Colour To Life, Aplikasi Mewarnai Jaman Now


Masih terekam jelas dalam ingatan saat beberapa belas tahun yang lalu, saya sempat mengalami tekanan jiwa atau bahasa kerennya depresi. Duh saat itu rasanya nano nano, enggak tahu mau apa dan harus berbuat apa. Semua terasa pekat dan suram. Padahal jika direnungkan kembali saat kondisi sudah "normal", penyebab saya depresi saat itu adalah hal yang biasa banget. Gagal menikah karena dikhianati pada saat sedang menyelesaikan tugas akhir.

Terdengar "cemen" yah, karena hal seperti itu saja langsung tertekan. Tapi sepertinya bukan masalah "gagal menikah" yang bikin depresi tapi "rasa malu" dan tidak terima karena dikhianati apalagi si mantan memilih menikah dengan sahabat saya sendiri. Kalau sekarang sih saya bisa bilang bahwa dulu itu saya bodoh karena sempat tergoncang karena masalah cinta ini. Bahkan sampai harus konsultasi ke seorang psikolog. Untungnya psikolog ini teman satu kost sih, jadi ngga ada biaya konsul cuma traktir makan mie ayam saja hahahaha.

Setelah beberapakali melakukan sesi konsultasi dengan teman yang berprofesi sebagai psikolog, kondisi kejiwaan saya mulai stabil. Salah satu terapi yang diterapkan pada saya adalah terapi mewarnai dan menggambar. Saya diminta menggambar dan mewarnai setelah saya menulis semua keluh kesah yang ada dihati. Saat itu sempat bertanya dalam hati, kog seperti ini ya terapi kejiwaan? Tapi karena saya merasa lebih baik setelah melakukan terapi tersebut, akhirnya pertanyaan tersebut saya simpan dalam hati saja.

Mewarnai Membantu Menyembuhkan Luka Hati

Mewarnai buku gambar dipercaya bisa membantu menghilangkan kejenuhan hingga meredakan stres. Hal ini sudah saya buktikan sendiri kebenarannya. Tidak hanya untuk relaksasi, mewarnai buku gambar juga dipercaya melatih kemampuan motorik dan otak agar bisa lebih fokus. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan sejumlah ahli kesehatan mental.

Pada awal tahun '90-an, para dokter telah mempelajari efek mewarnai bagi kesehatan mental. Psikiater Carl Jung seperti dikutip dari Fox News kerap memberikan terapi mewarnai untuk menenangkan dan membuat pikiran para pasiennya lebih terfokus. Sekarang ini, teknik Carl masih direkomendasikan oleh para dokter untuk mengatasi kegelisahan. Seperti yang pernah saya alami dulu, saat konsultasi kejiwaan untuk mengatasi depresi yang saya alami, saya pun diminta untuk menggambar lalu mewarnai gambar tersebut. Pada saat itu, saya merasa aneh kog malah diminta menggambar dan mewarnai sesuka hati saja. Seperti apa yang ada dalam pikiran saya.

Aktivitas mewarnai diyakini juga dapat mengatasi dan mengurangi rasa takut dan cemas akan sesuatu hal. Psikolog Dr. Ben Michaelis menerangkan bahwa mewarnai gambar bisa mengaktifkan logika pada otak dan menciptakan pola pikir yang lebih kreatif. Karena merupakan aktivitas yang terpusat, amygdala --bagian dari otak yang merespon rasa takut-- bisa beristirahat sedikit demi sedikit. Dan semakin lama efeknya bisa sangat menenangkan.
Saat mewarnai, orang dewasa akan merasa seperti kembali menjadi anak-anak lagi. Sehingga mereka bisa merasakan kehidupan yang bebas dari tekanan dan rasa khawatir selama beberapa waktu.

Neuropsychologist dan neuroscientist, Dr Stan Rodksi menjelaskan bahwa dari kegiatan memperhatikan anak-anak dan bagaimana mereka bisa tenang saat mewarnai benar-benar mendasari mengapa orang dewasa juga harus melakukan kegiatan mewarnai seperti anak-anak agar orang dewasa dapat pula memperoleh ketenangan dalam otak mereka.
Ahli Neuropsychologis tersebut juga memaparkan bahwa proses dalam mewarnai gambar (colouring) inilah yang menimbulkan efek menenangkan karena kita merasa menikmati saat mewarnai gambar. Proses tersebut membawa kita pada momen di mana stres bisa dilepaskan.

Ia juga menjelaskan dalam proses mewarnai buku gambar ada tiga elemen yang membawa dampak positif dari aktivitas ini; repetisi (gerakan yang berulang), pola dan detail. Ketika kita melakukan sesuatu hal yang sudah dapat diprediksi melalui cara-cara tertentu, hal itu akan memberikan efek menenangkan.

Setelah mengetahui pemaparan dari beberapa ahli kesehatan mental mengenai manfaat mewarnai bagi orang dewasa untuk mengatasi depresi atau stress, saya jadi memperoleh jawaban dari pertanyaan yang dulu sempat hinggap dalam benak saya. Mengapa saya seringkali diminta untuk menggambar dan mewarnai pada saat konsultasi untuk mengatasi rasa tertekan yang saya rasakan.

Colour To Life, Cara Mewarnai Jaman Now


Sempat heran melihat postingan teman di salah satu platform sosial medianya tentang cara mewarnai yang berbeda dari yang sudah ada. Mewarnai dengan memanfaatkan teknologi masa kini. Colour to Life bukanlah sekedar permainan biasa tapi juga merupakan perpaduan keceriaan permainan warna yang mampu membangkitkan mood menjadi lebih baik. Perpaduan antara aktivitas klasik dan digital, yang mengajak penggunanya untuk terus berimajinasi dengan kreatif karena bisa melibatkan dan memasukan diri langsung ke dalam permainan.  Colour To Life merupakan cara mewarnai pertama yang berhasil menggabungkan antara mewarnai klasik dan digital. Memainkan Colour to Life cukup mudah kog. Anak-anak pun akan sangat senang jika diajak memainkan Colour to Life.


Langkah pertama untuk memainkan Colour to Life adalah kita warnai dulu gambar yang ada di Augmented Reality Colouring Book. Saat kita membeli Conector Pen Faber Castell, kita juga bisa mendapatkan Augmented Reality Colouring Book. Di Colour to Life kita bisa berkreasi sesuai yang kita mau dan menciptakan karakter hasil rancangan kita sesuai dengan gambar yang ada di Augmented Reality Colouring Book dan melalui warna-warna yang kita sukai.

Setelah mewarnai gambar di Augmented Reality Colouring Book, langkah selanjutnya adalah mendownload aplikasi Colour to Life, bisa di android atau iOS. Atau bisa langsung scan barcode yang ada di kemasan Colour to Life. Setelah berhasil download, scan gambar Augmented Reality Colouring Book sesuai dengan karakter masing-masing.

Tersedia 5 pilihan karakter untuk dimainkan. Scan gambar dengan benar dari jarak minimal 30 cm dan permainan dimulai. Hati-hati dalam mewarnai, jangan sampai terlalu tebal karena bisa tidak dapat di scan oleh aplikasi Colour to Life. Mewarnai gambar juga tak boleh dibagian bawah dari buku Augmented Reality Colouring. Colour to Life selain bisa dimainkan, tersedia juga fitur kamera yang bisa untuk selfie bersama karakter favorit kita atau untuk foto hasil mewarnai yang terasa seperti nyata atau secara 3 dimensi.

Kalian pasti akan terkaget-kaget saat pertamakali memainkan Colour to Life karena gambar yang kita warnai seolah-olah menjadi nyata. Bisa bergerak-gerak. Colour to Life ini ampuh banget untuk mengusir jenuh dan mengembalikan mood yang naik turun xixixi.


Ada lima teknik yang dapat dipakai dalam mewarnai gambar Colour to Life, yaitu:
a. Teknik patterning (membuat pola)
Teknik ini mewarnai gambar dengan menggunakan pola sesuai yang diinginkan. Satu gambar dapat memiliki beberapa pola.
b. Teknik pointilism
Mewarnai benda dengan membuat titik-titik disemua bagian gambar yang ingin diwarnai.
c. Teknik bergoyang
Mewarnai dengan cara membuat garis kusut / tidak beraturan (seperti benang kusut) ke seluruh gambar hingga semua bagian yang ingin diwarnai tertutup warna.
d. Shading teknik
Mewarnai dengan teknik ini seperti membuat sebuah bayangan pada gambar. Mirip seperti mengarsir.
e. Teknik contouring
Mewarnai dengan cara membuat garis garis yang menutupi semua bagian gambar, mengikuti bentuk gambar tanpa putus.

Produk Colour to Life dapat dibeli di Tokopedia , Gramedia atau di toko buku terdekat. Saya saja jadi ketagihan loh main Colour to Life. Yakin kamu ngga kepengen?


Selfie bersama salah satu karakter Colour to Life








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Onggy Hianata, Sang Inspirator Value Your Life

Mengapa Saya Poligami

Hexpharm Jaya, Obat Generik Kualitas Paten