Teman Treasury, Solusi Mendapatkan Emas Gratis dan Investasi

Launching Program Teman Treasury
Saat mendengar kata-kata mengelola keuangan atau financial planning, kira-kira mimik wajah apa yang akan muncul? Wajah cerah ceria atau malah sebaliknya, mumet hahahaha. Berbicara mengenai pengelolaan keuangan, baik itu pribadi maupun keluarga, tak jarang membuat dahi berkerut dan hati bergumam, "Duuh ini gue banget. Pusing gue ngatur keuangan, yang ada jebol terus tuh pengeluaran". Hayo, adakah yang mengalami nasib serupa? Hampir sebagian besar orang pasti mengalaminya. Termasuk saya hahahaha.

Mengatur atau mengelola keuangan itu lebih pusing daripada ngajakin gebetan makan bakso wekekek. Kalau ngajakin gebetan mah cuma perlu modal uang dan modal malu tapi kalau mengatur keuangan perlu kemampuan yang harus terus dilatih dan ngga bisa instan. Kudu disiplin. Harus pintar menentukan skala prioritas dalam hidup, harus jeli menentukan tujuan financial dalam hidup dan harus cerdas memisahkan antara keinginan dan kebutuhan. Nah loh..puyeng kan baru dengar serentetan "keharusan" tersebut.

Ada resiko yang cukup besar yang mesti dipikul oleh orang yang tak pandai mengatur atau mengelola keuangan. Pasti pernah dong ngalamin baru saja gajian atau fee cair, ini berlaku untuk freelancer yah, eh tau-tau sudah menguap aja tuh uang, kagak ketauan kemana jalannya.

Berdasarkan pengalaman pribadi nih, saat kita memiliki uang berlebih atau dalam keadaan berlimpah uang, kita sering terlena. Lupa mana itu prioritas, lalai mana yang kebutuhan dan keinginan. Semuanya ingin dibeli padahal belum butuh. Nah pas jumlah uang sudah menipis, baru deh kebingungan kenapa uangnya cepat sekali menyusut.

Saya sendiri, sejak usia sekitar 9-10 tahun sudah ditantang untuk mampu mengatur uang sendiri secara mandiri. Orangtua saya memberikan uang saku seminggu sekali. Cukup ngga cukup ya harus cukup. Pokoknya ngga akan ada uang tambahan dari orangtua yang keluar jika belum waktunya. Terdengar tega yah apa yang dilakukan oleh orangtua hahahaha. Tapi karena tempaan seperti itulah yang membuat saya jadi banyak akal untuk bisa bertahan dengan jumlah uang saku yang diberikan. Saya belajar mengatur uang yang saya punya berdasarkan pengalaman hidup. Saya melihat kakak saya memiliki banyak amplop yang berisi uang-uangnya sesuai dengan post post pengeluarannya.

Saya ikuti apa yang kakak saya lakukan. Kakak saya juga rajin membuat es lilin (teh manis yang dibekukan) trus dibawa ke sekolah untuk dijual. Saya ikuti pula jejaknya. Lama lama saya belajar bahwa untuk mencukupi kebutuhan hidup yang semakin neningkat, bukan dengan cara mengirit sampe seirit-iritnya tapi berpikir bagaimana mencari solusi atau jalan supaya memperoleh penghasilan tambahan.

Dari pengalaman hidup, saya belajar bagaimana menciptakan peluang-peluang yang ada. Saya mengenal diri saya yang sering tidak bisa mengendalikan diri klo melihat makanan enak wkwkwk, karena itu saya berupaya untuk memiliki "beberapa pintu rezeki" supaya tetep bisa jajan yang enak-enak hahahaha. Itu awalnya sih dan seiring dengan banyaknya bertukar pikiran dengan orang-orang yang paham mengenai financial planning, goal financial saya yang tadinya hanya untuk tetap bisa jajan yang enak-enak menjadi lebih terarah dan jelas.

Apalagi setelah berkeluarga, otomatis prioritas saya dan suami adalah finansial keluarga yang sejahtera. Minimal cukup untuk menghidupi kebutuhan keluarga secara layak dan memiliki dana darurat, tabungan serta investasi untuk menunjang kehidupan masa tua kami.

Mulailah saya berpikir serius mengenai investasi dan lebih cerdik dalam mengatur kas keuangan. 

Arus Kas Keuangan Yang Sehat

Saya sering menemukan kalimat bahwa arus kas keuangan yang sehat adalah pemasukan harus dapat membiayai semua pengeluaran termasuk memiliki dana darurat dan tabungan serta investasi. Dan saya meyakini bahwa kondisi itulah membuat kehidupan financial menjadi sejahtera dan ngga bikin pusing. 

Setiap bulan, begitu memperoleh penghasilan, saya langsung menyisihkannya untuk uang tabungan, dana investasi, sedekah dan membayar cicilan termasuk asuransi. Setelah itu barulah untuk keperluan rumah tangga. Karena prioritas utama saya saat ini adalah mencapai kebebasan financial, saya pun gencar melakukan investasi.

Bapak Melvin

Ternyata apa yang saya lakukan, dibahas pula oleh Bapak Melvin Mumpuni, Founder and Financial Planner Financialku.

Pak Melvin mengatakan bahwa arus kas personal adalah salah satu fondasi dasar dari perencanaan keuangan. Tujuan keuangan akan lebih memungkinkan untuk dicapai apabila kesehatan arus kas dapat terjaga dengan baik. Beliau juga mengatakan bahwa banyak orang terbalik dalam menyusun skala prioritas pengaturan keuangan dan berusaha untuk memperbaiki keuangan dengan menekan pengeluaran. Padahal untuk mencapai kondisi kesehatan arus kas keuangan bisa dengan cara mencari penghasilan tambahan.

Mendengar penuturan beliau, saya langsung bernafas lega. Berarti apa yang saya lakukan selama bertahun-tahun, sesuai dengan apa yang diajarkan oleh para financial planner. Dan percaya deh, enggak mudah untuk melakukan seperti yang para financial planner anjurkan. Saya pun harus menekan keegoisan saya untuk membeli barang-barang impian saya, yang sebenarnya sih ngga penting, demi mencapai tujuan keuangan saya dan keluarga. Sungguh berat Marimar wakakak.

Teman Treasury

Aplikasi Treasury
Oh ya saya berjumpa dengan Pak Melvin dalam acara launching program baru Treasury. Treasury adalah platform daring untuk beli, simpan dan jual emas batangan serta perhiasan yang dapat diakses melalui Google Playstore dan Apps Store. Program baru yang dilaunching Treasury adalah Teman Treasury.

Treasury ini bisa banget menjadi salah satu cara agar kita bisa #PunyaSimpenan Emas Lebih. Treasury juga bisa menjadi salah satu jalan untuk bisa berinvestasi atau memiliki penghasilan tambahan. Apalagi dengan diluncurkannya Teman Treasury.

Teman Treasury

Teman Treasury adalah salah satu program yang memungkinkan kita memperoleh simpenan emas gratis. Uwuwu, gimana itu caranya? Caranya simple sih.

Pertama, kita harus download dulu aplikasi Treasury. Lalu login dan untuk dapat menjadi Teman Treasury, kita harus memasukan sejumlah uang dalam celengan Treasury kita. Memasukan celengan, bisa dengan cara transfer via atm, m Banking, virtual account atau bisa ke Alfamart terdekat. Setelah celengan Treasury kita terisi, kita bisa mendaftar menjadi Teman Treasury dengan membayar biaya Rp.50.000,-. Sebenernya uang tersebut untuk membeli emas senilai 0,15gr. Oh ya, pada saat kita login di Aplikasi Treasury, kita langsung memperoleh tabungan emas sebesar 0.03 gr.

Untuk memperoleh emas gratis, kita harus mengajak satu orang untuk menjadi Teman Treasury dan pada saat kawan tersebut mendaftar menjadi Teman Treasury, kawan tersebut memasukan kode refferal punya kita. Setelah kode referral kita dipakai oleh kawan tersebut, kita akan mendapat 0,15 gr emas gratis. Nah semakin banyak yang bisa kita ajak untuk gabung menjadi Teman Treasury maka jumlah emas gratis kita pun bertambah.

Aplikasi Treasury
Aplikasi Treasury membuat kita mudah untuk bertransaksi jual beli emas tanpa ribet. Harga jual beli emas pada aplikasi Treasury selalu uptodate. Dan Treasury menawarkan sesuatu yang lebih untuk kita. Setiap kita melakukan transaksi membeli emas, kita akan memperoleh point yang dapat ditukarkan dengan emas gratis.

Treasury sudah dijamin oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sehingga aman untuk pelanggan. Untuk menjaga keamanan pelanggan, Treasury bekerjasama dengan lembaga kliring sebagai penjamin transaksi  dan Untung Bersama Sejahtera (UBS) sebagai penyedia emas yang ditransaksikan.

Perkenalan Teman Treasury

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belanja Asik Di Giant Dengan Harga Teman

Penyakit Langka di Indonesia

Dukungan Dewan Pertimbangan Daerah RI Untuk Atlet Asian Games 2018 Indonesia