Halodoc, Aplikasi Kesehatan Sahabat Ibu Jaman Now



Hai ibu jaman now, adakah diantara kalian yang pernah merasakan kepanikan luar biasa ketika larut malam datang dan tiba-tiba si kecil demam sedangkan tidak ada persediaan obat demam di rumah? Duh, terbayang panik dan cemasnya. Beruntung jika letak apotek atau klinik dekat dari rumah, tapi bagaimana jadinya jika rumah kita cukup jauh dari apotek dan klinik? Kondisi seperti ini pasti akan membuat jantung kita berdegup sangat kencang. Seketika kekhawatiran pun menyergap diri kita, takut terjadi sesuatu yang buruk pada buah hati tercinta karena demam tinggi yang menyerangnya.

Saya pernah mengalaminya. Saat itu, anak sulung saya masih berusia 4 tahun dan kami tinggal di sebuah desa di Sumatra Utara. Tepatnya di pinggiran kota Medan arah Brastagi. Tidak ada angkutan umum yang masuk ke desa tempat saya tinggal. Hanya ada becak motor yang standbye di depan gapura desa, itu pun hanya sampai jam 19.00 WIB saja. Jarak antara rumah saya dan klinik ataupun apotek cukup jauh. Dapat ditempuh sekitar 35-40 menit dengan menggunakan kendaraan bermotor. 

Ketika itu, jam menunjukkan pukul 02.00 dinihari saat anak sulung saya mengalami demam tinggi disertai muntah-muntah. Saya sudah memberi si sulung obat penurun demam tapi demamnya tak kunjung reda malah ditambah dengan muntah-muntah yang semakin memperburuk kondisinya. Kebayangkan betapa paniknya saya saat itu? Saya masih ingat betul, apa yang saya pikirkan saat itu. "Andai apotek dekat, andai bisa berkonsultasi dengan dokter saat ini juga, andai ada pertolongan pertama yang cepat datang, andai rumah sakit dekat dari rumah". Yah pada saat itu saya hanya dapat berandai-andai saja karena kenyataannya adalah saya dan suami dilanda kepanikan yang amat sangat sampai-sampai suami saya nekat memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi alias ngebut menuju klinik terdekat. Alhamdulillah, anak saya cepat tertangani dan sehat kembali.

Tak ingin kejadian yang sama terulang untuk kedua kalinya, saya dan suami pun sepakat untuk mengontrak rumah yang dekat dengan rumah sakit wkwkwk. Bukan hanya itu, kami pun sengaja mengisi kotak P3K di rumah dengan persediaan obat demam, obat batuk, obat sakit perut, obat diare, obat maag dan obat muntah untuk mengantisipasi jika salah satu dari kami menderita sakit saat tengah malam atau dinihari. Agak lebay yah tapi saya memang termasuk orang yang traumatis. Sampai sekarangpun jika anak saya demam atau sakit, saya masih didera rasa panik dan ketakutan.

Seiring dengan semakin pesatnya teknologi dan digital, mulailah bermunculan aplikasi kesehatan yang bertujuan memberikan bantuan informasi seputar kesehatan untuk siapapun yang membutuhkan. Saya bersyukur dengan kehadiran aplikasi-aplikasi kesehatan ini. Salah satu aplikasi kesehatan yang sangat menolong saya adalah Halodoc. 

Seputar Aplikasi Kesehatan Halodoc

Halodoc  adalah start-up Indonesia berupa aplikasi kesehatan seperti layaknya klinik kesehatan atau apotek berjalan yang selalu dapat diandalkan kapan saja dan dimanapun kita berada. Halodoc memberikan kemudahan dalam menjaga dan memeriksa kesehatan seluruh anggota keluarga. Saya dapat menghubungi Halodoc selama 7x24 jam. Jadi, kapanpun saya membutuhkan bantuan Halodoc untuk mengkomunikasikan berbagai permasalahan kesehatan, saya dapat dengan mudah memperolehnya melalui bantuan aplikasi ini.


Saya dapat berkonsultasi kesehatan pada ribuan dokter umum dan spesialis yang tersebar di seluruh Indonesia melalui chat dan video atau voice call. Dokter umum dan spesialis tersebut adalah dokter ahli dalam bidangnya. Bukan hanya itu saja, Halodoc juga merupakan solusi layanan praktis untuk pembelian kebutuhan kesehatan yang dapat dilakukan kelebih dari 1.000 apotek yang tersebar lebih dari 20 kota di Indonesia dengan cepat, aman dan nyaman. Halodoc menggaet salah satu ojek online yang ada di Indonesia sebagai pengantar obat yang dipesan melalui Halodoc

Tak hanya bermitra dengan salah satu perusahaan ojek online, Halodoc bekerjasama pula dengan Prodia Laboratorium untuk memberikan layanan Lab Home Service untuk memudahkan masyarakat mendapatkan akses laboratorium yang dapat dipanggil ke rumah. Dengan berbagai kelengkapan yang ditawarkan oleh aplikasi ini, saya merasa sangat terbantu karena merasa memperoleh kemudahan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan terutama pertolongan pertama dalam keadaan terdesak seperti kejadian yang pernah saya alami di Medan dulu.


Untuk lebih mempermudah masyarakat memperoleh informasi dan layanan seputar kesehatan, Halodoc juga memiliki akun media sosial instagram @halodoc. Melalui kampanye #katadokterHalodoc, aplikasi ini ingin menyampaikan pesan #SehatLebihMudah karena kita memperoleh akses layanan kesehatan yang tepat sasaran. Mudah sekali untuk mendapatkan layanan Halodoc, kita tinggal mendownload aplikasi Halodoc dari App store atau Google Play kemudian tinggal memilih saja layanan apa yang kita perlukan. Ibu-ibu jaman now yang akrab sekali dengan gadget pasti dipermudah oleh aplikasi ini terutama untuk mendapatkan informasi dan layanan kesehatan termasuk kesehatan anak.

Seperti yang sering saya lakukan, melalui aplikasi ini, saya dapat berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis anak ataupun dokter spesialis lainnya melalui video call. Dan untuk layanan konsultasi ini, saya dikenai biaya konsultasi. Tapi jika saya hanya berkonsultasi dengan dokter umum, saya tidak dibebani biaya konsultasi. Aplikasi Halodoc memiliki tim medis mulai dari dokter umum, spesialis anak, internis (spesialis penyakit dalam), dan spesialis mata.

Aplikasi Halodoc dilengkapi pula dengan Pharmacy Delivery yaitu fitur layanan apotek antar 24 jam dan bebas biaya pengantaran. Pesanan obat  akan diantar dalam waktu satu jam. Cepat sampai dan bebas biaya pengiriman meski tengah malam. Membantu banget kan? Bisa membeli obat tengah malam tanpa repot-repot harus bersusah payah ke luar rumah. Tinggal duduk manis di rumah saja, menunggu obat datang. Kita dapat memesan langsung obat melalui fitur ini. Apotek yang bermitra dengan Halodoc adalah apotek yang telah memiliki pengalaman dan nama baik. Jadi tak perlu khawatir dengan kualitas dan keaslian obat yang tersedia.

Halodoc juga memiliki fitur Labs yaitu layanan pengecekan kesehatan yang bekerjasama dengan Prodia Laboratorium. Fitur ini memungkin phlebotomist atau petugas laboratorium untuk datang ke rumah atau kantor dan melakukan pemeriksaan kesehatan seperti periksa/cek darah atau urine. Saat ini fitur Labs hanya dapat dimanfaatkan oleh pengguna aplikasi Halodoc yang berada diwilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Saya sangat berharap fitur Labs ini sesegera mungkin dapat juga dimanfaatkan di wilayah lain seperti di Cibubur, tempat saya tinggal.

Tahun 2018 ini, usia Halodoc memasuki tahun kedua dan dalam rangka memperingati hari ulangtahunnya yang kedua, Halodoc mengajak ibu jaman now untuk lebih peduli terhadap pengasuhan gizi anak yang tepat. Hal ini diungkapkan oleh Mbak Blessy, Manager Offline Marketing Halodoc dalam acara Blogger Gathering Halodoc di sebuah resto di kawasan Gading Serpong, Tangerang. Blogger Gathering Halodoc diadakan dengan tujuan memberikan informasi yang benar mengenai pola pengasuhan gizi yang tepat. Karena masih banyak ibu-ibu yang tidak menyadari kesalahan dalam pola pengasuhan gizi buah hatinya. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kampanye #katadokterHalodoc demi mewujudkan #sehatlebihmudah.

Blogger Gathering Halodoc Bersama Mom Blogger Community Tentang 5 Kesalahan Pola Asuh Gizi Pada Anak

Narasumber Blogger Gathering Halodoc
Sebagai seorang ibu, saya ingin anak saya dapat tumbuh sehat dan terpenuhi asupan nutrisinya. Saya sempat berpikir bahwa anak yang sehat adalah anak yang gendut dan montok. Ternyata saya salah kaprah. Justru anak yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas dapat terserang berbagai penyakit tidak menular. Salah satunya penyakit diabetes. Duh, serem. Lalu anak dikatakan sebagai anak yang sehat itu sebenarnya anak dengan kondisi bagaimana ya? Menurut penuturan dokter anak yang sering saya sambangi, anak sehat adalah anak yang tumbuh kembangnya optimal sesuai dengan usianya. Anak yang tumbuh optimal dengan asupan gizi yang tepat, tidak akan mudah terserang penyakit karena memiliki sistem kekebalan dan pencernaan tubuh yang baik. 

Di Indonesia permasalahan kesehatan yang kini dihadapi, salah satunya adalah tentang permasalahan gizi anak yang saling bertolak belakang. Pada masyarakat dengan taraf perekonomian menengah kebawah, terjadi masalah gizi buruk. Anak-anak tidak mendapatkan asupan gizi yang semestinya. Susahnya kehidupan membuat orangtua tidak dapat memberikan nutrisi terbaik untuk buah hatinya. Fokus orangtua hanya pada pemenuhan kehidupan sehari-hari dan tidak sempat memperhatikan tumbuh kembang si kecil.  Bisa memberikan makanan untuk si kecil saja, itu sudah bagus. Kondisi ini semakin diperparah dengan kurangnya pengetahuan dan informasi seputar gizi seimbang untuk anak.

Hal sebaliknya terjadi pada masyarakat dengan ekonomi menengah keatas. Kehidupan yang mapan membuat mereka leluasa untuk memberikan apapun yang diperlukan si kecil termasuk makanan yang bergizi. Sayangnya orangtua sering tidak menyadari pola pemenuhan gizi yang benar pada anak. Si kecil tidak mendapatkan asupan gizi yang tepat dari makanan yang masuk kedalam tubuhnya. Pada masyarakat menengah keatas ini, terjadi kondisi kelebihan gizi yang menyebabkan obesitas atau kegemukan pada anak. Hal ini dapat berdampak kurang baik untuk kesehatan si kecil.

Pada zaman now ini, seringkali siibu, sebagai orang yang memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak, melakukan kekeliruan dalam pola pengasuhan gizi pada anak. Kekeliruan ini akan berdampak buruk bagi anak. Sang ibu terkadang salah memberikan makanan bagi si anak sehingga si anak tidak mendapatkan gizi yang maksimal dan membuat si anak mudah sakit. Berbekal ajaran dari orang tuanya atau informasi yang belum tentu jelas kebenarannya, apalagi di jaman digital ini, informasi hoax seputar gizi anak dan kesehatan banyak beredar, tak jarang si ibu menerapkan tindakan-tindakan yang diyakininya tersebut sebagai sesuatu hal yang sudah tepat padahal ternyata hal tersebut tidak sesuai secara medis maupun ilmu gizi.

Kekeliruan tersebut contohnya adalah masih ada ibu yang lebih percaya memberikan bayinya susu formula dari brand terkenal dengan harga mahal daripada memberikan ASI untuk bayinya.  Selain itu, kesalahan yang seringkali dilakukan oleh kaum ibu adalah dalam pemberian makanan pendamping ASI. Ini banyak terjadi pada masyarakat menengah kebawah. Sibayi sudah diberikan makan saat usianya belum genap 6 bulan. Padahal seharusnya, bayi baru boleh diberikan makanan pendamping ASI pada usia diatas 6 bulan. Sesuai dengan namanya yaitu makanan pendamping ASI, makanan pokok untuk si bayi adalah ASI. Inilah alasannya mengapa makanan pendamping ASI hanya boleh diberikan pada usia 6 bulan keatas. 

Untuk mendapatkan informasi yang benar mengenai pola asuh gizi yang tepat adalah dengan cara berkonsultasi dengan dokter anak. Namun tidak semua ibu memiliki waktu yang cukup untuk berkonsultasi dengan dokter anak di rumah sakit atau klinik. Oleh karena itu, aplikasi Halodoc hadir untuk membantu ibu jaman now mengetahui pengasuhan gizi yang tepat untuk si anak.

Mba Blessy mengatakan bahwa saat ini masih banyak informasi hoax seputar pola asuh gizi yang tepat untuk anak dan Halodoc hadir untuk mencegah ibu jaman now memperoleh informasi keliru. Di Halodoc, dokter akan selalu siap memberikan saran dan menjawab pertanyaan ibu seputar pola pengasuhan gizi anak. Jadi, sang ibu tidak perlu menerka-nerka jenis makanan apa yang boleh dan tidak boleh diberikan untuk anaknya. Halodoc bukan sekedar aplikasi untuk menjalankan fungsi kuratif atau penyembuhan saja  tapi juga peduli terhadap sisi preventif kesehatan. Salah satu tujuan Halodoc adalah untuk membuat masyarakat tanah air memiliki pengetahuan lebih dan mudah berkonsultasi dengan dokter.

Senada dengan pernyataan Mba Blessy, dr. Herlina, Sp.A sebagai salah satu tim medis Halodoc memaparkan bahwa saran dari ahli medis serta tindakan yang benar saat menangani gizi dalam masa perkembangan anak atau ketika anak sakit dapat membantu anak pulih lebih cepat dan meminimalisir berbagai kejadian yang dapat berakibat fatal. Lebih lanjut lagi, dr. Herlina menjelaskan bahwa terdapat beberapa kesalahan dalam pola asuh gizi pada anak yang sering dilakukan oleh para ibu sehingga mengakibatkan terjadinya gangguan pertumbuhan atau gangguan kesehatan pada anak termasuk obesitas.

Ada 5 kesalahan pola asuh gizi yang seringkali dilakukan oleh para ibu jaman now, yaitu:
1. Memaksa anak untuk makan
Ibu seringkali membujuk buah hatinya untuk makan dengan cara-cara kurang tepat. Saat anak malas makan atau pun memilih-milih makanan (picky eater), siibu kerap memaksa si anak makan bahkan tak sedikit yang memakai cara kekerasan bahkan merayu si anak dengan hadiah-hadiah sehingga si anak mau makan dengan terpaksa atau hanya karena iming-iming hadiah tersebut. Si ibu tidak berusaha untuk melakukan pendekatan dengan cara-cara menarik, kreatif dan disukai anak. Misalnya dengan cara bercerita tentang makanan bergizi yang dapat membuat si anak tumbuh kuat, mengajak si anak untuk menyiapkan makanannya atau berupaya melibatkan si anak dalam proses makan yang menggembirakan. 

Memaksa anak makan hanya akan membuat si anak semakin tidak menyukai aktivitas makan. Saya sendiri biasanya menyiasati malas makan pada anak dengan cara menawarkan menu makanan pada anak saya dan mengajak anak saya untuk menyiapkan makanannya sendiri seperti mencetak nasinya dengan cetakan agar -agar berbentuk binatang atau pun buah-buahan. Saya biasakan anak-anak makan pada jam yang sama setiap harinya sehingga mereka terbiasa makan pada jam-jam tersebut. Saya selalu bercerita tentang pentingnya mengonsumsi makanan sehat dan bebas pengawet pada anak-anak saya. Saya pun selalu sedia sayur, buah dan makanan sehat untuk keluarga tercinta.

Mie sayuran
Buah segar 




2. Makanan pendamping ASI sebelum 6 bulan
Anak hanya boleh diberikan ASI sampai usia 6 bulan. Setelah usia diatas usia 6 bulan, anak baru boleh diberikan makanan pendamping ASI. Saya pernah menyaksikan tetangga saya memberikan pisang yang dicampur air untuk bayinya yang berusia 5 bulan. Padahal pada usia dibawah 6 bulan, sistem pencernaan si anak belumlah siap sempurna. Pemberian makan pada usia dibawah 6 bulan dapat membuat si anak menderita konstipasi atau susah buang air besar. Dan anak dari tetangga saya ini memang mengalami susah buang air besar dan sampai harus melakukan terapi disebuah rumah sakit besar di Jakarta.

3. Memberikan makanan atau camilan tidak sesuai usia anak
Camilan atau makanan untuk anak dan orang dewasa itu berbeda porsi dan jenisnya. Meskipun memberikan buah-buahan ataupun sayuran, tetap harus memperhatikan kebutuhan sesuai usia. Jangan memberikan anak makanan dengan porsi orang dewasa. Pemberian porsi berlebihan akan mengakibatkan anak merasa kenyang pada saat makan tiba dan membuat anak menjadi malas makan. Camilan atau makanan yang dianjurkan diberikan pada anak adalah makanan dengan gizi seimbang dan sesuai dengan komposisi piring gizi seimbang. Berikan buah-buahan, sayur-mayur, protein, gandum utuh, atau produk susu pada anak sesuai dengan porsi yang diperlukan tubuh anak.

4. Pemakaian DOT terlalu lama
Pemakaian dot yang terlalu lama dapat memberi pengaruh buruk pada pembentukan struktur rahang dan gigi anak. Kebiasaan minum susu memakai dot dapat mengakibatkan bentuk rahang atas terlalu maju dan rahang bawah menjadi mundur. Jangan membiasakan menggunakan dot pada anak lebih dari satu tahun.

5. Banyak Makanan Manis
Menurut WHO, kebutuhan gula harian untuk anak tidak boleh melebihi 10% dari total energi yang dikonsumsi. Hal ini untuk menghindari kelebihan energi dalam tubuh anak. Para ibu sebaiknya menghindari memberikan makanan yang manis secara berlebihan pada anak. Pemberian makanan manis pada anak dapat menyebabkan si anak menderita diabetes, kerusakan gigi, dan anak kehilangan selera makan. Anak menjadi susah dan malas makan karena lebih senang makan makanan yang manis-manis. Asupan minunan atau camilan manis akan mengurangi kualitas pola makan anak dan dapat menyebabkan peningkatan berat badan berlebihan, kesehatan gigi yang buruk dan memunculkan kebiasaan suka terhadap makanan atau minuman manis di masa dewasa nanti.

Untuk kesehatan dan tumbuh kembang anak yang optimal, sebagai ibu jaman now yang cerdas dan bijak, sebaiknya kita terutama saya sih harus mulai menghindari 5 kesalahan dalam pola gizi anak. Dan kehadiran Halodoc dapat membantu.kita, para ibu untuk memperoleh informasi yang tepat seputar pola asuh gizi anak dan tentang kesehatan keluarga. Halodoc adalah solusi untuk #SehatLebihMudah












Komentar

  1. Wahh pasti udah ngerasa ngebayangin paniknya jika anak sakit apalagi demam tinggi ya mak. Ohh pernah tinggal di Medan to. Cucoklah mamak satu ini xixi, untungnya sekarang jaman makin maju ya. Ada halodoc yg siap membantu kapan pun dan dimanapun secara online tanpa harus keluar rumah. Membantu banget pastinya di era jaman now ya

    BalasHapus
  2. Ibu yang pintar tidak hoax dan mencari tempat yg tepat buat konsultasi

    BalasHapus
  3. Aplikasi halodoc ini sangat membantu sekali ibu jaman now, era digital gitu

    BalasHapus
  4. Ada dokter ganteng, aku mau ngobrol, modus konaultasi aja kali ya. Wakwakwak. Dokter cinta gitu.

    BalasHapus
  5. Dengan adanya apps ini pastinya cukup membantu keperluan bagi masyarakat terlebih yang butuh informasi dan konsultasi seputar kesehatan

    BalasHapus
  6. Belajar dari pengalaman menjadikan kita lebih peka saat anak sedang sakit ya Mak, jadi persiapan obat2an untuk anak2 memang harus ada.

    Nah, untungnya sekarang semakin dipermudah dengan adanya aplikasi ini, jadi kita bisa berkunsultasi langsung dengan Dokter kapan saja.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Onggy Hianata, Sang Inspirator Value Your Life

Dibohongi Atau Dipoligami?

Mengapa Saya Poligami