Ini Bukan Review Si Doel The Movie 2

Poster Si Doel The Movie 2 (sumber foto: instagram Si Doel The Movie 2)

Kurang lebih setahun lalu, saya sengaja menyempatkan diri nonton Si Doel The Movie. Jujur aja, setelah nonton filmnya, muncul kecewa karena jalan ceritanya yang terkesan nanggung. Mirip serial televisi karena tidak langsung tuntas selesai melainkan ada kelanjutannya yaitu Si Doel The Movie 2. Padahal saat itu penasaran banget dengan sikapnya Si Doel pada Zaenab dan juga Sarah. Gemes banget dengan ketidaktegasan Doel dalam bersikap. Tapi ya memang seperti itu kan gambaran Si Doel yang dideskripsikan melalui serial televisi Si Doel Anak Sekolahan. Saya pun terpaksa harus bersabar menanti kehadiran Si Doel The Movie 2.

Kegemasan terhadap cerita nanggung Si Doel The Movie inilah yang menjadi alasan kenapa saya ((lagi lagi)) sengaja menyempatkan diri untuk nonton Si Doel The Movie 2 disela sela libur lebaran. Tapi kali ini saya sudah siap jika ceritanya "nanggung" kembali karena saya telah dapat bocoran kalau film ini memang sengaja dibuat trilogy.

Saya tidak akan mengulas bagaimana akting Om Rano Karno, Cornelia Agatha ataupun Maudy Kusnaedi, Mandra dan Suti Karno. Karena tanpa saya singgung pun, pecinta film tanah air sudah mengetahui kualitas akting mereka. Saya lebih tertarik mengomentari kekakuan Doel sebagai seorang suami terhadap istrinya meskipun status pernikahannya adalah pernikahan siri tapi tetap saja sah dimata Allah. Saya lebih tertarik membahas mengenai sikap Doel yang seperti es batu terhadap istrinya sendiri yang telah mendampingi dan melayaninya. Termasuk sikap tidak tegasnya terhadap "masa lalunya". 

Maudy Kusnaedi pemeran Zaenab (foto: instagram Maudy Kusnaedi)

Berdasarkan pengalaman ecieee, ketidaktegasan pada masa lalu akan membawa dampak buruk terhadap kehidupan yang dijalaninya baik kehidupan saat ini maupun di masa mendatang. Dan ini jelas terlihat pada kehidupan Doel. Dia terus diusik dan dihantui bayangan istri sah yang pergi meninggalkannya bersama dengan bayi yang dikandungnya hingga perasaan tersebut membuatnya merasa bersalah pada wanita yang dijadikan istrinya saat ini yaitu Zainab. Hal ini pasti akan berpengaruh terhadap kehidupan pernikahannya dengan Zainab.

Sebagai seorang wanita, saya terhanyut dengan peran yang dilakoni Rano Karno dalam film tersebut. Ingin banget saya memaki maki sosok Doel huahahaha. Jadi laki laki kog plin plan dan ngga tau apa maunya. Sudah berani melangkah dengan wanita lain dan memulai hidup baru, ya semestinya berani pula mengucapkan selamat tinggal pada masa lalunya. Mengucapkan selamat tinggal bukan berarti berhenti tanggung jawab pada darah dagingnya tapi tegas dengan pilihannya. Menceraikan istri yang telah meninggalkannya selama kurang lebih 14 tahun tanpa kabar berita. 

Sebagai seorang perempuan, saya kebelet ingin ngomelin Doel. Jadi laki kog ngga peka dengan perasaan wanita yang telah mendampinginya selama bertahun-tahun. Wanita mana yang ngga shock klo tiba tiba suaminya mengatakan telah bertemu dengan anak dan istri sah yang belum diceraikannya. Apalagi si suami tidak menunjukkan sikap yang menenangkan dan meyakinkan klo semua tidak akan ada yang berubah. Sikap yang ditunjukkan Doel "abu abu". Duuh pengen ngeruwes aja lakik kek gitu wekekek.

Eits kegemasan saya bukan hanya pada sikap Doel saja tapi pada kelemahan Zainab. Et dah jadi perempuan dan istri kagak bisa lembek begitu juga kali. Nrimo dan diam saja saat "kedudukannya" terancam. Wakakak ini kenapa saya yang jadi nafsu dengan jalan cerita Si Doel The Movie 2 yak? Huahahaha Sepertinya ini adalah pertanda bahwa cerita dan skenario yang dibuat berhasil mempengaruhi perasaan penonton yang melihatnya sampai terbawa suasana seperti ini wkwkwk.

Film besutan rumah produksi Falcon Pictures dan Karnos Film ini, cukup apik menyajikan alur cerita dengan natural dan sukses membangkitkan kenangan akan serial televisinya. Sosok Mandra yang nyebelin tapi bikin ngakak masih menjadi salah satu ciri khas dari Si Doel The Movie, sama dengan serial televisinya belasan bahkan puluhan tahun silam.

Over all, hampir semua karakter tokoh dalam Si Doel The Movie tidak ada yang diubah. Semua tetap sama persis seperti serial televisinya. Hanya ditambahkan karakter anak Si Doel dan Atun saja, selebihnya tak ada wajah baru. Oplet dan warung Si Nyak yang kemudian diurus Atun pun tetap dihadirkan dan memperkuat sentuhan serial Si Doel Anak Sekolahan dalam Si Doel The Movie 2. 

Penampakan oplet Bang Mandra (foto dari instagram Abikartubi)

Tak cukup sampai disitu saja, kenangan terhadap sosok Mas Karyo pun tetap ditampilkan melalui kehadiran anak Atun dan Mas Karyo yang memiliki hobi yang sama dengan bapaknya yaitu memelihara burung. Burung dan sangkarnya pun ikut meramaikan Si Doel The Movie 2. Bgitu juga kehadiran Munaroh. Klo yang rajin mantengin serial Si Doel Anak Sekolahan, pasti masih inget siapa Munaroh ini. Yups doi adalah gebetannya Bang Mandra. Nyaris tak ada yang berbeda kan antara serial televisi dan filmnya? Hanya saja, versi layar lebarnya ini seperti rangkuman sekaligus kelanjutan cerita dari kisah Si Doel Anak Sekolahan yang ditayangkan sebagai serial televisi. Masih sama sama mudah dicerna jalan ceritanya.

Kalau ada diantara kalian yang kangen dengan serial Si Doel Anak Sekolahan, film Si Doel The Movie 2 ini masih bisa loh dipantengin di layar bioskop terdekat. Dan siap-siap untuk "gemas" dengan sikap Si Doel dan "ngakak" maksimal karena ocehan polos Bang Mandra dan Atun. Lumayanlah bisa sedikit mengobati hati yang pedih karena ditinggal mantan ehhhh hahahaha. Selamat menonton film karya anak bangsa yaaa.

Wajah baru di film Si Doel The Movie (foto dari instagram Abikartubi)

Komentar

  1. si doel ini dari dulu memang plin plan banget yaa. jadi ingat obrolan sama teman di kantor soal karakter si doel yang sebenarnya biasa aja tapi kok bisa jadi rebutan 2 wanita cantik. hihi

    BalasHapus
  2. memang begitu si doel dari serial di tv gak tegas, jd suka bete lihatnya. kadang gak peka dg perasaan wanita

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belanja Asik Di Giant Dengan Harga Teman

Penyakit Langka di Indonesia

Dukungan Dewan Pertimbangan Daerah RI Untuk Atlet Asian Games 2018 Indonesia