Ayo Dukung Kopi Wamena Menembus Pasar Dunia


Bandara Wamena
Halo apa kabar semua? Apakah diantara kalian ada yang pernah berkunjung ke Wamena? Wamena merupakan salah satu kota kecil yang berada di Lembah Baliem, Papua. Kota Wamena memang tak setenar Raja Ampat, Merauke atau Jayapura. Namun Wamena memiliki keindahan dan kekayaan alam yang cukup potensial untuk dikembangkan. Belum banyak pula yang tahu jika Wamena merupakan ibukota dari Kabupaten Jayawijaya. Kota kecil Wamena terletak di ketinggian 1200-1800m dari permukaan laut. Wamena berada di kaki pegunungan Jayawijaya, tepatnya di Lembah Baliem. Sudah pernah mendengar Lembah Baliem? Lembah Baliem merupakan tempat tinggal Suku Dani, salah satu penduduk asli Papua.

Kota Wamena

Untuk menuju Wamena, kita harus menempuh perjalanan cukup lama dari Jakarta. Harus transit dulu di Bandara Sentani, Jayapura untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan dengan menggunakan jalur udara selama satu jam menuju kota Wamena. Jakarta-Jayapura dapat ditempuh selama 7 jam tanpa transit di Makassar atau 8-9 jam dengan transit lebih dulu di Makassar. Total lama perjalanan Jakarta-Wamena bisa mencapai 9-10 jam perjalanan. Cukup melelahkan, bukan? Meskipun harus menempuh perjalanan panjang dan melelahkan menuju Wamena, bagi saya, Wamena adalah kota kecil dengan keindahan alam yang eksotis. Bukan hanya alamnya saja yang menawan, kopi Wamena telah membuat saya jatuh cinta.

Kopi hasil petani kopi Wamena
Kopi Wamena menjadi daya tarik yang cukup memikat bagi para wisatawan yang berkunjung ke Wamena, selain keindahan Lembah Baliem tentunya. Hal ini berlaku juga untuk saya. Rasa kopi Wamena yang enak di lidah dan tanpa meninggalkan rasa asam di mulut membuat saya cukup berani untuk ikut menyeruput secangkir kopi sambil menikmati suasana malam penuh ketenangan di kota yang dikelilingi oleh bukit dan gunung ini. 

Salah satu keunggulan kopi Wamena adalah kopi ini aman untuk lambung karena memiliki kadar asam yang rendah. 
Keistimewaan lainnya dari kopi Wamena yaitu kopi Wamena adalah kopi organik karena biji kopi yang diambil diperoleh dari tanaman kopi tanpa sentuhan pupuk kimiawi. Tanaman kopi Wamena ditanam di dalam hutan di atas bukit. Petani kopi Wamena tidak mau menggunakan pupuk kimia jenis apapun karena mereka percaya bahwa pupuk kimia dapat merusak hutan mereka yang menjadi sumber kehidupan bagi mereka. Proses pengolahan kopi Wamena pun dilakukan secara alami tanpa melibatkan bahan pengawet apapun.

Kopi Wamena Distrik Wolo

Penduduk kota Wamena sebagian besar bermatapencaharian sebagai petani kopi. Mereka tinggal berkelompok di bukit-bukit yang berada di sekitar kaki gunung Jayawijaya. Salah satu daerah penghasil kopi di Wamena adalah Distrik Wolo. Wolo berada cukup jauh dari kota Wamena, sekitar 1,5jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan bermotor. Wolo merupakan daerah berbukit yang dilintasi oleh sebuah sungai kecil. Masyarakat Wolo hidup secara berkelompok dan menempati sebuah rumah yang cukup besar. Satu rumah besar dihuni oleh 3-4 keluarga. Namun ada pula yang menempati honai. Honai adalah rumah adat suku Dani. Mereka hidup rukun dan saling menolong. Penduduk Distrik Wolo adalah petani kopi. Mereka telah turun temurun menjadi petani kopi.

Masyarakat Distrik Wolo, Wamena

Distrik Wolo, Wamena
Saat pertamakali menginjakkan kaki ke Distrik Wolo, saya sempat dibuat bingung, di manakah kebun kopi milik warga Wolo berada? Karena yang saya lihat hanyalah hutan rimbun penuh pepohonan yang memenuhi bukit. Tak ada tanda-tanda kehadiran pohon kopi. Ternyata kebun kopi milik warga Wolo berada di dalam hutan, diatas bukit. Pohon kopi tumbuh subur diantara tanaman hutan lainnya. Inilah salah satu keunikan perkebunan kopi di Wolo. Petani kopi Wolo tak pernah menggunakan pupuk kimia jenis apapun. Tanaman kopi Wolo tumbuh subur dan menghasilkan biji kopi yang baik.

Buah kopi Wolo

Tanaman Kopi dalam hutan Wolo
Tadinya saya pikir perkebunan kopi dimanapun sama saja, ternyata saya salah. Bayangan saya tentang perkebunan kopi seperti yang saya lihat di Pulau Jawa, sama sekali tidak saya temui di Wolo. 
Masyarakat Wolo menanam kopi di dalam hutan di atas bukit sejak dahulu kala. Bahkan mereka tidak tahu tepatnya kapan kebun kopi dalam hutan itu mulai ada. Mereka hanya meneruskan pekerjaan para orangtua dan pendahulu mereka. Saat mereka kanak-kanak, kebun kopi ini sudah ada. 

Sebelum adanya campur tangan pemerintah, petani kopi Wolo belum banyak mengetahui bagaimana cara mengolah biji kopi yang tepat sehingga menghasilkan kopi berkualitas. Bukan hanya itu, mereka juga tidak memiliki pengetahuan yang cukup dalam budidaya tanaman kopi. Berdasarkan penjelasan dari Pak Yakob, salah satu anggota kelompok tani Wolo, saat ini petani kopi Wolo telah memperoleh pendampingan dan bantuan alat pengolahan kopi dari salah satu BUMN melalui program CSR BUMN tersebut.  Sehingga pengetahuan dan kemampuan mengelola kopi para petani kopi Wolo semakin membaik. Tadinya mereka merendam kopi selama berhari-hari supaya kulit kopi dapat terpisah dari bijinya. Namun hal ini membuat kualitas kopi menjadi rendah. Setelah memperoleh pembinaan dan pendampingan, para petani kopi Wolo jadi tahu bagaimana caranya mengolah biji kopi supaya menghasilkan kopi dengan kualitas baik.


Biji kopi Wolo
Kopi Wolo memiliki potensi yang cukup besar untuk mampu menembus pasar dunia. Sayangnya masih cukup banyak kendala yang dihadapi oleh kelompok petani kopi Wolo seperti belum masuknya listrik ke distrik tersebut sehingga pengolahan kopi dilakukan secara manual dan tradisional dengan menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakarnya. Biji kopi yang telah dijemur dan terpisah kulitnya disangrai dalam mesin pengolah kopi dengan menggunakan kayu bakar. Pastinya akan lebih efektif dan produktif jika menggunakan mesin pengolah kopi dengan listrik. Semoga listrik cepat dapat dinikmati oleh masyarakat Wolo.

Akomodasi dan pemasaran menjadi kendala berikutnya yang harus dihadapi petani kopi Wolo. Percepatan yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo seperti membangun jalan dan membuka Trans Papua sebenarnya akan sangat membantu proses distribusi kopi ini, sayangnya percepatan tersebut masih berproses. Belum dapat dinikmati secara penuh oleh masyarakat Wolo.

Petani kopi Wolo pun memerlukan pembinaan dan pendampingan dari Badan Karantina RI sebagai pihak yang mengetahui dengan pasti mengenai kelayakan suatu produk pertanian hingga dapat menembus pasar dunia dan menjadi salah satu komoditas ekspor yang dicari dan diminati. Dan sepertinya kopi Wamena yang berasal dari Distrik Wolo belum terjamah oleh Barantan RI. Saya yakin mereka belum mengetahui tentang Badan Karantina RI dan pentingnya Barantan RI untuk masa depan kopi Wolo yang sangat potensial untuk dijadikan komoditas ekspor.

Badan Karantina Republik Indonesia

Badan Karantina RI adalah instansi pemerintah dibawah Kementerian Pertanian RI yang bertugas menyelenggarakan perkarantinaan tanaman dan pengawasan keamanan hayati. Ini maksudnya adalah Indonesia memiliki berbagai macam jenis tanaman dan hewan yang harus dijaga kelestarian dan populasinya dari hama penyakit berupa bakteri, virus dan patogen lainnya yang dapat mengancam kelangsungan hidup tanaman dan hewan yang ada di Indonesia. Barantan RI bertugas untuk memastikan bahwa Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) tidak masuk dan menyebar ke dalam wilayah Indonesia. 

Tujuan Barantan RI adalah mencegah masuknya, tersebar dan keluarnya HPHK dan OPTK dengan mewajibkan persyaratan karantina terhadap media pembawa HPHK dan OPTK.
Semua media HPHK dan OPTK harus melalui pemeriksaan karantina. Media HPHK meliputi:
# semua hewan yang dibudidayakan contohnya babi, sapi, kambing domba dan unggas;
# hewan peliharaan (kesayangan), contohnya kucing, anjing dan kelinci;
# bahan asal hewan,  contohnya bakso, nugget, rendang, dan daging sapi beku;
# benda lain, contohnya pakan ternak, pakan hewan peliharaan, vaksin.

Media OPTK meliputi:
# tumbuhan termasuk benih, hasil tanaman seperti buah, sayur, bawang, cabai, kentang dan hasil tanaman mati seperti kayu, beras, kopi, kopra dan kakao;
#benda lain seperti media pertumbuhan tanaman.

Untuk mengetahui lebih jelas lagi mengenai Barantan RI, kalian dapat langsung mengunjungi akun media sosial Barantan RI.
Akun media sosial Badan Karantina Pertanian:
FP : BadanKarantinaPertanian
IG : @barantan_ri
Tw: @Barantan_RI
Youtube : Badan Karantina Pertanian

Nah setelah menyimak sedikit pemaparan saya tentang Barantan RI, kalian dapat memahami kan mengapa petani kopi Wolo perlu mendapatkan pendampingan serta pembinaan dari Barantan RI. Hal ini supaya kopi Wamena Distrik Wolo dapat menembus pasar dunia.

Distrik Wolo



Komentar

  1. Alhamdulillah petik merah ya

    BalasHapus
  2. Maaak, doain aku bisa sampe Papua juga ya maaak.. :D :D Itu beneran belum masuk listrik mak? Semoga segera ada listrik ya jadi bisa semakin maju.. Kopi di Wolo Wamena juga semoga bisa makin banyak dikenal.. Aku bukan pecinta kopi banget tapi bisa menikmati kopi Indonesia.. :)

    BalasHapus
  3. Aku mulai suka kopi daerah mba, rasanya memang lebih asam, tapi lebih enak pastinya

    BalasHapus
  4. saya dukung 100 % mba, karna hasil bumi Indonesia itu tidak ada duanya. saatnya produk-produk Indonesia go Internasional

    BalasHapus
  5. Akh berasa jauh banget ini tempat buat secangkir kopi hahaha pun bukan tukang ngopi tapi bangga dengan keanekaragaman kopi Nusantara

    BalasHapus
  6. Belum pernah ke Wamena dan belum pernah icip kopinya T.T Mamak ini bikin mupeng terus, doain somedays ya mak bisa kesana.

    Semoga makin terkenal ke mancanegara ya maak, dukung bangeet...

    BalasHapus
  7. Kualitas kopi kopi daerah di Indonesia tuh bagsu-bagus loh. Dan bahkan banyak juga yang di impor dengan harga mahal. Kualitas kopi wamena pun bagus banget dan rasanya juga jadi primadona

    BalasHapus
  8. Menikmati kopi Wamena sambil melihat pemandangan di Lembah Baliem hhhh... sedaaap! Ternyata aman bagi lambung kita ya..kadar asamnya rendah. Oooh aku jadi pengen cobain kopi organik gini. Tanpa campur tangan pupuk kimiawi tentu hasilnya berbeda 😊

    BalasHapus
  9. Potensi alam Indonesia sungguh luar biasa, sangat kaya dengan produk-produk unggulan dari Daerah, salah satunya Kopi Wamena ini ya. Selain di Indonesia, kopi ini sangat layak mendunia nih, Pecinta Kopi pasti sangat menikmati kopi ini, termasuk aku yang penasaran banget.

    BalasHapus
  10. Wamena oh Wamena, moga ada masanya yaaa pembangunan infrastruktur di sana jd lbh baik, plus petani2 kopinya makin sejahtera. Eh tapi kopi Wamena kyknya skrng ngehits di kafe2 sih ya, moga jd start yg baik, tanpa melupakan nasib petaninya :D

    BalasHapus
  11. Mantap mak dewi jalan-jalannya jauh sampe ke Wamena. Aku belum pernah coba kopi wamena, tapi buat para penikmat kopi sepertinya ini wajib dicoba ya

    BalasHapus
  12. Selalu takjub melihat bagian dari negara sendiri dan suka sedih karena belum bisa kesemua daerah di Indonesia. Tapi aku tetap cinta dan selalu mendukung semua produk-produk Indonesia.. salah satunya mengkonsumsi produk lokal

    BalasHapus
  13. Ternyata ngaruh ya mak, walau dasarnya udah kopi enak tapi kalau ngolahnya nggak tepat kurang menjual, semoga kopi Papua makin terkenal dan pemasarannya semakin luas..

    BalasHapus
  14. Mak keren banget bisa ke Wamena, dulu ayahku juga pernah tugas di sini, aku baru tau ada kopi Wolo. Berarti kopi organik ya, tanpa campur tangan bahan kimia. Mudah-mudahan bisa nyobain

    BalasHapus
  15. Lihat fotonya kopinya juara nih, jadi pengen cobain cotra rasanya. Aku suka kopi hitam pahit disesap sambil gigit gula aren

    BalasHapus
  16. Mau dunk Mak nyicipin kopi Wamena kayak apa toh. Aku minumnya kopi sachetan hiks.

    BalasHapus
  17. wuahh kopi wamena ini sih the best.. dari dulu suka banget.. dukung seratus persen deh, semoga kopi khas Indonesia ini bisa go International

    BalasHapus
  18. Mbaaak, aku kalau mau beli kopi ini di mana mbak? Kebetulan keluarga aku pencinta kopi dan kami selalu berusaha mencoba kopi-kopi lokal Indonesia. Apalagi adekku ada rencana mau buka coffee shop yang hanya menyajikan kopi asli Indonesia.

    BalasHapus
  19. Keren ih mbak Dewi dah kemana-mana yaa ... hayuklah mbak kita promosikan terus kopi wamena ..

    BalasHapus
  20. Smp skrng kepingin banget liat produksi kopi dari dekat, keren dpt pengalaman bisa lihat phn kopi dn buahnha

    BalasHapus
  21. Aduuuh ade tuh suka banget sama kopi wamena nih. Rasanya emang maknyuus. Beda dr yg lain. Suka dibawain sama temen kalau lg pulang dinas. Tapi baru tau loh kalau kopinya ini bisa aman dari asam lambung. Padahal rasanya masih ada asamnya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Onggy Hianata, Sang Inspirator Value Your Life

Belanja Asik Di Giant Dengan Harga Teman

Hexpharm Jaya, Obat Generik Kualitas Paten