Selamatkan Generasi Muda Dari Hepatitis



Tak pernah terbayangkan sebelumnya jika penyakit hati atau tepatnya kanker hati dapat begitu cepat merenggut nyawa anak manusia muda belia yang baru berusia belasan tahun. Tidak perlu waktu lama, hanya sekitar 1,5 bulan sebelum akhirnya kanker hati memisahkan seorang anak muda dengan orang-orang yang menyayanginya. Sebelum diketahui mengidap penyakit mematikan itu, tak ada gejala apapun yang menunjukkan bahwa tubuh muda tersebut akan terkena kanker hati. Hidup di lingkungan bersih dan sehat serta didukung gaya hidup yang sehat, membuat kenyataan ini terasa bagai mimpi. 

Hingga detik hari ini, saya masih tak menyangka bahwa kanker hati dapat menyerang anak usia belasan yang terlihat sehat, tanpa ada tanda-tandanya. Menghadapi kenyataan ini, saya berupaya mencari tahu mengenai penyakit kanker hati. Kanker hati merupakan kondisi terparah dari penyakit hepatitis. Hepatitis yang tidak terdeteksi akan mengakibatkan chronics hepatitis, cirrhosis dan hepatocellular carcinoma with cirrhosis.

Penyakit Hepatitis merupakan masalah kesehatan dunia yang tak bisa dianggap enteng karena berpotensi menimbulkan dampak morbiditas dan mortalitas. Penyakit Hepatitis dapat menjadi "beban" yang memberatkan untuk negara karena biaya untuk pengobatan penyakit ini sangatlah mahal. Penyakit Hepatitis termasuk kedalam penyakit kronik yang dapat menjadi sillent killer karena dapat menjangkiti tanpa ada gejala. Banyak kejadian menunjukkan bahwa penderita Hepatitis terlambat mengetahui jika dirinya terinfeksi virus hepatitis bahkan baru tahu ketika telah berada pada tahap lanjut/kronis. 

Hepatitis disebabkan oleh virus hepatitis. Hepatitis A,B,C,D, dan E. Antara Hepatitis yang satu dengan yang lainnya tidak saling berkaitan. Diantara virus Hepatitis tersebut, virus Hepatitis B lah yang paling mematikan, bahkan lebih mematikan dari penyakit AIDS. Huh, serem banget ya.

Pengendalian virus Hepatitis sangat mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. Indonesia adalah negara endemis tinggi Hepatitis. Indonesia merupakan negara dengan pengidap Hepatitis B kedua terbesar setelah Myanmar diantara negara-negara anggota South East Asian Region. Berdasarkan data dari Kemenkes RI, diperkirakan sekitar 23 juta penduduk Indonesia pernah terinfeksi virus Hepatitis B (1 diantara 10 penduduk terinfeksi), 5 juta orang diperkirakan telah terinfeksi Hepatitis C. Penyakit Hepatitis A dan E dapat muncul sebagai kejadian luar biasa.

Dr. Wiendra dan Dr. Andri
Pemaparan mengenai penyakit Hepatitis, makin jelas saya dapatkan saat menghadiri Temu Blogger Kesehatan dalam rangka peringatan Hari Hepatitis Sedunia yang diperingati setiap tanggal 28 Juli. Peringatan Hari Hepatitis Sedunia tahun 2018 memiliki tema, " Deteksi Dini Hepatitis Selamatkan Generasi Penerus Bangsa ". Temu Blogger yang diadakan pada tanggal 27 Juli 2018 tersebut menghadirkan dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes (Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI) dan Dr. Andri seorang peneliti penyakit hati/Hepatitis. Berdasarkan pemaparan kedua dokter tersebut, penyakit Hepatitis A dan E ditularkan melalui makanan dan minuman yang tercemar oleh virus tersebut. Hepatitis B, C, dan D ditularkan melalui darah, hubungan seksual dan kulit yang terluka.

Pengendalian penyakit Hepatitis harus dilakukan sedini mungkin. Karena berbahayanya penyakit ini maka pemerintah sejak tahun 1997 telah melakukan upaya pencegahan dengan melakukab imunisasi Hepatitis B sesaat setelah bayi lahir secara nasional. Pada tahun 2016 pun pengendalian terhadap penyakit ini semakin diperketat dengan adanya Deteksi Dini Hepatitis B pada ibu hamil secara nasional. Kegiatan ini meliputi pemeriksaan ibu hamil untuk mengetahui status Hepatitis B. Jika hasil pemeriksaan ibu hamil tersebut reaktif maka dilakukan pemantauan sampai bersalin. Anak yang lahir dari ibu hamil yang berstatus Hepatitis B reaktif diberikan HBO (dosis lahir) dan HBIG sebelum 24 jam. Tindakan ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa di masa depan.


Penularan Hepatitis melalui kontak cairan tubuh dapat terjadi melalui : ibu ke anak (perinatal), anak ke anak atau dari dewasa ke anak, transfusi darah dan organ yang tidak diskrinning, penggunaan jarum suntik yang tidak aman, hubungan seksual yang tidak aman dan kontak langsung dengan darah. Penularan Hepatitis secara vertikal  dapat terjadi sampai 95% yaitu dari ibu pengidap virus hepatitis ke bayi yang dikandung atau dilahirkan. Sedangkan penularan horizontal dapat terjadi sekitar 5%.


Penyakit Hepatitis harus diwaspadai karena itu sebaiknya kita melakukan pemeriksaan awal untuk mendeteksi kemungkinan mengidap virus Hepatitis. Semakin cepat diketahui maka akan semakin cepat diatasi.  Pemberian imunisasi Hepatitis secara lengkap pada anak pun akan membantu mengendalikan virus Hepatitis. Sudah saatnya kita peduli pada kesehatan hati kita sendiri.

Lindungi anak Indonesia dari Hepatitis

Komentar

  1. Hepatitis ini bisa menular ya. Kalau ada gejala2nya harus segera diobati nih.

    Semoga aja kita semua terhindar dari penyakit ini.

    BalasHapus
  2. Ada yg bilang hepatitis ini disebut2 sebagai silent killer. Ngeri ya mak. Semoga aja kita semua dijauhkan dr hepatitis.

    BalasHapus
  3. jadi intinya.... tetep rutin memeriksakan diri ke dokter.. apalagi kalo ada keluhan.. minimal tahu sakit apa.. bisa cepet ditangani

    BalasHapus
  4. Saatnya menjaga hati dari penyakit hati yang berbahaya dan dapat menularkan Bayi di kandung jika Sang Ibu menderita hepatitis ya ka.. harus selalu waspada terhadap semua jenis penyakit yang mematikan

    BalasHapus
  5. Faktanya hepatitis ini 100x lebih infeksius dari HIV. Semoga semakin banyak Masyarakat yang lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri pada khususnya dengan mengetahui status kesehatannya termasuk status hepatitisnya

    BalasHapus
  6. Idealnya habis lahir langsung disuntik ya...
    Anakku kemarin divaksin Hepatitis itu setelah usia 7 hari..

    BalasHapus
  7. Hmm info yang bermanfaat.. dulu ga ngerti apa itu hepatitis, tulisan ini gw jadi ngerti

    BalasHapus
  8. Seringkali abai dengan kesehatan dan menjaga kesehatan, mesti lebih perhatian dengan hepatitis, semoga kita semua dijaga kesehatannya

    BalasHapus
  9. Iya serem ternyata gejalany hmpir sama dng penyakit biasa malah kadang ngga ada gejala.. tesk kesehatan rutin salah satunya y jg pola hidup juga

    BalasHapus
  10. Pola hidup sehat, pola makan sehat dan bekal pengetahuan kesehatan yang cukup seharusnya mampu menjadi tameng supaya selalu sehat ya. Semoga kita semua selalu sehat dan terhindar dari penyakit semacam ini. Amin

    BalasHapus
  11. Duuh, serem kalau dengar Hepatitis.
    Semoga kita dijauhkan dari sakit ini ya mba

    BalasHapus
  12. Ngeri ya teh kalau denger ada penyakit yg mematikan begini tapi banyak yang ga aware. Semoga dengan adanya informasi ini semua bisa dapat penjelasan tentang bahaya dan bagaimana mengjindarinya.

    BalasHapus
  13. Tetanggaku terkena hepatitis dan tak lama anaknya ikit terkena apakah itu menular dgn sanagt cepat ya

    BalasHapus
  14. Yup karena ibu adalah yang melahirkan generasi per generasi maka ibulah ketika hamil harus aware terhadap hepatitis ini karena menurunkan gen langsung

    BalasHapus
  15. Jadi tahu ternyata hepatitis penyakit yang sangat berbahaya dan banyak yang belum tahu betapa bahayanya hepatitis sehingga banyak yang menyepelekan

    BalasHapus
  16. Iya nih, apalagi masyarakat kita konsumtif banget sama citra rasa manis

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Onggy Hianata, Sang Inspirator Value Your Life

Belanja Asik Di Giant Dengan Harga Teman

Hexpharm Jaya, Obat Generik Kualitas Paten