Sabtu, 29 Juni 2019

AXA Mandiri Hadirkan Solusi Perlindungan Penyakit Kritis

Penyakit kritis di Indonesia

Penyakit Kritis di Indonesia

Apa yang terbayang dalam benak kalian saat mendengar penyakit kritis? Pasti langsung terbersit pikiran mengenai penyakit-penyakit berbahaya yang beresiko tinggi menyebabkan kematian. Seperti kanker, stroke, gagal ginjal, hipertensi, jantung dan penyakit tidak menular lainnya yang berada dalam fase kronis dan akut. Sebagian besar penyakit kritis masuk dalam kategori penyakit tidak menular. 

Hasil laporan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah penderita penyakit tidak menular di Indonesia dibandingan dengan hasil Riskesdas 2013. Kenaikan tingkat prevalensi penyakit tidak menular disebabkan karena adanya gaya hidup yang kurang sehat dan kebiasaan buruk merokok yang belum bisa lepas dari masyarakat kita.

Saat ini tingkat kematian prematur di Indonesia pun meningkat. Bukan hanya kelahiran saja yang bisa mengalami prematur, kematian pun bisa juga. Kematian dikategorikan prematur jika usia pada saat meninggal dibawah usia 70 tahun. Dan saat ini cukup banyak yang meninggal pada saat usia 50 tahun dan cukup banyak pula usia produktif yang menderita penyakit kritis.

Kemajuan teknologi menjadi salah satu faktor terjadinya pergeseran hidup masyarakat Indonesia. Kemudahan yang dinikmati membuat masyarakat memiliki kecenderungan menjadi malas gerak. Sehingga aktivitas fisik pun terhitung sedikit dilakukan. Ditambah lagi kegemaran untuk menyantap makanan berlemak, asin, manis dan gurih tanpa diimbangi konsumsi sayur dan buah, membuat angka obesitas pun meningkat.

Kondisi seperti inilah yang menjadi penyebab utama mengapa jumlah pasien penyakit kritis di Indonesia terus meningkat. Sekarang saja sudah ditemui anak usia belasan tahun yang menderita penyakit jantung (bukan jantung bawaan ya). Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit kritis yang menempati peringkat atas sebagai penyebab kematian di Indonesia selain stroke dan kanker.

Health Talk AXA Mandiri, Ayo Cegah dan Pahami Penyakit Kritis Sejak Dini

Health Talk AXA Mandiri

Berkaitan dengan penyakit kritis di Indonesia, RS MRCCC Siloam Hospitals Semanggi dan AXA Mandiri menghelat Health Talk yang bertajuk "Ayo Cegah dan Pahami Penyakit Kritis Sejak Dini". Health Talk ini bertujuan untuk menyampaikan seruan edukatif dan inspiratif mengenai kesehatan sehingga meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengenali penyakit kritis, tindakan pencegahannya hingga dampak penyakit kritis terhadap kondisi keuangan  dan upaya yang harus dipersiapkan untuk menghadapi penyakit kritis. 

Penyakit kritis yang diangkat dalam Health Talk ini adalah sakit jantung dan menghadirkan dr. Indra Manulang, SpPD, KKV. Dokter Indra merupakan salah satu dokter konsultan Kardiovaskular ternama dan memiliki cukup banyak pasien. Dokter Indra juga dokter yang membuka praktek di RS MRCCC Siloam Semanggi, Jakarta.

dr. Indra Manulang, SpPD, KKV

dr. Indra menjelaskan bahwa gaya hidup yang tidak sehat merupakan salah satu akar penyebab penyakit jantung. Selain itu  juga berkaitan erat dengan gaya hidup dan pola makan. Kegemaran menyantap makanan yang mengandung lemak dan kurang konsumsi sayur dan buah membuat kolesterol dalam tubuh menjadi tidak terkendali.

Kolesterol yang jumlahnya berlebihan inilah yang membuat organ-organ tubuh tidak berfungsi dengan baik dan meningkatkan risiko berbagai penyakit, salah satunya adalah penyakit jantung. Jumlah kolesterol yang tinggi bisa membuat pembuluh darah menjadi keras dan sempit karena penumpukan plak di dinding pembuluh darah arteri atau disebut aterosklerosis sehingga memperlambat aliran darah ke jantung. Akibatnya, terjadilah serangan jantung saat pembuluh darah benar-benar tersumbat. 

Penyakit jantung yang paling banyak terjadi di Indonesia adalah penyakit jantung koroner. Serangan jantung akibat sakit jantung koroner yaitu kematian sebagian otot jantung yang disebabkan oleh terhentinya pasokan darah akibat tersumbatnya satu atau lebih pembuluh koroner oleh gumpalan darah (trombus). Akibatnya adalah kegagalan fungsi pompa jantung. Seperti yang diketahui, fungsi jantung adalah memompakan darah ke seluruh tubuh.

dr. Indra mengatakan agar pasien jantung tidak perlu takut untuk melakukan pengobatan jantung meskipun harus menjalani operasi pemasangan ring jantung. Jika sudah terlanjur terdiagnosa mengidap penyakit jantung, harus sesegera mungkin memperoleh pengobatan yang tepat agar resiko kematian dapat diminimalisir. Penyakit jantung dapat dikendalikan dan dicegah dengan cara menerapkan pola hidup sehat, kelola stress serta stop merokok.

Rokok sebagai pemicu penyakit jantung (foto Pixabay)
Merokok merupakan salah satu faktor yang paling berperan dalam peningkatan resiko penyakit jantung. Perokok diprediksi memiliki resiko terkena penyakit jantung koroner 24% lebih besar daripada yang tidak merokok. Kandungan nikotin dan karbon monoksida dalam rokok membuat jantung bekerja lebih berat dari biasanya. Kedua zat tersebut juga meningkatkan risiko terjadinya gumpalan darah di arteri. Celakanya, bahan-bahan kimia lain dalam rokok juga bisa merusak lapisan arteri koroner, sehingga kian memperbesar risiko terkena penyakit jantung terutama jantung koroner. 

Penderita diabetes melitus dan hipertensi juga memiliki resiko yang besar terkena atau mengalami serangan jantung koroner. Karena itu sangatlah penting untuk melakukan cek rutin kesehatan sekala berkala dan menerapkan pola hidup sehat.

dr. Indra mengatakan bahwa biaya operasi pasang ring di Indonesia berkisar diangka 70 juta. Itu pun biaya minimal. Kebayang ngga sih berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan oleh pasien penyakit jantung dan keluarganya dalam upaya mengobati penyakit jantung ini? Masih mending yah klo tercover BPJS , kalau tidak? Oleh karena itulah, selagi masih sehat nih kita perlu banget melakukan perencanaan keuangan yang baik termasuk melakukan perlindungan terhadap penyakit kritis yang bisa saja datang tanpa diundang.

Asuransi Mandiri Perlindungan Sejahtera, Solusi Terhadap Penyakit Kritis

AXA Mandiri sebagai perusahaan asuransi yang fokus pada perlindungan jiwa dan kesehatan sangat peduli terhadap peningkatan kesehatan masyarakat tanah air. AXA Mandiri terus berinovasi dalam menyediakan solusi perlindungan jiwa, kesehatan hingga penyakit kritis. Berbagai solusi dihadirkan untuk dapat memenuhi kebutuhan proteksi terutama terhadap penyakit kritis.

AXA Mandiri meluncurkan solusi perlindungan dan perencanaan keuangan yang tepat dalam memenuhi kebutuhan setiap tahapan kehidupan masyarakat termasuk dalam menghadapi penyakit kritis. Asuransi Mandiri Perlindungan Sejahtera memiliki manfaat perlindungan jiwa, seperti manfaat uang pertanggungan atas risiko meninggal dunia karena sebab apa pun, maslahat tambahan meninggal dunia karena kecelakaan, maslahat tambahan ketidakmampuan karena kecelakaan, dan investasi.

AXA Mandiri siap membantu masyarakat dalam menyiapkan kehidupan yang lebih baik dengan memperkenalkan salah satu solusi perlindungan, yaitu Solusi Perlindungan Penyakit Kritis. Solusi Perlindungan Penyakit Kritis memiliki manfaat :
- 100% uang pertanggungan untuk stadium awal;
- perlindungan jiwa hingga usia 100 tahun;
- perlindungan terhadap 120 kondisi kritis dari stadium awal sampai dengan usia 85;
- 100% uang pertanggungan untuk stadium akhir;
- hingga 250% uang pertanggungan untuk kondisi kritis;
- loyalty bonus mulai tahun polis ke-7 sampai dengan akhir masa pertanggungan;
- bebas biaya alokasi premi (bid offer) & biaya pengalihan dana investasi (switching);
- biaya akuisisi yang kompetitif hanya tahun pertama.

Asuransi Mandiri Perlindungan Sejahtera menjadi pilihan tepat bagi masyarakat yang ingin meningkatkan perlindungan diri dan keluarga, melalui berbagai manfaat yang terdapat pada solusi perlindungan jiwa, kesehatan dan penyakit kritis. Melalui inovasi ini, AXA Mandiri mewujudkan komitmen untuk selalu hadir di setiap momen kehidupan masyarakat. Hal inilah yang diungkapkan oleh Presiden Direktur AXA Mandiri, Handojo G. Kusuma saat menghadiri acara Health Talk sekaligus sosialisasi Solusi Perlindungan Penyakit Kritis.

Asuransi Mandiri Perlindungan Sejahtera menjadi pilihan yang tepat bagi masyarakat dalam upaya melundungi diri dan keluarganya dari penyakit kritis dan kondisi tidak mengenakkan lainnya. Lebih baik bersiap-siap daripada kelabakan sendiri karena tak punya persiapan ketika penyakit kritis datang menghampiri. 

dr. Indra Manulang (memakai kacamata), dr. Adityawati dan Bapak Handojo G Kusuma

Solusi perlindungan penyakit kritis AXA Mandiri

Workshop Blogger Kesehatan, Stop Merokok dan Kendalikan Penyakit Tidak Menular Melalui CERDIK

Workshop Blogger Kesehatan, Stop Merokok dan Kendalikan Penyakit Tidak Menular Melalui CERDIK

Penyakit Tidak Menular di Indonesia

Awal Maret 2019 menjadi bulan yang kelabu bagi keluarga besar saya. Salah seorang kakak laki-laki berpulang untuk selamanya karena penyakit komplikasi yang dideritanya. Salah dua penyakit yang dideritanya adalah diabetes melitus dan stroke. Dokter yang menanganinya sempat berujar pada istri almarhum bahwa salah satu pemicu penyakit tidak menular yang diderita almarhum adalah karena kebiasaan buruknya semasa hidupnya yaitu merokok dan gaya hidupnya yang kurang peduli dengan kesehatan.

Almarhum, kami kenal sebagai orang yang "cuek" dengan kesehatan dirinya meskipun sudah dinasehati berulangkali oleh istri, adik-adiknya bahkan oleh anaknya sendiri. Setiap hari, paling sedikit 2 bungkus rokok habis dihisapnya. Pelan namun pasti, paparan asap rokok menggerogoti kesehatannya. Bukan hanya gemar merokok saja, almarhum juga senang sekali makan yang berlemak, manis dan asin. Tuh lengkap banget kak kebiasaan tidak sehatnya..hadeeh.

Sebenarnya almarhum aktif melakukan aktivitas fisik dan olahraga rutin tapi kebiasaannya merokok dan makan makanan kurang sehat serta tidak seimbang nutrisinya yang menjadi penyebab penyakit tidak menular menghampirinya.

Rokok, gaya hidup tidak sehat dan penyakit tidak menular merupakan rantaian yang tidak bisa dipisahkan. Hal ini dapat dilihat dari hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dilakukan oleh Kemenkes RI pada tahun 2018. Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi penyakit tidak menular mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan Riskesdas 2013, antara lain kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi. 

Kenaikan prevalensi penyakit tidak menular ini berhubungan dengan pola hidup tidak sehat antara lain merokok, konsumsi minuman beralkohol, aktivitas fisik yang minimalis dan kurang konsumsi buah dan sayur setiap hari. Tingginya penyakit tidak menular ini berhubungan dengan perilaku yang dijalani masyarakat Indonesia terutama gaya hidup dan pola makan. Pola makan masyarakat Indonesia lebih banyak mengonsumsi makanan tinggi gula dan garam yang memang enak di lidah.

Bukan hanya pola hidup yang kurang sehat, hasil Riskesdas 2018 menyatakan jumlah perokok mengalami peningkatan. Riskesdas 2018 juga menyebutkan jika perilaku merokok pada remaja meningkat yakni dari 7,2 persen dibandingan dengan hasil Riskesdas 2013. Sementara itu, menurut data WHO, lebih dari satu milyar orang di dunia menggunakan tembakau dan menyebabkan kematian lebih dari 5 juta orang setiap tahun. 

Diperkirakan sebagian besar kematian terjadi pada masyarakat yang tinggal di negara dengan berpenghasilan rendah dan menengah termasuk Indonesia. Dan rokok menjadi salah satu faktor risiko terbesar pemicu munculnya penyakit tidak menular disamping beberapa faktor pemicu lainnya.

Apa yang terjadi pada almarhum kakak saya, menjadi "warning" tersendiri bagi saya dan keluarga terdekat. Hati saya pun menjadi tergerak untuk memberikan pemahaman pada anggota kerabat lainnya yang masih "asik dan akrab" dengan rokok. Karena itu, saya selalu bersemangat tiap kali ada kesempatan untuk mengikuti berbagai macam workshop kesehatan. Dan ada satu workshop kesehatan yang belum lama saya ikuti dan semakin membuka wawasan saya terhadap penyakit tidak menular, rokok dan gaya hidup.

Workshop Blogger Kesehatan, Stop Merokok dan Kendalikan Penyakit Tidak Menular Melalui CERDIK

dr. Theresia Sandra Diah Rati

Beberapa saat lalu saya berkesempatan hadir dalam acara "Workshop Blogger Kesehatan, Stop Merokok dan Kendalikan Penyakit Tidak Menular Melalui CERDIK". Workshop kesehatan ini dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama menghadirkan dr. Theresia Sandra Diah Ratih, MHA (Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI), dr. Cut Putri Arianie, M.H.Kes (Direktur P2PTM), Dr. Rita Ramayulis dan Mas B. Hidayat.

dr. Cut Putri sedikit menjelaskan mengenai penyakit tidak menular di Indonesia. Setiap tahunnya terjadi peningkatan jumlah penderita penyakit tidak menular. Dan inilah yang menjadi concern dari Kemenkes untuk menurunkan angka kematian akibat penyakit tidak menular. 

Kemenkes RI menargetkan pada tahun 2025 Indonesia harus mampu mengendalikan laju penyakit tidak menular. Saat ini memang terjadi pergeseran, tadinya prevalensi penyakit menular lebih tinggi daripada penyakit tidak menular namun seiring kemajuan teknologi dan gaya hidup, penyakit tidak menular menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Karena itu penting sekali untuk mengendalikan penyakit tidak menular.

Kemenkes RI melalui program GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) berupaya untuk menekan tingginya angka penderita penyakit tidak menular dengan menghadirkan CERDIK. CERDIK adalah perilaku yang harus kita lakukan agar kualitas kesehatan tubuh kita menjadi lebih baik. CERDIK juga dapat mencegah dan mengendalikan penyakit tidak menular di Indonesia.

CERDIK meliputi:
C: Cek rutin kesehatan secara berkala;
E: Enyahkan asap rokok;
R: Rutin melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari;
D: Diet sehat dengan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang;
I: Istirahat yang cukup;
K: Kelola stress.

Awalnya saya sempat berpikir bahwa rokok hanya dapat menyebabkan terjadinya penyakit yang berhubungan dengan pernafasan dan paru paru saja. Ternyata saya keliru. Rokok dapat pula memicu kehadiran penyakit tidak menular seperti kanker, jantung dan stroke.

Lebih jelas lagi mengenai mengapa rokok sangat berbahaya bagi tubuh, bukan hanya untuk si perokok tapi juga untuk orang yang berada di sekitar si perokok dijelaskan oleh dr. Theresia. dr. Theresia mengungkapkan bahwa berdasarkan data yang ada kurang lebih tiga juta orang mengalami kematian dini setiap tahunnya terkait konsumsi tembakau yang menjadi pemicu munculnya penyakit tidak menular seperti serangan jantung, stroke, gagal ginjal dan diabetes melitus. 

Berdasarkan data WHO dan Riskesdas 2018, stroke menempati urutan atas sebagai penyebab kematian utama di dunia dan di Indonesia. Dan salah satu pemicu stroke adalah kebiasaan buruk merokok. 

Dalam satu hari jika orang merokok 10 batang maka dapat menurunkan tingkat harapan hidup rata-rata 5 tahun karena asap tembakau memiliki 69 jenis bahan karsinogenik dan mengandung sekitar 7000 bahan kimia. Karena itulah pengendalian konsumsi tembakau atau rokok menjadi "pekerjaan rumah" yang cukup berat bagi Kemenkes RI. Di Indonesia, strategi pengendalian konsumsi tembakau di Indonesia dilakukan melalui MPOWER.

MPOWER adalah:
M= Monitor konsumsi produk tembakau dan pencegahannya;
P= Perlindungan dari paparan asap rokok;
O= Optimalkan dukungan layanan berhenti merokok;
W= Waspadakan masyarakat akan bahaya konsumsi tembakau;
E= Eliminasi iklan promosi dan sponsor produk tembakau;
R= Raih kenaikan harga rokok melalui peningkatan cukai dan produk rokok.

#BLOKIRIKLANROKOK, gerakan ini merupakan salah satu gebrakan berani dari Kemenkes RI dalam upaya menurunkan jumlah perokok terutama dalam rangka meminimalisir konsumsi rokok pada anak-anak usia sekolah dan anak muda usia produktif. Iklan rokok menyasar target anak muda usia produktif terutama yang "penasaran" dengan rokok dan memiliki hasrat merokok yang besar.

Pemerintah semakin aktif menerapkan aturan bahwa rokok tidak boleh di jual pada anak sekolahan. Warung/toko kelontong yang berada disekitar sekolah, tidak boleh terdapat unsur spanduk/iklan rokok. Cukup miris mengetahui bahwa anak sekolah usia belasan sudah aktif merokok. Mereka kebanyakan "belajar" merokok dari salah satu anggota keluarganya , biasanya sih dari ayahnya yang menjadi role model semua anggota keluarga. 

Si ayah perokok, dan anak pun mengikuti perilaku buruk si ayah yaitu merokok. Jadi jangan salahkan pemerintah atau kementrian terkait jika didapati seorang anak usia sekolah telah mahir merokok. Selidiki dulu keluarganya, apakah ayahnya seorang perokok atau bukan. Jika ayahnya seorang merokok ya enggak heran klo anaknya pun merokok.

Dr. Rita Ramayulis

Selain merokok, faktor gaya hidup juga menjadi pemicu munculnya penyakit tidak menular. Dr. Rita Ramayulis mengungkapkan bahwa saat ini penderita obesitas semakin meningkat. Kemudahan teknologi yang kita rasakan saat ini membuat kita menjadi malas gerak sehingga lemak menimbun di tubuh kita. Obesitas juga disebabkan oleh faktor rendahnya konsumsi sayur dan buah pada masyarakat Indonesia. 

Kecenderungan orang Indonesia yang suka dengan makanan berlemak, manis, asin, gurih membuat angka obesitas kian meningkat. Dr. Rita menyarankan agar setiap hari kita mengonsumsi sayur buah, mengurangi lemak, mengatur penggunaan garam dan gula sesuai kebutuhan tubuh. Kita harus mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Tidak mendewakan salah satu atau beberapa bahan makanan karena tubuh membutuhkan nutrisi secara seimbang. 

Satu hal yang perlu diluruskan adalah tubuh perlu glukosa, bukan gula. Glukosa dan gula adalah dua hal yang berbeda. Glukosa dapat diperoleh dari karbohidrat. dr. Rita menyarankan jika kalian sudah terlanjur gemuk seperti saya ini, sebaiknya makan dengan model piring T. Konsumsi buah dan sayur sebaiknya ditingkatkan lebih banyak lagi. Dan rutin melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit tiap harinya.

Upaya mengendalikan penyakit tidak menular dan menurunkan jumlah perokok, juga dapat dilakukan dengan memberikan edukasi mengenai bahaya merokok. Edukasi tersebut dapat dilakukan melalui media sosial dengan menggunakan tekhnik story telling. Menurut Mas B. Hidayat, narasumber terakhir pada workshop pertama menyatakan bahwa story telling merupakan cara paling ampuh untuk meningkatkan kualitas konten yang kita miliki.

Kalian juga dapat mengetahui info seputar penyakit tidak menular melalui akun instagram P2PTM dan websitenya loh.

Mas B. Hidayat

Kunjungan Ke RS Pusat Otak Nasional

RS Pusat Otak Nasional
Masih menceritakan mengenai workshop dua hari yang dihelat oleh Kemenkes RI beberapa saat lalu, saya ingin menceritakan mengenai aktivitas pada hari kedua. Hari kedua, saya dan sepuluh orang rekan blogger lainnya melakukan kunjungan ke Rumah sakit pusat otak nasional yang berlokasi di Cawang Jakarta Timur. 

RS Pusat Otak Nasional atau yang familiar dengan sebutan RS PON adalah rumah sakit tipe A yang khusus menangani seputar gangguan yang terjadi pada otak terutama stroke. Rumah sakit ini merupakan rumah sakit rujukan utama bagi penderita stroke. Kedatangan kami, para Blogger Kesehatan di RS PON disambut sangat antusias oleh pihak rumah sakit.


Kasir dan ruang tunggu rawat jalan RS PON

dr. Ita Muharram,Sp.S menjelaskan mengenai stroke beserta tindakan darurat yang dilakukan jika ada keluarga yang mengalami serangan stroke. Stroke dibagi menjadi dua. Stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke iskemik adalah stroke yang terjadi karena adanya penyumbatan sedangkan stroke hemoragik adalah stroke akibat pecahnya pembuluh darah. Dan kedua jenis stroke ini sama sama berbahaya dan memiliki potensi yang besar sebagai penyebab kematian si penderita.

Sama seperti yang dijelaskan pemateri pada hari pertama workshop, dr. Ita juga mengatakan jika rokok dan gaya hidup yang kurang sehat menjadi penyebab utama munculnya stroke, penyakit tidak menular yang paling sering menjadi penyebab kematian. Lebih lanjut lagi dr. Ita menjelaskan bahwa stroke dapat diatasi jika penderita stroke cepat tanggap mengenai kondisi yang dialaminya dan tidak menunda nunda untuk melakukan pemeriksaan ct-scan.

dr. Ita juga mengingatkan jika ada diantara kita yang menemui diri sendiri ataupun kerabat, tetangga serta teman yang secara mendadak mengalami kesulitan berbicara, pelo, tangan terasa lemas dan tidak bertenaga, segera ke rumah sakit yang memiliki alat ct-scan agar secepatnya diketahui penyebab sebenarnya. Oh ya, FYI nih stroke bukanlah penyakit yang datang secara tiba tiba. Penyakit ini mengincar siapapun yang sering makan enak, malas gerak dan kurang istirahat serta tidak mampu mengelola stress. 

RS PON memiliki sarana dan prasarana yang cukup lengkap dalam mengatasi stroke termasuk stroke iskemik akut dengan tindakan thrombolisis (minum obat). RS PON memiliki satu bangsal perawatan yang khusus menangani neurorestorasi. Neurorestorasi adalah tindakan pendampingan keluarga pasien ataupun si pasien sendiri setelah dinyatakan boleh meninggalkan rumah sakit.

Menghadapi dan merawat orang stroke diperlukan kesabaran dan tidak bisa sembarangan saja. Orang yang telah mengalami serangan stroke memerlukan terapi khusus yang akan berguna bagi dirinya sendiri saat sudah berada di rumsh. Inilah tujuan ruangan inap neurorestorasi. 

Ruangan inap ini dapat disebut pula sebagai ruangan pemulihan dan terapi sebelum pulang ke rumah. FYI nih ruangan neurorestorasi yang berada di lantai 5 ini belum tercover BPJS ya. Jadi sifatnya tentatif, tergantung kemauan si pasien dan keluarga. Setelah dinyatakan boleh pulang, keluarga akan diberikan pilihan apakah langsung pulang atau melakukan terapi di ruangan inap neurorestorasi.

Saya berkesempatan keliling rumah sakit yang memiliki 15 lantai ini. Ruangan IGD berada di lantai dasar tepatnya di sisi samping rumah sakit. Pada lantai 4 dan 7 terdapat ruangan stroke care unit. Rumah sakit ini dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan yang memadai untuk menangani stroke.

Seseorang yang mengalami serangan stroke akan memiliki kesempatan sembuh lebih besar jika cepat ditangani sebelum 6 jam dari waktu awal mengalami serangan. Jika lebih dari 6 jam baru dilakukan tindakan, kesempatan untuk pulihnya menjadi rendah. 

Ada satu ruangan di rumah sakit ini yang membuat saya terkesan. Ruangan tersebut merupakan sebuah taman yang berada di lantai 5 dan didesain dengan sangat indah dan apik. Hanya pasien ruangan inap neurorestorasi saja yang dapat menikmati taman ini sebagai salah satu sarana terapi. 

RS PON bukan hanya dilengkapi oleh sarana dan prasarana yang lengkap dan memadai tapi juga didukung oleh tenaga medis yang berpengalaman dan expert dibidangnya. Dokter yang bertugas di rumah sakit ini, 90% adalah dokter spesialis. Melihat banyaknya pasien yang datang untuk berobat, saya menyadari bahwa apa yang dikatakan oleh Direktur P2PTM Kemenkes RI yang menyatakan bahwa jumlah pasien penyakit tidak menular terus menerus meningkat adalah benar adanya.

Sepertinya tidak ada jalan selain mulai hidup sehat dari sekarang dan menerapkan perilaku CERDIK untuk mengendalikan penyakit tidak menular yang kian bertambah jumlahnya. Saya sendiri pun tidak ingin peristiwa yang terjadi pada almarhum kakak saya, terulang kembali.

Berfoto bersama di taman RS PON




Selasa, 25 Juni 2019

Call Center 135 dan SPBU Modular, Layanan Andalan Pertamina MOR III Selama Satgas Pertamina Siaga 2019

Mudik lebaran 2019

Libur lebaran 2019 baru saja usai tapi kisah yang tercipta tak kan pernah pupus dari ingatan. Cerita apa sik yang paling melekat ketika menyinggung mengenai libur lebaran? Sebagian besar, pasti akan menjawab perjalanan mudik ke kampung halaman untuk berkumpul dan berlebaran bersama kerabat dekat dan sanak saudara. Dan saat ada yang bertanya hal apa sik yang paling membekas saat mudik lebaran? Sebagian akan menjawab kemacetan saat melakukan mudik lebaran sedangkan sebagian lainnya akan menjawab keseruan berlebaran di kampung halaman. Tapi saya yakin nih klo sebagian besar orang pasti akan bercerita tentang padatnya arus mudik yang dialaminya.

Coba deh diingat-ingat, ada berapa orang yang bertanya,"kemarin pas mudik, kena macet ngga?" atau "perjalanan lancar kan?", "Ngga terjadi penumpukan kendaraan pemudik di jalan tol?" atau pertanyaan, " sudah banyak belum sik rest area yang tersedia di jalan tol yang baru?",  "Semua rest area yang tersedia, sudah ada SPBU-nya kan?", dan beberapa pertanyaan sejenis lainnya.

Saya sendiri, lebaran tahun ini memutuskan untuk pulang kampung ke daerah asal orang tua saya di Sragen, Jawa Tengah. Dan satu pemandangan yang terekam kuat dibenak saya adalah antrian super panjang kendaraan yang mau masuk rest area dan yang akan meninggalkan rest area serta mengularnya antrian kendaraan yang akan mengisi bahan bakar di SPBU yang tersedia di rest area. 

Pemandangan tersebut membuat saya kepikiran gimana kalau stok bensin habis sedangkan macet bisa saja terjadi selama berjam-jam. Untung saja, saat ini semua informasi dapat dengan mudah diakses termasuk apakah ketersediaan pasokan bahan bakar  terjamin selama arus mudik lebaran 2019. Saya dapat mengetahui informasi tersebut pada laman media sosial Pertamina terutama pada akun media sosial Pertamina Region III.

Membahas mengenai ketersediaan pasokan BBM selama mudik lebaran 2019, enggak akan lepas dari kiprah dan kerja keras dari PT. Pertamina terutama Pertamina Region III dan instansi terkait termasuk pihak kepolisian. Selama arus mudik lebaran 2019, Pertamina menyediakan 26 kios Pertamina Siaga dan 6 buah SPBU Modular sebagai antisipasi antrian yang panjang di SPBU reguler yang ada di rest area. Selain itu, kehadiran SPBU modular ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Pertamina dalam melayani kebutuhan BBM para pemudik.

SPBU Modular (sumber foto : Pertamina)

Kalian mungkin bertanya-tanya, apa sih Pertamina Modular tersebut? Apakah sama dengan Pertamina mini? Ternyata berbeda loh. Pom mini yang banyak kita lihat di pinggir-pinggir jalan, bukanlah unit dari Pertamina atau dengan kata lain, bukan itu yang disebut sebagai Pertamina modular.


Narasumber Apresiasi Satgas Pertamina Siaga 2019

Saya pun baru mengetahuinya pada saat hadir dalam acara Apresiasi Satgas Pertamina Siaga Lebaran 2019 di Ballroom Grand Mercure, Jakarta pada tanggal 25 Juni 2019. Pada acara tersebut, Bapak Jumali dari PT. Pertamina menjelaskan mengenai Pertamina modular dan menceritakan upaya apa saja yang dilakukan oleh Pertamina selama arus mudik dan balik lebaran 2019. Terutama untuk memastikan bahwa ketersediaan BBM aman selama arus mudik dan arus balik.

Bapak Jumali dari Pertamina


Pertamina Modular

Pertamina Modular adalah lembaga penyalur yang memiliki sarana dan fasilitas yang dapat berpindah dan didirikan sebagai alternatif bangunan untuk memenuhi kebutuhan BBM non PSO di lokasi tertentu. Untuk kebutuhan SPBU Modular yang memasarkan produk BBM PSO dan premium dapat saja dimungkinkan atas pertimbangan tertentu.

Pertamina Modular atau SPBU Modular, sarana dan fasilitasnya bisa berpindah tempat lho. Karena SPBU ini bersifat fungsional dan peruntukannya memang sebagai tempat alternatif menyalurkan BBM di daerah tertentu. Pertamina Modular ini juga digunakan untuk program pemerintah BBM satu harga. 

Pertamina Modular saat ini diantaranya dapat dijumpai di Kabupaten Sukabumi dan Cianjur. SPBU ini juga cukup banyak dijumpai di pelosok daerah yang jauh dari hiruk pikuk ibukota.

Khusus musim mudik lebaran 2019 ini, layanan SPBU Modular sengaja dihadirkan Pertamina untuk membantu pemudik mendapatkan BBM di rest area yang belum ada fasilitas SPBU reguler. BBM yang disediakan oleh SPBU Modular adalah Pertamax dan Pertamina Dex. Harganya pun sana dengan harga BBM di SPBU reguler.

Layanan SPBU Modular di rest area (Sumber foto : Pertamina)

Di Wilayah Pertamina Marketing Operation Region III, Jawa Bagian Barat disiapkan 6 unit SPBU Modular yang berada di beberapa titk jalan tol dari ruas Bekasi hingga Pejagan, (perbatasan Cirebon dengan Jawa Tengah). Layanan SPBU Modular baru disiapkan tahun ini, sebagai upaya Pertamina MOR III menjawab layanan penyediaan BBM bagi pemudik, dengan scenario satu jalur/one way. 

Kehadiran Pertamina Modular ini bagai dewa penolong bagi pemudik yang kehabisan bahan bakar atau saat ingin mengisi BBM namun SPBU reguler yang ada di rest area yang dilewati terpaksa ditutup karena antriannya sudah terlalu panjang.
SPBU modular selama mudik lebaran 2019 telah menyalurkan hampir 155 ribu liter Pertamax selama masa satgas Pertamina Siaga dari tanggal 21 Mei hingga 19 Juni 2019.

Berdasarkan data dari PT. Pertamina, kebutuhan masyarakat terhadap BBM selama puasa dan mudik lebaran 2019 meningkat sekitar 32-35%. Selain menghadirkan Pertamina Modular, Pertamina juga memperkenalkan call centernya yang baru yaitu 135.

Call Center Pertamina 135, Pertolongan Saat Kehabisan Bensin di Jalan Tol

Pernah ngga ngalamin kehabisan bensin atau BBM saat berada dalam jalan tol? Saya sih belum pernah mengalaminya dan semoga tidak pernah terjadi. Kebayangkan gimana panik dan ribetnya saat kehabisan bahan bakar di jalan tol?! Ditambah lagi jika kehabisan bensinnya saat macet dan antrian SPBU di rest area terdekat mengular hingga pening kepala melihatnya. Tapi ga usah khawatir jika hal ini terjadi pun, kita bisa nih mengontak call center Pertamina 135. 

Call center 135 akan mendatangi pemudik yang kehabisan bensin berdasarkan share loc si pemudik tersebut. Layanan call center ini hadir sebagai upaya peningkatan layanan yang lebih baik lagi untuk masyarakat. Layanan call center 135 mulai diperkenalkan pada Februari 2019 dan sukses menjadi dewa penolong bagi para pemudik yang kehabisan bensin karena lalu lintas yang macet bahkan stuck. Petugas Call Center 135 merupakan bagian dari Satgas Pertamina Siaga yang rela tidak libur lebaran demi menolong para pemudik yang memerlukan BBM.

Satgas Pertamina Siaga 2019 Call Center 135 (sumber foto : Pertamina)

Dalam acara Apresiasi Satgas Pertamina Siaga Lebaran 2019, diperlihatkan rekaman video Satgas Pertamina Siaga yang sedang melaksanakan tugasnya memberikan layanan pada para pemudik di jalur mudik sepanjang tol Trans Jawa. Ada loh petugas yang tergopoh-gopoh datang sambil membawa dirigen berisi bahan bakar dan mendatangi kendaraan pemudik yang kehabisan bensin. Petugas inilah yang merupakan petugas call center 135 Pertamina yang menolong pemudik untuk memperoleh bahan bakar kendaraannya.

Melihat upaya pelayanan yang dilakukan oleh Satgas Pertamina Siaga Lebaran 2019, tak berlebihan jika para Satgas ini diberikan apresiasi atas semua yang telah dilakukan demi kelancaran mudik lebaran 2019. Satgas Pertamina Siaga 2019 ini juga bersinergi dengan kepolisian di beberapa titik rawan kemacetan.

Untuk lebaran tahun ini, dapat dikatakan, arus mudik lancar namun masih perlu pembenahan dan intropeksi untuk layanan Pertamina Siaga pada arus balik lebaran. 

Seperti yang diketahui, pada saat arus balik lebaran 2019, volume kendaraan dijalan tol pada tanggal 9-10 Juni 2019 meningkat berkali lipat dari biasanya. Dan hal ini menyebabkan kemacetan yang luar biasa pada beberapa ruas jalan tol yang dilalui oleh pemudik serta panjangnya antrian di sejumlah SPBU baik yang regular maupun yang modular. Kondisi inilah yang menjadi pe-er untuk Pertamina agar dapat memberikan layanan yang lebih baik lagi pada mudik lebaran tahun berikutnya.
#ThankyouPertamina.


Acara Apresiasi Satgas Pertamina Siaga 2019



Senin, 24 Juni 2019

Belajar Menerima Kekalahan Dari Film Koki Koki Cilik 2

Press Screening Koki Koki Cilik 2
Libur sekolah sudah di depan mata nih. Sudah ada rencana untuk memanfaatkan momen libur sekolah kali ini? Kalau saya sudah punya nih serentetan daftar acara yang akan dilakukan bersama anak-anak. Salah satu rencana terdekat yang akan saya dan kedua anak saya lakukan di libur sekolah tahun ini adalah pergi ke bioskop dan menonton film Koki Koki Cilik 2. Kedua anak saya antusias sekali untuk menonton sequel film ini.Alasannya sepele sih karena mereka nonton Koki Koki Cilik yang pertama. Jadi semacam keharusan klo mereka kudu nonton sekuelnya wekekek.

Saya sih ngga keberatan dengan keinginan mereka. Toh film yang ingin mereka tonton pun sesuai dengan genre mereka. Jadi no problemo lah. Saya sendiri juga masih ingat alur cerita film Koki Koki Cilik karena ada Bang Morgan Oei di film tersebut. Uhuuuy film apapun yang dibintanginya saya pasti mengingatnya huahahaha. Tapi sebenarnya ada satu sosok yang saya kenang dari film Koki Koki Cilik selain Bang Morgan yaitu sosok Bima, si tokoh utama. 

Anak kecil yang ngeyel ingin ikut camp masak padahal harus mengeluarkan biaya yang cukup besar, apalagi untuk ukuran kemampuan ekonomi keluarganya. Saya suka dengan segala macam bentuk kegigihan, apapun itu. Karena itu, saya yakin di film sekuelnya ini, ada pesan-pesan positif yang disampaikan oleh Koki Koki Cilik 2.

Saya mengetahui bahwa akan ada sekuel dari film Koki Koki Cilik beberapa bulan lalu. Kebetulan teman saya bekerja di MNCP Movie. Dan pada satu kesempatan terjadilah obrolan tentang film Koki Koki Cilik 2. Saat itu pula saya mengetahui bahwa Abang Morgan tidak lagi bermain di film Koki Koki Cilik 2. Duuh hancur perasaan saya *lebay mode on wkwkwk *. Untungnya cuma sepersekian detik saja sik hancurnya karena sesaat kemudian saya tau bahwa akan ada Christian Sugiono yang ikut meramaikan Koki Koki Cilik 2. Aaargggh...langsunglah terbayang wajah tamvan Abang Chris.. * ngga kuat aku tu bayanginnya hahahaha *. Selain diramaikan oleh Christian, film Koki Koki Cilik 2 ini juga akan dimeriahkan oleh penampilan akting yang tidak bisa diremehkan dari Ringgo Agus Rahman dan Kimberly Ryder. Eitts jangan pula diremehkan kehadiran aktor artis cilik berbakat seperti Farras Fatik, Alifa Lubis, Muhammad Adhiyat, Marcello Mahesa, Ali Fikri, Romaria Simbolon dan Clarice Cutie.

Cast Koki Koki Cilik 2

Film besutan rumah produksi MNCP Movie ini masih menyuguhkan cerita drama keluarga. Saya sih yakin ceritanya pasti akan disuguhkan secara apik dan penuh "kesegaran". Akting para pemain cilik yang ada di Koki Koki Cilik 2 pasti akan membawa atmosfer baru yang membedakannya dari part pertamanya. 

Oh ya saya dapat bocoran nih klo sekuelnya ini akan menyuguhkan drama yang lebih menguras perasaan dan memberi pesan mendalam mengenai arti kebahagiaan anak bagi orang tua. Ceritanya masih sama dengan yang pertama yaitu seputar cooking camp, camp kompetisi memasak yang pesertanya adalah anak anak. Namun jangan dulu bayangin bahwa kisah Koki Koki Cilik 2 akan senada dengan Koki Koki Cilik. Ada nuansa yang lebih menggelitik hadir sebagai pembeda ceritanya.

Kehadiran bintang-bintang yang sebelumnya tidak ada di Koki Koki Cilik tentu saja membawa warna baru untuk film ini. Coba deh kalian bayangkan asik banget ngga sik klo ada koki setampan Christian Sugiono atau sekinclong Kimberly Ryder. Pasti pada ngantri tuh para pelanggannya demi untuk dapat menatap dan menikmati paras menawan dari koki koki tersebut plus masakannya pula. Eh tapi apakah memang Christian dan Kim berperan sebagai koki? Hmmm saksikan saja nanti pada tanggal 27 Juni 2019 langsung di bioskop kesayangan kalian.

Pemain cilik Koki Koki Cilik 2

Kalian pasti mempertanyakan apa sih kelebihan film ini? Kalau dari kacamata saya sik, film ini mengangkat cerita sederhana namun sarat makna. Kebetulan juga saya sudah sempat menonton filmnya pada saat screening Koki Koki Cilik 2 di XXI Mall Kota Kasablanca beberapa hari lalu. Dan wajib banget nih kalian tau, alur cerita film ini sukses mengaduk-ngaduk perasaan saya sebagai seorang ibu yang memiliki anak usia 9 dan 15 tahun.

Saya membayangkan bagaimana jika anak saya yang mengalami kegagalan dalam hidup? Apakah dia akan mampu bangkit dan melangkah lagi? Bagaimana jika anak-anak saya mengalami kekalahan, apakah mereka mampu menerima dan berlapang dada dengan kekalahannya tersebut? Film ini mengajarkan bagaimana menjadi "ksatria". Kalah bukan berarti pecundang, gagal bukan lantas menyerah. 

Saya suka banget dengan "pesan-pesan" positif yang ingin disampaikan Koki Koki Cilik 2 dan sikap-sikap inilah yang harus ditransfer serta ditanamkan pada diri anak-anak Indonesia. Mampu menerima kekalahan dengan lapang dada. Tanpa teriak-teriak "curang", tanpa makian terhadap lawan tapi uluran tangan dan kalimat diantara senyuman " Selamat ya".

Film Koki Koki Cilik 2 bukan film yang hanya bagus untuk anak-anak saja tapi juga untuk orang tua. Agar orangtua semakin menghargai keinginan dan hasrat anak-anaknya. Supaya orangtua semakin menyadari bahwa anak-anak memiliki "hidup" sendiri dan bukan perpanjangan ego orangtuanya.

Tayang 27 Juni 2019

Kalian pasti bertanya-tanya siapa sih yang mengalami kegagalan? Siapa sih yang mampu bersikap "ksatria"? Udah kagak usah nebak-nebak. Langsung tonton aja langsung filmnya. Dijamin ngga akan nyesal deh. Eh jangan sampe lupa ajak anak-anak, kakek nenek, saudara saudara semua. Mari manfaatkan libur sekolah dengan hal-hal yang bermanfaat. Selamat liburan sekolah ya.


Sabtu, 15 Juni 2019

Victor Wirawan, Elon Musk Versi Indonesia Siap Luncurkan Baby Unicorn, Solusi Listrik Gratis Untuk Masyarakat Indonesia

Victor Wirawan, Elon Musk Versi Indonesia

Akhir-akhir ini, saya cukup concern dengan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk melindungi bumi dari kerusakan yang lebih parah lagi. Terutama dari sampah plastik yang mengancam kehidupan bumi dan pemanfaatan sumber energi yang tidak ramah lingkungan. Saya mencoba melindungi bumi mulai dari diri saya sendiri dengan cara mengubah perilaku hidup saya yang lebih bijak dalam menggunakan sumber energi hasil bumi, seperti hemat listrik serta meminimalisir sampah plastik.

Jika selama ini saya gampang sekali menggunakan plastik sekali pakai untuk membungkus makanan atau membawa barang belanjaan saat belanja ke pasar dan supermarket, saat ini saya menggantinya dengan wadah yang bisa dibersihkan dan membawa tas atau kantong belanjaan ramah lingkungan. Saya juga sudah menghentikan kebiasaan menggunakan sedotan plastik dan menggantinya ke sedotan stainless yang bisa dipakai berulang kali dan dibersihkan.

Saya merasa sudah saatnya memulai hidup yang lebih memedulikan lingkungan dan menjaga bumi dari kerusakan yang lebih parah lagi demi kehidupan anak cucu yang lebih baik di masa yang akan datang. Saya selalu mendukung tindakan atau kegiatan apapun yang bertujuan untuk menciptakan kehidupan yang ramah lingkungan, penghematan energi hasil bumi dan kelestarian alam lainnya. 

Karena itu, saya pun gembira saat mengetahui bahwa Indonesia memiliki sosok Victor Wirawan, anak muda milenial Indonesia yang berinisiatif mengembangkan teknologi dibidang energi terbarukan. Victor bersama puluhan anak muda milenial berbakat lainnya, dibawah naungan Baran Energy, saat ini sedang mengembangkan teknologi power storage yang mampu menampung energi listrik, baik yang bersumber dari matahari, air ataupun angin.

Puluhan Anak muda milenial dibawah naungan Baran Energy

Victor Wirawan yang juga dijuluki sebagai Elon Musk versi Indonesia juga sedang bersiap untuk meluncurkan start up yang akan menjadi baby unicorn yang memungkinkan masyarakat Indonesia dapat menikmati listrik gratis. Berdasarkan release yang dikeluarkan oleh Baran Energy pada tanggal 1 Juni 2019 yang berjudul Elon Musk Indonesia Bakal Lahirkan Baby Unicorn, Orang Tidak Perlu Bayar Listrik, Victor Wirawan sebagai penggagas ide kreatif tersebut mengungkapkan bahwa anak – anak muda milineal bersama Baran Energy  saat ini sedang menciptakan produk yang sangat revolusioner agar setiap orang tidak perlu kena beban listrik lagi. Dengan menggunakan teknologi dari Baran Energy, maka sama saja pengguna bayar listrik 5 tahun, tetapi selanjutnya GRATIS listrik 15 tahun.

Dengan teknologi revolusioner yang memungkinkan masyarakat tidak perlu mengisi token listrik ini, Victor optimis teknologi ini bakal mendapat respon positif dari masyarakat luas jika suatu saat mulai dipasarkan. Kehadiran Baran Power ini merupakan cara baru mengkonsumsi energi tanpa fosil, tidak perlu membayar listrik dan konsumen hanya megeluarkan biaya untuk membeli perangkatnya saja, tapi kedepannya sangat menghemat pengeluaran biaya listrik.

Victor bersama puluhan anak-anak negeri yang berbakat sedang mengembangkan tiga varian produk teknologi energi ramah lingkungan, yaitu PowerWall berkapasitas 8.8 KWh, PowerPack 126 KWh, dan PowerCube 1.2 MWh. Ketiga perangkat dapat digunakan mulai dari rumah tinggal, pabrik, real estate, perkebunan, pertambangan, hingga industri sekala besar. Selain itu, Baran juga siap meluncurkan prototype mobil listrik yang nantinya suatu saat bisa dikomersilkan.

Victor Wirawan yakin jika Baran Energy sebagai startup dalam beberapa waktu mendatang akan lahir menjadi salah satu baby unicorn yang bisa menampung semakin banyak anak – anak muda milenial Indonesia yang berpikiran kreatif dan inovatif.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pernah menyampaikan, di tahun 2019 ini pemerintah menargetkan akan ada lima startup unicorn di Indonesia. Dan Victor berharap Baran Energy mampu menjadi baby unicorn yang mungkin saja akan menjelma menjadi unicorn kelima Indonesia. 

Baran Energy 

Berdasarkan beberapa riset yang sempat disebutkan oleh Presiden Jokowi, Indonesia saat ini telah memiliki empat unicorn yaitu Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak. Kuy, kita doakan saja semoga Victor Wirawan bersama Baran Energy mampu mewujudkan impiannya yaitu dapat memberikan solusi listrik gratis bagi masyarakat Indonesia sekaligus mengembangkan energi terbarukan yang pastinya ramah lingkungan untuk kehidupan bumi yang lebih baik lagi ke depannya. Aamiin.

Baran Cube dari Baran Energy (foto:instagram Baran Energy)


Kamis, 13 Juni 2019

Ini Bukan Review Si Doel The Movie 2

Poster Si Doel The Movie 2 (sumber foto: instagram Si Doel The Movie 2)

Kurang lebih setahun lalu, saya sengaja menyempatkan diri nonton Si Doel The Movie. Jujur aja, setelah nonton filmnya, muncul kecewa karena jalan ceritanya yang terkesan nanggung. Mirip serial televisi karena tidak langsung tuntas selesai melainkan ada kelanjutannya yaitu Si Doel The Movie 2. Padahal saat itu penasaran banget dengan sikapnya Si Doel pada Zaenab dan juga Sarah. Gemes banget dengan ketidaktegasan Doel dalam bersikap. Tapi ya memang seperti itu kan gambaran Si Doel yang dideskripsikan melalui serial televisi Si Doel Anak Sekolahan. Saya pun terpaksa harus bersabar menanti kehadiran Si Doel The Movie 2.

Kegemasan terhadap cerita nanggung Si Doel The Movie inilah yang menjadi alasan kenapa saya ((lagi lagi)) sengaja menyempatkan diri untuk nonton Si Doel The Movie 2 disela sela libur lebaran. Tapi kali ini saya sudah siap jika ceritanya "nanggung" kembali karena saya telah dapat bocoran kalau film ini memang sengaja dibuat trilogy.

Saya tidak akan mengulas bagaimana akting Om Rano Karno, Cornelia Agatha ataupun Maudy Kusnaedi, Mandra dan Suti Karno. Karena tanpa saya singgung pun, pecinta film tanah air sudah mengetahui kualitas akting mereka. Saya lebih tertarik mengomentari kekakuan Doel sebagai seorang suami terhadap istrinya meskipun status pernikahannya adalah pernikahan siri tapi tetap saja sah dimata Allah. Saya lebih tertarik membahas mengenai sikap Doel yang seperti es batu terhadap istrinya sendiri yang telah mendampingi dan melayaninya. Termasuk sikap tidak tegasnya terhadap "masa lalunya". 

Maudy Kusnaedi pemeran Zaenab (foto: instagram Maudy Kusnaedi)

Berdasarkan pengalaman ecieee, ketidaktegasan pada masa lalu akan membawa dampak buruk terhadap kehidupan yang dijalaninya baik kehidupan saat ini maupun di masa mendatang. Dan ini jelas terlihat pada kehidupan Doel. Dia terus diusik dan dihantui bayangan istri sah yang pergi meninggalkannya bersama dengan bayi yang dikandungnya hingga perasaan tersebut membuatnya merasa bersalah pada wanita yang dijadikan istrinya saat ini yaitu Zainab. Hal ini pasti akan berpengaruh terhadap kehidupan pernikahannya dengan Zainab.

Sebagai seorang wanita, saya terhanyut dengan peran yang dilakoni Rano Karno dalam film tersebut. Ingin banget saya memaki maki sosok Doel huahahaha. Jadi laki laki kog plin plan dan ngga tau apa maunya. Sudah berani melangkah dengan wanita lain dan memulai hidup baru, ya semestinya berani pula mengucapkan selamat tinggal pada masa lalunya. Mengucapkan selamat tinggal bukan berarti berhenti tanggung jawab pada darah dagingnya tapi tegas dengan pilihannya. Menceraikan istri yang telah meninggalkannya selama kurang lebih 14 tahun tanpa kabar berita. 

Sebagai seorang perempuan, saya kebelet ingin ngomelin Doel. Jadi laki kog ngga peka dengan perasaan wanita yang telah mendampinginya selama bertahun-tahun. Wanita mana yang ngga shock klo tiba tiba suaminya mengatakan telah bertemu dengan anak dan istri sah yang belum diceraikannya. Apalagi si suami tidak menunjukkan sikap yang menenangkan dan meyakinkan klo semua tidak akan ada yang berubah. Sikap yang ditunjukkan Doel "abu abu". Duuh pengen ngeruwes aja lakik kek gitu wekekek.

Eits kegemasan saya bukan hanya pada sikap Doel saja tapi pada kelemahan Zainab. Et dah jadi perempuan dan istri kagak bisa lembek begitu juga kali. Nrimo dan diam saja saat "kedudukannya" terancam. Wakakak ini kenapa saya yang jadi nafsu dengan jalan cerita Si Doel The Movie 2 yak? Huahahaha Sepertinya ini adalah pertanda bahwa cerita dan skenario yang dibuat berhasil mempengaruhi perasaan penonton yang melihatnya sampai terbawa suasana seperti ini wkwkwk.

Film besutan rumah produksi Falcon Pictures dan Karnos Film ini, cukup apik menyajikan alur cerita dengan natural dan sukses membangkitkan kenangan akan serial televisinya. Sosok Mandra yang nyebelin tapi bikin ngakak masih menjadi salah satu ciri khas dari Si Doel The Movie, sama dengan serial televisinya belasan bahkan puluhan tahun silam.

Over all, hampir semua karakter tokoh dalam Si Doel The Movie tidak ada yang diubah. Semua tetap sama persis seperti serial televisinya. Hanya ditambahkan karakter anak Si Doel dan Atun saja, selebihnya tak ada wajah baru. Oplet dan warung Si Nyak yang kemudian diurus Atun pun tetap dihadirkan dan memperkuat sentuhan serial Si Doel Anak Sekolahan dalam Si Doel The Movie 2. 

Penampakan oplet Bang Mandra (foto dari instagram Abikartubi)

Tak cukup sampai disitu saja, kenangan terhadap sosok Mas Karyo pun tetap ditampilkan melalui kehadiran anak Atun dan Mas Karyo yang memiliki hobi yang sama dengan bapaknya yaitu memelihara burung. Burung dan sangkarnya pun ikut meramaikan Si Doel The Movie 2. Bgitu juga kehadiran Munaroh. Klo yang rajin mantengin serial Si Doel Anak Sekolahan, pasti masih inget siapa Munaroh ini. Yups doi adalah gebetannya Bang Mandra. Nyaris tak ada yang berbeda kan antara serial televisi dan filmnya? Hanya saja, versi layar lebarnya ini seperti rangkuman sekaligus kelanjutan cerita dari kisah Si Doel Anak Sekolahan yang ditayangkan sebagai serial televisi. Masih sama sama mudah dicerna jalan ceritanya.

Kalau ada diantara kalian yang kangen dengan serial Si Doel Anak Sekolahan, film Si Doel The Movie 2 ini masih bisa loh dipantengin di layar bioskop terdekat. Dan siap-siap untuk "gemas" dengan sikap Si Doel dan "ngakak" maksimal karena ocehan polos Bang Mandra dan Atun. Lumayanlah bisa sedikit mengobati hati yang pedih karena ditinggal mantan ehhhh hahahaha. Selamat menonton film karya anak bangsa yaaa.

Wajah baru di film Si Doel The Movie (foto dari instagram Abikartubi)

Senin, 03 Juni 2019

Mudik Aman Sehat, Selamat Sampai Tujuan

Mudik aman sehat dan selamat sampai tujuan

Lebaran tinggal menghitung hari. Ini tandanya mudik telah tiba. Kalian ada rencana untuk mudik? Mudik ke daerah mana? Kemanapun kalian mudik, semoga sehat, selamat sampai kota tujuan yah.

Tahun ini, sepertinya saya hanya akan pulang ke Bandung saja. Karena kondisi Bapak mertua yang sedang sakit, keinginan untuk mudik alias pulang kampung ke kota asal orang tua saya, terpaksa ditunda dulu. Meskipun hanya pulang ke Bandung, bukan berarti saya enggak bersiap diri loh.

Setiap datang waktu mudik, saya memang telah terbiasa untuk menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan perjalanan menuju kampung halaman. Apalagi mudik pada saat hari raya itu, klo menurut saya sih lebih banyak tantangannya. Yang utama sik tantangan sabar menghadapi macet dan kepadatan lalu lintas yang pastinya melonjak tajam dibanding hari-hari biasa.

Mudik memang sudah menjadi sebuah tradisi bagi masyarakat negeri ini. Lebaran seakan kurang afdol jika tidak dilalui bersama dengan sanak keluarga dan kerabat di kampung halaman. Terutama bagi perantau yah. Dan ini juga yang saya alami sejak menikah dan sempat bekerja serta tinggal jauh dari orang tua dan keluarga besar. Mudik menjadi rutinitas tahunan jelang hari raya Idul Fitri.

Ngabuburit Sehat bersama Bu Menkes, Bapak Sekjen Kemenhub dan perwakilan Kemenkes RI

Ngomongin mudik, saya jadi teringat dengan salah satu acara yang sempat saya hadiri. Yaitu Ngabuburit Bareng Kemenkes dan Kemenhub RI di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Acara yang dihadiri oleh Bu Menkes, Ibu Nila Moeloek, perwakilan dari Kemenhub, Kemenkes RI, komunitas blogger, komunitas pengendara dan milenials Kemenhub, mengusung tema : " Mudik Aman Selamat Sehat Sampai Tujuan".

Acara Ngabuburit ini sebenarnya merupakan acara tahunan yang diselenggarakan Kemenkes setiap bulan Ramadan dan khusus Ramadan tahun ini, Kemenkes juga menggandeng Kemenhub. 

Ngabuburit Kemenkes dan Kemenhub RI 2019, Perilaku Bersih dan Sehat, Mudik Aman dan Selamat

Acara Ngabuburit 2019 ini membahas mengenai bagaimana mudik yang aman, selamat sehat sampai kota tujuan. Bu Nila mengimbau siapapun yang ingin mudik ke kampung halaman untuk mempersiapkan diri, terutama menyiapkan diri agar tetap sehat dan bugar. Selain juga mempersiapkan kondisi kendaraan yang harus layak jalan (jika menggunakan kendaraan pribadi).

Lebih lanjut lagi, Bu Nila menjelaskan bahwa sepanjang jalur mudik 2019 ini tersedia 6047 titik pos kesehatan yang khusus diperuntukan untuk para pemudik. Di posko kesehatan tersebut, para pemudik akan memperoleh pelayanan kesehatan gratis dan dipersilahkan untuk istirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Disediakan juga pemijatan gratis loh. 

Selama melakukan perjalanan, setidaknya para pengemudi kendaraan beristirahat setelah 3-4 jam mengemudi. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kecelakaan yang disebabkan oleh human error seperti supir (pengendara) kelelahan atau mengantuk.
Tips sehat untuk mudik aman sehat,selamat sampai tujuan (sumber : twitter Kemenkes RI)

Perilaku Mudik Sehat, Aman dan Selamat

Ada beberapa perilaku yang harus dilakukan oleh pemudik agar perjalanannya menuju kota tujuan aman, lancar, sehat, selamat tanpa ada gangguan yang berarti. 

Perilaku tersebut, yaitu:
1. Mempersiapkan fisik yang sehat dan bugar sebelum mudik. Lebih baik lagi kalau melakukan cek up ke dokter sebelum melakukan perjalanan mudik lebaran;
Persiapan fisik yang sehat (sumber twitter Kemenkes RI)
2. Wajib banget hukumnya untuk memeriksakan kondisi kelayakan kendaraan. Hal ini berlaku untuk yang mudik dengan menggunakan kendaraan pribadi. Sebaiknya memeriksakan kendaraan pada bengkel resmi untuk menghindari dimanfaatkan oleh oknum bengkel yang tidak bertanggungjawab;
3. Sebelum dan selama mengemudi tidak boleh mengonsumsi obat-obatan yang menyebabkan kantuk atau yang ada efek sampingnya serta tidak boleh minum-minuman yang mengandung alkohol dan memabukan;
4. Sebaiknya istirahat setiap 3-4 jam perjalanan. Paling maksimal setiap 4 jam perjalanan harus istirahat;
Perjalanan berkendara (sumber:twitter Kemenkes RI)
5. Ini yang harus diingat selalu oleh setiap pengendara yaitu jangan paksakan mengemudi jika merasa lelah dan mengantuk. Jika dipaksakan bisa fatal akibatnya;
6. Disiplin dan patuhilah rambu lalu lintas;
7. Mengemudilah sesuai dengan kecepatan yang diperbolehkan (sesuai aturan mengemudi yang ditetapkan oleh pihak Polantas). Kendalikan kecepatan kendaraan terutama pada kondisi jalan rusak atau bergelombang, ketika hujan dan cuaca buruk;
8. Pastikan bahwa kendaraan yang ditumpangi tidak membawa penumpang atau muatan melebihi kapasitas. Dan harus sesuai dengan peruntukkannya. Janganlah membawa barang bawaan melebihi muatan yang seharusnya, apalagi sampai menumpuknya pada bagian luar atas mobil. Bisa mendatangkan bahaya loh;
9. Khusus untuk pengendara kendaraan roda dua yang mudik, wajib banget untuk menggunakan helm standar sesuai aturan dan masker untuk melindungi diri dari asap, debu dan polusi kendaraan;
10. Jangan pernah menerima makanan atau minuman yang diberikan oleh orang yang tidak dikenal. Hal ini untuk menghindari kejahatan yang mungkin saja terjadi. Hipnotis bisa terjadi melalui makanan atau minuman. Lebih baik waspada daripada menyesal kemudian;
Hindari kejahatan dengan tidak menerima makanan dan minuman dari orang tak dikenal (sumber:twitter Kemenkes RI)
11. Wajib banget hukumnya untuk tetap menjaga kebersihan sepanjang perjalanan mudik. Usahakan cuci tangan memakai sabun sebelum makan dan dengan air mengalir. Tapi klo kondisi tidak memungkinkan, dapat menggunakan tissue basah atau cairan pembersih tangan;
12. Sebaiknya mengonsumsi makanan yang dibawa sendiri dari rumah karena lebih terjamin kebersihannya dan sudah pasti kualitas bahan makanannya. Bawalah makanan yang tidak cepat basi dan sarat nutrisi;
Bekal makan bernutrisi (Sumber:twitter Kemenkes RI)
13. Jika memang terpaksa harus membeli makanan, pilihlah rumah makan atau restoran yang sudah jelas kualitasnya. Sudah pasti standar rasa dan kebersihannya;
14. Bekal makanan yang dibawa sebaiknya makanan yang mengandung protein atau berkadar air tinggi dan sesegera mungkin disantap. Hindari makanan pedas dan bersantan karena akan berpotensi menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut;
15. Jika membawa makanan kering/minuman kemasan pastikan membelinya di toko resmi untuk menghindari penggunaan bahan yang berbahaya bagi kesehatan. Jangan lupa untuk melihat tanggal kadaluarsa dan komposisi makanan atau minuman kemasan. Jangan memakan dan meminum yang mengandung pemanis buatan dan bahan pengawet berbahaya;
16. Komsumsilah makanan atau minuman yang bersih dan sehat. Hindari jajan disembarang tempat;
17. Selalu menyediakan tempat sampah dalam kendaraan pribadi atau jika naik transportasi umum, buanglah sampah pada tempatnya. Jangan mengotori kendaraan atau moda transportasi umum dengan sampah bekas makanan yang kita makan pada saat perjalanan mudik;
18. Buang air kecil atau air besar di toilet yang disediakan. Jangan pipis dipinggir jalan tol yah wkwkwk. Saya pernah menyaksikannya hahaha. Duuh mengganggu itu;
19. Jangan pernah menggunakan gadget pada saat mengemudi. Bahaya dan akan berakibat fatal. Sayangi diri sendiri dan orang lain. Jika memang mendesak dan penting banget, melipirlah sejenak ke tempat peristirahatan atau posko kesehatan yang tersedia untuk menggunakan gadget;
20. Jika merasa tidak enak badan, segeralah manfaatkan pos kesehatan terdekat. Minta pertolongan pertama pada petugas kesehatan yang siap melayani selama 24 jam.

Itulah 20 perilaku yang harus dilakukan oleh para pemudik supaya perjalanan menuju kota tujuan aman, sehat, dan selamat. Lebaran adalah waktu yang tepat untuk bersilahturahmi dan berbagi kebahagian. Jangan sampai momen indah tersebut, berganti menjadi ajang kesedihan karena kecorobohan dan kelalaian yang kita lakukan pada saat perjalanan mudik. 

Pak Sasono, SekJen Kemenhub menambahkan bahwa untuk mudik 2019 ini, Kemenhub telah mempersiapkan sarana dan prasarana mudik yang dapat dimanfaatkan oleh para pemudik. Termasuk penerapan arus mudik "one way" dari pintu tol Cikarang sampai Brebes untuk mengantisipasi kemacetan dan lonjakan penggunaan jalan tol. Penerapan one way ini berlaku dari tanggal 30 Mei sampai 4 Juni 2019. Bapak Sasono, SekJen Kemenhub, berharap penerapan one way ini akan mampu mengurai kepadatan kendaraan selama mudik 2019. 

Sepertinya persiapan yang cukup matang sudah dilakukan oleh Kemenhub dalam menyongsong mudik lebaran 2019 ini. Oh ya, ada pesan terakhir nih yang disampaikan oleh Bu Nila sebelum menutup acara Ngabuburit tersebut, Bu Nila berpesan agar tidak merokok di dalam kendaraan. Asap rokok akan berakibat buruk bukan hanya untuk si perokok tapi juga untuk orang yang berada disekitarnya.

Kalian pasti setuju kan kalau mudik itu harus aman, sehat, nyaman dan pastinya selamat sampai tujuan. Karena itu yuuk ikuti perilaku mudik yang bersih, sehat, aman dan selamat yang telah disampaikan oleh Kemenkes RI. Selamat mudik yaaa. Mohon maaf lahir batin. Selamat merayakan lebaran bersama keluarga tersayang di tanah leluhur.

Sumber:twitter Kemenkes RI