Belajar Merencanakan Keuangan Melalui Tayangan Web Series Keluarga Surya



Hai apa kabar semua? Gimana liburan lebarannya? Setelah libur lebaran ngga dibikin pusing oleh kondisi keuangan yang menipis kan? Semua berjalan sesuai rencana dan budget kan? Karena masalah yang sering banget terjadi adalah setelah libur lebaran banyak orang yang mengeluh kehabisan uang akibat biaya libur lebaran yang membludak. Dan ujung-ujungnya jadi stress sendiri deh. Memang sih salah satu masalah yang kerap dihadapi oleh sebagian besar keluarga di Indonesia adalah kemampuan untuk mengelola dan merencanakan keuangan keluarga. Sekilas tampak sepele namun masalah inilah yang menjadi faktor penentu dari kondisi kesejahteraan dan finansial sebuah keluarga. 

Kemampuan mengelola dan merencanakan keuangan menjadi faktor penting dalam hal kesejahteraan dan masa depan keluarga. Fakta menunjukkan, cukup banyak keluarga yang memiliki penghasilan dengan nominal yang lumayan tetapi "morat marit" dalam urusan keuangan. Contohnya adalah keluarga masa kini yang asik menggunakan kartu kredit tanpa perhitungan dan ujung-ujungnya kerepotan sendiri untuk membayar hutang kartu kreditnya tersebut. Itu baru salah satu contohnya. Belum lagi adanya fakta  yang menunjukkan tingginya gaya hidup keluarga yang tidak diimbangi oleh meningkatnya penghasilan keluarga sehingga baru tengah bulan saja gaji sudah menipis dan tak jarang diselesaikan dengan berhutang. Padahal hutang hanya akan menambah masalah keuangan semakin runyam saja. Kalau sudah seperti ini, hidup terasa berat dan penuh tantangan.

Berbicara mengenai mengelola keuangan terutama keuangan keluarga tak jarang membuat kepala mendadak pening wkwkwk. Terutama untuk ibu rumah tangga nih sebagai bendahara keluarga. Tak terkecuali saya. Untungnya saya telah terbiasa mengatur uang sendiri sejak kuliah jadi tak begitu shock ketika harus mengelola dan mengatur keuangan keluarga. Tapi tetap saja sering dibikin mulas saat harus mengatur penghasilan agar tetap dapat membiayai keperluan keluarga apalagi setelah memiliki anak. Pastinya pengeluaran semakin besar yang seringnya tak diimbangi oleh kenaikan pendapatan keluarga. Harus pintar mengakali dan putar otak supaya semua biaya bisa tetap terbayar namun tetap memiliki tabungan.

Awal berumahtangga, saya hanya berpikir bagaimana supaya penghasilan yang ada cukup untuk membiayai kehidupan sehari-hari keluarga dan masih tersisa sedikit untuk ditabung. Saya hanya berupaya untuk mengatur pendapatan keluarga dan belum kepikiran untuk mengelola keuangan keluarga saya sehingga bisa berinvestasi untuk masa depan.

Seiring berjalannya waktu, saya jadi tahu bahwa cara saya mengatur keuangan keluarga ternyata kurang tepat. Seharusnya saya terlebih dulu menyisihkan uang untuk tabungan, setelah itu baru untuk keperluan biaya sehari-hari. Karena merasa pendapatan keluarga hanya cukup untuk keperluan sehari-hari saja tanpa ada sisa, saya putar otak mencari cara supaya keuangan keluarga saya tetap memiliki "dana lebih". Saya mencoba membuka "kran pendapatan" selain pendapatan utama. Saya meneruskan hobi berjualan yang telah saya miliki sejak kuliah dan Alhamdulillah berjalan sesuai rencana. Walaupun telah memiliki sumber penghasilan tambahan, bukan berarti saya bisa seenaknya saja menggunakan uang tersebut. Saya harus mampu mengelolanya agar sebagian dari pendapatan saya tersebut dapat saya gunakan untuk berinvestasi.

Investasi berarti membuat keputusan logis dengan perhitungan yang dapat dipelajari untuk memperoleh keuntungan potensial. Faktor paling penting dalam investasi adalah pilihan alokasi aset yang tepat dan bertahan dengan rencana investasi. Karena hanya dengan cara inilah yang dapat mengurangi resiko membuat keputusan secara emosional dalam berinvestasi. Saya sendiri lebih memilih berinvestasi dalam bentuk benda yang memiliki nilai ekonomis dan menghasilkan seperti rumah petakan. Cara investasi seperti ini yang saya rasakan paling nyaman untuk saya. Kesadaran untuk berinvestasi dan merencanakan keuangan semakin terasa ketika saya menonton tayangan sitkom web series Keluarga Surya. Web series ini mengajari saya untuk semakin disiplin dalam menerapkan perencanaan keuangan keluarga yang telah saya dan suami buat.


SitKom Web Series Keluarga Surya



Web series Keluarga Surya adalah film pendek berseri yang tayang di channel you tube Sunlife Financial Indonesia . Keluarga Surya mengisahkan tentang kehidupan sebuah keluarga masa kini dalam mengelola keuangan keluarganya. Cerita Keluarga Surya dikemas secara apik dan penuh komedi sehingga ceritanya mudah diterima dan pesan yang ingin disampaikan pun dapat dengan mudah sampai ke penonton. Kisah yang diangkat dalam web series ini sangat aktual dengan kehidupan sehari-hari keluarga Indonesia. Seperti dalam episode pertama yang tayang menjelang lebaran Idul Fitri yang baru saja berlalu, bercerita tentang THR atau Tunjangan Hari Raya. Untuk apa uang THR tersebut digunakan. Saya yakin episode pertama ini akan membuat siapa saja yang menontonnya jadi bergumam sendiri dalam hati, " Duh, ini mah saya banget. Uang THR habis untuk membeli barang yang sebenarnya ngga dibutuhkan. Habis begitu saja tanpa jejak xixixi." Atau " Kog sama sih dengan yang saya alami". Tapi syukur-syukur sih ada yang berkomentar, " Wah seharusnya uang THR dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang seharusnya saja. Untuk kebutuhan yang diperlukan saja. Bukan untuk foya-foya." Nah kalau ada yang berpikir seperti itu berarti pesan yang ingin disampaikan oleh Keluarga Surya sampai nih.


Oh ya, Keluarga Surya terdiri dari Pak Surya (Edo Borne), Bu Mentari (Karina), Fajar (Bima Azriel),dan Cahaya (Sandrina Michelle). Ada satu hal yang menarik nih dari Keluarga Surya ini yaitu profesi Bu Mentari. Bu Mentari adalah seorang blogger hahahaha. Sama dong dengan saya. Kocaknya dalam salah satu scenenya ada perkataan Bu Mentari yang menyatakan soal job review wkwkwk. Berasa nonton diri sendiri saja deh huahahaha.

Sitkom webseries Keluarga Surya sudah tayang sebanyak 3 episode dan episode terbarunya baru tayang tanggal 20 Juni kemarin. Episode ketiga bercerita tentang kehebohan Piala Dunia. Pas banget kan dengan fenomena yang terjadi dalam masyarakat Indonesia. Para penggemar olahraga bola seantero dunia sedang heboh-hebohnya menyaksikan pertandingan Piala Dunia untuk mendukung tim favoritnya bertanding.


Demam Piala Dunia melanda keluarga Pak Surya. Pak Surya dan Fajar sangat antusias dengan Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Rusia tersebut. Saking antusiasnya, Pak Surya dan Fajar sampai rela menonton pertandingan bola hingga larut malam. Padahal esok harinya, mereka harus beraktivitas seperti biasa. Pak Surya ke kantor untuk bekerja dan Fajar harus sekolah. Alhasil mereka kesiangan bangun dan kondisi ini membuat Bu Mentari  dan Cahaya menjadi gusar. Wajarlah ya kalau Bu Mentari dan Cahaya menjadi khawatir dengan kesehatan Pak Surya dan Fajar. Karena jika terlalu sering melek sampai pagi untuk menonton pertandingan Piala Dunia bisa membuat tubuh Pak Surya dan Fajar menjadi kelelahan dan akhirnya menjadi sakit. Kalau sudah sakit akan keluar biaya yang tak sedikit. Untungnya Bu Mentari banyak akalnya nih. Dia membuat tantangan untuk Pak Surya dan Fajar. Apa sih tantangannya? Langsung saja tonton web series Keluarga Surya Episode 3 ya. Supaya ngga penasaran, langsung saja kepoin ya.


Saya sudah menyaksikan ketiga episode Keluarga Surya dan dari ketiga seri tersebut saya memperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1. Penting banget untuk mengelola dan merencanakan keuangan sejak dini;
2. Kita harus mengetahui dana yang diperlukan untuk perencanaan keuangan yang kita buat;
3. Hitung sekarang juga dan temukan solusi yang diperlukan untuk dapat menjalankan perencanaan keuangan yang kita buat;
4. Berapapun pendapatan yang kita miliki haruslah dapat memenuhi biaya hidup hari ini dan di hari nanti.

Saya senang banget nonton web series Keluarga Surya karena merasa seperti ada yang mengingatkan untuk selalu disiplin soal perencanaan keuangan ini. Kerenlah ide dan inovasi yang dilakukan oleh Sunlife Financial Indonesia dalam upaya memberikan literasi keuangan keluarga Indonesia. Semoga dengan adanya tayangan web series ini kesadaran keluarga Indonesia untuk mengelola dan merencanakan keuangan keluarga semakin meningkat. Keluarga Indonesia semakin melek finansial.










Komentar

  1. Belym nonton nih, aku, nanti coba cari ah. Bahas keuangan itu sensitip banget emang kek tespek dan hatinya dia.

    BalasHapus
  2. Perencanaan keuangan emang penting maaak, dan benar sih, klo kita tidak bijak menggunakan kartu kredit bisa berabe dililit hutang. Kudu semua direncanakan dengan baik.

    Nonton serial keluarga Surya bikin ngakak tapi banyak hikmahnya. Suka!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penting bgt merencanakan keuangan dari sekarang.Apalagi saat belum nikah,ini waktu yg tepat utk merencanakan masa dpn jd pas sdh nikah,sdh punya slot keuangan yg jelas dan tau cara mengatur keuangan keluarga dg tepat.

      Hapus
  3. Melek literasi keuangan perlu banget sejak dini dn jangan ditunda, apalg maslah ksehatan lebih dari segalanya

    BalasHapus
  4. Cusss pengen segera nonton, seru, menghibur dan memberikan wawasan, apalagi soal mengelola keuangan adalah hal yg wajib dilakukan agar kesejahteraan keluarga terjaga selalu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak pelajaran ttg financial plan dr web series ini

      Hapus
  5. Kreatip yak, dari pada baca literatur keuangan, mending nonton keluarga surya aja di yutub. Biar bisa tau informasi seputar keuangan buat keluarga muda zaman skrg.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya lebih efektif dgn tayangan film

      Hapus
  6. Perencanaan keuangan itu kadang memang diangap sepele ya ka, padahal penting banget, aku masih berfikiran liat nanti terus nih ka, padahal sudah saatnya berfikir bagaimana seharusnya nanti.. kelurga surya ini sangat menyentil ya ka.. tapi positif nyentilnya.. well note ka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau keuangan keluarga ngga direncanakan dg baik, yg ada mumet wkwkwk

      Hapus
  7. Wah kalau ade dirancang bedua, Teh. Jadi ade diskusi sama suami pengeluarannya apa aja. Suami yg buat arus kas. Ade tinggal ngisi aja.. xixixi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga buat berdua tapi yg mengatur keuangan aku,suami hny ngasih tau, maunya spt gmn.

      Hapus
  8. Aku udah nonton juga, cara edukasinya itu lho dapet bnget. Pas dengan kondisi emak2 yang biasa males/ga sempet baca2 buku manajemen keuangan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, orang Indonesia terkenal malas baca buku jd lebih efektif dg tayangan

      Hapus
  9. Jaman sekarang kreatif ya buat mengingatkan masyarakat pentingnya hidup sehat dan berinvestasi asuransi. Jadi nggak berasa ngejar - ngejar nasabah untuk buat polis asuransi. Keluarga Surya pelopornya nih.

    BalasHapus
  10. Setuju banget kalau dana yang kita butuhkan harus diketahui ya biar perencanaan keuangan berjalan maksimal

    BalasHapus
  11. Aku nggak suka bola dan nggak nonton piala dunia tapi begadang terus mbak. Hihihi. Iya kesehatan itu mahal makanya harus dijaga ya. Asuransi kesehatan memang penting untuk memudahkan kita nanti kalau tiba-tiba sakit. Tetapi ya semoga jangan sampai sakit. Bagus nih cara penyampaiannya keluarga Surya, mudah dicerna.

    BalasHapus
  12. Banyak belajar ya dari sitkom Keluarga Surya ini. Di balik keseruan dan lucunya, ada pesan tentang literasi keuangan. jadi ngikutin deh tiap episodenya. Gak sabar menanti episode2 berikutnya

    BalasHapus
  13. Edukasi dengan komikal gini bikin nyantol di kepala ya, simpel pula penyampaiannya

    BalasHapus
  14. Aku senang nonton Keluarga SUrya karena bisa belajar keuangan keluarga dan baik dan anti ribet

    BalasHapus
  15. Perencanaan keluarga itu penting ya Mbak biar alokasi segala kebutuhan keluarga bisa aman. Jangan sampe besar pasak daripada tiang.

    BalasHapus
  16. Seru ya sangat edukasi dan bisa belajar keuangan dari keluarga Surya.

    BalasHapus
  17. Udah nonton semua episodenya dan jadi pengen nonton episode berikutnya. Tayangan edukasi kek gini harusnya diperbanyak, supaya masyarakat kita melek perencanaan keuangan

    BalasHapus
  18. Wah film keluarga surya sekilas baca di tulisan ini, benar2 mencerminkan kehidupan sehari2 ya, mulai dari tentang keuangan dan kegiatannya. Keknya seru deh.

    BalasHapus
  19. Kalo bicara soal mengatur keuangan ak selalu gagal, karna kurangnya komitmen..
    Semoga bisa seperti keluarga surya kedepanya

    BalasHapus
  20. Uang THR buat masukin anak ke sekolah sih, masih survey2 hehe.
    Emang baiknya kalau ada kelebihan dana tetep standar hidupnya sama kyk sebelumnya aja, jd selisihnya bisa dipakai buat inves, nabung, dll tfs

    BalasHapus
  21. walau hanya fiksi tapi saya liat senang ceritanya apalagi pas tau ibunya blogger. jadi semakin banyak orang mengetahui profesi blogger.

    BalasHapus
  22. jarang2 nih nonton web series jadi kepingin belajar merencanakan keuangan, penting buat ditonton bersama suami dan anak di akhir pekan

    BalasHapus
  23. hiks merencanakan keuangan ini emang harus tricky yaa.. aku masih kurang komitmennya nih

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Onggy Hianata, Sang Inspirator Value Your Life

Dibohongi Atau Dipoligami?

Mengapa Saya Poligami