Belajar Menjadi Lebih Baik Setiap Hari


Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang dan manusia mati meninggalkan nama
Pernah dengar peribahasa diatas? Bagi Mamak pribadi, peribahasa ini seperti alarm atau pengingat untuk selalu berbuat kebaikan pada semua orang. Kenapa seperti itu? Karena peribahasa tersebut mengandung arti bahwa seorang manusia akan diingat oleh orang lain karena kebaikannya, prestasinya atau bisa juga dikenang karena kesalahannya atau keburukannya. Perbuatan manusia selama hidupnya, baik maupun buruk akan tetap dikenang abadi oleh orang-orang yang mengenalnya.

Itulah yang membuat Mamak selalu berusaha untuk belajar menjadi orang baik setiap hari. Tapi ya namanya juga manusia, tetap saja ada kalanya Mamak kepengen banget untuk berkata kasar pada orang yang nyebelin banget kelakuannya. Atau ingin membalas perlakuan yang Mamak anggap tidak menyenangkan yang dilakukan oleh orang lain ke Mamak. Wajarlah ya namanya juga manusia, bukan malaikat xixixi. Nah karena itulah Mamak selalu berusaha untuk belajar menjadi orang baik dan selalu lebih baik tiap harinya.

Belajar menjadi lebih baik, terdengar sepele yah tapi prakteknya...ya ampun *langsung tutup muka. Menjadi lebih baik berarti Mamak harus mau untuk memperbaiki kualitas diri. Caranya? Ya tentu saja dengan meng-upgrade ilmu yang Mamak butuhkan dalam hidup ini. Menuntut ilmu bukan hanya dari bangku sekolah saja tetapi bisa dari mana saja sumbernya. Seperti belajar dari pengalaman orang lain, buku atau pun sumber ilmu lainnya.

Sebagai muslim, Mamak pun menyadari bahwa ada kewajiban untuk terus belajar sampai akhir hayat. Bahkan sampai muncul peribahasa yang mengatakan "Tuntutlah ilmu sampai negeri Cina". Dan ilmu itu hendaknya dapat bermanfaat untuk diri sendiri dan orang-orang sekitar kita. Karena pahala atau amal sholeh yang tidak akan terputus salah satunya adalah ilmu yang bermanfaat.

Ngomongin belajar dan menuntut ilmu, sebenarnya ada sih rencana Mamak dalam waktu dekat ini. Yaitu Mamak ingin belajar lebih banyak lagi tentang photografi termasuk cara-cara edit foto untuk blog, belajar (pede) bikin vlog dan rutin mengkaji kitab Allah. Tapi sebenernya banyak sih list Mamak "belajar apa saja" tahun ini wkwkwk.

Mamak tidak ingin hidup Mamak yang singkat dan ngga tahu sampai kapan ini akan menjadi sia-sia karena selama hidup, Mamak tak dapat meninggalkan cerita indah dan baik untuk dikenang oleh orang lain. Mamak tak ingin hidup tapi tak bermanfaat *wiih tumben Si Mamak lempeng mikirnya.

Setiap hari Mamak selalu bertanya dan menulis dalam buku catatan, apa saja yang telah dilakukan hari ini, dosa apa yang terbuat dan melupakan kebaikan yang telah dilakukan supaya meminimalisir sikap sombong yang menggoda dan merasa lebih baik dari orang lain. Mamak juga mencatat apa saja yang harus Mamak tingkatkan supaya kualitas diri Mamak terus meningkat.

Mamak ingat pesan orang tua dan mertua Mamak eaaaa *Mamak punya mertua wkwkwk, bahwa kita harus menunduk ke bawah dalam urusan harta benda supaya hidup ini selalu penuh syukur dan kita harus menengadah ke atas dalam urusan ilmu dan agama, dalam urusan dengan Tuhan. Maksudnya itu piye tho Mak? Maksudnya tuh kalau dalam urusan harta benda, kita harus melihat bahwa masih banyak orang yang kurang beruntung kehidupan harta bendanya dibandingkan dengan kondisi diri kita. Sikap seperti ini akan membuat kita selalu bersyukur dengan materi yang kita miliki. Namun untuk urusan menuntut ilmu dan beribadah, kita harus mencontoh orang-orang sholeh dan paham ilmu agama. Jadi seimbang antara dunia dan akherat.








Komentar

  1. Iya Mak, manusia harus terus belajar memperbaiki diri. Semoga kita ga sampai takabur.

    BalasHapus
  2. Naaah aku pun pengen belajar photography maaak. Masih panjang perjalanan buat bisa menguasainya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Onggy Hianata, Sang Inspirator Value Your Life

Mengapa Saya Poligami

Hexpharm Jaya, Obat Generik Kualitas Paten