Dompet Dhuafa 25 Tahun Membentang Kebaikan


Dompet Dhuafa adalah salah satu lembaga nirlaba di Indonesia. Lembaga sosial kemanusiaan yang berupaya untuk membantu memajukan bangsa termasuk membantu mengentaskan persoalan utama bangsa ini yaitu masalah ekonomi dan kesejahteraan sosial. Dompet Dhuafa berusaha untuk membantu orang miskin atau kaum dhuafa untuk keluar dari belenggu kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi lokal.

Dompet Dhuafa berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk dapat membantu kaum dhuafa untuk dapat memiliki kehidupan yang lebih baik. Dengan mengusung motto "Mustahik to Muzakki", Dompet Dhuafa berupaya agar kehidupan kaum dhuafa yang tadinya adalah seorang penerima zakat maka dapat berubah menjadi pemberi zakat. Ini berarti adanya peningkatan kehidupan ekonomi kaum dhuafa.

Sepanjang usianya yang hampir memasuki tahun ke-25, Dompet Dhuafa telah banyak berkontribusi terhadap berbagai aktivitas sosial kemanusiaan dan mencoba berkolaborasi dengan membawa budaya masyarakat Indonesia untuk terus bersama memajukan bangsa. Dompet Dhuafa memiliki 17 cabang dan perwakilan dalam negeri, 5 cabang luar negeri, 9 kantor layanan, 138 program, 18 gerai sehat layanan kesehatan cuma-cuma, 5 rumah sakit, 4 sekolah, 7 outlet Dayamart, 1 De Fresh dan 11 unit bisnis.

Diusianya yang ke-25 tahun ini, Dompet Dhuafa semakin menguatkan potensi lokal melalui konsep social enterprise seperti program Green Horti di Cipanas dan Mojokerto serta Kebun Indonesia Berdaya di Subang, Jawa Barat. Seperti yang diungkapkan oleh Bapak Iwan Ridwan sebagai Direktur Dompet Dhuafa Social Enterprise, Dompet Dhuafa melakukan pengembangan dan penguatan usaha-usaha dengan berbasis sosial enterprise yang profesional menuju kemandirian usaha dan menciptakan nilai-nilai sosial dalam rangka meningkatkan pemerataan sosial, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Dompet Dhuafa selama tahun 2017 melalui unit usaha Dompet Dhuafa Niaga telah berhasil mengembangkan Daya Mart yaitu model bisnis retail berbasis pemberdayaan dengan konsep 100% kepemilikan diarahkan untuk kaum Dhuafa. Daya Mart pertamakali dikembangkan di daerah Sumatra Barat sebanyak 6 gerai dan 1 gerai baru saja dibuka di Parung, Jawa-Barat. Daya Mart menampung produk UMKM lokal untuk dipasarkan melalui Daya Mart. Daya Mart mengembangkan strategi memperkuat permodalan dan membangun jaringan distribusi dengan warung-warung kelontong di sekitar Daya Mart. Pada tahun 2017, Dompet Dhuafa Niaga juga berhasil membuka De Fresh yaitu toko retail yang menjual produk-produk hasil pemberdayaan Dompet Dhuafa seperti hasil sayuran di Cipanas dan buah-buahan di Subang.



Kiprah Dompet Dhuafa bukan hanya dalam bidang niaga saja, dalam bidang kesehatan Dompet Dhuafa telah mengembangkan sosial hospital network yaitu rumah sakit berbasis wakaf untuk melayani kaum dhuafa. Sepanjang usianya, Dompet Dhuafa telah berhasil mendirikan 5 rumah sakit berbasis wakaf yaitu RS Rumah Sehat Terpadu, RS Aka Medika Sri Bawono Lampung Timur, RSIA Sayidah Jakarta Timur, RS Mata Ahmad Wardi Serang dan RS Lancang Kuning Riau. Rencananya setiap rumah sakit afiliasi Dompet Dhuafa akan dikelilingi minimal 4 klinik sebagai feeder BPJS sehingga lebih banyak lagi kaum dhuafa yang dapat dilayani.

Dompet Dhuafa tidak hanya berkecimpung dalam aktivitas sosial kemanusiaan di dalam negeri saja, pada tahun 2017, Dompet Dhuafa terus menggelorakan aksi respon kemanusiaan berskala internasional dengan menyalurkan bantuan bahan makanan dan obat-obatan di kamp pengungsi korban perang di Kamp Harjelle, Suriah. Di tahun 2017 ini pula Dompet Dhuafa telah memiliki jumlah relawan kurang lebih 8481 orang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dompet Dhuafa dengan lima pilarnya yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dan dakwah menjadi pondasi dalam mengembangkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Semoga ditahun mendatang, Dompet Dhuafa semakin maju dan lebih banyak lagi berkiprah dalam rangka membantu mengentaskan kemiskinan dan masalah masalah sosial yang terjadi di tanah air maupun di daerah konflik di luar negeri.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Onggy Hianata, Sang Inspirator Value Your Life

Dibohongi Atau Dipoligami?

Mengapa Saya Poligami