Senin, 30 April 2018

Keluarga Sebagai Pondasi Ketangguhan Negara Terhadap Bencana


Setiap mendengar kata banjir, saya langsung merinding disko. Kebayang saat saya masih menetap di Medan Baru, Sumatra Utara. Tak peduli hujan rintik ataupun deras, rumah kontrakan saya langsung di kunjungi tamu tak diundang alias banjir. Air hujan bercampur air comberan dan air sungai langsung memenuhi setiap sudut rumah tanpa permisi lebih dulu. Masih terbayang jelas, bagaimana saya dan suami berusaha keras untuk mengakali agar air luapan sungai dan got itu tidak merusak perabotan dan benda elektronik kami. Tak tahan dengan kondisi tersebut, kami pun memutuskan untuk pindah ke daerah lain yang aman banjir.

Lepas dari banjir, bukan berarti kehidupan saya di tanah Sumatra terbebas dari bencana. Gempa dan angin puting beliung acapkali datang dan membuat saya dan keluarga kecil saya menjadi panik. Saya merasa tak memiliki kemampuan dan pengetahuan yang cukup menghadapi kondisi saat bencana datang. Beda lagi dengan yang dirasakan oleh tetangga saya yang asli orang Sumatra Utara, mereka merasa terbiasa dengan goncangan gempa dan angin puting beliung.

Mereka menganggap gejala alam tersebut adalah hal yang lumrah terjadi di Sumatra. Namun bukan berarti mereka siap siaga dan waspada terhadap datangnya bencana, mereka menanggapinya santai saja karena yakin gejala alam tersebut hanya datang menggoda dan tidak akan memporakporandakan kehidupan mereka. Dan alam menjawab keyakinan mereka dengan kenyataan diluar dugaan.

Medan, Tanah Karo dan kawasan Brastagi di guncang gempa dan semburan letusan Gunung Sinabung dengan skala yang besar. Kota Medan dan sekitarnya mengalami kerusakan cukup parah akibat abu gunung Sinabung. Banyak rumah, harta benda dan fasilitas umum yang mengalami kerusakan parah. Bencana tersebut datang bukan tanpa pertanda. Sikap masyarakat yang tak tanggap akan pertanda yang diberikan alam, membuat peristiwa meletusnya Gunung Sinabung mengakibatkan kerugian yang cukup besar. Butuh waktu cukup lama bagi masyarakat sekitar Brastagi dan Tanah Karo untuk bangkit dan menata lagi kehidupannya pasca meletusnya Gunung Sinabung.

Kondisi geografis Indonesia yang terletak di 3 lempeng tektonik dunia membuat Indonesia rawan bencana. Keberadaan kurang lebih 5590 daerah aliran sungai di Indonesia menjadikan bumi pertiwi rawan terhadap gempa, tsunami, deretan erupsi gunung api dan gerakan tanah. Sayangnya kondisi rawan bencana ini tidak diimbangi dengan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi pertanda dan gejala bencana yang ada di lingkungan sekitarnya. Kurangnya kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat ini dikarenakan kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat terhadap karakteristik bencana dan akibatnya.

Tingkat kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat kita jauh dibawah kesiapsiagaan masyarakat Jepang dalam menghadapi bencana yang mengincar mereka. Anak-anak kecil di Jepang tahu bagaimana harus bersikap saat gempa datang. Sedangkan anak-anak Indonesia? Silahkan jawab sendiri. Padahal kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap bencana sudah seharusnya menjadi kesadaran setiap individu dan keluarga karena kondisi geografis Indonesia yang rawan bencana. Fakta geologis dan hidrometeorologis menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi bencana seperti gempa bumi, tsunami, erupsi gunung api, banjir lomgsor , kekeringan dan angin puting beliung. Data BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) mencatat bahwa telah terjadi 2.372 bencana sepanjang tahun 2017 dengan korban jiwa berjumlah 337 jiwa.

Kepala BNPB, Bapak Willem Rampangilel mengatakan bahwa BNPB menilai kesiapsiagaan diri dan keluarga sangat penting dalam menghadapi bencana.  Individu sebagai bagian dari keluarga diharapkan memiliki rencana terhadap bencana. Kesepakatan pada saat 'prabencana' perlu dibuat bersama oleh seluruh anggota keluarga agar mereka lebih siap menghadapi situasi ketika darurat bencana. Seperti yang terjadi pada kehidupan keluarga di Jepang. Keluarga di Jepang memiliki kesiapsiagaan dan kesigapan dalam menghadapi bencana.

Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2018


Apel HKB 2018
Pada tanggal 26 April diperingati sebagai hari Kesiapsiagaan Bencana. HKB 2018 ini mengambil tema kesiapsiagaan keluarga sebagai pondasi ketangguhan negara terhadap bencana. Senada dengan yang diungkapkan Bapak Willem dalam acara apel dan simulasi evakuasi bencana di Graha BNPB, Pramuka Jak-Pus, masing-masing keluarga perlu menyepakati rencana menghadapi situasi darurat dengan beberapa skenario karena aksi yang dilakukan bisa menjadi berbeda untuk kondisi berbeda. Skenario harus dibuat bersama oleh seluruh anggota keluarga sesuai jenis bahaya bencana yang mengancam. Dalam setiap skenario disepakati siapa melakukan apa dan bagaimana caranya. Sosialisasi terhadap cara-cara penanggulangan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana oleh keluarga harus terus dilakukan, mengingat masih kurangnya kesadaran dan kesigapan keluarga Indonesia dalam menghadapi bencana yang datang.

Memperingati HKB 2018, di Graha BNPB dilakukan simulasi evakuasi menghadapi bencana gempa bumi dan kebakaran. Ternyata seru ya mengikuti simulasi evaluasi wkwkwk. Tapi ngga mau deh kalau harus mengalami peristiwa seperti simulasi tersebut. Peringatan HKB 2018 diawali dengan apel HKB 2018 di halaman depan Graha BNPB. Setelah selesai apel, tepatnya pukul 10.00 WIB, dibunyikanlah sirene tanda simulasi dimulai. Semua lift dimatikan. Kegaduhan pun dimulai xixixi. Masing-masing lantai pada Graha BNPB di pandu oleh petugas kesiapsiagaan bencana yang memandu evakuasi orang-orang yang berada dalam gedung. Saya yang saat itu berada di lantai 5 Graha BNPB ikutan heboh evakuasi loh. Harusnya ngga dikasihtahu kalau ini cuma pura-pura ya supaya serius gitu proses evakuasinya. Begitu sirene dibunyikan, hal pertama yang saya dengar adalah pengumuman kalau telah terjadi gempa di sekitar Graha BNPB. "Lindungi kepala Anda. Berlindung di bawah meja, cari tempat lebih aman dan berjalanlah menuju tangga darurat sambil tetap melindungi kepala Anda", aba-aba itulah yang saya dengar dari seorang petugas penanggulangan bencana.





Seluruh penghuni lantai 5 pun bergegas turun melalui tangga darurat dan menuju halaman depan Graha BNPB tempat evakuasi. Setiap orang dikelompokkan berdasarkan asal lantai mereka berada. Ada bendera putih yang bertuliskan angka yang menunjukkan lantai mana mereka berasal. Ternyata Graha BNPB juga mengalami kebakaran pada lantai 5 dan 10. Berdatanganlah mobil pemadam kebakaran dan ambulance. Keseruan baru pun dimulai. Mobil pemadam kebakaran itu menyemprotkan air ke arah lantai 5 dan 10. Apesnya air semprotan itu tidak hanya menyemprot ke lantai yang dituju tapi juga mengenai orang-orang yang berkumpul untuk evakuasi. Hebohlah orang-orang berlarian menjauhi semprotan air tersebut. Sungguh suatu simulasi evakuasi yang sangat berkesan terutama untuk saya yang baru pertamakali mengikutinya hahaha. Meskipun diselipi dengan peristiwa tak terduga, saya menjadi tahu bagaimana dan apa saja yang harus dilakukan ketika menghadapi bencana. Yang pertama dan terpenting adalah jangan panik dan lindungi diri dan kepala dari hantaman atau ancaman benda keras yang mungkin menimpa. Cari tempat perlindungan yang aman. Lindungi anak-anak dan berikan arahan supaya mereka tidak panik dan mengikuti petunjuk yang diberikan oleh orang dewasa.





Simulasi menghadapi bencana di Graha BNPB belum usai. Setelah api berhasil dipadamkan, proses evakuasi terhadap korban dari lantai 5 dan 10 pun dilakukan dengan teknik raffling dan flying fox. Petugas penyelamat menurunkan korban dengan sigap melalui seutas tali. Saya juga baru kali ini melihat bagaimana upaya penyelamatan yang dilakukan jika korban dalam kondisi kritis dan harus ditandu. Sungguh pengalaman yang sangat berharga. Saya pun menyadari bahwa setiap individu dan keluarga harus menyadari dan tanggap terhadap bahaya bencana untuk meminimalisir jatuhnya korban yang lebih banyak lagi. Kewaspadaan ini harus dimiliki terutama oleh keluarga yang berada di daerah rawan bencana seperti lereng bukit, dekat aliran sungai dan daerah-daerah rawan gempa dan erupsi gunung berapi. Keluarga Indonesia harus tanggap dan sigap terhadap bencana.





Simulasi menghadapi bencana di Graha BNPB




FIB Dan Dr.Care, Teman Cantik Luar Dalam Perempuan Indonesia

Acara Blogger Gathering Dr.Care dan FIB
Setiap perempuan, pastinya ingin tampil cantik dan menawan. Tentunya bukan hanya rupawan fisiknya saja tapi cantik pula hatinya, sehat jasmani dan rohaninya. Saya yakin, semua perempuan di muka bumi ini tidak ada yang mau memiliki wajah ayu tapi sakit-sakitan. Tidak ada gunanya cantik jelita tapi badannya ringkih dan tak enak dipandang mata karena loyo dan tak bertenaga. Sebagai wanita usia cantik, saya mengalami beberapa masalah menyangkut kesehatan kulit dan wajah serta kebugaran tubuh. Masalah utama seputar kulit wajah yang saya hadapi adalah mulai tampak flek hitam menghiasi bagian pipi, komedo yang susah dihilangkan dan wajah yang tampak kusam.

Masalah seputar kulit wajah yang saya alami, tak lepas dari kekurangpedulian saya merawat wajah. Sejak usia remaja, saya nyaris tak pernah menjaga kesegaran dan kesehatan kulit wajah saya. Saya sedikit berbeda dengan teman-teman wanita sebaya. Saat mereka senang memulas wajahnya dengan pelembab, pelindung tabir surya, bedak, toner dan sejenisnya, saya malah asik manjat-manjat dinding, mendaki gunung dan berada diudara terbuka tanpa adanya perlindungan untuk kulit wajah. Hasil dari ketidakpedulian ini, harus saya terima. Sekarang saya mulai dihinggapi kecemasan dengan flek hitam yang bertengger manis di wajah saya.

Serangkaian produk perawatan kulit wajah Dr.Care
Ditengah kegalauan yang saya rasakan, saya berkenalan dengan serangkaian produk perawatan wajah Dr.Care. Dr. Care merupakan satu brand produk perawatan kulit yang memiliki manfaat eksfoliasi ringan yang bertujuan untuk mengangkat lapisan sel kulit mati dan membantu regenerasi sel kulit baru. Penyebab masalah kulit biasanya terjadi dari faktor eksternal yaitu radiasi sinar UV, stress yang dapat memperpendek DNA tubuh, gaya hidup kurang sehat dan dari faktor internal termasuk kurangnya kepedulian untuk merawat kulit wajah.

Saya pertamakali berkenalan dengan serangkaian produk Dr.Care saat acara Blogger Gathering FIB dan Dr.Care di Plaza Indonesia awal April 2018 ini. Dr.Care memiliki produk perawatan kulit yang terdiri dari Dr.Care Facial Cleanser, Dr.Care Facial Toner, dan Dr.Care Sun Protector.
Dr.Care Facial Cleanser

Dr.Care Facial Cleanser
Dr.Care Facial Cleanser dibandrol dengan harga Rp.55.900,-. Dr.Care Facial Cleanser membersihkan wajah secara menyeluruh. Dr.Care Facial Cleanser mengandung witch hazel yaitu bahan alami merawat hingga ke sel kulit wajah, AHA yang membantu meregenerasi sel, Aloe Vera atau lidah buaya serta D-Panthenol yang menutrisi kulit. Dr.Care Facial Cleanser ini dibuat untuk kulit normal dan kulit cenderung kering. Pembersih ini membantu pelepasan sel kulit mati sehingga membuat wajah kita menjadi bersih dan segar.
Cara pemakaian Dr.Care Facial Cleanser sangatlah mudah. Pertama-tama basahilah wajah dengan air secukupnya dan merata. Tuangkan secukupnya Dr.Care Facial Cleanser secukupnya pada telapak tangan lalu usapkan secara merata keseluruh wajah sambil dipijat lembut selama 1 menit. Bilas sampai bersih dengan air dan keringkan. Facial cleanser ini digunakan 2Xsehari secara teratur. Untuk hasil yang lebih maksimal, Dr.Care telah menyiapkan feeling gel. Sayangnya feeling gel ini belum dilempar kepasaran. Masih dalam proses persiapan untuk diluncurkan. Dr.Care Feeling Gel efektif mengangkat sel kulit mati tanpa membuat iritasi pada kulit. Feeling gel ini diperkaya dengan fermentasi madu dan butiran vitamin E yang sangat lembut untuk kulit terutama kulit wajah. Menjadikan kulit lebih bersih dan bercahaya. Nantikan saja kehadiran Dr.Care Feeling Gel dalam waktu dekat ini ya.

Dr.Care Facial Toner

Dr.Care Facial Toner berwarna biru
Dr.Care Facial Toner diperkaya dengan AHA, Aloe Vera, D-Panthenol dan Allantoin yang melembutkan kulit. Facial toner ini membantu mengembalikan ph normal kulit dan membantu pengelupasan sel kulit mati. Pemakaian toner memastikan bahan-bahan bermanfaat masuk hingga ke dalam kulit wajah. Dr.Care Facial Toner ini di patok dengan harga Rp.45.900,-. Saya telah mencoba memakai toner ini dan saat toner mengenai kulit wajah saya, rasanya itu agak perih-perih apalagi pas bagian kulit wajah yang terdapat flek hitamnya.
Cara pemakaian Dr.Care Facial Toner yaitu bersihkan dahulu bagian wajah dengan memakai Dr.Care Facial Cleanser dan Feeling Gel. Kemudian tuangkan facial toner ini pada kapas bersih dan usapkan secara merata pada seluruh kulit wajah.

Dr.Care Sun Protector


Dr.Care Sun Protector merupakan pelindung UV spectrum luas yang mengandung tabir surya, Vitamin E, D-Panthenol dan Aloe Vera yang membantu melindungi kulit dari efek buruk sinar matahari dan nyaman digunakan pada kulit wajah. Meskipun sudah menggunakan sun protector, dianjurkan untuk tetap menghindari terpapar sinar matahari. Dr.Care Sun Protector dijual dengan harga Rp.69.900,-.
Cara pemakaian Dr.Care Sun Protector yaitu dengan cara mengusapkan secara merata pada seluruh wajah sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.

Seperti sudah saya uraikan, kecantikan menjadi sia-sia jika tidak dibarengi dengan kesehatan tubuh/jasmani. Kunci dari kesehatan tubuh adalah memiliki pencernaan yang sehat. Mengapa sistem pencernaan dikatakan sebagai kunci dari kesehatan tubuh? Karena sistem pencernaan yang sehat membuat sistem kekebalan tubuh lebih tinggi. Makanan dapat diserap tubuh dengan baik dan sempurna. Pencernaan yang kurang sehat dapat menyebabkan terganggunya kesehatan kita. Untuk memperoleh kesehatan pencernaan, kita memerlukan serat yang cukup. FIB hadir sebagai solusi hidup sehat melalui sistem pencernaan yang sehat.

FIB, Minuman Serbuk Rasa Mangga Lemon

FIB merupakan minuman kesehatan pencernaan yang memiliki konsep detoksifikasi (proses pengeluaran racun-racun dalam tubuh). FIB minuman serbuk yang memberikan nutrisi dan menjaga metabolisme dari dalam tubuh. Dasar dari kecantikan seorang wanita adalah cantik luar dalam. Sehat secara menyeluruh. Sehat badan, pikiran dan jiwa akan menghasilkan aura cantik yang terpancar dari diri seseorang. Detoksifikasi, nutrisi dan metabolisme sangat penting bagi tubuh. Selagi tubuh kita sehat, sudah sepantasnya kita mencegah dan menjaganya supaya tetap segar bugar dan tidak terjangkit penyakit. Salah satu caranya adalah dengan menjaga kesehatan sistem pencernaan. Sistem pencernaan yang baik akan membuat kita sehat lebih optimal. FiB membantu menjaga pencernaan sehat dan berfungsi dengan baik.

Saya sendiri sering mengalami gangguan pencernaan seperti perut terasa penuh (begah), buang air besar tak lancar, perut kembung dan rasa tak nyaman di sekitar perut. Dengan mengonsumsi FIB secara rutin, saya dapat mengatasi gangguan-gangguan yang saya rasakan di area perut.
Manfaat FIB untuk tubuh, yaitu:
1. Menurunkan dan mengendalikan gula dalam darah;
2. Menurunkan dan mengendalikan kadar lemak jahat dalam darah (LDL, Kolesterol, Trigliserida);
3. Meningkatkan efektifitas penyerapan nutrisi dan pengikatan sampah metabolisme/racun dalam usus halus;
4. Meningkatkan efektifitas pembuangan sampah metabolisme/racun melalui usus besar;
5. Mencegah dan mengatasi obesitas. Masalah ini nih yang menghantui hidup saya. Kegemukan;
6. Meningkatkan produksi enzim pencernaan dan kinerja bakteri baik dalam tubuh;
7. Mencegah konstipasi atau diare;
8. Mencegah CA Colon;
9. Mencegah penyakit sistemik lainnya.

Manfaat FIB cukup besar bagi tubuh dan membantu untuk mempertahankan imunitas tubuh. Saya telah mengonsumsi FIB selama kurang lebih 14 hari dan saya merasa tubuh saya menjadi lebih ringan dan tidak mengalami kesulitan buang air besar. FIB harus dinikmati sesegera mungkin setelah dicampur ke dalam segelas air dingin. Jika tidak lekas diminum, FIB akan mengental seperti agar-agar atau jelly. FIB membantu memperoleh berat badan ideal tanpa ribet dan menyakitkan. Diet terasa lebih menyenangkan dengan ditemani oleh FIB. Yuk, mulai hidup sehat dari sekarang dan jaga kesehatan pencernaan kita untuk hidup sehat yang lebih berkualitas.





Minggu, 29 April 2018

PLBN Entikong, Menuju Indonesia Maju


Tampak depan PLBN Entikong
Hidup ini penuh misteri. Tak bisa ditebak apa yang akan kita alami diwaktu mendatang. Seperti halnya hidup yang saya jalani. Tak pernah menyangka sama sekali bahwa hidup saya akan berwarna seperti ini. Terlebih saat usia saya memasuki usia 40 tahun , usia yang tak lagi muda namun saya justru merasakan petualangan menakjubkan seperti perjalanan impian ke Lombok , Papua dan yang baru saja saya lalui beberapa saat lalu, perjalanan ke Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kal-Bar.

Saya telah mengisahkan sebelumnya mengenai kedatangan saya ke PLBN Entikong, Kalimantan Barat dalam tulisan Perjalanan Penuh Kisah Menuju PLBN Entikong Part1 . Dan saya kembali akan berkisah tentang perjalanan mengesankan tersebut. Namun dalam tulisan kali ini, saya ingin lebih banyak membahas mengenai PLBN Entikong, Kalimantan Barat. Oh ya, sudah tahukah kalian, apa itu PLBN Entikong? PLBN Entikong adalah Pos Lintas Batas Negara yang berada di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat yang menghubungkan wilayah RI dengan Malaysia.


Presiden Jokowi dengan Nawacita pembangunannya memiliki beberapa prioritas utama. Salah satunya adalah prioritas untuk wilayah terdepan atau wilayah perbatasan. Dalam Nawacita (sembilan agenda prioritas untuk Indonesia) yang harus dijalankan selama pemerintahan Pak De Jokowi, terdapat agenda prioritas untuk menghadirkan kembali negara ditengah warga negara. Prioritas pemerintahan PakDe adalah menjaga keamanan batas negara berikut kedaulatan wilayah serta perlindungan terhadap sumber daya alam yang berada di wilayah perbatasan. 

Nawacita juga memuat mengenai pembangunan perbatasan. Nawacita menebalkan frase membangun Indonesia dari perbatasan dan daerah pinggiran. Maksudnya adalah pembangunan tak hanya terpusat atau fokus pada pembangunan wilayah perkotaan saja namun harus mencakup seluruh pelosok tanah air. Tidak ada lagi pembangunan secara sentral tapi harus menyebar sampai pedalaman bumi pertiwi (desentralisasi).

Setiap daerah memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda-beda sehingga pembangunan yang dilakukan pun tidak bisa sama. Perbedaan dalam pembangunan perlu dilakukan agar dapat mengakomodir karakteristik dan kemampuan masing-masing daerah. Otonomi seperti ini harus terus dijaga supaya dapat tetap sinergi antara pemerintah dan daerah, antara satu daerah dengan daerah lainnya. Termasuk pembangunan yang dilakukan di daerah perbatasan.

Sekarang ini, terdapat 7 PLBN yang tersebar di tiga provinsi di Indonesia yaitu Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur dan Papua.
Ketujuh Pos Lintas Batas Negara tersebut adalah PLBN Badau (Kabupaten Kapuas Hulu, Kal-Bar), PLBN Aruk (Kabupaten Sambas, Kal-Bar), PLBN Entikong (Kabupaten Sanggau, Kal-Bar), PLBN Motaain (Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur), PLBN Skouw (Kota Jayapura, Papua), PLBN Wini (Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT), PLBN Motamasin (Kabupaten Malaka, NTT).

Pada awal tahun 2015, Pak De meninjau PLBN Entikong dan beliau cukup prihatin dengan kondisi PLBN Entikong pada saat itu yang diibaratkan seperti "kandang kambing". Pak De pun berjanji akan membangun kawasan PLBN Entikong menjadi kawasan perbatasan yang membanggakan. Janji Pak De dibuktikan dengan penampilan baru PLBN Entikong yang menawan dengan Monumen Garuda yang berdiri kokoh di bagian depan PLBN.

Sesuai dengan instruksi presiden no.6 tahun 2015 mengenai percepatan pembangunan 7 Pos Lintas Batas Negara Terpadu dan sarana prasarana penunjang di kawasan perbatasan, dilakukanlah pembangunan kawasan daerah perbatasan termasuk di PLBN Entikong. Pembangunan kawasan perbatasan di setiap PLBN meliputi dua tahap pembangunan. Pembangunan PLBN pada tahap pertama yang dibangun adalah bangunan utama, pos lintas kendaraan pemeriksaan, bangunan pemeriksaan kargo, bangunan utilitas (rumah pompa & power house), monumen, gerbang kedatangan dan keberangkatan, sarana jalan pendukung, lansekap dan jalur pedestrian yang selanjutnya disebut dengan zona inti. Setelah pembangunan zona inti selesai, pembangunan di sekitar PLBN memasuki tahap dua. Pembangunan tahap dua ini, akan dilakukan di zona sub inti dan zona pendukung yaitu meliputi pembangunan area parkir, bangunan kantor PLBN, mess pegawai PLBN, klinik, pasar tematik, food court dan rest area, wisma Indonesia dan Masjid. Tahapan pembangunan serupa ini juga dilakukan di PLBN Entikong. Setelah selesai memugar dan membangun kembali bangunan utama Pos Lintas Batas Negara Entikong, saat ini sedang dilakukan pembangunan tahap 2.

Seperti pernah saya ceritakan sebelumnya, untuk mencapai PLBN Entikong, saya harus menempuh perjalanan cukup panjang menyusuri jalan Trans Kalimantan (Pontianak-Entikong). Perjalanan Pontianak-Entikong ditempuh kurang lebih 5-6 jam. Kondisi jalan sudah bagus meski masih minim marka dan petunjuk jalan. Tapi tetap saja diperlukan keahlian untuk mengenal kondisi jalan terutama pada malam hari mengingat masih kurangnya penerangan dan petunjuk jalan. Pemerintah daerah setempat terus berupaya memperbaiki sarana dan prasarana transportasi menuju kawasan PLBN Entikong.

Pintu gerbang PLBN Entikong

Antrian kendaraan yang melintas menuju Malaysia
Waktu menunjukkan pukul 04.00 pagi saat saya menjejakkan kaki pertamakalinya di PLBN Entikong. Pintu gerbang PLBN masih tutup namun antrian kendaraan beserta orang-orang yang ingin melintas ke negara tetangga cukup panjang. Mereka harus menunggu dibukanya pintu gerbang pada jam 05.00 pagi. Ada rasa bangga dan haru jadi satu, melihat megah dan kokohnya monumen garuda dan bangunan utama PLBN Entikong. Saya langsung ingat dengan ucapan Pak De yang berjanji akan menjadikan kawasan perbatasan menjadi sebuah kawasan yang membanggakan. Dan saya bangga melihat penampilan PLBN Entikong sekarang. Saya membayangkan kawasan ini akan lebih maju dan ramai serta dapat mendatangkan pendapatan untuk negara setelah pembangunan tahap dua selesai dilakukan. Yups, saat ini memang sedang dilakukan pembangunan kawasan PLBN terpadu tahap dua.

Pembangunan kawasan PLBN Entikong terpadu tahap dua
Tepat pukul 05.00 pagi waktu setempat, dibukalah pintu gerbang PLBN Entikong. Kendaraan satu persatu mulai masuk area pos pemeriksaan kendaraan yang berada disisi bangunan utama PLBN. Orang-orang yang ingin melintas perbatasan, berjalan memasuki bangunan utama PLBN untuk selanjutnya menjalani proses pemeriksaan identitas dan surat kelengkapan melintas ke negara tetangga. Proses pemeriksaan ini berjalan tertib dan relatif cepat. Petugas imigrasi dengan cekatan melakukan tugasnya. Setelah melalui pemeriksaan di PLBN Entikong, para pelintas akan  melewati gerbang keluar PLBN Entikong dan memasuki zona bebas sepanjang kurang lebih 500m sebelum memasuki pintu gerbang daerah tetangga, Malaysia.


Petugas imigrasi PLBN Entikong

Antrian pelintas antri untuk melakukan pemeriksaan
Terlihat perbedaan yang cukup mencolok antara PLBN Entikong dengan pos lintas batas Malaysia. Pos lintas batas negara Malaysia terlihat sangat sederhana. Saya sempat melihat beberapa orang pelintas, foto-foto di depan monumen Garuda dan di depan bangunan utama PLBN Entikong. Mereka sepertinya sama seperti saya, tak mau melewatkan kesempatan untuk bernarsis ria di beberapa spot yang memang bagus untuk foto. Saya merasa perjalanan ke Entikong ini memberikan suntikan rasa nasionalisme yang cukup mendalam pada diri saya. Tadinya saya tak peduli dengan semua yang telah dilakukan pemerintah untuk negeri ini. Namun setelah saya melalui jalur Pontianak-Entikong, saya salut dengan kerja keras pemerintah untuk memberikan yang terbaik bagi rakyatnya terutama di daerah pedalaman. Jalan-jalan dibangun, sarana umum yang rusak diperbaiki dan kini dapat dinikmati dan mempermudah masyarakat untuk beraktivitas.

Pos lintas batas Malaysia
Sebelumnya saya sama sekali tidak pernah tahu tentang wilayah perbatasan dan perjalanan kali ini membuka mata saya bahwa negara kita memiliki pos lintas batas negara yang menjadi bukti kedaulatan dan eksisnya NKRI. Saya jadi paham makna kalimat yang mengatakan NKRI harga mati. Saya sangat bersyukur diberikan kesempatan oleh Sekretaris Kabinet RI untuk dapat melihat langsung perbatasan negara tercinta. Dan untuk kalian yang masih berpikir bahwa pemerintah tidak melakukan apapun untuk kemajuan negeri ini, kalian harus datang dan melihat ke pelosok atau daerah pedalaman. Mari piknik melintas jalan Trans Kalimantan, Sumatra, Papua atau pun Nusa Tenggara. Jangan hanya kalian pintar melihat kekurangan yang ada saja tapi coba tengoklah apa yang sedang pemerintah lakukan di pelosok nusantara termasuk di kawasan pinggiran dan wilayah perbatasan. #MenujuIndonesiaMaju



Pembangunanan tahap dua PLBN Entikong

Di depan PLBN Entikong

Kendaraan yang masuk dari Malaysia

Di depan Monumen Garuda

Di lokasi pembangunan PLBN Entikong tahap 2






Jumat, 27 April 2018

Halodoc, Aplikasi Kesehatan Sahabat Ibu Jaman Now



Hai ibu jaman now, adakah diantara kalian yang pernah merasakan kepanikan luar biasa ketika larut malam datang dan tiba-tiba si kecil demam sedangkan tidak ada persediaan obat demam di rumah? Duh, terbayang panik dan cemasnya. Beruntung jika letak apotek atau klinik dekat dari rumah, tapi bagaimana jadinya jika rumah kita cukup jauh dari apotek dan klinik? Kondisi seperti ini pasti akan membuat jantung kita berdegup sangat kencang. Seketika kekhawatiran pun menyergap diri kita, takut terjadi sesuatu yang buruk pada buah hati tercinta karena demam tinggi yang menyerangnya.

Saya pernah mengalaminya. Saat itu, anak sulung saya masih berusia 4 tahun dan kami tinggal di sebuah desa di Sumatra Utara. Tepatnya di pinggiran kota Medan arah Brastagi. Tidak ada angkutan umum yang masuk ke desa tempat saya tinggal. Hanya ada becak motor yang standbye di depan gapura desa, itu pun hanya sampai jam 19.00 WIB saja. Jarak antara rumah saya dan klinik ataupun apotek cukup jauh. Dapat ditempuh sekitar 35-40 menit dengan menggunakan kendaraan bermotor. 

Ketika itu, jam menunjukkan pukul 02.00 dinihari saat anak sulung saya mengalami demam tinggi disertai muntah-muntah. Saya sudah memberi si sulung obat penurun demam tapi demamnya tak kunjung reda malah ditambah dengan muntah-muntah yang semakin memperburuk kondisinya. Kebayangkan betapa paniknya saya saat itu? Saya masih ingat betul, apa yang saya pikirkan saat itu. "Andai apotek dekat, andai bisa berkonsultasi dengan dokter saat ini juga, andai ada pertolongan pertama yang cepat datang, andai rumah sakit dekat dari rumah". Yah pada saat itu saya hanya dapat berandai-andai saja karena kenyataannya adalah saya dan suami dilanda kepanikan yang amat sangat sampai-sampai suami saya nekat memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi alias ngebut menuju klinik terdekat. Alhamdulillah, anak saya cepat tertangani dan sehat kembali.

Tak ingin kejadian yang sama terulang untuk kedua kalinya, saya dan suami pun sepakat untuk mengontrak rumah yang dekat dengan rumah sakit wkwkwk. Bukan hanya itu, kami pun sengaja mengisi kotak P3K di rumah dengan persediaan obat demam, obat batuk, obat sakit perut, obat diare, obat maag dan obat muntah untuk mengantisipasi jika salah satu dari kami menderita sakit saat tengah malam atau dinihari. Agak lebay yah tapi saya memang termasuk orang yang traumatis. Sampai sekarangpun jika anak saya demam atau sakit, saya masih didera rasa panik dan ketakutan.

Seiring dengan semakin pesatnya teknologi dan digital, mulailah bermunculan aplikasi kesehatan yang bertujuan memberikan bantuan informasi seputar kesehatan untuk siapapun yang membutuhkan. Saya bersyukur dengan kehadiran aplikasi-aplikasi kesehatan ini. Salah satu aplikasi kesehatan yang sangat menolong saya adalah Halodoc. 

Seputar Aplikasi Kesehatan Halodoc

Halodoc  adalah start-up Indonesia berupa aplikasi kesehatan seperti layaknya klinik kesehatan atau apotek berjalan yang selalu dapat diandalkan kapan saja dan dimanapun kita berada. Halodoc memberikan kemudahan dalam menjaga dan memeriksa kesehatan seluruh anggota keluarga. Saya dapat menghubungi Halodoc selama 7x24 jam. Jadi, kapanpun saya membutuhkan bantuan Halodoc untuk mengkomunikasikan berbagai permasalahan kesehatan, saya dapat dengan mudah memperolehnya melalui bantuan aplikasi ini.


Saya dapat berkonsultasi kesehatan pada ribuan dokter umum dan spesialis yang tersebar di seluruh Indonesia melalui chat dan video atau voice call. Dokter umum dan spesialis tersebut adalah dokter ahli dalam bidangnya. Bukan hanya itu saja, Halodoc juga merupakan solusi layanan praktis untuk pembelian kebutuhan kesehatan yang dapat dilakukan kelebih dari 1.000 apotek yang tersebar lebih dari 20 kota di Indonesia dengan cepat, aman dan nyaman. Halodoc menggaet salah satu ojek online yang ada di Indonesia sebagai pengantar obat yang dipesan melalui Halodoc

Tak hanya bermitra dengan salah satu perusahaan ojek online, Halodoc bekerjasama pula dengan Prodia Laboratorium untuk memberikan layanan Lab Home Service untuk memudahkan masyarakat mendapatkan akses laboratorium yang dapat dipanggil ke rumah. Dengan berbagai kelengkapan yang ditawarkan oleh aplikasi ini, saya merasa sangat terbantu karena merasa memperoleh kemudahan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan terutama pertolongan pertama dalam keadaan terdesak seperti kejadian yang pernah saya alami di Medan dulu.


Untuk lebih mempermudah masyarakat memperoleh informasi dan layanan seputar kesehatan, Halodoc juga memiliki akun media sosial instagram @halodoc. Melalui kampanye #katadokterHalodoc, aplikasi ini ingin menyampaikan pesan #SehatLebihMudah karena kita memperoleh akses layanan kesehatan yang tepat sasaran. Mudah sekali untuk mendapatkan layanan Halodoc, kita tinggal mendownload aplikasi Halodoc dari App store atau Google Play kemudian tinggal memilih saja layanan apa yang kita perlukan. Ibu-ibu jaman now yang akrab sekali dengan gadget pasti dipermudah oleh aplikasi ini terutama untuk mendapatkan informasi dan layanan kesehatan termasuk kesehatan anak.

Seperti yang sering saya lakukan, melalui aplikasi ini, saya dapat berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis anak ataupun dokter spesialis lainnya melalui video call. Dan untuk layanan konsultasi ini, saya dikenai biaya konsultasi. Tapi jika saya hanya berkonsultasi dengan dokter umum, saya tidak dibebani biaya konsultasi. Aplikasi Halodoc memiliki tim medis mulai dari dokter umum, spesialis anak, internis (spesialis penyakit dalam), dan spesialis mata.

Aplikasi Halodoc dilengkapi pula dengan Pharmacy Delivery yaitu fitur layanan apotek antar 24 jam dan bebas biaya pengantaran. Pesanan obat  akan diantar dalam waktu satu jam. Cepat sampai dan bebas biaya pengiriman meski tengah malam. Membantu banget kan? Bisa membeli obat tengah malam tanpa repot-repot harus bersusah payah ke luar rumah. Tinggal duduk manis di rumah saja, menunggu obat datang. Kita dapat memesan langsung obat melalui fitur ini. Apotek yang bermitra dengan Halodoc adalah apotek yang telah memiliki pengalaman dan nama baik. Jadi tak perlu khawatir dengan kualitas dan keaslian obat yang tersedia.

Halodoc juga memiliki fitur Labs yaitu layanan pengecekan kesehatan yang bekerjasama dengan Prodia Laboratorium. Fitur ini memungkin phlebotomist atau petugas laboratorium untuk datang ke rumah atau kantor dan melakukan pemeriksaan kesehatan seperti periksa/cek darah atau urine. Saat ini fitur Labs hanya dapat dimanfaatkan oleh pengguna aplikasi Halodoc yang berada diwilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Saya sangat berharap fitur Labs ini sesegera mungkin dapat juga dimanfaatkan di wilayah lain seperti di Cibubur, tempat saya tinggal.

Tahun 2018 ini, usia Halodoc memasuki tahun kedua dan dalam rangka memperingati hari ulangtahunnya yang kedua, Halodoc mengajak ibu jaman now untuk lebih peduli terhadap pengasuhan gizi anak yang tepat. Hal ini diungkapkan oleh Mbak Blessy, Manager Offline Marketing Halodoc dalam acara Blogger Gathering Halodoc di sebuah resto di kawasan Gading Serpong, Tangerang. Blogger Gathering Halodoc diadakan dengan tujuan memberikan informasi yang benar mengenai pola pengasuhan gizi yang tepat. Karena masih banyak ibu-ibu yang tidak menyadari kesalahan dalam pola pengasuhan gizi buah hatinya. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kampanye #katadokterHalodoc demi mewujudkan #sehatlebihmudah.

Blogger Gathering Halodoc Bersama Mom Blogger Community Tentang 5 Kesalahan Pola Asuh Gizi Pada Anak

Narasumber Blogger Gathering Halodoc
Sebagai seorang ibu, saya ingin anak saya dapat tumbuh sehat dan terpenuhi asupan nutrisinya. Saya sempat berpikir bahwa anak yang sehat adalah anak yang gendut dan montok. Ternyata saya salah kaprah. Justru anak yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas dapat terserang berbagai penyakit tidak menular. Salah satunya penyakit diabetes. Duh, serem. Lalu anak dikatakan sebagai anak yang sehat itu sebenarnya anak dengan kondisi bagaimana ya? Menurut penuturan dokter anak yang sering saya sambangi, anak sehat adalah anak yang tumbuh kembangnya optimal sesuai dengan usianya. Anak yang tumbuh optimal dengan asupan gizi yang tepat, tidak akan mudah terserang penyakit karena memiliki sistem kekebalan dan pencernaan tubuh yang baik. 

Di Indonesia permasalahan kesehatan yang kini dihadapi, salah satunya adalah tentang permasalahan gizi anak yang saling bertolak belakang. Pada masyarakat dengan taraf perekonomian menengah kebawah, terjadi masalah gizi buruk. Anak-anak tidak mendapatkan asupan gizi yang semestinya. Susahnya kehidupan membuat orangtua tidak dapat memberikan nutrisi terbaik untuk buah hatinya. Fokus orangtua hanya pada pemenuhan kehidupan sehari-hari dan tidak sempat memperhatikan tumbuh kembang si kecil.  Bisa memberikan makanan untuk si kecil saja, itu sudah bagus. Kondisi ini semakin diperparah dengan kurangnya pengetahuan dan informasi seputar gizi seimbang untuk anak.

Hal sebaliknya terjadi pada masyarakat dengan ekonomi menengah keatas. Kehidupan yang mapan membuat mereka leluasa untuk memberikan apapun yang diperlukan si kecil termasuk makanan yang bergizi. Sayangnya orangtua sering tidak menyadari pola pemenuhan gizi yang benar pada anak. Si kecil tidak mendapatkan asupan gizi yang tepat dari makanan yang masuk kedalam tubuhnya. Pada masyarakat menengah keatas ini, terjadi kondisi kelebihan gizi yang menyebabkan obesitas atau kegemukan pada anak. Hal ini dapat berdampak kurang baik untuk kesehatan si kecil.

Pada zaman now ini, seringkali siibu, sebagai orang yang memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak, melakukan kekeliruan dalam pola pengasuhan gizi pada anak. Kekeliruan ini akan berdampak buruk bagi anak. Sang ibu terkadang salah memberikan makanan bagi si anak sehingga si anak tidak mendapatkan gizi yang maksimal dan membuat si anak mudah sakit. Berbekal ajaran dari orang tuanya atau informasi yang belum tentu jelas kebenarannya, apalagi di jaman digital ini, informasi hoax seputar gizi anak dan kesehatan banyak beredar, tak jarang si ibu menerapkan tindakan-tindakan yang diyakininya tersebut sebagai sesuatu hal yang sudah tepat padahal ternyata hal tersebut tidak sesuai secara medis maupun ilmu gizi.

Kekeliruan tersebut contohnya adalah masih ada ibu yang lebih percaya memberikan bayinya susu formula dari brand terkenal dengan harga mahal daripada memberikan ASI untuk bayinya.  Selain itu, kesalahan yang seringkali dilakukan oleh kaum ibu adalah dalam pemberian makanan pendamping ASI. Ini banyak terjadi pada masyarakat menengah kebawah. Sibayi sudah diberikan makan saat usianya belum genap 6 bulan. Padahal seharusnya, bayi baru boleh diberikan makanan pendamping ASI pada usia diatas 6 bulan. Sesuai dengan namanya yaitu makanan pendamping ASI, makanan pokok untuk si bayi adalah ASI. Inilah alasannya mengapa makanan pendamping ASI hanya boleh diberikan pada usia 6 bulan keatas. 

Untuk mendapatkan informasi yang benar mengenai pola asuh gizi yang tepat adalah dengan cara berkonsultasi dengan dokter anak. Namun tidak semua ibu memiliki waktu yang cukup untuk berkonsultasi dengan dokter anak di rumah sakit atau klinik. Oleh karena itu, aplikasi Halodoc hadir untuk membantu ibu jaman now mengetahui pengasuhan gizi yang tepat untuk si anak.

Mba Blessy mengatakan bahwa saat ini masih banyak informasi hoax seputar pola asuh gizi yang tepat untuk anak dan Halodoc hadir untuk mencegah ibu jaman now memperoleh informasi keliru. Di Halodoc, dokter akan selalu siap memberikan saran dan menjawab pertanyaan ibu seputar pola pengasuhan gizi anak. Jadi, sang ibu tidak perlu menerka-nerka jenis makanan apa yang boleh dan tidak boleh diberikan untuk anaknya. Halodoc bukan sekedar aplikasi untuk menjalankan fungsi kuratif atau penyembuhan saja  tapi juga peduli terhadap sisi preventif kesehatan. Salah satu tujuan Halodoc adalah untuk membuat masyarakat tanah air memiliki pengetahuan lebih dan mudah berkonsultasi dengan dokter.

Senada dengan pernyataan Mba Blessy, dr. Herlina, Sp.A sebagai salah satu tim medis Halodoc memaparkan bahwa saran dari ahli medis serta tindakan yang benar saat menangani gizi dalam masa perkembangan anak atau ketika anak sakit dapat membantu anak pulih lebih cepat dan meminimalisir berbagai kejadian yang dapat berakibat fatal. Lebih lanjut lagi, dr. Herlina menjelaskan bahwa terdapat beberapa kesalahan dalam pola asuh gizi pada anak yang sering dilakukan oleh para ibu sehingga mengakibatkan terjadinya gangguan pertumbuhan atau gangguan kesehatan pada anak termasuk obesitas.

Ada 5 kesalahan pola asuh gizi yang seringkali dilakukan oleh para ibu jaman now, yaitu:
1. Memaksa anak untuk makan
Ibu seringkali membujuk buah hatinya untuk makan dengan cara-cara kurang tepat. Saat anak malas makan atau pun memilih-milih makanan (picky eater), siibu kerap memaksa si anak makan bahkan tak sedikit yang memakai cara kekerasan bahkan merayu si anak dengan hadiah-hadiah sehingga si anak mau makan dengan terpaksa atau hanya karena iming-iming hadiah tersebut. Si ibu tidak berusaha untuk melakukan pendekatan dengan cara-cara menarik, kreatif dan disukai anak. Misalnya dengan cara bercerita tentang makanan bergizi yang dapat membuat si anak tumbuh kuat, mengajak si anak untuk menyiapkan makanannya atau berupaya melibatkan si anak dalam proses makan yang menggembirakan. 

Memaksa anak makan hanya akan membuat si anak semakin tidak menyukai aktivitas makan. Saya sendiri biasanya menyiasati malas makan pada anak dengan cara menawarkan menu makanan pada anak saya dan mengajak anak saya untuk menyiapkan makanannya sendiri seperti mencetak nasinya dengan cetakan agar -agar berbentuk binatang atau pun buah-buahan. Saya biasakan anak-anak makan pada jam yang sama setiap harinya sehingga mereka terbiasa makan pada jam-jam tersebut. Saya selalu bercerita tentang pentingnya mengonsumsi makanan sehat dan bebas pengawet pada anak-anak saya. Saya pun selalu sedia sayur, buah dan makanan sehat untuk keluarga tercinta.

Mie sayuran
Buah segar 




2. Makanan pendamping ASI sebelum 6 bulan
Anak hanya boleh diberikan ASI sampai usia 6 bulan. Setelah usia diatas usia 6 bulan, anak baru boleh diberikan makanan pendamping ASI. Saya pernah menyaksikan tetangga saya memberikan pisang yang dicampur air untuk bayinya yang berusia 5 bulan. Padahal pada usia dibawah 6 bulan, sistem pencernaan si anak belumlah siap sempurna. Pemberian makan pada usia dibawah 6 bulan dapat membuat si anak menderita konstipasi atau susah buang air besar. Dan anak dari tetangga saya ini memang mengalami susah buang air besar dan sampai harus melakukan terapi disebuah rumah sakit besar di Jakarta.

3. Memberikan makanan atau camilan tidak sesuai usia anak
Camilan atau makanan untuk anak dan orang dewasa itu berbeda porsi dan jenisnya. Meskipun memberikan buah-buahan ataupun sayuran, tetap harus memperhatikan kebutuhan sesuai usia. Jangan memberikan anak makanan dengan porsi orang dewasa. Pemberian porsi berlebihan akan mengakibatkan anak merasa kenyang pada saat makan tiba dan membuat anak menjadi malas makan. Camilan atau makanan yang dianjurkan diberikan pada anak adalah makanan dengan gizi seimbang dan sesuai dengan komposisi piring gizi seimbang. Berikan buah-buahan, sayur-mayur, protein, gandum utuh, atau produk susu pada anak sesuai dengan porsi yang diperlukan tubuh anak.

4. Pemakaian DOT terlalu lama
Pemakaian dot yang terlalu lama dapat memberi pengaruh buruk pada pembentukan struktur rahang dan gigi anak. Kebiasaan minum susu memakai dot dapat mengakibatkan bentuk rahang atas terlalu maju dan rahang bawah menjadi mundur. Jangan membiasakan menggunakan dot pada anak lebih dari satu tahun.

5. Banyak Makanan Manis
Menurut WHO, kebutuhan gula harian untuk anak tidak boleh melebihi 10% dari total energi yang dikonsumsi. Hal ini untuk menghindari kelebihan energi dalam tubuh anak. Para ibu sebaiknya menghindari memberikan makanan yang manis secara berlebihan pada anak. Pemberian makanan manis pada anak dapat menyebabkan si anak menderita diabetes, kerusakan gigi, dan anak kehilangan selera makan. Anak menjadi susah dan malas makan karena lebih senang makan makanan yang manis-manis. Asupan minunan atau camilan manis akan mengurangi kualitas pola makan anak dan dapat menyebabkan peningkatan berat badan berlebihan, kesehatan gigi yang buruk dan memunculkan kebiasaan suka terhadap makanan atau minuman manis di masa dewasa nanti.

Untuk kesehatan dan tumbuh kembang anak yang optimal, sebagai ibu jaman now yang cerdas dan bijak, sebaiknya kita terutama saya sih harus mulai menghindari 5 kesalahan dalam pola gizi anak. Dan kehadiran Halodoc dapat membantu.kita, para ibu untuk memperoleh informasi yang tepat seputar pola asuh gizi anak dan tentang kesehatan keluarga. Halodoc adalah solusi untuk #SehatLebihMudah












Selasa, 24 April 2018

Perjalanan Penuh Kisah Menuju PLBN Entikong Kalimantan Barat Part 1



Perjalanan kali ini adalah perjalanan terjauh dan pertama saya pada tahun 2018. Saya akan melakukan perjalanan ke Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong di Kalimantan Barat mulai tanggal 22 April sampai 25 April 2018. Entikong merupakan satu dari tujuh PLBN yang ada di tanah air tercinta ini. Perjalanan ke PLBN Entikong cukup membuat hati saya dag dig dug tak menentu. Excited sekaligus panik. Penuh pertanyaan, akan seperti apakah perjalanan saya kali ini. 

Perjalanan ke Entikong bukanlah perjalanan terpanjang, terjauh dan terekstrem yang pernah saya lakukan sepanjang usia saya. Di penghujung tahun 2017 lalu, saya telah melakukan perjalanan terjauh yaitu ke Jayapura dan Wamena, Papua. Perjalanan yang melelahkan namun meninggalkan kisah-kisah menarik yang tak pernah habis untuk diceritakan. Salah satunya adalah cerita tentang Udang Selingkuh kuliner khas Wamena. Meskipun saya pernah melakukan perjalanan yang penuh tantangan dan melelahkan ke Papua, perjalanan ke Entikong ini tetap saja menjadi perjalanan yang menakjubkan bagi saya.

Pasti ada yang kepo sendiri mempertanyakan kenapa saya bisa sampai melakukan perjalanan ke PLBN Entikong, Kal-Bar. Perjalanan ke PLBN Entikong berawal dari janji yang diucapkan oleh Pak SesKab Pramono Anung pada saat acara Launching Lomba Sosial Media Sekretariat Kabinet RI di Jakarta pada akhir Maret lalu. Dalam sambutannya, Pak Pramono mengatakan bahwa SetKab RI (Sekretariat Kabinet Republik Indonesia) akan mengajak netizen (termasuk blogger) untuk ikut hadir dalam beberapa acara kepemerintahan dan meninjau Pos Lintas Batas Negara. Ternyata perkataan Pak Pramono bukan sekedar  janji manis belaka. Tak lama dari acara launching lomba sosial media, Sekretariat Kabinet RI kembali mengajak blogger sebagai netizen untuk ikut hadir dalam acara Rapat Kerja Pemerintah di Jiexpo Kemayoran yang dihadiri oleh Pak Joko Widodo dan Pak Jusuf Kala. Saya pun kembali diundang untuk menghadiri acara Rapat Kerja Pemerintah tersebut. Saya termasuk netizen atau blogger yang beruntung. Karena dari ketiga acara SetKab RI yang melibatkan blogger, saya mendapat kesempatan untuk mengikuti ketiga acaranya itu.

Saya tak pernah menyangka dapat mengunjungi PLBN Entikong. Terlintas pun tidak. Karena itulah, bagi saya perjalanan ke PLBN Entikong merupakan perjalanan istimewa. Perjalanan yang belum tentu dapat terulang kembali. Dan perjalanan istimewa itu pun dimulai pada tanggal 22 April 2018. Saya dengan ditemani oleh Mbak Mita Aprianti (Kepala Bidang Pelayanan dan Diseminasi Informasi SetKab RI), Said Muhidin (Kepala Bidang Pengelolaan Informasi SetKab RI), Mba Kurniawati (Kepala Sub Bidang Data dan Informasi SetKab RI), Mas Dhany Kurniawan Pamungkas (Kepala Subbidang Penghubung SetKab RI) menuju kota Pontianak terlebih dulu sebelum kemudian melanjutkan perjalanan darat ke Entikong. Pontianak-Entikong dapat ditempuh kurang lebih 5 sampai 6 jam. Saya menginap semalam di Hotel Mercure Pontianak sebelum melanjutkan ke Entikong.




Pontianak membuat saya jatuh cinta dengan kelezatan mietiawnya yang menyambut kedatangan perdana saya ini. Bukan hanya mietiaw yang melenakan, kehadiran kedai pisang khas Pontianak dan kelezatan kopi serta es milo kota Khatulistiwa ini membuat saya ingin kembali datang dan berlama-lama menikmati suasana Pontianak yang tenang dan nyaman.

Esoknya saya mulai perjalanan menuju PLBN Entikong. Saya mendapat cerita dari Pak supir yang mengantar saya menuju Entikong mengenai kondisi jalan beberapa bulan lalu tidaklah seperti saat ini. Jalan menuju Entikong tidak semulus sekarang. Jalannya jelek, banyak lubang dan jika turun hujan maka akan becek dan tergenang akhir. Tapi sekarang, kondisi jalan sudah bagus karena pemerintah fokus melakukan pengembangan dan perbaikan sarana infrastruktur sepanjang Trans Kalimantan. Yup rute Pontianak-Entikong harus melalui jalan trans Kalimantan ini yaitu jalan yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Barat dengan Kuching, Negara Bagian Malaysia dan Brunei Darussalam.

Kendaraan yang melintas di sepanjang jalur Trans Kalimantan, cukup ramai. Sekilas saya sempat melihat Terminal Lintas Negara saat menempuh perjalanan dari Pontianak menuju Entikong. Terminal Lintas Negara ini merupakan tempat sarana transportasi umum menuju negara tertangga yang memiliki perbatasan langsung dengan Indonesia. Masyarakat Pontianak yang akan singgah ke Kuching, Malaysia dapat memanfaatkan bus lintas negara dari Terminal Lintas Negara ini. Harga tiket mulai dari harga dua ratus ribu dengan kondisi bis yang lumayan nyaman. Dan pastinya lebih murah dari ongkos pesawat Pontianak-Kuching.

Dengan kondisi jalan yang bagus, aktivitas masyarakat Pontianak yang bekerja atau sering belanja ke negara tetangga menjadi lebih lancar dan dapat menghemat waktu perjalanan. Meskipun jalanan terasa mulus, tetap saja jalur Pontianak-Entikong-Kuching terasa cukup menguras tenaga. Saya terhibur dengan pemandangan sepanjang Pontianak-Entikong. Tapi sayang banget sih jalan mulus namun masih kurang lampu jalan dan petunjuk arah serta marka jalan masih minim. Alangkah baiknya jika instansi yang terkait dengan pembangunan jalan sepanjang Trans Kalimantan memperhatikan juga kehadiran marka jalan dan garis putih ditengah jalan yang sangat membantu pengemudi dalam mengendarai kendaraannya. Apalagi jalur yang ditempuh bukanlah jalur lurus tanpa tanjakan belokan dan jurang di sisi-sisinya. Minimnya petunjuk jalan dan lampu penerangan membuat jalur Pontianak-Entikong-Kuching menjadi cukup beresiko. Harus orang yang telah terbiasa melalui jalur inilah yang mengendarai kendaraan.

Saya sempat singgah dulu ke Sanggau, Kabupaten yang melingkupi Entikong dan menginap semalam di sana karena di Entikong belum ada penginapan dan saya tiba di Sanggau saat malam telah larut. Sebenarnya saya sudah tak sabar untuk dapat menjejakkan kaki di PLBN Entikong tapi apa daya, saya harus bermalam dulu di Sanggau karena tak mungkin nekat untuk melanjutkan perjalanan. Bagaimanakah kisah saya di PLBN Entikong? Simak ditulisan kedua yaaa.