahenra, Dzawin dan Chikita Fawzi sebagai pemainnya. 

Sebagai fans garis kerasnya Deva Mahenra, saya seringkali kepo dengan berita seputar Deva. Karena itu, ketika beberapa saat lalu saya dengar akan ada film terbaru Deva Mahenra, saya pun langsung browsing dan mencari tau, Deva akan bermain dalam film apa dalam waktu dekat. Dan Acha adalah pemeran utama wanita yang akan dipasangkan oleh Deva dalam film 99 Nama Cinta.

Fixed, 99 Nama Cinta langsung jadi film yang masuk daftar film yang harus saya tonton. Ditambah lagi saya penasaran dengan penampilan Dzawin dan Chikita Fawzi. Dzawin, saya kenalnya sebagai seorang komikus, saya langsung bertanya sendiri dalam hati, apakah penampilan Dzawin sebagai seorang pemain film akan sama cemerlangnya seperti penampilannya sebagai seorang komikus yang cukup terkenal di negeri ini? Peran seperti apakah yang akan dibawakan oleh seorang Dzawin? Pemikiran-pemikiran tersebutlah yang membuat saya semakin tertarik untuk melihat film 99 Nama Cinta.

Khusus Chikita Fawzi, saya punya sedikit kenangan bersama gadis cantik ini. Saya mengenal Chiki, panggilan Chikita Fawzi sebagai seorang content creator film animasi dan penyanyi. Setau saya, Chiki belum pernah bermain dalam film apapun sebelumnya. Kebetulan saya sempat bersama Chiki selama beberapa hari dalam sebuah aktivitas sosial di Lombok, NTB beberapa waktu lalu. Karena itu saya tau kalau Chiki memang aktif terlibat dalam kegiatan seni tapi saya tidak tau kalau Chiki akan terjun sebagai seorang pemain film mengikuti jejak kedua orangtuanya, Ikang Fawzi dan Marissa Haque. 

Saya ikut senang dengan langkah yang diambil oleh Chiki untuk bermain film karena saya tau Chiki memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap seni. Bagi saya pribadi, salah satu daya jual film 99 Nama Cinta ada pada nama Garin Nugroho, Deva Mahenra, Dzawin dan Chikita Fawzi. Ini untuk saya pribadi loh. Entah menurut yang lain.

Cast 99 Nama Cinta garapan MNCP

99 Nama Cinta mengangkat cerita yang cukup unik, setidaknya inilah pendapat saya. Kenapa saya katakan unik? Karena film ini mengisahkan tentang seorang pembawa berita gosip yang ambisius yang harus berhubungan dengan seorang ustad akibat wasiat yang ditinggalkan oleh almarhum ayahnya. Kebayang gak sik gimana jadinya saat seorang host acara gossip harus berurusan dengan seorang ustad dan bukan hanya itu saja, karena persaingan karir dalam industri hiburan, si host gosip ini harus pindah menggarap acara kuliah subuh. Hah? Apa? Dari host gosip ke acara kuliah subuh? Itu apa jadinya ya? Dan inilah yang dialami oleh Talita, host acara gosip, yang diperankan oleh Acha Septriasa, yang bukan hanya harus berurusan dengan Kiblat (Deva Mahenra), seorang ustad dari  salah satu pondok pesantren di Kediri, namun Talita juga harus menerima kenyataan bahwa dirinya tergeser dari posisi sebagai host acara gosip dengan rating tinggi dan menjadi produser yang menangani acara kuliah Subuh. Acara yang "berseberangan" dengan acara gosip yang selama ini membesarkan namanya.

Konflik yang disuguhkan dalam 99 Nama Cinta, bukanlah konflik yang ribet atau susah untuk dicerna, justru sebaliknya. Jalan cerita film ini, mudah sekali untuk dinikmati sebagai sajian hiburan yang ringan namun ada nilai-nilai yang ingin disampaikan. Nilai kesetiaan sebuah persahabatan dan keikhlasan dalam menjalani hidup. Saya menikmati adegan-adegan yang ditampilkan, gak bikin bosan, malah sesekali memancing tawa.


Sebagai "pemanasan" sebelum menonton filmnya yang akan tayang pada tanggal 14 November mendatang, silahkan nonton traillernya di 99 Nama Cinta . Mayan lah  kaleyan bisa intip intip sedikit, kira-kira seperti apakah kisah cerita Talita dan Kiblat. Selamat penasaran ya sampai tanggal 14 November mendatang...Sampai jumpa.

Saya dan Chikita Fawzi 

Read more

Minggu, 27 Oktober 2019

Kontribusi AXA Mandiri Syariah dalam Pembangunan Khadijah Learning Center Dompet Dhuafa


AXA Mandiri Syariah
 "Harta tidak dibawa mati. Namun harta yang digunakan untuk kebaikan dan dimanfaatkan untuk kepentingan orang banyak, akan dapat menolong dikehidupan setelah mati"
Kalimat pertama seringkali saya dengar diberbagai kesempatan. Ya memang benar bahwa harta termasuk uang tidak akan dibawa mati. Tapi lagi lagi hidup membuat saya merenung. Berpikir apakah benar harta benda yang kita miliki hanya dapat kita gunakan di dunia saja?

Dalam masa perenungan, saya bertemu dengan banyak orang dan mengalami berbagai peristiwa termasuk terlibat dalam acara-acara yang membahas tentang pemanfaatan harta benda di dunia dan akherat termasuk mengenai wakaf. Yups, harta benda yang kita miliki memang benar tidak akan kita bawa saat kita meninggalkan dunia fana ini tapi manfaat dari harta benda tersebut dapat kita bawa dan menolong saat hitung-hitungan di akherat nanti. Tentu saja manfaat yang saya maksud disini adalah harta benda yang kita miliki kita peroleh dengan cara yang halal dan kita gunakan dijalan yang Allah ridhoi dan bermanfaat untuk orang banyak. Contohnya amal sedekah jariyah.

Dalam hidup ini, saya pun berusaha untuk berjalan sesuai petunjuk-NYA termasuk dalam perencanaan keuangan. Beberapa waktu lalu saya sempat menulis tentang perencanaan keuangan keluarga saya yang menggunakan konsep syariah dalam tulisan tentang wakaf dan AXA Mandiri Syariah. Dan kali ini saya lagi lagi ingin mengajak untuk mengenal lebih dekat lagi dengan AXA Mandiri Syariah. 

Kenapa saya mengajak untuk mengulas tentang AXA Mandiri Syariah? Karena perusahaan asuransi ini bukan hanya dijalankan berdasarkan syariat Islam tapi juga berkontribusi untuk kepentingan umat dengan memberikan bantuan pada lembaga sosial lainnya seperti Dompet Dhuafa.

Beberapa hari lalu, tepatnya tanggal 24 Oktober 2019, AXA Mandiri Syariah menyerahkan sebagian dana surplus underwriting kepada Dompet Dhuafa yang akan digunakan untuk pengadaan ruang pelatihan keterampilan kecantikan beserta fasilitasnya di Khadijah Learning Center Serpong, Tangerang. Sebelum membahas lebih lanjut lagi mengenai bantuan AXA Mandiri Syariah terhadap pembangunan KLC (Khadijah Learning Center), saya akan sedikit memperkenalkan lagi apakah AXA Mandiri Syariah itu.

AXA Mandiri Syariah

AXA Mandiri Syariah merupakan salah satu perusahaan asuransi syariah yang dijalankan sesuai dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor 21/DSN-MUI/X/2001. PT AXA Mandiri unit Syariah Financial Services (AXA Mandiri unit Syariah) merupakan perusahaan patungan antara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan National Mutual International Pty. Limited (AXA) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

AXA Mandiri Syariah mampu mempertahankan posisinya sebagai pemimpin di jalur distribusi bancassurance dengan menguasai 16% persen pangsa pasar dan telemarketing dengan menguasai 24% pangsa pasar berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia pada akhir tahun 2018.

AXA Mandiri Syariah menjalankan model bisnis bancassurance yang memiliki jalur distribusi in-branch, telemarketing dan korporasi. Pemasaran produk dilakukan melalui lebih dari 2.000 Financial Advisor di lebih dari 1.100 cabang Bank Mandiri dan 270 cabang Bank Syariah Mandiri di seluruh Indonesia, serta didukung lebih dari 500 Sales Officer pada jalur telemarketing dan korporasi. AXA Mandiri Syariah juga telah memanfaatkan dunia digital untuk penjualan produk secara online, serta memberikan pelayanan purna jual untuk nasabah. 

Chief of Sharia AXA Mandiri, Srikandi Utami menjelaskan bahwa Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, AXA Mandiri Syariah diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan Dewan Pengawas Syariah dengan tujuan agar produk-produk asuransi serta operasional berjalan sesuai dengan ajaran Islam (syari'i). 

AXA Mandiri Syariah memiliki prinsip dasar utama yaitu tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Semua peserta asuransi yang menjadi nasabah AXA Mandiri Syariah adalah keluarga sehingga semua peserta asuransi saling menjamin dan menanggung resiko. 

Konsep dari AXA Mandiri unit Syariah adalah berbagi resiko  dimana iuran tabarru dari setiap peserta akan dikumpulkan ke dalam kumpulan dana tabarru yang akan digunakan untuk tolong menolong antara peserta yang mengalami musibah. Dan dana surplus underwriting dari AXA Mandiri Syariah diberikan pada lembaga sosial terpercaya untuk dipergunakan demi kepentingan umum. Seperti yang dilakukan pada tanggal 24 Oktober 2019 kemarin yaitu penyerahan dana surplus underwriting pada Dompet Dhuafa, salah satu lembaga nirlaba sosial terbesar dan terpercaya di Indonesia.

Ibu Srikandi Utami , Chef of Syaria Mandiri

Penyerahan Dana Surplus Underwriting AXA Mandiri Syariah Untuk Pembangunan Ruang Ketrampilan Kecantikan KLC Dompet Dhuafa

Khadijah Learning Center merupakan pusat pendidikan wirausaha di bawah pengelolaan Dompet Dhuafa yang khusus memberikan pelatihan keterampilan bagi kaum dhuafa perempuan di daerah Serpong, Tangerang Selatan dan sekitarnya. 

Khadijah Learning Center (foto: Imawan)

Khadijah Learning Center akan menyediakan fasilitas ruang kelas keterampilan kecantikan yang akan digunakan untuk melatih peserta didik agar mahir merias wajah hingga menata rambut. Bukan hanya pelatihan ketrampilan kecantikan saja yang akan diselenggarakan di KLC Serpong, tapi akan ada pelatihan lain bagi kaum dhuafa perempuan seperti kelas keterampilan memasak, kerajinan tangan, tata busana, hingga keterampilan mengasuh lansia.

KLC menampung kaum perempuan yang putus sekolah, perempuan korban kekerasan, serta kaum Muslimah yang ingin memperdalam agama dan mengembangkan kemampuan berwirausaha.

Ibu Srikandi Utami mengungkapkan harapan AXA Mandiri Syariah supaya dana surplus underwriting yang diberikan pada Dompet Dhuafa dapat digunakan secara optimal untuk membantu mengembangkan  keterampilan kaum dhuafa perempuan agar dapat mencapai potensi maksimalnya. 

Penyerahan dana surplus underwriting ini merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi AXA Mandiri Syariah dalam pengembangan masyarakat, yang juga sejalan dengan tujuan perusahaan, yakni memberdayakan masyarakat agar memiliki kualitas hidup yang lebih baik. 

Pihak Dompet Dhuafa sangat mengapresiasi dan akan terus mendukung inisiatif AXA Mandiri Syariah dalam memajukan kualitas hidup masyarakat dan akan memanfaatkan bantuan yang diberikan dengan sebaik-baiknya demi kemaslahatan umat khususnya kaum dhuafa di Indonesia. Hal ini dituturkan oleh Bapak Yuniarko selaku Direktur Mobilisasi Wakaf Dompet Dhuafa.

Penyerahan dana surplus underwriting AXA Mandiri Syariah

AXA Mandiri Syariah telah berkontribusi secara aktif terhadap upaya pemberdayaan masyarakat dan berharap agar pengadaan ruang pelatihan ketrampilan KLC dapat meningkatkan kompetensi dan kualitas hidup para kaum dhuafa, khususnya kaum dhuafa perempuan, sehingga dapat sukses dan mandiri secara finansial. 

Bu Srikandi menambahkan bahwa AXA Mandiri Syariah pada tahun 2018 telah memberikan perlindungan kepada masyarakat Indonesia melalui lebih dari 58 ribu polis asuransi. Sedangkan dari sisi pendapatan kontribusi, di tahun 2018 AXA Mandiri Syariah mencatatkan pendapatan kontribusi sebesar lebih dari Rp 464 miliar.

Melalui jumlah polis asuransi yang tercatat sepanjang tahun 2018 lalu, AXA Mandiri Syariah optimis akan senantiasa memperbarui kualitas dan layanannya serta meningkatkan literasi dan edukasi terkait asuransi, sehingga akan semakin banyak masyarakat yang terlindungi.

AXA Mandiri Syariah melalui berbagai macam produk asuransi Syariah, seperti Asuransi Mandiri Elite Plan Syariah dan Asuransi Mandiri Perlindungan Sejahtera Syariah telah memenuhi kebutuhan perlindungan yang tentunya bebas dari riba bagi keluarga muslim. Selain meningkatkan pelayanan dan pilihan perlindungan, AXA Mandiri Syariah juga terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memiliki asuransi. Dengan demikian diharapkan semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya memiliki asuransi sehingga akan lebih banyak lagi keluarga Indonesia yang terlindungi.

Bantuan dana surplus underwriting AXA Mandiri Syariah ini diharapkan akan dapat membantu Dompet Dhuafa untuk secepatnya merampungkan pembangunan ruang ketrampilan Khadijah Learning Center sehingga dapat dimanfaatkan oleh perempuan-perempuan dhuafa sekitar Serpong dan Tangerang Selatan yang ingin meningkatkan kemampuan/skil dirinya.



Read more

Senin, 14 Oktober 2019

Hari Obesitas dan Penglihatan Sedunia Tahun 2019

Peringatan Hari Penglihatan dan Obesitas Sedunia Tahun 2019

Setiap tahunnya, pada bulan Oktober ini, kita memperingati Hari Penglihatan dan Hari Obesitas Sedunia dalam kurun waktu yang berdekatan. Jika Hari Obesitas Sedunia diperingati setiap tanggal 11 Oktober maka untuk peringatan Hari Penglihatan Sedunia tidak ada tanggal pasti di setiap tahunnya. Kenapa begitu? Karena Hari Penglihatan Sedunia ini diperingati setiap Kamis pekan kedua di bulan Oktober. Untuk tahun ini jatuh pada tanggal 10 Oktober.

Hari Penglihatan Sedunia 2019

World Sight Day atau Hari Penglihatan Sedunia telah diperingati sejak tahun 1988 oleh Lions Club International yang kemudian hari berintegrasi menjadi VISION 2020 dan berada dibawah WHO dan International Agency for The Prevention of Blindness (IAPB).

Hari Penglihatan Sedunia diperingati setiap tahun dengan tujuan meningkatkan "awareness" masyarakat terhadap masalah kesehatan mata dan gangguan penglihatan. WHO membagi dua kategori untuk masalah gangguan kesehatan, yaitu low vision dan blindness atau kebutaan.

Menurut data yang dikumpulkan WHO, setidaknya ada sebanyak 285 juta orang di dunia yang mengalami masalah dalam penglihatan dan sedikitnya 39 juta orang diantaranya menderita kebutaan. WHO pun melansir 90% dari penderita gangguan penglihatan dan kebutaan, hidup di negara berkembang dengan tingkat pendapatan penduduknya yang relatif masih minim, termasuk Indonesia. 

dr. M. Siddik, SpM dari Perdami menjelaskan lebih lanjut lagi mengenai gangguan penglihatan yang terjadi di Indonesia. Uraiannya tersebut disampaikan dalam acara peringatan Hari Penglihatan Sedunia yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI di Gedung Prof. Dr.Sujudi, Kemenkes RI, Jakarta Selatan.

Di Indonesia, penduduk yang mengalami masalah penglihatan dan kebutaan cukup banyak jumlahnya. Tahun 2019 ini, World Sight Day atau Hari Penglihatan Sedunia memiliki tema Vision First. Dan khusus di Indonesia, tema yang diangkat adalah "Mata Sehat SDM Unggul". 

Lebih lanjut lagi, dr. M. Siddik mengungkapkan bahwa fakta yang terjadi saat ini adalah lebih dari satu miliar orang tidak dapat melihat dengan baik akibat tidak memiliki kacamata. Dan 3 dari 4 kasus penglihatan dapat diatasi dan dihindari dengan cara memberikan edukasi dan himbauan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan mata terutama jika merasa ada yang tak beres dengan penglihatannya. Penanganan sedini mungkin meminimalisir gangguan penglihatan yang lebih berat.

Masalah mata berdampak pada setiap kelompok umur dan kesejahteraan mereka. Katarak menjadi gangguan penglihatan yang paling banyak diderita. Setelah katarak barulah gangguan penglihatan lainnya seperti glaukoma, kelainan refraksi dan retinopati diabetikum.

Tips Menjaga Kesehatan Mata

Untuk mencegah terjadinya gangguan penglihatan dan kebutaan, sebaiknya melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Menghindari membaca dengan jarak yang terlalu dekat;
2. Membaca ditempat yang terang atau tempat dengan tingkat pencahayaan yang cukup;
3. Tidak membaca sambil tiduran;
4. Tidak menonton televisi pada jarak yang terlalu dekat;
5. Menghindari penggunaan komputer dengan jarak yang terlalu dekat dan dalam waktu yang lama secara terus menerus;
6. Tidak menggunakan smartphone secara terus menerus atau terlalu lama;
7. Melakukan gerakan atau olahraga mata agar menjadi lebih kuat dan elastis;
8. Konsumsi makanan yang mengandung vitamin A dan diet gizi seimbang;
9. Istirahat yang cukup serta menghindari dari paparan asap rokok.

Menjaga penglihatan agar tetap sehat harus dilakukan sedini mungkin karena mata merupakan jendela dunia. Dengan mata, kita dapat melakukan banyak hal dan menerima informasi yang berguna untuk kehidupan. Gangguan penglihatan dapat menimbulkan beban tersendiri untuk penderitanya baik beban materi maupun beban mental.

Hari Obesitas Sedunia 2019

Obesitas atau kelebihan berat badan menjadi salah  satu masalah kesehatan yang cukup serius yang harus dihadapi oleh Indonesia. Sejalan dengan situasi global, angka obesitas di Indonesia terus menunjukkan kenaikan dari tahun ke tahun. Hasil Riskesdas menunjukkan bahwa angka obesitas sentral pada umur 15 tahun ke atas terus meningkat jumlahnya setiap tahunnya. Dan proporsi obesitas ini tertinggi pada kelompok usia produktif .

Direktur P2PTM , dr. Cut Putri mengatakan bahwa peningkatan angka obesitas di Indonesia secara signifikan menyebabkan juga peningkatan beban biaya kesehatan akibat penyakit tidak menular.  Obesitas memicu munculnya PTM dan meningkatnya kasus PTM akan menambah beban masyarakat dan pemerintah.

Obesitas adalah penumpukan lemak berlebihan dalam waktu lama yang dapat mengganggu kesehatan akibat energi yang masuk lebih besar dari pada energi yang dikeluarkan. Obesitas memiliki resiko kesehatan yang serius dan memicu PTM . PTM yang muncul karena obesitas, diantaranya adalah penyakit jantung (kardiovaskular), stroke, gangguan muskuloskeletal (penyakit gangguan sendi yang berujung pada kelumpuhan), dan beberapa jenis kanker.

Obesitas pada anak menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang cukup serius di abad 21 ini. Anak-anak yang kelebihan berat badan dan mengalami obesitas cenderung akan menjadi orang dewasa yang gemuk . Mereka lebih beresiko mengidap penyakit kardiovaskular dan diabetes pada usia yang lebih muda. Jika dahulu, anak yang sehat adalah anak yang gemuk dan montok, kondisi seperti ini tidak berlaku lagi. Anak-anak harus memperoleh asupan gizi seimbang dan diarahkan agar memiliki berat badan ideal.

Obesitas dapat dicegah dan diatasi dengan menyeimbangkan antara jumlah yang masuk dan yang keluar tubuh. Kementerian kesehatan RI melalui GERMAS dan program CERDIKnya berupaya untuk terus menekan pertambahan angka obesitas ini. Obesitas dapat dihindari dengan cara melakukan pola hidup sehat dan membatasi asupan gula, garam, minyak dan lemak ke dalam tubuh.

Tema dari Hari Obesitas tahun ini adalah "Gerakan Lawan Obesitas untuk SDM Unggul". Tema ini diangkat oleh Kemenkes RI karena masyarakat Indonesia perlu suatu gerakan dalam melawan obesitas yang terus meningkat jumlahnya dan diderita oleh usia produktif. Pelaksanaan Gerakan Lawan Obesitas dilakukan dengan memasyarakatkan pengukuran indeks masa tubuh setiap bulannya sehingga masyarakat dapat melakukan tindakan-tindakan untuk mencegah dan mengatasi obesitas. Melakukan CERDIK merupakan salah satu cara terbaik untuk mencegah dan mengatasi obesitas.

Narasumber Hari Penglihatan dan Obesitas Sedunia tahun 2019 yang diselenggarakan Kemenkes RI

Read more

Senin, 07 Oktober 2019

Healthies Run 2019 Kemenkes RI, Seruan Agar Jangan Mager

Start Healthies Run 2019

Ikutan lari marathon 5K? Aje gileee..itulah yang pertamakali ada dalam pikiran saya. Jangankan lari 5 km, lari 5 meter saja sudah bikin kaki saya serasa mau copot wekekek. Sejak mengalami kecelakaan yang cukup fatal di tahun 97 silam yang mengakibatkan hancurnya tempurung lutut saya dan patahnya tulang bahu saya, otomatis aktivitas fisik saya mengalami penurunan yang cukup signifikan. 

Sebelum kecelakaan itu terjadi, saya termasuk orang yang seringkali keluar masuk hutan, naik turun gunung dan panjat tebing. Namun semua aktivitas tersebut benar-benar saya hentikan setelah kecelakaan tersebut terjadi. Hampir 6 bulan diatas tempat tidur dan harus benar-benar berusaha untuk bisa jalan lagi, menimbulkan trauma cukup dalam sekaligus kehati-hatian yang berlebih pada diri saya untuk menghindari menggunakan kaki dan tangan untuk aktivitas fisik yang berat. Boro-boro melakukan aktivitas fisik yang berat seperti sebelum kecelakaan itu terjadi, naik turun tangga saja, jadi pe-er banget untuk saya. 

Rasa nyeri yang hebat disekitar lutut dan kaki kanan masih menghantui aktivitas saya hinggi kini. Karena itu, sama sekali gak pernah terlintas untuk nekat ikutan ajang lari 5K. Gile aja lah pokoknya kalau saya sampai memutuskan untuk ikutan ajang lari marathon 5K.

Taraaa dan saya melakukan kegilaan tersebut. Minggu tanggal 5 Oktober 2019 yang baru saja lewat, secara tiba-tiba saya memutuskan mengikuti ajang lari 5K yang digelar oleh Kementerian Kesehatan RI. Healthies Run 2019, ajang lari yang dihelat oleh Kemenkes RI dalam rangka mengajak masyarakat untuk #janganmager.

Awalnya saya hanya ingin ikutan meramaikan Healthies Run 2019 saja, hanya sekedar datang dan ikut menyebarkan keseruannya lewat akun sosial media saja. Tapi entah dari mana keinginan itu muncul, diwaktu-waktu terakhir ajang Healthies Run mau dimulai, saya ingin banget ikutan. Kebetulan ada teman yang tadinya sudah mendaftar untuk ikutan lari 5K, mendadak tidak bisa hadir karena sakit. Ya sudah saya pakai saja nomer racenya wkwkwk. 

Sempat khawatir dan ragu sendiri, bener gak nih saya kuat untuk ikutan lari marathon sejauh 5 kilometer? Saya tepis keraguan dan kekhawatiran tersebut. Apalagi cukup banyak peserta yang mengatakan pada saya untuk mencobanya dulu lagipula enggak harus terus-terusan lari. Boleh diselingi jalan. Ya sudah saya ikutan deh. Walau memang benar sih, pada prakteknya lebih banyak jalannya daripada larinya hahahaha. Tapi ga pa pa lah ya, berhasil menyelesaikan rute sepanjang 5 km, sudah menjadi prestasi tersendiri bagi saya.

Healthies Run 5K Kementerian RI Seruan Agar #JanganMager


Kementerian RI menggelar ajang lari marathon Healthies Run 5K dengan tujuan mengajak masyarakat untuk #janganmager dan membudayakan rutin berolahraga minimal melakukan aktivitas fisik secara rutin setiap hari minimal 30 menit.

Kemenkes RI melalui program Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) berupaya untuk menurunkan dan mengendalikan penyakit tidak menular melalui CERDIK. Sudah tau kan apa itu CERDIK. Okay untuk yang belum mudeng apa itu CERDIK, saya jelasin sedikit ya. CERDIK merupakan singkatan dari 6 langkah yang harus dilakukan untuk mencegah dan mengendalikan penyakit tidak menular.



Seperti dikemukakan oleh WHO, Indonesia termasuk salah satu negara dengan angka penderita penyakit tidak menular yang cukup tinggi di dunia terutama untuk diabetes, kanker dan cardiovaskular. Nah untuk mengatasi semakin tidak terkendalinya penyakit tidak menular, Kemenkes mengeluarkan himbauan serta ajakan pada masyarakat untuk melakukan CERDIK dalam kehidupan sehari-hari. 
CERDIK meliputi:
1. Cek rutin kesehatan secara berkala, minimal 6 bulan sekali. Supaya kesehatan diri kita selalu terpantau;
2. Enyahkan rokok. Rokok menjadi salah satu isu kesehatan yang cukup serius. Asap rokok bukan hanya membahayakan bagi si perokok saja tapi juga untuk orang-orang yang terpapar asap rokok. Bahkan diiklan rokok pun, ditulis bahaya merokok tapi entah mengapa masih banyak saja orang yang merokok;
3. Rutin melakukan aktivitas fisik secara rutin minimal 30 menit setiap harinya;
4. Diet sehat dengan mengonsumsi  makanan dengan asupan gizi seimbang;
5. Istirahat yang cukup;
6. Kelola stress. Duuh ini nih yang sering banget diderita oleh sebagian besar orang termasuk saya. Setiap hari berhadapan dengan kemacetan yang luar biasa sampai susah dilukiskan dengan kata kata. Belum lagi ditambah dengan tuntutan hidup yang kian tinggi, lengkaplah beban hidup yang ujung-ujungnya berakhir dengan stress dan depresi kemudian datanglah berbagai penyakit tidak menular yang membahayakan jiwa.

Salah satu bentuk dari rutin melakukan aktivitas fisik salah satunya adalah dengan rajin berolahraga dan lari merupakan olahraga yang relatif murah dan banyak diminati khalayak umum. Kondisi inilah yang kemudian coba dimanfaatkan oleh Kemenkes untuk memberikan seruan pada masyarakat agar jangan mager alias malas gerak melalui ajang Healthies Run 2019.

Hampir sebagian besar masyarakat terutama yang tinggal di kota-kota besar, saat ini dihinggapi keengganan untuk bergerak alias mager (malas gerak). Berbagai kemudahan yang saat ini tersedia seperti kehadiran berbagai macam layanan online dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, menambah tingkat ke-mager-an kian tinggi. 

Gimana gak makin mager? Sekarang mau makan, tinggal pesan melalui gadget, lalu makanan pun sampai ke tempat pemesan. Bukan hanya itu, teknologi digital yang kian mempermudah kehidupan masyarakat sekaligus menyita perhatian masyarakat membuat "dunia seakan akan berada dalam genggaman". Mau melakukan apapun sekarang bisa tanpa beranjak dari tempat duduk. Ya melalui gawai atau smartphone. 

Menyikapi fenomena inilah, Kemenkes berupaya untuk melakukan seruan pada masyarakat untuk #janganmager melalui ajang lari Healthies Run 2019 yang dilakukan pada tanggal 5 Oktober 2019 di pelataran Gedung Sujudi Kemenkes RI. Start dan finish diawali dan berakhir di pelataran Gedung Sujudi, Kuningan Jakarta Selatan.

Ajang lari ini dihadiri pula oleh Ibu Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M (K), Menteri Kesehatan RI dan beberapa pejabat eselon lainnya. Kurang lebih seribu pelari memadati pelataran Gedung Sujudi Kemenkes RI. Healthies Run 2019 tidak hanya diikuti oleh peserta milenial saja tapi juga diikuti oleh peserta dengan usia matang dan anak-anak.

Pemenang Healthies Run 2019

Ada empat kategori pemenang Healthies Run 2019, yaitu: pemenang 1,2,3 laki laki dan perempuan, pemenang kategori peserta usia tertua, pemenang kategori usia termuda dan pemenang kategori kostum terunik.

Healthies Run diakhiri dengan penyerahan hadiah pada pemenang masing-masing kategori oleh Bu Menkes RI, Bu Nila. Healthies Run 2019 merupakan cara yang menyenangkan dan cukup efektif untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat agar hidup sehat melalui GERMAS dan CERDIK. Sampai bertemu pada Healthies Run selanjutnya.

Medali pertama saya dari ajang lari 5K


Read more

Sabtu, 05 Oktober 2019

Wake Up Wakaf Dompet Dhuafa

Foto: Dompet Dhuafa
Apa yang pertamakali terlintas saat mendengar kata wakaf? Pasti langsung kepikiran bahwa wakaf itu berupa bangunan, tanah atau uang dalam jumlah besar. Padahal wakaf bisa dilakukan dari nominal berapapun sesuai kemampuan kita. Wakaf adalah salah satu sedekah jariyah yang terus kekal amalnya selagi aset wakaf itu dipergunakan oleh orang banyak meskipun pewakif sudah meninggalkan dunia fana ini. 

Selama ini yang menjadi mindset kebanyakan orang, wakaf itu berupa aset. Padahal wakaf dapat pula berbentuk wakaf uang dan obligasi syariah. Ngomongin tentang wakaf, tak lengkap rasanya jika tak menyinggung Dompet Dhuafa. Dompet Dhuafa merupakan salah satu nadzir wakaf di Indonesia yang sengaja menyasar wakaf uang karena lebih bersifat fleksibel. 

Dompet Dhuafa sebagai lembaga nirlaba sosial yang mengelola dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf) serta dana sosial lainnya terus berupaya untuk memanfaatkan donasi tersebut untuk kepentingan khalayak banyak termasuk mengupayakan wakaf produktif. Inilah salah satu tantangan terbesar Dompet Dhuafa yaitu mengubah sebagian aset wakaf non produktif menjadi wakaf produktif.

Wakaf jika dilihat dari segi potensi, sangat mungkin untuk menjadi lahan investasi. Selain itu dapat juga diintegrasikan pada keuangan sosial. Hal inilah yang terus dilakukan oleh Dompet Dhuafa. Salah satu hal yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa adalah membangun sebuah bangunan diatas tanah wakaf yang dananya merupakan penghimpunan wakaf sukuk.

Dompet Dhuafa sebagai lembaga filantropi yang berdiri sejak tahun 1993, telah berhasil mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berbasis wakaf produktif. Saat ini untuk mengubah mindset bahwa wakaf hanya berupa aset, Dompet Dhuafa menggalakan gerakan Wake Up Wakaf. 

Wake Up Wakaf  Dompet Dhuafa

Gerakan Wake Up Wakaf Dompet Dhuafa

Wake Up Wakaf menjadi gerakan teranyar Dompet Dhuafa dalam rangka mengedukasi kaum milenial mengenai apa itu wakaf terutama wakaf produktif. Selama ini, masyarakat awam mengenal wakaf hanya sebatas 3M yaitu masjid, makam dan madrasah. Pemikiran seperti ini haruslah diubah dan diluruskan. Karena wakaf dapat menjadi hal hal atau kegiatan yang bersifat produktif dan memiliki nilai sangat tinggi.

Wake Up Wakaf merupakan gerakan sejuta wakif yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa sebagai upaya pengembangan wakaf di Indonesia. Tujuannya adalah agar dapat terbangun ekosistem wakaf produktif, salah satunya adalah membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berwakaf. Terutama membangun kesadaran berwakaf sedini mungkin.

Dompet Dhuafa telah mengembangkan beberapa usaha yang merupakan perwujudan dari wakaf produktif. Beberapa diantaranya adalah Lahan Indonesia Berdaya, Daya Mart, penginapan dan Bumi Pengembangan Insani. Semuanya dibangun dan dikembangkan dari wakaf untuk kepentingan kaum dhuafa dan khalayak umum.

Dompet Dhuafa telah mengembangkan berbagai program berbasis wakaf produktif sejak tahun pertama berdirinya lembaga nirlaba sosial ini pada tahun 1993. Di antaranya adalah pembangunan dan pembukaan operasional RS Rumah Sehat Terpadu di Parung, Bogor, yang kini telah melayani lebih dari 15 ribu dhuafa setiap bulannya. 

Daya Mart

Dari segi agronomi, Dompet Dhuafa membangun Kampung Agroindustri di Kebun Indonesia Berdaya di Subang, dengan memberdayakan petani peternak, pekebun, dan UKM setempat. Dalam bidang pendidikan, Dompet Dhuafa telah mengembangkan Bumi Pengembangan Insani termasuk mendirikan Sekolah SMART Ekselensia di Parung, Bogor yang diperuntukkan 100% untuk anak-anak dari keluarga dhuafa. 

Mendirikan Pesantren Hafidz Village di Lido, Sukabumi. Membuka Daya Mart dan Zona Madina serta sektor lainnya yang telah banyak dikembangkan oleh Dompet Dhuafa. Sebagian besar dari program-program tersebut dibangun di atas tanah wakaf dengan biaya dari wakaf uang yang digalakan oleh Dompet Dhuafa.

Empat Pilar Program Wakaf Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa memiliki empat pilar dalam rangka melaksanakan program wakafnya terutama menyangkut wakaf produktif. Empat pilar tersebut adalah kesehatan, pendidikan, ekonomi dan sosial budaya. 

Bidang Kesehatan

RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa Parung, Bogor

Dalam bidang kesehatan, wakaf produktif yang telah dilakukannya adalah dioperasionalkannya beberapa rumah sakit dan klinik yang berbasis dana wakaf. Rumah sakit dan klinik yang telah dioperasionalkan untuk kepentingan kaum dhuafa dan masyarakat umum  diantaranya adalah RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa, RS AKA Medika Sribhawono, Bandar Lampung, RS Mata Ahmad Wardi (Rumah Sakit Khusus Mata), Serang-Banten, RS Lancang Kuning , Pekanbaru, RSIA Sayyidah , Jakarta Timur, Klinik Naura Depok, Jawa Barat dan RS Griya Medika Tulang Bawang, Lampung.

Bidang Pendidikan
Dompet Dhuafa memiliki beberapa lembaga pendidikan.

Bumi Pengembangan Insani


Read more

Jumat, 04 Oktober 2019

Zuzhu Zazha Karakter Animasi Edukatif Frisian Flag Indonesia

Frisian Flag Milky Karakter Animasi Edukatif Zuzhu Zazha

Saya dan Susu Bendera 

"Saya suka susunya sampai tetes terakhir. Saya suka susunya...susu saya susu bendera"
Kalimat tersebut adalah potongan iklan dari Frisian Flag Indonesia yang lumayan saya hafal liriknya. Frisian Flag Indonesia atau yang familiar saya kenal dengan sebutan susu bendera, merupakan salah satu produsen susu yang sudah cukup lama saya kenal dan saya konsumsi produknya.
Susu Kental Manis Bendera (foto: FFI)
Saya masih ingat, lebih dari dua puluh tahun lalu, saat saya masih menjadi anak kost, hampir setiap pagi, sepotong roti tawar dengan toping susu coklat bendera (kemasan kaleng), menjadi pengganjal rasa lapar saya sebelum beraktivitas di kampus. Karena tak punya banyak waktu untuk sarapan, saya memilih selembar roti dengan susu coklat sebagai isi rotinya atau segelas susu coklat bendera saja. Klo sekarang dikenalnya dengan sebutan SKM (susu kental manis) Frisian Flag. 

Keakraban saya dengan produk susu bendera, enggak hanya seputar SKM Coklat saja, Susu bendera full cream, masih yang kemasan kaleng, juga sering saya jadikan "teman duet" kopi dan menjadi minuman yang menemani malam panjang saya karena harus mengerjakan tugas-tugas kuliah. Saya pun masih ingat, saya dan teman satu kosan, hampir semuanya peminum SKM Bendera. 

Harganya relatif terjangkau dan rasanya pun lezat. Meskipun, ternyata SKM itu bukan susu tapi lebih ke pelengkap makanan/toping. Tapi pada waktu itu, saya dan teman-teman taunya SKM Bendera adalah susu wkwkwk. Maklum yak pengetahuan tentang gizi dan komposisi bahan makanan pada dua puluh tahun lalu masih terbatas banget xixixi.

Singkat cerita, Frisian Flag Indonesia atau susu bendera telah menemani hari hari saya untuk waktu yang cukup lama. Dari saya masih menjadi anak anak sampai sekarang sudah punya anak. Dan kini, anak saya pun suka dengan rasa dari susu Frisian Flag terutama yang kemasan tetra pack. 

Frisian Flag Milky Disney
Anak saya rutin mengkonsumsi susu uht Frisian Flag rasa coklat sejak usia pra sekolah. Si kecil awalnya suka dengan tampilan dari kemasan susu uht Frisian Flag. Susu uht Frisian Flag menampilkan karakter yang disukai anak seperti karakter tokoh-tokoh kartun Disney. Selain suka dengan kemasannya, anak saya senang minum susu Frisian Flag karena rasanya yang enak dan juga menyehatkan. 

Saya selalu berupaya untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya makan makanan yang bergizi dan minum susu bagi kesehatan dan pertumbuhannya. Tujuannya supaya anak saya mengetahui kebiasaan baik yaitu minum susu dan makan makanan dengan gizi seimbang. Tentu saja saya menyampaikannya dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anak seusianya.

Manfaat Susu Untuk Anak

Susu baik untuk anak (foto:pixabay)
Sama seperti saya, yang selalu berupaya untuk memberikan pemahaman memgenai pentingnya mengkonsumsi makanan bergizi termasuk minum susu setiap hari pada anak saya, Frisian Flag pun terus berusaha untuk memberikan literasi gizi pada masyarakat Indonesia. Frisian Flag Indonesia terus mengedukasi masyarakat Indonesia akan pentingnya minum susu secara rutin setiap hari. Terutama untuk anak-anak. Karena susu mengandung nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak.

Manfaat mengkonsumsi susu secara rutin setiap hari untuk anak, adalah:
1. Menjaga kesehatan tulang
Minum susu sebaiknya dibiasakan sejak kecil. Susu memiliki banyak manfaat bagi anak-anak. Bukan hanya menjaga tulang tetap sehat dan kuat, namun susu juga membantu pertumbuhan dan perkembangan anak secara keseluruhan. Susu adalah salah satu sumber kalsium terbaik. Susu mengandung vitamin D yang baik untuk pertumbuhan tulang dan dapat menghindari kerapuhan tulang pada anak saat dewasa nanti;

2. Membuat gigi kuat dan sehat
Susu kaya kalsium dan fosfor sangat penting bagi perkembangan kesehatan gigi anak. Kalsium dan fosfor bersama-sama membantu menjaga kesehatan gigi.

Salah satu protein terpenting yang ditemukan dalam susu adalah kasein. Ini membantu membentuk film (lapisan) tipis di permukaan email gigi dan membantu mencegah hilangnya kalsium dan fosfat;

3. Memelihara kesehatan jantung anak
Susu sapi merupakan sumber kalium yaitu potasium yang dapat meningkatkan vasodilatasi dan menurunkan tekanan darah. Sehingga baik untuk kesehatan jantung;

4. Mendukung berat badan yang ideal
Sebuah penelitian mengungkapkan, anak-anak yang minum susu dan produk susu memiliki 38% resiko obesitas lebih rendah dibanding anak-anak yang tidak mengkonsumsi susu/ produk susu. Diet dengan asupan susu dan produk susu dapat mendukung penurunan berat badan, dan menjaga massa otot tubuh. Dengan syarat, susu dan produk susu tersebut haruslah terbebas dari gula dan garam;

5. Susu baik untuk pertumbuhan otak anak dan mendukung kecerdasan
Kandungan AA, DHA, sphingomyelin, dan lainnya pada susu bisa menjadi nutrisi yang baik bagi otak anak dan mendukung kecerdasan anak. Namun tetap saja anak harus diberikan asupan makanan bergizi lainnya;
Ikan, salah satu makanan yang baik untuk otak anak
6. Susu baik untuk kesehatan kulit anak
Susu mengandung asam laktat yang dapat bertindak sebagai exfoliator dan enzim yang membuat kulit halus. Susu juga mengandung asam amino yang membantu menjaga kelembapan kulit anak;

7. Susu baik untuk pertumbuhkan otot anak
Susu mampu menguatkan otot anak, membuat tubuh anak tetap bugar dan kandungan dalam susu dapat mencegah dan mengatasi depresi pada anak.

Kebaikan susu

Beberapa manfaat yang terkandung dalam susu yang penting untuk kesehatan dan tumbuh kembang anak, menjadi salah satu alasan bagi Frisian Flag Indonesia untuk terus berinovasi guna menghasilkan produk susu yang aman dikonsumsi anak-anak. Terutama untuk mendukung tumbuh kembang anak agar selalu sehat dan tumbuh optimal.

Frisian Flag Indonesia Menghadirkan Karakter Animasi Edukatif Zuzhu dan Zazha Sebagai Upaya Menanamkan Karakter Baik Pada Anak

Karakter animasi edukatif Zuzhu Zazha
Saat anak memasuki usia sekolah dasar, faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter anak semakin meluas. Karakter anak bukan hanya dipengaruhi oleh perilaku orang tua, teman, lingkungan, tapi juga konten atau tontonan yang dikonsumsi. Apalagi saat ini smartphone menjadi salah satu hal yang cukup mempengaruhi perkembangan karakter anak.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, sekarang ini anak-anak menghabiskan rata rata 2-3 jam per hari untuk menonton konten digital, baik di televisi, smartphone maupun di website internet lainnya . Di sisi lain, anak usia sekolah dasar juga dihadapkan pada beragam pilihan jajanan yang belum tentu terjamin kualitas dan kesehatannya.

Menyikapi kondisi ini, Frisian Flag Indonesia (FFI) berupaya membantu orang tua dalam hal menanamkan nilai baik dan membiasakan pola hidup sehat kepada anak sekolah dasar melalui kehadiran karakter animasi edukatif, Zuzhu dan Zazha. Inisiatif FFI dalam memperkenalkan duo karakter ini, sekaligus menghadirkan pilihan asupan yang sehat melalui Frisian Flag Milky Zuzhu Zazha.

Zazha

Zuzhu

Karakter edukatif Zuzhu Zazha secara resmi diperkenalkan pada hari Minggu tanggal 29 September 2019 lalu di Teater Garuda TMII sekaligus digelar lomba mewarnai dan menggambar yang diikuti oleh kurang lebih 3000 anak Indonesia. Untuk aktivitas menggambar dan mewarnai, serentak dilakukan di 7 kota, diantaranya Bekasi, Malang, Tangerang Selatan dan tentu saja di DKI Jakarta. Acara peluncuran karakter edukatif Zuzhu Zazha dan lomba mewarnai serta menggambar ini, didukung pula oleh Alfamart sebagai partner dari Frisian Flag Indonesia.

Narasumber launching Zuzhu Zazha

Acara tersebut dihadiri oleh narasumber,yaitu: Aliah Shalihah (Manager Category MarketingRTD Department FFI), Rani Wijaya(Senior Manager Marketing PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk ), Putu Pradyna Dewi, M.Psi (Psikolog Anak), Bambang Gunawan Santoso (Animator Indonesia).

Karakter animasi edukatif Zuzhu dan Zazha terinspirasi dari tetesan susu yang memiliki banyak manfaat kebaikan. Dua karakter ini ada di kemasan terbaru susu cair Frisian Flag Milky yang hadir dalam dua pilihan ukuran (115 ml dan 180 ml) dengan rasa cokelat dan stroberi yang pastinya disukai anak - anak.

Frisian Flag Milky Zuzhu Zazha Cokelat
Zuzhu dan Zazha hadir juga dalam bentuk e-comic dan film animasi pendek, yang mengisahkan berbagai cerita inspiratif dan edukatif, yang akrab dengan kehidupan sehari-hari. Kehadiran dua karakter animasi edukatif ini adalah upaya menanamkan kebiasaan baik sejak dini pada anak.

Aliah Shalihah mengungkapkan bahwa Frisian Flag Indonesia berharap kehadiran sosok Zuzhu dan Zazha dapat menjadi alternatif konten edukasi menarik bagi anak, guna menanamkan pesan budi pekerti yang baik, membiasakan pola hidup sehat, sekaligus pengenalan terhadap susu sebagai pilihan minuman sehat dan aman, yang mendukung penerapan gaya hidup sehat sejak dini.

Pemanfaatan animasi sebagai medium dalam membantu pembentukan karakter anak merupakan salah satu cara terbaik yang bisa dilakukan. Hal ini dipertegas oleh Psikolog, Putu Andani, M.Psi. Animasi dapat menjadi konten yang disukai anak-anak karena karakter animasi bisa menjadi media yang tepat untuk mengajarkan dan menanamkan perilaku dengan cara yang menyenangkan, apalagi di era digital seperti saat ini.

Untuk membantu anak menginternalisasi karakter positif yang terdapat pada konten animasi seperti kejujuran, empati, optimis, ramah, ceria, inovatif, dan sebagainya, disinilah dibutuhkan pendampingan yang intens dari orang tua. Dan tentu saja pemenuhan nutrisi harian yang bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan otak anak.

Putu menambahkan saat mendampingi anak menonton konten animasi, orang tua wajib mengetahui alur cerita dan sifat dari setiap karakter secara baik,sehingga tetap ada pengawasan serta menjadi momen diskusi yang mengalir dan interaktif bersama anak.

Animator Indonesia, Bambang Gunawan Santoso turut berbagi pengalaman tentang bagaimana karakter animasi juga dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan dan membiasakan pola hidup sehat pada anak. Menurut Mas Bambi, sapaan akrab dari Bambang Gunawan, dari segi visual, paduan warna-warna cerah pada konten animasi dapat dimanfaaatkan untuk menarik perhatian anak. Satu hal yang tidak kalah penting adalah pemilihan alur cerita yang menjadi nyawa sekaligus kendaraan utama, dalam menyampaikan pesan baik yang ingin ditanamkan supaya dapat diterima dengan mudah oleh anak-anak.

Langkah ini pula yang dilakukan FFI dalam menciptakan dan mengembangkan karakter animasi edukatif Zuzhu dan Zazha. Frisian Flag milky dengan karakter animasi edukatif Zuzhu Zazha ini dapat diperoleh di 13000 gerai Alfamart. Alfamart dan FFI melakukan sinergi dalam menggelar acara menggambar dan mewarnai yang serentak dilakukan di 7 kota dan akan dilakukan juga di kota lain dengan total 16 kota. Inisiatif kolaboratif antara Alfamart dan FFI ini diharapkan dapat membantu meningkatkan gairah dan semangat hidup sehat bagi anak-anak, melalui cara yang menyenangkan.

Zuzhu Zazha dan saya





Read more