AXA Mandiri Hadirkan Solusi Perlindungan Penyakit Kritis

Penyakit kritis di Indonesia

Penyakit Kritis di Indonesia

Apa yang terbayang dalam benak kalian saat mendengar penyakit kritis? Pasti langsung terbersit pikiran mengenai penyakit-penyakit berbahaya yang beresiko tinggi menyebabkan kematian. Seperti kanker, stroke, gagal ginjal, hipertensi, jantung dan penyakit tidak menular lainnya yang berada dalam fase kronis dan akut. Sebagian besar penyakit kritis masuk dalam kategori penyakit tidak menular. 

Hasil laporan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah penderita penyakit tidak menular di Indonesia dibandingan dengan hasil Riskesdas 2013. Kenaikan tingkat prevalensi penyakit tidak menular disebabkan karena adanya gaya hidup yang kurang sehat dan kebiasaan buruk merokok yang belum bisa lepas dari masyarakat kita.

Saat ini tingkat kematian prematur di Indonesia pun meningkat. Bukan hanya kelahiran saja yang bisa mengalami prematur, kematian pun bisa juga. Kematian dikategorikan prematur jika usia pada saat meninggal dibawah usia 70 tahun. Dan saat ini cukup banyak yang meninggal pada saat usia 50 tahun dan cukup banyak pula usia produktif yang menderita penyakit kritis.

Kemajuan teknologi menjadi salah satu faktor terjadinya pergeseran hidup masyarakat Indonesia. Kemudahan yang dinikmati membuat masyarakat memiliki kecenderungan menjadi malas gerak. Sehingga aktivitas fisik pun terhitung sedikit dilakukan. Ditambah lagi kegemaran untuk menyantap makanan berlemak, asin, manis dan gurih tanpa diimbangi konsumsi sayur dan buah, membuat angka obesitas pun meningkat.

Kondisi seperti inilah yang menjadi penyebab utama mengapa jumlah pasien penyakit kritis di Indonesia terus meningkat. Sekarang saja sudah ditemui anak usia belasan tahun yang menderita penyakit jantung (bukan jantung bawaan ya). Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit kritis yang menempati peringkat atas sebagai penyebab kematian di Indonesia selain stroke dan kanker.

Health Talk AXA Mandiri, Ayo Cegah dan Pahami Penyakit Kritis Sejak Dini

Health Talk AXA Mandiri

Berkaitan dengan penyakit kritis di Indonesia, RS MRCCC Siloam Hospitals Semanggi dan AXA Mandiri menghelat Health Talk yang bertajuk "Ayo Cegah dan Pahami Penyakit Kritis Sejak Dini". Health Talk ini bertujuan untuk menyampaikan seruan edukatif dan inspiratif mengenai kesehatan sehingga meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengenali penyakit kritis, tindakan pencegahannya hingga dampak penyakit kritis terhadap kondisi keuangan  dan upaya yang harus dipersiapkan untuk menghadapi penyakit kritis. 

Penyakit kritis yang diangkat dalam Health Talk ini adalah sakit jantung dan menghadirkan dr. Indra Manulang, SpPD, KKV. Dokter Indra merupakan salah satu dokter konsultan Kardiovaskular ternama dan memiliki cukup banyak pasien. Dokter Indra juga dokter yang membuka praktek di RS MRCCC Siloam Semanggi, Jakarta.

dr. Indra Manulang, SpPD, KKV

dr. Indra menjelaskan bahwa gaya hidup yang tidak sehat merupakan salah satu akar penyebab penyakit jantung. Selain itu  juga berkaitan erat dengan gaya hidup dan pola makan. Kegemaran menyantap makanan yang mengandung lemak dan kurang konsumsi sayur dan buah membuat kolesterol dalam tubuh menjadi tidak terkendali.

Kolesterol yang jumlahnya berlebihan inilah yang membuat organ-organ tubuh tidak berfungsi dengan baik dan meningkatkan risiko berbagai penyakit, salah satunya adalah penyakit jantung. Jumlah kolesterol yang tinggi bisa membuat pembuluh darah menjadi keras dan sempit karena penumpukan plak di dinding pembuluh darah arteri atau disebut aterosklerosis sehingga memperlambat aliran darah ke jantung. Akibatnya, terjadilah serangan jantung saat pembuluh darah benar-benar tersumbat. 

Penyakit jantung yang paling banyak terjadi di Indonesia adalah penyakit jantung koroner. Serangan jantung akibat sakit jantung koroner yaitu kematian sebagian otot jantung yang disebabkan oleh terhentinya pasokan darah akibat tersumbatnya satu atau lebih pembuluh koroner oleh gumpalan darah (trombus). Akibatnya adalah kegagalan fungsi pompa jantung. Seperti yang diketahui, fungsi jantung adalah memompakan darah ke seluruh tubuh.

dr. Indra mengatakan agar pasien jantung tidak perlu takut untuk melakukan pengobatan jantung meskipun harus menjalani operasi pemasangan ring jantung. Jika sudah terlanjur terdiagnosa mengidap penyakit jantung, harus sesegera mungkin memperoleh pengobatan yang tepat agar resiko kematian dapat diminimalisir. Penyakit jantung dapat dikendalikan dan dicegah dengan cara menerapkan pola hidup sehat, kelola stress serta stop merokok.

Rokok sebagai pemicu penyakit jantung (foto Pixabay)
Merokok merupakan salah satu faktor yang paling berperan dalam peningkatan resiko penyakit jantung. Perokok diprediksi memiliki resiko terkena penyakit jantung koroner 24% lebih besar daripada yang tidak merokok. Kandungan nikotin dan karbon monoksida dalam rokok membuat jantung bekerja lebih berat dari biasanya. Kedua zat tersebut juga meningkatkan risiko terjadinya gumpalan darah di arteri. Celakanya, bahan-bahan kimia lain dalam rokok juga bisa merusak lapisan arteri koroner, sehingga kian memperbesar risiko terkena penyakit jantung terutama jantung koroner. 

Penderita diabetes melitus dan hipertensi juga memiliki resiko yang besar terkena atau mengalami serangan jantung koroner. Karena itu sangatlah penting untuk melakukan cek rutin kesehatan sekala berkala dan menerapkan pola hidup sehat.

dr. Indra mengatakan bahwa biaya operasi pasang ring di Indonesia berkisar diangka 70 juta. Itu pun biaya minimal. Kebayang ngga sih berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan oleh pasien penyakit jantung dan keluarganya dalam upaya mengobati penyakit jantung ini? Masih mending yah klo tercover BPJS , kalau tidak? Oleh karena itulah, selagi masih sehat nih kita perlu banget melakukan perencanaan keuangan yang baik termasuk melakukan perlindungan terhadap penyakit kritis yang bisa saja datang tanpa diundang.

Asuransi Mandiri Perlindungan Sejahtera, Solusi Terhadap Penyakit Kritis

AXA Mandiri sebagai perusahaan asuransi yang fokus pada perlindungan jiwa dan kesehatan sangat peduli terhadap peningkatan kesehatan masyarakat tanah air. AXA Mandiri terus berinovasi dalam menyediakan solusi perlindungan jiwa, kesehatan hingga penyakit kritis. Berbagai solusi dihadirkan untuk dapat memenuhi kebutuhan proteksi terutama terhadap penyakit kritis.

AXA Mandiri meluncurkan solusi perlindungan dan perencanaan keuangan yang tepat dalam memenuhi kebutuhan setiap tahapan kehidupan masyarakat termasuk dalam menghadapi penyakit kritis. Asuransi Mandiri Perlindungan Sejahtera memiliki manfaat perlindungan jiwa, seperti manfaat uang pertanggungan atas risiko meninggal dunia karena sebab apa pun, maslahat tambahan meninggal dunia karena kecelakaan, maslahat tambahan ketidakmampuan karena kecelakaan, dan investasi.

AXA Mandiri siap membantu masyarakat dalam menyiapkan kehidupan yang lebih baik dengan memperkenalkan salah satu solusi perlindungan, yaitu Solusi Perlindungan Penyakit Kritis. Solusi Perlindungan Penyakit Kritis memiliki manfaat :
- 100% uang pertanggungan untuk stadium awal;
- perlindungan jiwa hingga usia 100 tahun;
- perlindungan terhadap 120 kondisi kritis dari stadium awal sampai dengan usia 85;
- 100% uang pertanggungan untuk stadium akhir;
- hingga 250% uang pertanggungan untuk kondisi kritis;
- loyalty bonus mulai tahun polis ke-7 sampai dengan akhir masa pertanggungan;
- bebas biaya alokasi premi (bid offer) & biaya pengalihan dana investasi (switching);
- biaya akuisisi yang kompetitif hanya tahun pertama.

Asuransi Mandiri Perlindungan Sejahtera menjadi pilihan tepat bagi masyarakat yang ingin meningkatkan perlindungan diri dan keluarga, melalui berbagai manfaat yang terdapat pada solusi perlindungan jiwa, kesehatan dan penyakit kritis. Melalui inovasi ini, AXA Mandiri mewujudkan komitmen untuk selalu hadir di setiap momen kehidupan masyarakat. Hal inilah yang diungkapkan oleh Presiden Direktur AXA Mandiri, Handojo G. Kusuma saat menghadiri acara Health Talk sekaligus sosialisasi Solusi Perlindungan Penyakit Kritis.

Asuransi Mandiri Perlindungan Sejahtera menjadi pilihan yang tepat bagi masyarakat dalam upaya melundungi diri dan keluarganya dari penyakit kritis dan kondisi tidak mengenakkan lainnya. Lebih baik bersiap-siap daripada kelabakan sendiri karena tak punya persiapan ketika penyakit kritis datang menghampiri. 

dr. Indra Manulang (memakai kacamata), dr. Adityawati dan Bapak Handojo G Kusuma

Solusi perlindungan penyakit kritis AXA Mandiri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belanja Asik Di Giant Dengan Harga Teman

Penyakit Langka di Indonesia

Dukungan Dewan Pertimbangan Daerah RI Untuk Atlet Asian Games 2018 Indonesia