Amankah Gadget Untuk Anak Usia Sekolah?

Mba Lizzy dan Mr. Jhon
Maraknya pro dan kontra mengenai penggunaan gadget pada anak-anak, tak urung membuat mamak disergap berbagai kekhawatiran. Sebagai seorang ibu dengan dua orang anak yang salah satunya berusia remaja, wajar adanya jika mamak sering merasa was was dengan pertumbuhan sikap dan perilaku anak mamak. Apalagi mamak sering menemui kenakalan remaja yang diakibatkan penggunaan gadget yang tak terkontrol. Masalah gadget ini sepertinya menjadi salah satu masalah urgent bagi mamak pribadi. Mamak merasa bagai buah simalakama jika sudah membicarakan mengenai penggunaan gadget pada anak. 

Sebagai seorang influencer sekaligus fulltime blogger gadget tak bisa dipisahkan dalam kehidupan Mak sehari-hari. Mak harus sering-sering melongok henpon agar tawaran pekerjaan yang datang tidak terlewat. Dan ini mendatangkan masalah tersendiri bagi Mak. Anak-anak pun jadi menuntut untuk menggunakan gadget seleluasa Bundanya. Tuntutan anak-anak ini tak selamanya salah karena anak-anak adalah peniru yang ulung. Mereka akan belajar dari hal-hal yang mereka lihat. Mamak sudah berusaha menjelaskan ke mereka mengapa bundanya harus sering-sering melongok henpon.

Namun tetap saja ada ketidakterimaan pada diri anak-anak, mengapa mereka tak boleh seleluasa bundanya dalam menggunakan henpon.
Ditengah kegalauan menentukan sikap yang terbaik dalam menghadapi tuntutan anak-anak dalam menggunakan handphone. Mamak mendapat undangan Blogger Gathering dari Singapore Intercultural School (SIS) Bona Vista yang berlokasi di Lebak Bulus, Jak-Sel.

Blogger Gathering SIS Bona Vista menghadirkan Elizabeth Santosa, seorang psikolog anak dan remaja. Beliau mengajak semua blogger yang hadir untuk mampu menjadi kelompok BaPer (Bawa Perubahan) terutama dalam menghadapi tumbuh kembang anak di era digital seperti saat ini.

Mba Lizzy, panggilan akrab Elizabeth T Santosa, memaparkan bahwa anak jaman now memiliki kharakteristik sebagai berikut:
-Memiliki ambisi besar untuk sukses;
-Generasi baru yang mencintai kepraktisan;
- Berperilaku instan -> speed;
- Cinta kebebasan;
- Percaya diri;
-Keinginan besar untuk mendapatkan pengakuan;
-Hidup di era digital dan teknologi informasi yang deras.

Anak jaman now tak bisa dipisahkan dari kehadiran gadget. Namun, kendali tetap berada ditangan orang tua. Orang tua harus mampu menjadi kontrol bagi si anak dalam penggunaan gadget. Seperti mudah terdengar, tapi percaya deh, faktanya tak semudah teorinya wkwkwk.

Mba Lizzy memiliki beberapa tips dalam menerapkan penggunaan gadget pada anak-anak. Tips dan trik Mba Lizzy adalah:
-Penggunaan sosial media tidak diperuntukan untuk anak usia dibawah 13 tahun;
- Aplikasikan peraturan dasar;
- Setting privasi dalam social media;
-Gunakan perangkat lunak yang dapat menyaring website (filtering software);
-TIDAK menggunakan laptop/ komputer di kamar untuk anak dibawah usia 14 tahun;
-Orangtua perlu jeli untuk memperhatikan situs-situs yang sering ia kunjungi dan orang-orang yang berkomunikasi dengannya;
-Orangtua wajib mencontohkan perilaku teladan dalam menggunakan
sosial media;
-Batasi penggunaan telpon genggam, fenomena Nomophobia (No mobile phone phobia);
-Bicarakan dengan anak mengenai bahaya Online;
-Melek teknologi.

Ulasan dan tips serta trik yang dipaparkan oleh Mba Lizzy mampu memberikan pencerahan pada mamak untuk dapat menentukan sikap dalam menghadapi tuntutan anak-anak. Gadget dapat dimanfaatkan untuk kepentingan merangsang daya kreatifitas anak namun penggunaannya harus ada do dan don't yang jelas. Anak-anak harus selalu didampingi dan diawasi dalam penggunaan gadget. Hal ini untuk membatasi penggunaan gadget yang berlebihan sehingga anak-anak terhindar dari kecanduan gadget.

Mba Elizabeth T Santosa

Sekilas Tentang Singapore Intercultural School (SIS) Bona Vista


SIS Bona Vista
SIS adalah jaringan Sekolah Singapore yang didirikan pada tahun 1996. Terinspirasi oleh potensi Indonesia dan metodologi Singapura yang terus berkembang. SIS memakai kurikulum Singapura, Cambridge dan IB dalam lingkungan kekeluargaan yang memprioritaskan pembelajaran yang disesuaikan dengan masing-masing individu.

SIS Bona Vista memiliki staf pengajar yang profesional serta berpengalaman. Mereka adalah staf pengajar yang komunikatif, ramah, inspiratif serta mampu berkolaborasi serta memahami jiwa anak-anak.


Kelas SIS Bona Vista
Pertamakali menjejakkan langkah di SIS Bona Vista, satu kalimat terlontar dalam mulut mamak. "Ruaaar biasa, sekolahan ini". Rapi dan penuh disiplin. Untuk masuk ke dalam lokasi sekolahan, tak semudah yang dibayangkan.

Sebelum masuk area pembelajaran SIS Bona Vista, pengunjung diwajibkan untuk menaruh KTP di lobby depan. Kebayangkan gimana ketatnya SIS Bona Vista ini. Bagi SIS, keamanan dan kenyamanan siswa merupakan harga mati yang harus dijaga.




SIS Bona Vista memiliki fasilitas lengkap. Ada tempat bermain indoor dan out door, lapangan olahraga dan kolam renang serta ruang praktek berteknologi tinggi. Lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Siswa SIS Bona Vista belajar dalam tiga bahasa yaitu Inggris, Mandarin dan Indonesia. Mamak dan peserta yang lain diajak keliling melihat fasilitas yang ada di SIS Bona Vista. Mamak melihat siswa belajar dalam lingkungan yang menstimulasi belajar dan menyenangkan. Satu kelas terdiri dari 24 orang anak dan terdapat banyak kamera cctv yang memastikan aktivitas siswa terpantau dengan baik.

SIS Bona Vista adalah jaringan sekolah kelas dunia yang menyediakan lingkungan holistik untuk berbagi ide dan pengalaman yang dimiliki pelajar, sekarang dan masa depan. SIS Bona Vista terdiri dari prasekolah, pendidikan dasar (primary), secondary dan junior college. Mamak dibuat berdecak kagum melihat fasilitas lengkap dan kecakapan para pendidik di SIS Bona Vista. Sekolah yang dikepalai oleh Mr. Jhon ini benar-benar menawarkan lingkungan belajar mengajar yang nyaman, aman, menyenangkan serta kondusif.








Komentar

  1. Tips dan trick menggunakan gadget pada anak informasinya bermanfaat nih. Sekarang memang agak susah kalau cuma sekedar melarang-larang anak tapi nggak dicontohkan pada anak. Kalau anak juga jelas mengerti rambunya pasti lebih lancar.

    BalasHapus
  2. Sepertinya hal ini menjadi persoalan para Ibu dan Nenek seluruh Ind, baiknya disiplin dan ada batasan

    BalasHapus
  3. Selama kita bisa kontrol penggunaan gadget pada anak Insyaallah akan manfaat. Semua yang berlebihan pasti akan membawa pengaruh buruk.

    BalasHapus
  4. Memang anak dan teknologi sudah enggak bisa dipisahkan tapi bisa dibatasi. Semoga anak-anak Indonesia tidak jadi nomophobia

    BalasHapus
  5. tips dan trick penggunaan gadget pada anak dibawah usia 14 tahun penting banget buat jadi perhatian orang tua, thanks for sharing mbak.. sis bona vista bagus sekolahnya yah... bisa jadi pertimbangan bila ingin menyekolahkan anak disini

    BalasHapus
  6. Batasi penggunaan handphone penting banget ya. Alhamdulilah anakku sudah mulai dibatasi dan dia malah senenng main di luar.

    BalasHapus
  7. SIS Bonavista mendidik anak percaya diri dan berwawasan dunia ya

    BalasHapus
  8. Klo aku anak boleh main gadget tapi pakai alarm. Klo alarmnya bunyi, doi ga boleh nonton lagi wkwk

    BalasHapus
  9. Aku masih kasi gadget di waktu-waktu tertentu, sih.
    Tapi, kalau misalnya bisa, main di luar lebih baik.

    BalasHapus
  10. Usia anak memakai gadget diatas 13 tahun, sedangkan zaman now anak bayi aja udah kenal gadget. Fenomena yang terbalik 180°.

    BalasHapus
  11. Yang paling penting harus tetap dalam pengawasan dan dibatasi yaa.

    BalasHapus
  12. Aku sekarang ngebolehin krucils pegang gadget cuma di weekend aja. Itupun pilih hr sabtu atau minggu, dan gak boleh seharian.

    BalasHapus
  13. Anak sekolah sangat memerlukan gadget buat tugas sekolah tapi suka bablas main game. Peranan orangtua sangat penting demi masa depan sang anak

    BalasHapus
  14. jangan menghindar dari gadget ya, biar gimana kita semua sekarang ada di jaman teknologi yega

    BalasHapus
  15. Penggunaan gadget bagi anak, memang musti dikontrol ya mak

    BalasHapus
  16. yes, menurut aku gadget jangan dilarang tapi diatur aja penggunaannya buat anak2 :)

    BalasHapus
  17. Penting banget membatasi dan mengawasi anak kita dari gadget yah kakak

    BalasHapus
  18. saya ga akan kasih gadget untuk anak saya... NANTI tapi mak gue kawin duluuu

    BalasHapus
  19. Penggunaan gadget pada anak-anak ini masih menjadi perhatian khusus ya mbak, kalau saya selalu kasih waktu penggunaan gadget setiap libur dan didampingi. Btw sekolahnya keren ya, program disana juga bagus banget.

    BalasHapus
  20. Aku sendiri susah kepas dr gadget nih. Soalnya kerjanya kebanyakan pake gadget. Kalau anak2 kudu dibatesi ya. Jangan terus2an

    BalasHapus
  21. Sejak dirasa anak udah kecanduan, langsung ambil sikap tegas dan membatasi penggunaannya.

    BalasHapus
  22. Lengkap ya mbak fasilitas sekolahnya.
    Pemberian gadget memang harus dibatasi sih iya mbak, hrus seimbang sm kegiatan offline nya



    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Onggy Hianata, Sang Inspirator Value Your Life

Belanja Asik Di Giant Dengan Harga Teman

Hexpharm Jaya, Obat Generik Kualitas Paten