Perjalanan Penuh Kisah Menuju PLBN Entikong Kalimantan Barat Part 1



Perjalanan kali ini adalah perjalanan terjauh dan pertama saya pada tahun 2018. Saya akan melakukan perjalanan ke Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong di Kalimantan Barat mulai tanggal 22 April sampai 25 April 2018. Entikong merupakan satu dari tujuh PLBN yang ada di tanah air tercinta ini. Perjalanan ke PLBN Entikong cukup membuat hati saya dag dig dug tak menentu. Excited sekaligus panik. Penuh pertanyaan, akan seperti apakah perjalanan saya kali ini. 

Perjalanan ke Entikong bukanlah perjalanan terpanjang, terjauh dan terekstrem yang pernah saya lakukan sepanjang usia saya. Di penghujung tahun 2017 lalu, saya telah melakukan perjalanan terjauh yaitu ke Jayapura dan Wamena, Papua. Perjalanan yang melelahkan namun meninggalkan kisah-kisah menarik yang tak pernah habis untuk diceritakan. Salah satunya adalah cerita tentang Udang Selingkuh kuliner khas Wamena. Meskipun saya pernah melakukan perjalanan yang penuh tantangan dan melelahkan ke Papua, perjalanan ke Entikong ini tetap saja menjadi perjalanan yang menakjubkan bagi saya.

Pasti ada yang kepo sendiri mempertanyakan kenapa saya bisa sampai melakukan perjalanan ke PLBN Entikong, Kal-Bar. Perjalanan ke PLBN Entikong berawal dari janji yang diucapkan oleh Pak SesKab Pramono Anung pada saat acara Launching Lomba Sosial Media Sekretariat Kabinet RI di Jakarta pada akhir Maret lalu. Dalam sambutannya, Pak Pramono mengatakan bahwa SetKab RI (Sekretariat Kabinet Republik Indonesia) akan mengajak netizen (termasuk blogger) untuk ikut hadir dalam beberapa acara kepemerintahan dan meninjau Pos Lintas Batas Negara. Ternyata perkataan Pak Pramono bukan sekedar  janji manis belaka. Tak lama dari acara launching lomba sosial media, Sekretariat Kabinet RI kembali mengajak blogger sebagai netizen untuk ikut hadir dalam acara Rapat Kerja Pemerintah di Jiexpo Kemayoran yang dihadiri oleh Pak Joko Widodo dan Pak Jusuf Kala. Saya pun kembali diundang untuk menghadiri acara Rapat Kerja Pemerintah tersebut. Saya termasuk netizen atau blogger yang beruntung. Karena dari ketiga acara SetKab RI yang melibatkan blogger, saya mendapat kesempatan untuk mengikuti ketiga acaranya itu.

Saya tak pernah menyangka dapat mengunjungi PLBN Entikong. Terlintas pun tidak. Karena itulah, bagi saya perjalanan ke PLBN Entikong merupakan perjalanan istimewa. Perjalanan yang belum tentu dapat terulang kembali. Dan perjalanan istimewa itu pun dimulai pada tanggal 22 April 2018. Saya dengan ditemani oleh Mbak Mita Aprianti (Kepala Bidang Pelayanan dan Diseminasi Informasi SetKab RI), Said Muhidin (Kepala Bidang Pengelolaan Informasi SetKab RI), Mba Kurniawati (Kepala Sub Bidang Data dan Informasi SetKab RI), Mas Dhany Kurniawan Pamungkas (Kepala Subbidang Penghubung SetKab RI) menuju kota Pontianak terlebih dulu sebelum kemudian melanjutkan perjalanan darat ke Entikong. Pontianak-Entikong dapat ditempuh kurang lebih 5 sampai 6 jam. Saya menginap semalam di Hotel Mercure Pontianak sebelum melanjutkan ke Entikong.




Pontianak membuat saya jatuh cinta dengan kelezatan mietiawnya yang menyambut kedatangan perdana saya ini. Bukan hanya mietiaw yang melenakan, kehadiran kedai pisang khas Pontianak dan kelezatan kopi serta es milo kota Khatulistiwa ini membuat saya ingin kembali datang dan berlama-lama menikmati suasana Pontianak yang tenang dan nyaman.

Esoknya saya mulai perjalanan menuju PLBN Entikong. Saya mendapat cerita dari Pak supir yang mengantar saya menuju Entikong mengenai kondisi jalan beberapa bulan lalu tidaklah seperti saat ini. Jalan menuju Entikong tidak semulus sekarang. Jalannya jelek, banyak lubang dan jika turun hujan maka akan becek dan tergenang akhir. Tapi sekarang, kondisi jalan sudah bagus karena pemerintah fokus melakukan pengembangan dan perbaikan sarana infrastruktur sepanjang Trans Kalimantan. Yup rute Pontianak-Entikong harus melalui jalan trans Kalimantan ini yaitu jalan yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Barat dengan Kuching, Negara Bagian Malaysia dan Brunei Darussalam.

Kendaraan yang melintas di sepanjang jalur Trans Kalimantan, cukup ramai. Sekilas saya sempat melihat Terminal Lintas Negara saat menempuh perjalanan dari Pontianak menuju Entikong. Terminal Lintas Negara ini merupakan tempat sarana transportasi umum menuju negara tertangga yang memiliki perbatasan langsung dengan Indonesia. Masyarakat Pontianak yang akan singgah ke Kuching, Malaysia dapat memanfaatkan bus lintas negara dari Terminal Lintas Negara ini. Harga tiket mulai dari harga dua ratus ribu dengan kondisi bis yang lumayan nyaman. Dan pastinya lebih murah dari ongkos pesawat Pontianak-Kuching.

Dengan kondisi jalan yang bagus, aktivitas masyarakat Pontianak yang bekerja atau sering belanja ke negara tetangga menjadi lebih lancar dan dapat menghemat waktu perjalanan. Meskipun jalanan terasa mulus, tetap saja jalur Pontianak-Entikong-Kuching terasa cukup menguras tenaga. Saya terhibur dengan pemandangan sepanjang Pontianak-Entikong. Tapi sayang banget sih jalan mulus namun masih kurang lampu jalan dan petunjuk arah serta marka jalan masih minim. Alangkah baiknya jika instansi yang terkait dengan pembangunan jalan sepanjang Trans Kalimantan memperhatikan juga kehadiran marka jalan dan garis putih ditengah jalan yang sangat membantu pengemudi dalam mengendarai kendaraannya. Apalagi jalur yang ditempuh bukanlah jalur lurus tanpa tanjakan belokan dan jurang di sisi-sisinya. Minimnya petunjuk jalan dan lampu penerangan membuat jalur Pontianak-Entikong-Kuching menjadi cukup beresiko. Harus orang yang telah terbiasa melalui jalur inilah yang mengendarai kendaraan.

Saya sempat singgah dulu ke Sanggau, Kabupaten yang melingkupi Entikong dan menginap semalam di sana karena di Entikong belum ada penginapan dan saya tiba di Sanggau saat malam telah larut. Sebenarnya saya sudah tak sabar untuk dapat menjejakkan kaki di PLBN Entikong tapi apa daya, saya harus bermalam dulu di Sanggau karena tak mungkin nekat untuk melanjutkan perjalanan. Bagaimanakah kisah saya di PLBN Entikong? Simak ditulisan kedua yaaa.



Komentar

  1. Asik banget sih Mak. Mau lihat PLBN modern seperti apa dan kehidupan masyarakat di perbatasan

    BalasHapus
  2. Asyik nih bisa jalan2 ke perbatasan. Gak ajak akuuu... Tega hikz!

    BalasHapus
  3. Perjalanan yang seru ya Maak dan menjadi pengalaman tak terlupakan pastinya ya Maak :)

    Bersambung ya maak *kaya sinetron pake bersambung segala hehehe

    BalasHapus
  4. aku kebayang serunya offroad keluar masuk hutan. Aaakkkk

    BalasHapus
  5. Sungguh aku iri. Huhhuu
    Udah lama bermimpi menjejakkan kaki di sana, tapi sampai sekarang cukup menikmatinya dari ulasan teman-teman yang udah pernah ke sana. Hahha

    BalasHapus
  6. Seruuu mbaa. Suami sy kerjanya dinas dan bbrp kali seepat ke perbatasan. Lihat fofo2nya dns dengar cerutanya sy jadi envy, jd pengen ke Sebatik dan Kalbar hehe. Meskipun saat single sy juga gemar melakukan pengabdian di perbatasan. Hehe. Pernah ke Pontianak dan makan mietiaunya yg porsinya bisa buat sekampung *lebay XD sukses terus mbaa ditunggu next story nya yah

    BalasHapus
  7. Pengalamannya asik banget mbak. Aku jadi tau deh lintas batas seperti gimana. Unik ya..

    BalasHapus
  8. Alhamdulillah akhirnya bisa nginjak Entikong. Wah alhamdulillah ya diberikan kesempatan untuk menghadiri acara dan bisa ke acara luar seperti ini. Ditunggu kisah selanjutnyaa. Soalnya aku belum pernah ke ENtikong. Hhehehe

    BalasHapus
  9. pisang goreng pontianak itu ya mak? Seru ya dapat pengalaman nyeberang jauh ke sana. Thanks u

    BalasHapus
  10. wahhhhhhhhhhhh.. keren mak perjalanannya.. jadi kebayang gimana kondisi diperbatasan itu,

    BalasHapus
  11. Padahal dulu banget mau jalan ke Kal - Sel, mba penasaran sama, mau tahu perkembangn daerahnya, stlh baca ini lumayan nih jadi tahu

    BalasHapus
  12. Ga kebayang kalau bisa ke Entikong ya mb dewi. Perjalanan yang mengesankan dan pasti bahagia dong ya bisa jalan2 sarat makna. Bisa sekalian melihat kehidupan masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan 😊

    BalasHapus
  13. Yaahhh nanggung tulisannya nih. Asyik banget ya bisa sampe ke perbatasan negara Indonesia-Malaysia. Semoga aku bisa ikutin jejak ka Dewi.

    BalasHapus
  14. Maaakk poto2nya manaaaaa, kurang banyak, penasaran ma daerah sana skrng. Jd keinget awal2 tahun 2010-an tu ada tmn yang tinggal di Pontianak suka cerita kalau Entiokong menyedihkan, kalau dibanding negara tetangga. ALhamdulilah skrng bagus yaaaa, kapan hari sempet liat poto2 mbk Monica.

    BalasHapus
  15. Untuk menyeberang ke Kalimantan rasanya tidak mungkin karena tdk ada sanak saudara. Tapi baca ini rasa penasaran terbayar sedikit, jadi tahu bagaimana keadaan diseberang sana

    BalasHapus
  16. Aku sering baca, juga lihat di televisi, sekarang perbatasan negara kita sudah jauh lebih berwibawa

    BalasHapus
  17. hampir 10 tahun lalu saya ke Pontianak mba, ikutan survey kesehatan, masuk-masuk ke dalam kampung, becek, untung masih ada ojek. hehehehe..... Ikut senang mendengar jalanan di sana sudah bagus. Seru banget dan pengalaman berharga pasti ya Dewi perjalanan ke Entikongnya

    BalasHapus
  18. Perjalanan yang memorable banget ya mba pastinya, aku blm pernah travelling sejauh itu :))

    BalasHapus
  19. Si mamak bikin baper aja nih..Jalan2 sampe ke perbatasan pula.

    BalasHapus
  20. aihh mamak ini luar biasa achievementnya, jauh mainnya ya mak..kece. Aku juga ikut senang mendengar kabar baik dari perbatasan, bangun Indonesia dari pinggiran..salut

    BalasHapus
  21. Mau dong di ajak jalan-jalan mak Dew

    BalasHapus
  22. Lumayan lama juga ya kak perjalanannya. Dan begitu liat makanan jd makin semangat :))

    BalasHapus
  23. Kwitiau cina pontianak belum pernah nyoba, kalau pisang pontianak enak dan crispy

    BalasHapus
  24. Serunya perjalanan kali ini Mak, semoga kapan kapan bisa ke Pontianak juga...sehat selalu ya Mak

    BalasHapus
  25. Kebayang serunya offroad masuk hutan...

    BalasHapus
  26. Salam kenal, saya menelusuri blog ini dari twitter dan saya telah mem-follow twitter Mbak. Senang sekali bisa berkenalan. Salam hangat dari Banda Aceh. (:

    BalasHapus
  27. Seru Mak kayak lagi berpetualang ...enak tuu pisang nya hehehe bersambung ni , ga sabaar

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Onggy Hianata, Sang Inspirator Value Your Life

Dibohongi Atau Dipoligami?

Mengapa Saya Poligami