Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) 2019 Goes Digital

Media Kick Off KJSA 2019

Pernah dengar Kalbe khan? Tepatnya PT. Kalbe Farma Tbk. Yups, PT. Kalbe Farma Tbk merupakan salah satu perusahaan dalam negeri bertaraf internasional yang memproduksi farmasi, suplemen, nutrisi dan layanan kesehatan. Bukan itu saja, PT. Kalbe Farma telah cukup lama konsisten dan fokus terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.

Sebagai wujud komitmennya terhadap kecintaan dan perkembangan ilmu pengetahuan di tanah air, PT. Kalbe Farma mengadakan Kalbe Junior Scientist Award (KJSA). KJSA adalah lomba karya sains nasional untuk anak-anak usia SD dan SMP se-Indonesia. KJSA merupakan salah satu bentuk komitmen dari Kalbe untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak Indonesia terhadap ilmu pengetahuan sejak dini serta melihat permasalahan yang ada disekitar serta mencari jawaban dari permasalahan tersebut.

KJSA melatih dan mengajak anak untuk selalu berpikir sistematis dan terstruktur. Melalui ajang kompetisi ini, Kalbe ingin anak-anak Indonesia dapat bersaing dan mampu menghadapi revolusi Indonesia 4.0 yang menuntut untuk serba cepat, tepat dan penuh inovasi. KJSA merupakan program tahunan yang diadakan oleh Kalbe sejak 2011 dan tahun 2019 ini memasuki tahun kesembilan.

Sambutan dari pihak Kalbe dalam acara Media Kick Off KJSA 2019

Tahun 2019 ini KJSA bertransformasi menjadi lomba karya sains anak-anak yang memanfaatkan unsur teknologi digital didalamnya. Ada yang berbeda dengan pelaksanaan KJSA 2019 dengan KJSA tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun ini, ada sesi mentoring /pembimbingan kepada finalis KJSA yang terpilih. Mentoring ini bertujuan agar karya pemikiran para peneliti muda tersebut dapat lebih sempurna hasilnya (menyempurnakan hasil karya finalis). 

Dalam KJSA 2019, penggunaan teknologi digital diharapkan akan lebih maksimal. Jenis teknologi digital tidak akan ada pembatasan, mulai dari penggunaan alat bantu berbasis digital, termasuk komputerisasi, automatisasi, programming (seperti penggunaan tombol, sensor, remote, chip, micro-controler, micro bit, raspberry pi dan lain-lain. Peserta KJSA bebas berkreasi dan memilih tema penelitiannya. Boleh tema yang terkait IPA ataupun teknologi terapan asalkan karya sains yang diciptakan harus karya orisinil dan belum pernah dibuat serta dilombakan. Karya yang dibuat harus merupakan solusi atau jawaban atas permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitar.

Salah satu alat pendukung yang bisa digunakan pada karya sains

Seperti hasil penelitian yang diciptakan  oleh Fira Fatmasiefa, pemenang KJSA 2011 yang membuat alarm untuk membantu mengukur kelembaban pada bayi terutama disekitar alat vital bayi agar bayi terhindar dari ruam popok dan menjaga tetap nyaman dan kering. Fira menamakan hasil karya penelitiannya dengan Wet Alarm For Baby. Fira yang hadir dalam acara media kick-off KJSA 2019 beberapa hari yang lalu ini, saat ini adalah seorang mahasiswi universitas di Berkeley, California.

Fira, pemenang KJSA 2011 (menggunakan kerudung)

Media Kick-off KJSA 2019

Dalam acara Media Kick-off KJSA 2019 yang diadakan pada tanggal 18 Juli 2019 yang lalu, KJSA 2019 secara resmi dibuka pendaftarannya. Pendaftaran KJSA 2019 secara resmi dibuka sejak 18 Juli sampai 15 September 2019 mendatang. Peserta haruslah anak-anak Indonesia yang merupakan siswa siswi SD kelas 4-6 dan siswa SMP kelas 7-9. Siswa-siswi ini harus didaftarkan atas nama institusi, boleh mewakili sekolahnya maupun lembaga bimbingan belajar/kursus.

Siswa siswi SD dan SMP yang ingin mendaftarkan dirinya pada KJSA 2019 harus mengirimkan karya sains sesuai bidang yang ditentukan. Mereka dapat memilih penelitian dibidang IPA/science atau teknologi terapan. Karya sains yang dikirimkan dapat berupa karya yang sudah jadi atau berupa rancangan/desain karya sains yang bisa direalisasikan pada saat presentasi.

Karya yang sudah jadi  atau masih berupa rancangan, akan mendapat bimbingan mentoring untuk penyempurnaan hasil rancangan. Bimbingan akan dilakukan oleh para ahli sesuai bidangnya. Oh ya, pengiriman karya sains atau rancangan, harus sesuai dengan template yang disediakan panitia KJSA 2019 dan boleh dilengkapi oleh gambar/foto serta video pendukung. Karya dikirimkan melalui surel ke alamat panitia KJSA 2019  . Karya harus orisinil dan belum pernah memenangkan lomba sejenis pada tingkat nasional.

Hasil karya yang dikirimkan oleh pendaftar KJSA 2019 akan diseleksi oleh dewan juri berdasarkan ide, latar belakang permasalahan yang dihadapi, solusi yang diberikan dalam menjawab permasalahan, inovasi/kebaruan/keunikan serta manfaat dari rancangan tersebut. Dinilai juga aspek digitalisasi dari karya sains atau teknologi terapan para pendaftar KJSA. Akan dipilih 20 orang peserta KJSA 2019 yang terdiri dari 10 finalis SD dan 10 finalis SMP. Kedua finalis terpilih tersebut akan memperoleh bimbingan mentoring untuk memperoleh hasil karya sains yang lebih sempurna.

Setelah melalui proses mentoring, finalis KJSA 2019, masing-masing harus membuat video tanpa editing tentang karya sains yang dibuat. Video dikirimkan ke panitia atau diupload ke youtube. Dari 20 finalis akan dipilih 5 orang pemenang SD dan 5 orang pemenang SMP. Proses pemilihan ini melalui penilaian video karya sains dan tanya jawab jarak jauh oleh tim juri. Dan 10 orang pemenang tersebut akan diundang ke Jakarta untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang terdiri dari penjurian final, pameran karya sains dan awarding. Semua biaya akomodasi dan transportasi sepenuhnya ditanggung oleh panitia penyelenggara KJSA.

10 pemenang tersebut akan berlomba di Jakarta untuk memperebutkan hadiah total puluhan juta rupiah. Bukan hanya peserta saja yang memperoleh hadiah, guru pendamping yang mendampingi peserta ke Jakarta akan memperoleh masing-masing 3 juta rupiah. Kalbe pun akan memberikan masing-masing Rp. 5 juta rupiah pada 10 karya finalis yang tidak lolos ke Jakarta.

Pak Onno W Purbo salah seorang dewan juri KJSA 2019
KJSA 2019 ini akan melibatkan dewan juri para ahli yang sudah sangat berpengalaman dan kompeten dibidangnya masing-masing seperti Prof. Nurul Taufiqu Rochman, M.Eng.,Ph.D (Profesor Riset Pusat Penelitian Fisika, LIPI), Retno Juni Rochmaningsih, S.Sos (Kasi Bakat dan Prestasi, Subdit Peserta Didik, Direktorat Pembinaan SMP, Ditjen Dikdasmen, Kemdikbud RI), M. Syachrial Annas (Direktur PPIPTEK, Kemenristekdikti RI), Irzan Raditya (CEO dan Co-Founder of Kata.ai) dan Onno W. Purbo (Pakar Teknologi dan Informasi).

Nah untuk kalian nih siswa-siswi SD dan SMP yang memiliki ketertarikan tinggi terhadap ilmu pengetahuan dan science serta sudah punya ide karya inovatif orisinil, silahkan langsung daftarkan diri dan karya sainsnya ke panitia KJSA 2019 sebelum tanggal 15 September 2019. Dan selamat berkompetisi. Good Luck!!

Media kick off Kalbe Junior Scientist Award 2019 di Multivision Tower



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Astra Financial Sponsor Utama GIIAS 2019

Pemeriksaan Prodia Prosafe NIPT, Deteksi Dini Kelainan Kromosom Pada Bayi

Penyakit Langka di Indonesia