SELASI Bersama Kakek Nenek Dukung ASI

Kakek Nenek Dukung ASI
Jujur aja nih, meski sudah punya dua orang anak dan menikah selama delapan belas tahun, saya enggak mudeng apa itu SELASI. Saya taunya ASI adalah makanan terbaik bagi bayi dan batita, disamping makanan pendamping ASI tentunya. Pertamakali saya dengar tentang SELASI ini sekitar 2 minggu yang lalu. Tepatnya saat mengikuti acara perayaan HUT SELASI Ke-16 di Auditorium Serba Guna  Gedung Balai Kota Jakarta.

SELASI merupakan singkatan dari Sentra Laktasi Indonesia. SELASI hadir dengan tujuan melindungi bayi dan balita dari kuman dan bakteri dengan memberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan si bayi di dunia (0-6 bulan).

SELASI memiliki 4 pilar layanan, yaitu pusat studi laktasi, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia, advokasi dan kemitraan serta penelitian dan pengembangan organisasi. SELASI telah banyak memfasilitasi pelatihan atau workshop/seminar serta pendampingan supportif bantuan praktis menyusui dan mengembangkan kerjasama dengan institusi dan fasilitas kesehatan. SELASI hadir karena cukup banyak orang tua terutama pasangan muda yang mengalami kendala dalam proses meng-ASI-hi.

SELASI merupakan organisasi non profit yang fokus mendukung pemberian Standar Emas Makanan Bayi. Standar Emas Makanan Bayi terdiri dari Inisiasi Menyusui Dini (IMD), Menyusui Eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan si bayi di dunia, Makanan Pendamping ASI lokal dan menyusui tetap diteruskan hingga anak berusia 2 tahun atau lebih. SELASI ini terbentuk sejak 8-8-2003 yang diprakarsai oleh dr. Utami Roesli.

Dukungan Kakek Nenek Merupakan Kunci Keberhasilan Menyusui

Acara perayaan Pekan ASI Sedunia SELASI 2019 dan HUT SELASI ke-16 diramaikan oleh serangkaian acara dan salah satunya adalah talkshow dengan tema "Dukungan Kakek Nenek pada Ibu Ayah Sebagai Kunci Keberhasilan Menyusui". 

Pak Parni Hadi
Acara talkshow diawali oleh pernyataan Pak Parni Hadi selaku salah satu pendiri GERLI (Kakek Nenek Dukung ASI) yang mendukung sepenuhnya ASI Eksklusif selama minimal 6 bulan pertama kehidupan bayi. Pak Parni telah merasakan sendiri manfaat dari ASI yang diterimanya dari sang ibunda. Pak Parni tumbuh sehat dan cerdas berkat ASI yang diberikan oleh ibunya. Kalian tau kan Pak Parni Hadi? Yups Beliau adalah pendiri Dompet Dhuafa.

Pak Parni menegaskan bahwa dukungan kakek nenek pada orang tua yang sedang melakukan pemberian ASI Eksklusif sangatlah menentukan keberhasilan pemberian ASI Eksklusif tersebut. Kakek Nenek tidak boleh diam diri saja saat anak mantu sedang berjuang untuk memberikan ASI Eksklusif untuk cucunya. ASI merupakan makanan dan asupan terbaik untuk bayi.

Setelah Pak Parni Hadi memberikan pernyataannya seputar dukungannya terhadap proses meng-ASI-hi, acara dilanjutkan oleh talkshow yang menghadirkan tiga orang nara sumber dan dipandu oleh dr. Lula Kamal. Ketiga orang nara sumber ini merupakan tiga orang nenek-nenek yang aktif sekali dalam mendukung pemberian ASI Eksklusif untuk bayi.

Ketiga nara sumber tersebut adalah Ibu Dr. Dewi Motik Pramono, MSc ; Ibu Soemarini Soerjosoemarno dan Ibu Dra Dewi Odjar Ratna Komala, MM. Ketiganya mengisahkan tentang peranan mereka sebagai oma dari cucu cucunya pada saat sang cucu sedang memperoleh ASI Eksklusif. Ketiga oma tersebut, tak pernah membiarkan anak mantu menghadapi kendala dalam proses menyusui tanpa memberikan bantuan berupa dukungan moril. Dukungan moril inilah yang sangat diperlukan oleh ibu yang sedang menyusui dan sang ayah sebagai pendamping ibu menyusui.

Pada perayaan tersebut juga dilakukan penganugerahan pin Golden Bow dari ketua SELASI, dr. Utami Roesli pada Ibu Gubernur DKI Jakarta, Ibu Ferry Farhati Ganis yang  mendukung kegiatan menyusui di DKI Jakarta. Sudah sepatutnyalah setiap warga masyarakat mendukung pemberian ASI Eksklusif ini. Supaya anak Indonesia dapat tumbuh kuat, sehat dan cerdas.

dr. Utami Roesli, founder SELASI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Astra Financial Sponsor Utama GIIAS 2019

Pemeriksaan Prodia Prosafe NIPT, Deteksi Dini Kelainan Kromosom Pada Bayi

Penyakit Langka di Indonesia