Hal-Hal yang Harus Kamu Ketahui Seputar Vertigo


Apakah kalian pernah merasakan sakit kepala kliyengan yang teramat sangat hingga rasanya dunia seperti berputar, seakan-akan benda yang ada disekitar kita melayang-layang dan kita kehilangan keseimbangan? Boro-boro bisa berjalan, untuk berdiri saja rasanya sangat sulit? Saya pernah mengalaminya beberapakali. Bahkan disertai dengan rasa mual dan seperti ingin muntah. Sampai saya memilih untuk meminta pertolongan ke Pusat Kesehatan Mahasiswa di kampus tempat saya kuliah. Dan saat itulah saya mengenal vertigo .

Pertamakali merasakan pusing keliyengan seperti itu, saat saya kuliah tingkat akhir. Awalnya saya merasakan kepala sakit sebelah yang disertai dengan rasa nyeri dan berdenyut. Saat sakit kepala sebelah, saya minum obat penghilang sakit kepala yang dijual bebas di minimarket dekat rumah kost saya. Bukannya mereda, saya malah merasakan sakit kepala keliyengan, seakan-akan bumi berputar, telinga berdenging dan kesulitan menelan. Sakit kepala keliyengan ini terjadi sekitar 30 sampai satu jam, namun pernah juga lebih lama lagi. Karena terasa sangat mengganggu, akhirnya saya putuskan untuk meminta pertolongan ke Pusat Kesehatan Mahasiswa.

Pada saat memeriksakan diri ke Pusat Kesehatan Mahasiswa tersebutlah saya mengetahui bahwa saya terkena vertigo. Vertigo adalah sakit kepala dan pusing hingga seolah-olah dunia berputar, semua benda terasa bergerak, dan disertai rasa mual dan ingin muntah. Selain itu, biasanya penderita akan merasakan sensasi lain saat kepala mereka terasa berputar-putar seperti pergerakan arah pandangan yang tidak normal, berkeringat, terganggunya pendengaran dan telinga berdenging.

Vertigo bukanlah jenis penyakit kronis atau berbahaya tetapi meskipun demikian, vertigo sangat mengganggu kenyamanan penderitanya saat datang menyerang. Itulah yang saya rasakan. Ketika vertigo datang, terhambatlah semua aktivitas saya pada hari itu. Menurut dokter yang pada waktu itu memeriksa kondisi saya, vertigo adalah kondisi saat tubuh sedang mengalami beberapa gejala dari sebuah penyakit yang diderita. 

Vertigo dapat menyerang siapa saja terutama untuk orang dewasa. Bahkan gejalanya bisa datang tiba-tiba tanpa permisi dan bisa juga berlangsung dalam jangka waktu yang lama.

Vertigo, Gejala dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Penelitian menunjukkan bahwa hampir 40% orang yang berusia diatas 40 tahun pernah mengalami vertigo, setidaknya satu kali dalam hidupnya. Vertigo bisa terjadi dalam waktu singkat atau lama yang dapat mempengaruhi rutinitas dan hidup seseorang.

Vertigo dapat pula memiliki gejala seperti anggota tubuh yang mulai terasa lemas, penglihatan seperti ada bayang-bayangnya, kesulitan untuk bicara, bisa juga disertai demam, susah untuk berdiri apalagi berjalan, respon yang lambat, pergerakan mata yang mulai terganggu dan penurunan kesadaran.

Namun secara garis besar, ciri-ciri terkena vertigo dapat berupa kondisi dimana kepala seperti berputar-putar, merasa ingin pingsan ketika bangun tidur, mengalami masalah pendengaran, kesulitan menelan bahkan sampai kehilangan kesadaran. Tapi perlu diketahui, vertigo bukanlah pingsan. Pingsan dan vertigo adalah dua kondisi yang berbeda.

Ada beberapa penyakit atau kondisi yang dapat menyebabkan vertigo.Bisa saja disebabkan karena terjadi masalah pada bagian dalam telinga, otak, atau jalur saraf sensorik. 

Vertigo dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu Peripheral Vertigo dan Central Vertigo.
Peripheral vertigo adalah suatu kondisi yang diakibatkan dari gangguan keseimbangan di telinga bagian dalam atau juga karena infeksi virus telinga. Sedangkan Central Vertigo adalah kondisi ketika ada gangguan di satu atau lebih bagian otak, atau dikenal sebagai jalur saraf sensorik.

Saya sempat beberapakali berkonsultasi dengan dokter untuk mencari solusi dari penyakit vertigo yang saya alami. Dokter menyarankan saya untuk melakukan beberapa hal berikut ini, yaitu:
1. Menghindari atau meminimalisir stress dan peradangan

Stres dan peradangan, keduanya dapat meningkatkan risiko datangnya vertigo. Menurut dokter, semakin  stres, semakin kecil keinginan untuk berolahraga teratur dan tidur nyenyak di malam hari. Kebisaan tersebut dapat membuat seseorang mengalami vertigo. Dan hal inilah yang terjadi pada saya. Saya mengalami stress dan tekanan dalam menyusun tugas akhir kuliah hingga susah tidur dan akhirnya begadang hampir setiap hari. 


Dokter pun menyarankan saya untuk lebih rileks dan lebih mampu mengendalikan stress dengan cara-cara sederhana. Seperti melakukan hal-hal yang saya suka dan menghibur disela kesibukan saya menyusun tugas akhir. Saya juga disarankan untuk lebih banyak "melihat dunia luar" dan tidak terpaku sepanjang hari dengan bahan-bahan tugas akhir atau apapun yang membuat saya merasa tertekan dan terbebani. Selain itu dokter pun menyarankan untuk menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya secara perlahan;

2. Lebih Aktif dan Istirahat yang Cukup

Orang yang fisiknya kurang aktif atau jarang bergerak dan memiliki kualitas tidur rendah, biasanya mudah terserang vertigo. Tidur 7-8 jam setiap malamnya dan olahraga secara teratur dapat membantu untuk mengurangi terjadinya vertigo;

3. Mengonsumsi Makanan dengan Gizi Seimbang dan Cukup Cairan

Makanan sehat
Diet sehat seimbang dan hidrasi yang baik penting untuk menjaga kesehatan optimal. Minumlah setidaknya 8 gelas air setiap harinya untuk menjaga tubuh tetap menerima cairan yang cukup dan tidak mengundang datangnya pusing;

Makanan nutrisi seimbang

4. Minum Obat Pengusir Vertigo yang Diresepkan Dokter Sesaat Terasa Gejalanya

Minumlah obat vertigo sesuai resep dokter dan hindarilah mengonsumsi obat tanpa dianjurkan oleh dokter karena dapat menyebabkan kondisi yang lebih buruk lagi.

Minum obat sesuai resep dokter
Penderita dapat mengalami vertigo dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Penyebab dan faktor risiko vertigo dapat disebabkan oleh beragam kondisi, di antaranya: diabetes, migrain, stroke, penyakit Parkinson dan tumor otak. Kalau dalam kasus saya, vertigo disebabkan karena migrain yang saya derita akibat stress dan kurang tidur. Apalagi kualitas tidur saya sangat payah.

Vertigo lebih berisiko terjadi pada seseorang yang memiliki kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol. Karena itu sebaiknya hindarilah hal-hal yang dapat memicu datangnya vertigo.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi vertigo saat datang menyerang yaitu dengan duduk diam dan lekas minum obat yang bisa digunakan untuk meredakan gejalanya, namun sekali lagi saya tekankan, obat tersebut harus dengan resep dokter. 

Mengapa saya menekankan harus sesuai dengan resep atau obat yang dianjurkan dokter? Karena pengobatan yang diberikan dokter kepada pasien vertigo dapat berbeda-beda, tergantung penyebab yang mendasarinya.

Selai itu, vertigo dapat dicegah dengan beberapa cara, antara lain:
- Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi;
- Duduk diam sejenak saat bangun tidur;
- Gerakkan kepala secara perlahan;
- Hindari posisi membungkuk, agar vertigo tidak kambuh.
Dan yang terpenting adalah buatlah diri kita selalu bahagia dan nyaman.

Semoga hal-hal seputar vertigo yang sudah saya ceritakan dapat sedikit membantu siapapun yang saat ini sedang mengalami hal serupa. Jangan biarkan vertigo terus mengganggu kehidupan kita. Segera cari solusi untuk menghindari kondisi yang lebih buruk lagi. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan, Aamiin.

Salah satu cara mengatasi vertigo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belanja Asik Di Giant Dengan Harga Teman

Penyakit Langka di Indonesia

Dukungan Dewan Pertimbangan Daerah RI Untuk Atlet Asian Games 2018 Indonesia