PLBN Entikong, Menuju Indonesia Maju


Tampak depan PLBN Entikong
Hidup ini penuh misteri. Tak bisa ditebak apa yang akan kita alami diwaktu mendatang. Seperti halnya hidup yang saya jalani. Tak pernah menyangka sama sekali bahwa hidup saya akan berwarna seperti ini. Terlebih saat usia saya memasuki usia 40 tahun , usia yang tak lagi muda namun saya justru merasakan petualangan menakjubkan seperti perjalanan impian ke Lombok , Papua dan yang baru saja saya lalui beberapa saat lalu, perjalanan ke Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kal-Bar.

Saya telah mengisahkan sebelumnya mengenai kedatangan saya ke PLBN Entikong, Kalimantan Barat dalam tulisan Perjalanan Penuh Kisah Menuju PLBN Entikong Part1 . Dan saya kembali akan berkisah tentang perjalanan mengesankan tersebut. Namun dalam tulisan kali ini, saya ingin lebih banyak membahas mengenai PLBN Entikong, Kalimantan Barat. Oh ya, sudah tahukah kalian, apa itu PLBN Entikong? PLBN Entikong adalah Pos Lintas Batas Negara yang berada di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat yang menghubungkan wilayah RI dengan Malaysia.


Presiden Jokowi dengan Nawacita pembangunannya memiliki beberapa prioritas utama. Salah satunya adalah prioritas untuk wilayah terdepan atau wilayah perbatasan. Dalam Nawacita (sembilan agenda prioritas untuk Indonesia) yang harus dijalankan selama pemerintahan Pak De Jokowi, terdapat agenda prioritas untuk menghadirkan kembali negara ditengah warga negara. Prioritas pemerintahan PakDe adalah menjaga keamanan batas negara berikut kedaulatan wilayah serta perlindungan terhadap sumber daya alam yang berada di wilayah perbatasan. 

Nawacita juga memuat mengenai pembangunan perbatasan. Nawacita menebalkan frase membangun Indonesia dari perbatasan dan daerah pinggiran. Maksudnya adalah pembangunan tak hanya terpusat atau fokus pada pembangunan wilayah perkotaan saja namun harus mencakup seluruh pelosok tanah air. Tidak ada lagi pembangunan secara sentral tapi harus menyebar sampai pedalaman bumi pertiwi (desentralisasi).

Setiap daerah memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda-beda sehingga pembangunan yang dilakukan pun tidak bisa sama. Perbedaan dalam pembangunan perlu dilakukan agar dapat mengakomodir karakteristik dan kemampuan masing-masing daerah. Otonomi seperti ini harus terus dijaga supaya dapat tetap sinergi antara pemerintah dan daerah, antara satu daerah dengan daerah lainnya. Termasuk pembangunan yang dilakukan di daerah perbatasan.

Sekarang ini, terdapat 7 PLBN yang tersebar di tiga provinsi di Indonesia yaitu Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur dan Papua.
Ketujuh Pos Lintas Batas Negara tersebut adalah PLBN Badau (Kabupaten Kapuas Hulu, Kal-Bar), PLBN Aruk (Kabupaten Sambas, Kal-Bar), PLBN Entikong (Kabupaten Sanggau, Kal-Bar), PLBN Motaain (Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur), PLBN Skouw (Kota Jayapura, Papua), PLBN Wini (Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT), PLBN Motamasin (Kabupaten Malaka, NTT).

Pada awal tahun 2015, Pak De meninjau PLBN Entikong dan beliau cukup prihatin dengan kondisi PLBN Entikong pada saat itu yang diibaratkan seperti "kandang kambing". Pak De pun berjanji akan membangun kawasan PLBN Entikong menjadi kawasan perbatasan yang membanggakan. Janji Pak De dibuktikan dengan penampilan baru PLBN Entikong yang menawan dengan Monumen Garuda yang berdiri kokoh di bagian depan PLBN.

Sesuai dengan instruksi presiden no.6 tahun 2015 mengenai percepatan pembangunan 7 Pos Lintas Batas Negara Terpadu dan sarana prasarana penunjang di kawasan perbatasan, dilakukanlah pembangunan kawasan daerah perbatasan termasuk di PLBN Entikong. Pembangunan kawasan perbatasan di setiap PLBN meliputi dua tahap pembangunan. Pembangunan PLBN pada tahap pertama yang dibangun adalah bangunan utama, pos lintas kendaraan pemeriksaan, bangunan pemeriksaan kargo, bangunan utilitas (rumah pompa & power house), monumen, gerbang kedatangan dan keberangkatan, sarana jalan pendukung, lansekap dan jalur pedestrian yang selanjutnya disebut dengan zona inti. Setelah pembangunan zona inti selesai, pembangunan di sekitar PLBN memasuki tahap dua. Pembangunan tahap dua ini, akan dilakukan di zona sub inti dan zona pendukung yaitu meliputi pembangunan area parkir, bangunan kantor PLBN, mess pegawai PLBN, klinik, pasar tematik, food court dan rest area, wisma Indonesia dan Masjid. Tahapan pembangunan serupa ini juga dilakukan di PLBN Entikong. Setelah selesai memugar dan membangun kembali bangunan utama Pos Lintas Batas Negara Entikong, saat ini sedang dilakukan pembangunan tahap 2.

Seperti pernah saya ceritakan sebelumnya, untuk mencapai PLBN Entikong, saya harus menempuh perjalanan cukup panjang menyusuri jalan Trans Kalimantan (Pontianak-Entikong). Perjalanan Pontianak-Entikong ditempuh kurang lebih 5-6 jam. Kondisi jalan sudah bagus meski masih minim marka dan petunjuk jalan. Tapi tetap saja diperlukan keahlian untuk mengenal kondisi jalan terutama pada malam hari mengingat masih kurangnya penerangan dan petunjuk jalan. Pemerintah daerah setempat terus berupaya memperbaiki sarana dan prasarana transportasi menuju kawasan PLBN Entikong.

Pintu gerbang PLBN Entikong

Antrian kendaraan yang melintas menuju Malaysia
Waktu menunjukkan pukul 04.00 pagi saat saya menjejakkan kaki pertamakalinya di PLBN Entikong. Pintu gerbang PLBN masih tutup namun antrian kendaraan beserta orang-orang yang ingin melintas ke negara tetangga cukup panjang. Mereka harus menunggu dibukanya pintu gerbang pada jam 05.00 pagi. Ada rasa bangga dan haru jadi satu, melihat megah dan kokohnya monumen garuda dan bangunan utama PLBN Entikong. Saya langsung ingat dengan ucapan Pak De yang berjanji akan menjadikan kawasan perbatasan menjadi sebuah kawasan yang membanggakan. Dan saya bangga melihat penampilan PLBN Entikong sekarang. Saya membayangkan kawasan ini akan lebih maju dan ramai serta dapat mendatangkan pendapatan untuk negara setelah pembangunan tahap dua selesai dilakukan. Yups, saat ini memang sedang dilakukan pembangunan kawasan PLBN terpadu tahap dua.

Pembangunan kawasan PLBN Entikong terpadu tahap dua
Tepat pukul 05.00 pagi waktu setempat, dibukalah pintu gerbang PLBN Entikong. Kendaraan satu persatu mulai masuk area pos pemeriksaan kendaraan yang berada disisi bangunan utama PLBN. Orang-orang yang ingin melintas perbatasan, berjalan memasuki bangunan utama PLBN untuk selanjutnya menjalani proses pemeriksaan identitas dan surat kelengkapan melintas ke negara tetangga. Proses pemeriksaan ini berjalan tertib dan relatif cepat. Petugas imigrasi dengan cekatan melakukan tugasnya. Setelah melalui pemeriksaan di PLBN Entikong, para pelintas akan  melewati gerbang keluar PLBN Entikong dan memasuki zona bebas sepanjang kurang lebih 500m sebelum memasuki pintu gerbang daerah tetangga, Malaysia.


Petugas imigrasi PLBN Entikong

Antrian pelintas antri untuk melakukan pemeriksaan
Terlihat perbedaan yang cukup mencolok antara PLBN Entikong dengan pos lintas batas Malaysia. Pos lintas batas negara Malaysia terlihat sangat sederhana. Saya sempat melihat beberapa orang pelintas, foto-foto di depan monumen Garuda dan di depan bangunan utama PLBN Entikong. Mereka sepertinya sama seperti saya, tak mau melewatkan kesempatan untuk bernarsis ria di beberapa spot yang memang bagus untuk foto. Saya merasa perjalanan ke Entikong ini memberikan suntikan rasa nasionalisme yang cukup mendalam pada diri saya. Tadinya saya tak peduli dengan semua yang telah dilakukan pemerintah untuk negeri ini. Namun setelah saya melalui jalur Pontianak-Entikong, saya salut dengan kerja keras pemerintah untuk memberikan yang terbaik bagi rakyatnya terutama di daerah pedalaman. Jalan-jalan dibangun, sarana umum yang rusak diperbaiki dan kini dapat dinikmati dan mempermudah masyarakat untuk beraktivitas.

Pos lintas batas Malaysia
Sebelumnya saya sama sekali tidak pernah tahu tentang wilayah perbatasan dan perjalanan kali ini membuka mata saya bahwa negara kita memiliki pos lintas batas negara yang menjadi bukti kedaulatan dan eksisnya NKRI. Saya jadi paham makna kalimat yang mengatakan NKRI harga mati. Saya sangat bersyukur diberikan kesempatan oleh Sekretaris Kabinet RI untuk dapat melihat langsung perbatasan negara tercinta. Dan untuk kalian yang masih berpikir bahwa pemerintah tidak melakukan apapun untuk kemajuan negeri ini, kalian harus datang dan melihat ke pelosok atau daerah pedalaman. Mari piknik melintas jalan Trans Kalimantan, Sumatra, Papua atau pun Nusa Tenggara. Jangan hanya kalian pintar melihat kekurangan yang ada saja tapi coba tengoklah apa yang sedang pemerintah lakukan di pelosok nusantara termasuk di kawasan pinggiran dan wilayah perbatasan. #MenujuIndonesiaMaju



Pembangunanan tahap dua PLBN Entikong

Di depan PLBN Entikong

Kendaraan yang masuk dari Malaysia

Di depan Monumen Garuda

Di lokasi pembangunan PLBN Entikong tahap 2






Komentar

  1. Perbatasan bentuk penjagaan terhadap masuk barang yg di larang sebuah negara dan bentuk wujud cinta pada tanah air, walau cuma sejengkal tidak ada lagi yang di klaim sebagai milik negara lain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mpo. Wilayah perbatasan merupakan salah satu bentuk kedaulatan negara

      Hapus
  2. Beruntung bgt mak bisa merasakan pengalaman mengunjungi tempat yg gak semua org bisa kesana, jadi dpt banyak informasi mengenai Entikong kalbar, semoga pembangunan semakin merata di wilayah perbatasan dan daerah terpencil Indonesia #DukungprogramPemerintah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba, sy merasa beruntung bisa dtg lgsg ke perbatasan

      Hapus
  3. baca cerita entikong itu aku penasaran sama batasnya dengan Malaysia itu mba, kepingin aja ngeliat dari dekat,bersyukur bangt bisa ke sana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Batasnya itu bener2 hanya dekat bgt. Krn perbatasan darat ya cm dibatasi dg gerbang dan bendera aja

      Hapus
  4. Kece badai si mamak ini... Tapi pakde Jokowi lebih kece lagi ya Mak... Kepikiran aja gitu kalau yang namanya PLBN itu kan udah kaya etalase toko yang harus dibangun super kece supaya bisa menjadi lahan pemasukan tambahan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Program Si PakDe emang membangun PLBN di Indonesia menjadi sebuah kawasan yg layak dan memiliki nilai ekonomis

      Hapus
  5. Wuiij keren mbak dewi bisa ikut ke entikong. Bener bener pengalaman yang luar biasa ya. Berkat kesana Kita jdi bisa tahu kondisi entikong terkini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, pengalaman yg luar biasa

      Hapus
  6. wahh emak kerjaanya jauh banget ke entikong. kece dah. moga pembangunan Indonesia makin merata ya mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin Amin Semoga tercapai Indonesia Maju

      Hapus
  7. Iya betul sekali mba, perubahan itu kan tidak seperti membalikkan trlapak tangan yah, banyak ko usaha2 pemerintah untuk kepentingan rakyatnya, terutama di daerah pelosok.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yess banget. Seringnya org melihat keburukannya saja tp menutup mata dg usaha dan prosesnya

      Hapus
  8. Senangnya...saya blm sekalipun menjejak di kalimantan. Terlebih ini wilayah perbatasan negara,unik banget kalau ke luar negeri hanya perlu selangkah saja

    BalasHapus
  9. Maennya jauh banget Maak.. wilayah perbatasan ini harus dijaga bener2 ya.

    BalasHapus
  10. Kesempatan yang sangat berharga ya bisa ikutan mengenal keanekaragaman Indonesia. Keren bangat ya bisa mengikuti acaranya.

    BalasHapus
  11. Waaah, pengalaman yang luar biasa Mbak. Aku pun jadi pengen kesana. Kalo aku yang kesana mungkin mewek kali ya. Baper. Antara senang bisa liat perbatasan, sama terharu betapa luasnya negeri ini

    BalasHapus
  12. Mantap deh emak satu ini ... udah berkesempatan ke Entikong.

    Semoga pembangunan disana semakin cepat berkembang ya.
    Terutama Entikong wilayah perbatasan 2 negara, jadi harus ditata apik buat menarik minat kunjungan wisatawan.

    BalasHapus
  13. Entikong ada kuliner khusus ngga mak

    BalasHapus
  14. Sudah berkembang ya kawasan Entikong,, makanan khas nya apa di sana mak Dew

    BalasHapus
  15. jadi pingin ke Malaysia lewat jalur darat ini mak ...keren banget..Indonesia maju yess!

    BalasHapus
  16. Menjaga perbatasan bagaikan menjaga harga diri bangsa. Lengah sedikit di comot sama negara tetangga

    BalasHapus
  17. Sebagai orang Indonesia jadi bangga deh lihat hasil pemerintah sekarang. Makasih Pak De! Btw, kalau baca daftar PLBN di atas, kok di Kalimantan Utara belum/gak ada PLBN ya? Kalau dari peta Kaltara juga berbatasan langsung dengan Malaysia. Kaltim juga. Hanya Kalsel dan Kalteng aja yang gak berbatasan langsung. Emang gak ada PLBNnya atau gimana ya mak?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Onggy Hianata, Sang Inspirator Value Your Life

Belanja Asik Di Giant Dengan Harga Teman

Hexpharm Jaya, Obat Generik Kualitas Paten