Belajar Menerima Kekalahan Dari Film Koki Koki Cilik 2

Press Screening Koki Koki Cilik 2
Libur sekolah sudah di depan mata nih. Sudah ada rencana untuk memanfaatkan momen libur sekolah kali ini? Kalau saya sudah punya nih serentetan daftar acara yang akan dilakukan bersama anak-anak. Salah satu rencana terdekat yang akan saya dan kedua anak saya lakukan di libur sekolah tahun ini adalah pergi ke bioskop dan menonton film Koki Koki Cilik 2. Kedua anak saya antusias sekali untuk menonton sequel film ini.Alasannya sepele sih karena mereka nonton Koki Koki Cilik yang pertama. Jadi semacam keharusan klo mereka kudu nonton sekuelnya wekekek.

Saya sih ngga keberatan dengan keinginan mereka. Toh film yang ingin mereka tonton pun sesuai dengan genre mereka. Jadi no problemo lah. Saya sendiri juga masih ingat alur cerita film Koki Koki Cilik karena ada Bang Morgan Oei di film tersebut. Uhuuuy film apapun yang dibintanginya saya pasti mengingatnya huahahaha. Tapi sebenarnya ada satu sosok yang saya kenang dari film Koki Koki Cilik selain Bang Morgan yaitu sosok Bima, si tokoh utama. 

Anak kecil yang ngeyel ingin ikut camp masak padahal harus mengeluarkan biaya yang cukup besar, apalagi untuk ukuran kemampuan ekonomi keluarganya. Saya suka dengan segala macam bentuk kegigihan, apapun itu. Karena itu, saya yakin di film sekuelnya ini, ada pesan-pesan positif yang disampaikan oleh Koki Koki Cilik 2.

Saya mengetahui bahwa akan ada sekuel dari film Koki Koki Cilik beberapa bulan lalu. Kebetulan teman saya bekerja di MNCP Movie. Dan pada satu kesempatan terjadilah obrolan tentang film Koki Koki Cilik 2. Saat itu pula saya mengetahui bahwa Abang Morgan tidak lagi bermain di film Koki Koki Cilik 2. Duuh hancur perasaan saya *lebay mode on wkwkwk *. Untungnya cuma sepersekian detik saja sik hancurnya karena sesaat kemudian saya tau bahwa akan ada Christian Sugiono yang ikut meramaikan Koki Koki Cilik 2. Aaargggh...langsunglah terbayang wajah tamvan Abang Chris.. * ngga kuat aku tu bayanginnya hahahaha *. Selain diramaikan oleh Christian, film Koki Koki Cilik 2 ini juga akan dimeriahkan oleh penampilan akting yang tidak bisa diremehkan dari Ringgo Agus Rahman dan Kimberly Ryder. Eitts jangan pula diremehkan kehadiran aktor artis cilik berbakat seperti Farras Fatik, Alifa Lubis, Muhammad Adhiyat, Marcello Mahesa, Ali Fikri, Romaria Simbolon dan Clarice Cutie.

Cast Koki Koki Cilik 2

Film besutan rumah produksi MNCP Movie ini masih menyuguhkan cerita drama keluarga. Saya sih yakin ceritanya pasti akan disuguhkan secara apik dan penuh "kesegaran". Akting para pemain cilik yang ada di Koki Koki Cilik 2 pasti akan membawa atmosfer baru yang membedakannya dari part pertamanya. 

Oh ya saya dapat bocoran nih klo sekuelnya ini akan menyuguhkan drama yang lebih menguras perasaan dan memberi pesan mendalam mengenai arti kebahagiaan anak bagi orang tua. Ceritanya masih sama dengan yang pertama yaitu seputar cooking camp, camp kompetisi memasak yang pesertanya adalah anak anak. Namun jangan dulu bayangin bahwa kisah Koki Koki Cilik 2 akan senada dengan Koki Koki Cilik. Ada nuansa yang lebih menggelitik hadir sebagai pembeda ceritanya.

Kehadiran bintang-bintang yang sebelumnya tidak ada di Koki Koki Cilik tentu saja membawa warna baru untuk film ini. Coba deh kalian bayangkan asik banget ngga sik klo ada koki setampan Christian Sugiono atau sekinclong Kimberly Ryder. Pasti pada ngantri tuh para pelanggannya demi untuk dapat menatap dan menikmati paras menawan dari koki koki tersebut plus masakannya pula. Eh tapi apakah memang Christian dan Kim berperan sebagai koki? Hmmm saksikan saja nanti pada tanggal 27 Juni 2019 langsung di bioskop kesayangan kalian.

Pemain cilik Koki Koki Cilik 2

Kalian pasti mempertanyakan apa sih kelebihan film ini? Kalau dari kacamata saya sik, film ini mengangkat cerita sederhana namun sarat makna. Kebetulan juga saya sudah sempat menonton filmnya pada saat screening Koki Koki Cilik 2 di XXI Mall Kota Kasablanca beberapa hari lalu. Dan wajib banget nih kalian tau, alur cerita film ini sukses mengaduk-ngaduk perasaan saya sebagai seorang ibu yang memiliki anak usia 9 dan 15 tahun.

Saya membayangkan bagaimana jika anak saya yang mengalami kegagalan dalam hidup? Apakah dia akan mampu bangkit dan melangkah lagi? Bagaimana jika anak-anak saya mengalami kekalahan, apakah mereka mampu menerima dan berlapang dada dengan kekalahannya tersebut? Film ini mengajarkan bagaimana menjadi "ksatria". Kalah bukan berarti pecundang, gagal bukan lantas menyerah. 

Saya suka banget dengan "pesan-pesan" positif yang ingin disampaikan Koki Koki Cilik 2 dan sikap-sikap inilah yang harus ditransfer serta ditanamkan pada diri anak-anak Indonesia. Mampu menerima kekalahan dengan lapang dada. Tanpa teriak-teriak "curang", tanpa makian terhadap lawan tapi uluran tangan dan kalimat diantara senyuman " Selamat ya".

Film Koki Koki Cilik 2 bukan film yang hanya bagus untuk anak-anak saja tapi juga untuk orang tua. Agar orangtua semakin menghargai keinginan dan hasrat anak-anaknya. Supaya orangtua semakin menyadari bahwa anak-anak memiliki "hidup" sendiri dan bukan perpanjangan ego orangtuanya.

Tayang 27 Juni 2019

Kalian pasti bertanya-tanya siapa sih yang mengalami kegagalan? Siapa sih yang mampu bersikap "ksatria"? Udah kagak usah nebak-nebak. Langsung tonton aja langsung filmnya. Dijamin ngga akan nyesal deh. Eh jangan sampe lupa ajak anak-anak, kakek nenek, saudara saudara semua. Mari manfaatkan libur sekolah dengan hal-hal yang bermanfaat. Selamat liburan sekolah ya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Astra Financial Sponsor Utama GIIAS 2019

Pemeriksaan Prodia Prosafe NIPT, Deteksi Dini Kelainan Kromosom Pada Bayi

Penyakit Langka di Indonesia