Potensi Ekonomi Digital Indonesia Berdasarkan Hasil Riset Google dan Temasek

Potensi Ekonomi Digital Indonesia (Pixabay)
Indonesia diyakini memiliki potensi ekonomi digital yang sangat tinggi. Hal ini salah satunya dapat dilihat dari perkembangan start up yang cukup pesat terjadi di Indonesia. Lihat saja sekarang betapa menjamurnya e-commerce di Indonesia? Belum lagi dengan semakin bertambahnya jumlah pengguna ride hailing atau transportasi online di Indonesia. Sekarang sudah tak perlu bingung lagi jika memerlukan jasa transportasi umum. Tersedia fulltime selama 24 jam berkat kehadiran transportasi online. 

Kebutuhan masyarakat pun semakin praktis dan mudah dipenuhi dengan layanan online melalui jasa e-commerce ataupun pelayanan secara digital lainnya. Lapar jam berapapun sudah tak masalah lagi,  tinggal pesan melalui aplikasi digital. Mau kirim barang,  saat ini sudah tak perlu lagi mendatangi ekspedisi langsung,  tinggal buka aplikasi digital pengiriman barang, tunggu manis di rumah, paket kiriman akan diambil oleh petugas ekspedisi dan  paket bisa sehari sampai tempat tujuan. Jadi tidaklah mengherankan jika beberapa hasil riset menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi tinggi dalam ekonomi digital. 

Anak muda Indonesia dinilai memiliki peranan penting dalam perkembangan ekonomi digital tanah air. Hal ini disebabkan generasi muda inilah yang paling banyak dan paling sering mengakses internet. Kurang lebih ada sekitar 150 juta pengguna internet di Indonesia dan sebagian besar adalah anak muda. 

Belum lama ini,  Google Indonesia dan Temasek mengeluarkan hasil riset mengenai perkembangan ekonomi digital di Asia Tenggara terutama di Indonesia. Mas Randy Jusuf, Managing Director Google Indonesia mengungkapkan bahwa ada 4 sektor ekonomi digital yang akan terus mengalami perkembangan yang signifikan. Bahkan diprediksi Indonesia akan menjadi salah satu raksasa ekonomi digital di Asia Tenggara pada tahun 2025 nanti.

Hasil Riset Google (Pixabay)
Ke-4 sektor ekonomi digital yang akan terus mengalami perkembangan yang signifikan adalah sektor e-commerce,  online travel,  ride hailing atau transportasi online dan online media. Berdasarkan hasil riset Google dan Temasek, setiap sektor tersebut akan menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang double digit. Nilai ekonomi internet di Indonesia dinilai yang terbesar di Asia Tenggara. Indonesia juga memiliki pengguna internet terbanyak di Asia Tenggara. Sektor e-commerce menjadi sektor ekonomi digital terbesar. Hal ini dapat dilihat dari semakin tingginya masyarakat Indonesia yang melakukan transaksi digital melalui e-commerse. Sebut saja Lazada, Bukalapak, Tokopedia dan BliBli yang menjadi primadona e-commerce tanah air. Sekarang ini, generasi milenial lebih menyukai membeli barang melalui aplikasi digital karena dianggap lebih praktis dan mudah. 

Selain mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar dalam pertumbuhan dan perkembangan ekonomi digital, hasil riset Google Indonesia dan Temasek juga menyatakan bahwa Indonesia memiliki dua tantangan terbesar dalam pertumbuhan dan perkembangan ekonomi digital. Dua tantangan terbesar dalam pertumbuhan dan perkembangan digital adalah minimnya sumber daya manusia atau talent yang cekatan dan terampil serta masih rendahnya transaksi digital (digital payment) .

Berdasarkan data yang ada,  Randy mengungkapkan beberapa perusahaan digital di Indonesia mengalami kesulitan dalam merekrut pekerja (sumber daya manusia) yang andal. Sumber daya manusia yang diperlukan tidak memiliki direct talent atau ahli yang berurusan langsung dengan teknologi digital seperti developer, ahli koding, atau teknisi. Tapi juga yang bekerja dari ride hailing (transportasi online)  atau ukm-ukm yang menjual produknya ke luar negeri. 

Bukan hanya mengalami kesulitan dalam perekrutan sumber daya manusia,  sektor transaksi digital masih belum maksimal. Di Indonesia sendiri dari 150 juta pengguna internet baru 46% yang menggunakan digital payment. Masyarakat Indonesia sudah mulai berani melakukan transaksi secara cashless. Namun untuk transaksi offline, mereka lebih sering menggunakan uang tunai. 

Kedua tantangan terbesar dalam pertumbuhan dan perkembangan ekonomi digital Indonesia diharapkan mampu diatasi oleh pelaku ekonomi digital Indonesia. Hasil riset yang dikeluarkan Google dan Temasek diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu acuan pemerintah untuk menentukan langkah-langkah dan tahapan dalam memutuskan kebijakan ekonomi digital. Sehingga apa yang diprediksi oleh Google Indonesia dan Temasek dapat menjadi kenyataan. Indonesia dapat menjadi raksasa ekonomi digital di Asia Tenggara.

(Pixabay)





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Astra Financial Sponsor Utama GIIAS 2019

Pemeriksaan Prodia Prosafe NIPT, Deteksi Dini Kelainan Kromosom Pada Bayi

Penyakit Langka di Indonesia