Jumat, 29 September 2017

Jadilah Ibu Milenial Yang Sadar Gizi


Mba Kristin dari Komunitas Kopi, Kebaya dan Buku

Hai hai jumpa lagi dengan Emak milenial bersama rumpian terbarunya seputar gizi seimbang untuk anak. Sebagai Emak milenial harus ngerti dong apakah itu gizi seimbang untuk anak. Jangan hanya mahir main sosial media saja tapi kudu paham juga tentang gizi seimbang untuk anak.

Anak adalah masa depan bangsa. Ditangan merekalah nasib bangsa ini dipegang. Apa jadinya negeri ini jika generasi penerusnya loyo, bodoh karena kurang gizi dan tidak tumbuh optimal. Ibu-lah yang memegang peranan penting dalam pemenuhan asupan gizi pada anak. Karena itu ibu-ibu zaman sekarang atau emak-emak milenial harus mempunyai pemahaman yang benar dan mendalam mengenai asupan gizi yang diperlukan oleh putra putrinya terutama pada usia emas atau seribu hari pertama masa pertumbuhan.

Emak sendiri sering miris lho sambil meringis menyaksikan emak-emak milenial yang saking sibuknya berselancar di dunia maya eh sampai enggak sempat memasak makanan sehat dan bergizi untuk keluarganya. Bahkan ada yang mengambil jalan pintas supaya pekerjaan domestiknya cepat selesai, si emak milenial ini hampir setiap hari menyajikan makanan cepat saji untuk keluarganya terutama untuk buah hatinya. Nugget, sossis, mie instan menjadi menu utama keluarganya. Duh, sedih yak?!

Apalagi dizaman milenial seperti sekarang ini, semuanya serba praktis. Malas masak langsung deh pesan delivery order makanan. Tapi lagi-lagi nih muncul pertanyaan, sudah tepatkah asupan nutrisi yang terkandung dalam makanan instan/cepat saji tersebut untuk kebutuhan tumbuh kembang anak? Terjaminkah kebersihan, kualitas dan komposisi bahan yang digunakan serta kebersihan makanan yang dibeli? Tetap saja makanan yang dimasak sendiri oleh ibu adalah makanan terbaik bagi anak-anaknya karena dibuat dengan cinta eaaaa.

Berbicara tentang gizi, pastinya menyinggung pula tentang peran si ibu dalam memberikan makanan dan minuman pada anak. Ibulah yang bertanggung jawab terhadap asupan gizi keluarga. Nah supaya keluarga tercinta memperoleh asupan gizi seimbang dan dapat tumbuh sehat secara optimal, ibu haruslah cerdas dan melek gizi. Pemahaman ibu tentang gizi seimbang yang sangat diperlukan untuk tumbuh kembang optimal haruslah memadai. Si ibu harus tahu makanan dan minuman apa yang baik dan harus dikonsumsi oleh anak dan seluruh anggota keluarga.


Beruntung sekali, beberapa waktu lalu, Emak mendapatkan kesempatan menghadiri Blogger Meeting bersama Yayasan Abhipraya Insan Cendikia (YAICI) dan Komunitas Kopi, Kebaya dan Buku (KKB) di Balai Sarwono, Jakarta Selatan. Tema Blogger Meeting tersebut adalah membicarakan tentang menjadi ibu yang melek gizi untuk mewujudkan generasi emas 2045. Pembahasan yang sangat bermanfaat untuk Emak milenial seperti emak ini wkwkwk.

Ibu Cerdas Anak Berkualitas

Pembahasan pertama disampaikan oleh DR.IR. Dwi Hastuti, MSC mengenai "Ibu Cerdas Anak Berkualitas". Ibu Dwi menjelaskan bahwa ibu harus mampu menjadi pembimbing dan pelatih bagi anak dalam proses pembelajaran pertama dalam kehidupannya. Anak memperoleh pembelajaran pertamanya melalui proses makan dan ini diawali dari proses menyusui. Proses menyusui merupakan proses awal anak belajar makan.

Bu Dwi Hastuti

Ibu harus mampu menjadikan "makan" menjadi suatu proses belajar yang menyenangkan. Banyak anak tidak berhasil melewati "makan" sebagai proses belajar yang menyenangkan. Ibu-ibu cenderung memaksakan anak-anak untuk makan makanan yang telah dia siapkan tanpa mengajak anak-anaknya tersebut untuk berdiskusi dan belajar memilih apa yang mereka inginkan. Anak dipaksa makan makanan yang tidak mereka sukai. Disinilah makan menjadi salah satu momen menakutkan bagi anak.

"Tabula Rasa Teori yaitu memberikan kesempatan pada anak untuk melihat yang baik, berpikir yang baik sehingga tersimpan hal-hal yang baik saja dalam pikirannya. Perlihatkan informasi dan pengetahuan tentang hal baik serta berikan pengalaman tentang memilih makanan".
Anak memerlukan teladan dan contoh yang patut ditiru. Anak merupakan peniru ulung karena itu orangtua terutama ibu harus mampu memberikan contoh yang baik bagi si anak termasuk dalam hal makan. Jangan sampai terjadi seperti ini, si anak dipaksa makan sayur, ikan dan buah tapi si ibu tidak pernah mencontohkan makan sayur, ikan dan buah.


Sebagai emak milenial harus dapat melatih anak supaya terbiasa menyantap makanan dan minuman bergizi. Menanamkan kesadaran dan pemahaman mengenai makanan dan minuman apa saja yang baik dan tidak baik dikonsumsi. Anak harus dibiasakan makan sesuai dengan adab makan yang benar.
Adab makan adalah makan dengan posisi duduk dan tenang. Menghabiskan makanan sesuai porsinya dan menghindari makan sambil banyak bicara, bercanda bahkan sambil jalan-jalan. Makan diawali dan diakhiri dengan berdoa. Menghabiskan makanan tanpa sisa.
Sayangnya masih banyak orang tua terutama ibu yang gagal menerapkan adab makan pada buah hatinya apalagi jika proses pengasuhan anak dilakukan oleh asisten rumah tangga. Sangat sulit menerapkan tata cara makan sebagaimana mestinya. Disinilah ibu memegang peranan yang sangat besar.

Melatih anak jauh lebih baik daripada sekedar mengajarkan anak. Latihlah dan biasakanlah anak untuk menyantap makanan sehat dengan gizi seimbang. Makan adalah proses pertama anak belajar memilih. Jadikan proses belajar pertama ini menjadi saat-saat yang menyenangkan. Berikan anak latihan untuk memilih mana yang baik dan tanyakan alasannya kenapa dia memilih pilihannya tersebut.

Biasakan memberikan penjelasan yang masuk akal untuk semua tindakan yang kita lakukan. Seperti menjelaskan mengapa kita harus makan makanan yang sehat dan bergizi seimbang. Berikan contohnya beserta dampak baik buruknya. Jadilah ibu sekaligus sahabat bagi anak.

Di zaman milenial saat ini, sumber belajar anak menjadi luas. Dunia seputar anak tak lagi hanya dunia nyata. Anak belajar dari media massa, aneka aplikasi, teknologi komunikasi massa, belajar dari orang tua /guru atau lingkungan sekitar. Anak juga belajar dari sosial media. Dan inilah yang patut menjadi perhatian untuk orang tua terutama ibu.

Anak yang berhasil melewati proses belajar pertamanya akan menjadi pribadi yang mampu memilih dan menentukan hal-hal yang baik dalam hidupnya. Membiasakan hal-hal baik pada anak memerlukan kesabaran dan ketelatenan. Orangtua harus membiasakan memberikan penjelasan pada anak melalui cerita atau contoh dampak baik buruknya. Dengarlah semua cerita anak dan jangan pernah memaksakan apapun pada anak. Berilah anak-anak kenyamanan dan keleluasaan untuk bertindak.

Gizi Cerdas Untuk Bayi Dan Anak

Pembahasan yang kedua disampaikan oleh Bapak Dodik Briawan, Seafast Center IPB 2017.  Pak Dodik memaparkan mengenai gizi untuk bayi dan anak. Sebelumnya akan Emak jelaskan dulu yak mengenai gizi seimbang adalah susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan sesuai dengan kebutuhan tubuh dengan memerhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan dan berat badan ideal.

Gizi seimbang digambarkan dalam bentuk piramida yang dikenal dengan sebutan Tumpeng Gizi Seimbang (TGS). TGS ini dirancang untuk membantu setiap orang memilih makanan dengan jenis dan jumlah yang tepat, sesuai dengan kebutuhan menurut usia (bayi, balita, remaja, dewasa dan manula) dan sesuai pula dengan keadaan kesehatan (hamil, menyusui, sakit atau sedang melakukan aktivitas fisik). TGS yang terdiri dari potongan-potongan komposisi makanan tersebut dialasi oleh air putih yang merupakan bagian essensial untuk hidup sehat dan aktif.
Tumpeng Gizi Seimbang

Gizi untuk bayi dan anak berbeda-beda kebutuhannya sesuai dengan usianya. Pemberian jumlah makanannya pun berbeda-beda pula. Seperti anak bayi usia 6-9 bulan pasti beda dong porsi makanannya dengan usia 12-18bln. Jumlah asupan gizi yang dibutuhkan sesuai dengan usia si anak.






Pangan yang beragam merupakan sumber energi, protein, vitamin, lemak dan karbohidrat. Kebutuhan gizi pada anak sifatnya adalah sekarang dan tidak dapat digantikan. Jika bayi atau anak mengalami kurang gizi maka akan berdampak persisten hingga dewasa.

Di Indonesia masih banyak terjadi kondisi anak dengan berat badan kurang, mengalami gizi buruk dan memiliki postur tubuh "kate" atau stunting. Kondisi seperti ini disebabkan karena bayi atau anak tersebut tidak terpenuhi gizinya secara seimbang.

Emak milenial harus jago dong menyajikan makanan dengan komposisi gizi seimbamg untuk buah hatinya? Dalam sepiring nasi harus tersedia sayur, lauk berprotein dan buah. Jangan lupa susu. Untuk emak milenial yang memiliki anak usia m-pasi, saat ini merupakan saat yang penting untuk memperkenalkan berbagai jenis rasa dan varian makanan. Biarkan anak memilih makanannya sendiri dan biasakan anak makan makanannya sendiri.

Blogger meeting ditutup oleh penjelasan Natalya mengenai Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia dan perlindungan terhadap konsumen. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia merupakan lembaga yang melindungi hak-hak konsumen untuk mendapatkan jaminan atas pelayanan dan kualitas produk atau jasa.
Inilah uraiannya:

Hak-hak konsumen yang dilindungi oleh YLKI adalah sebagai berikut:

Oh ya mengenai hak konsumen yang berkaitan dengan informasi seputar dunia kesehatan dan iklan yang terkadang menjerumuskan masyarakat, Emak pernah menulisnya DISINI. Termasuk iklan susu kental manis. Masyarakat kita terutama ibu-ibu masih banyak yang tidak tahu kalau susu kental manis itu bukan minuman susu. SKM tidak baik dikonsumsi anak usia balita karena banyak mengandung gula dan lemak. Sayangnya edukasi mengenai SKM bukan susu, belumlah banyak dilakukan baik oleh pemerintah maupun lembaga-lembaga kesehatan.

Mba Natalya membenarkan bahwa SKM bukanlah susu. Dari komposisi bahannya, SKM mengandung banyak gula. SKM cocok sebagai campuran kopi, roti atau untuk masakan. Mba Natalya mengingatkan supaya kita sebagai konsumen harus jeli dan teliti memeriksa kondisi barang sebelum digunakan. Usahakan cek lebih dulu expired date, komposisi bahan, kandungan yang terdapat didalamnya serta label halal MUI. Jadilah konsumen yang cerdas dan teliti.

Hidup di jaman milenial seperti ini dan sebagai emak milenial mau enggak mau harus membuat Emak untuk selalu belajar, belajar dan beradaptasi dengan perubahan yang ada. Emak harus mempersiapkan fisik dan psikis anak-anak Emak supaya siap menjadi generasi emas 2045.
#savegenerasiemas2045


Mba Natalya dari YLKI








Read more

Sabtu, 23 September 2017

Yuk Atur Uangmu Agar Bebas Finansial



Di dunia ini pasti banyak yang ingin hidup kaya raya dan banyak uang. Coba saja tanya kebeberapa orang terdekat kita apakah mereka menginginkan hidup kaya raya dan banyak uang? Pasti rata-rata menjawab iya. Tapi sayangnya kehidupan nyata tidaklah seindah dan semanis kisah sinetron. Apalagi sinetron tanah air yang berisi khayalan babu semata wkwkwk. Kenyataan yang terjadi adalah hanya segelintir orang saja yang dapat menikmati kekayaan melimpah ruah dan enggak akan habis tujuh turunan. Sisanya? Harus berjuang dan berusaha untuk memiliki kehidupan yang layak, berkecukupan dan mapan. Termasuk saya ini.

Uang menjadi satu "momok" yang dapat membahagiakan sekaligus membuat manusia menderita sesusah-susahnya. Ish serem yak. Kenapa saya mengatakan seperti itu? Karena bagi sebagian orang yang mampu mengatur uangnya dan membuat uangnya tersebut bekerja untuk dirinya maka kebahagiaan dan kemakmuranlah yang akan dia dapat. Namun sebaliknya, bagi orang yang tidak mampu mengatur uangnya dan diperbudak oleh uang maka kesengsaraan dan penderitaanlah yang ia dapatkan.


Nah sekarang pertanyaannya adalah saya dan kalian termasuk kategori yang mana? Yang bekerja untuk uang atau dikerjain oleh uang ? *ehh wkwkwk. Jawab dalam hati masing-masing saja yak xixixi. Izinkan saya untuk mendongeng kisah hidup saya yak. Saya ingin bercerita kenapa saya dapat menikmati hidup saya ini dengan santai dan bahagia cieee. Saya bukan berasal dari keluarga kaya raya atau pengusaha tapi hanya berasal dari keluarga yang cukup. Cukup makan, cukup punya rumah, cukup punya mobil, cukup ada uangnya ketika mau liburan dan cukup untuk menyekolahkan anak sampai perguruan tinggi. Ayah saya bekerja sebagai karyawan swasta dan ibu saya seorang pedagang sayur di pasar tradisional.

Sejak kecil, ayah saya mendidik anak-anaknya dengan tegas dan disiplin terutama soal keuangan. Kami dibiasakan untuk menabung dan berusaha dengan gigih untuk mendapatkan apa yang kami inginkan melalui usaha kami sendiri misalnya membeli mainan dengan memakai uang jajan atau uang bekal sekolah. Kami selalu diingatkan untuk tidak pernah berhutang dengan siapa pun.

Saya masih ingat betul bagaimana pusingnya mengatur uang 5 ribu rupiah untuk keperluan saya sekolah selama seminggu. Saat itu saya baru berusia 9 tahun dan kelas 4 SD. Coba deh bayangkan anak piyik seragam putih merah sudah diberikan tanggung jawab untuk mengatur uang jajannya sendiri selama satu minggu?

Awalnya sih senang karena megang uang sendiri, bisa beli mainan atau jajanan sesuka hati tapi hari kedua sudah habis uang bekal mingguan saya dan saya pun harus puasa jajan sampai hari Minggu hiks. Setiap hari minggu orang tua saya baru memberi uang jajan lagi. Orang tua saya enggak akan memberi kami uang jajan lagi sebelum waktunya tiba meski kami harus menahan lapar di sekolah. Teganya wkwkwk.

Tindakan ayah saya mendidik anak-anaknya untuk mandiri bukan hanya dengan memaksa anak-anaknya untuk mampu mengatur uang sejak usia 8-9 tahun saja tapi beliau mewajibkan kakak saya yang jarak usianya 15 tahun dan 8 tahun diatas saya sudah harus mampu menghasilkan uang saat usia mereka 17 tahun. Hmmm itulah cara ayah saya untuk membuat anak-anaknya paham bagaimana susahnya mencari uang sekaligus mengatur uang.

Saat itu saya sempat berpikir, kejam sekali ayah dan ibu saya. Saya pernah menahan lapar di sekolah berhari-hari lamanya karena uang bekal yang mingguan itu hanya bertahan dua hari saja karena saya tergoda membeli mainan di kantin sekolah hahahaha. Karena merasa tidak ingin menderita lagi akibat tidak punya uang maka saya mulai mencatat apa saja pengeluaran saya dan semua hal yang saya butuhkan. Saya selalu menyisihkan dulu uang bekal saya dan sisanya baru digunakan. Secara tidak saya sadari, orang tua saya sedang mengajari saya bagaimana caranya mengelola uang .

Didorong rasa ingin memiliki sesuatu barang yang saya inginkan, saya sering putar otak bagaimana caranya mendapatkan uang lebih. Alhasil saya berusaha membujuk kakak saya yang usianya terpaut cukup jauh dengan saya untuk menggaji saya. Iya menggaji saya karena menggantikan tugasnya di rumah seperti mencuci piring dan menyapu. Hahahaha. Kakak saya yang saat itu sudah kuliah dan menjadi guru privat beberapa murid SD mengiyakan bujukan saya. Maka jadilah saya asisten rumah tangga di rumah saya sendiri wkwkwk.

Orang tua saya selalu mengajarkan bahwa saya dan saudara-saudara saya harus dapat membedakan mana kebutuhan dan keinginan. Keinginan memiliki sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan hanya akan membawa pada kesulitan. Ayah saya tidak pernah lelah mengingatkan untuk selalu disiplin mengatur dan mengelola keuangan jika tidak ingin dibuat pusing oleh uang.

Ada satu kalimatnya yang selalu saya ingat yaitu yang membuat amburadul hidup seseorang itu adalah sikapnya sendiri, dirinya sendiri. "Belilah yang kamu butuhkan, benar-benar dibutuhkan bukan yang kamu inginkan. Apalagi hanya untuk sebuah gengsi. Kamu enggak akan mati jika tak mengikuti gengsimu sendiri tapi kamu akan mati diperbudak gengsimu sendiri". Itulah petuah ayah saya yang menjadi pengingat dan alarm jika saya mulai gatal ingin membeli ini itu yang tidak saya perlukan. Namun inti dari semua didikan orangtua saya adalah rasa syukur. Syukur akan hidup yang telah diberikanNYA.


Setelah besar dan kuliah, saya baru menyadari makna dan tujuan orang tua saya bersikap tegas dalam hal keuangan dan sikap hidup pada kami, anak-anaknya. Alhamdulillah sepanjang usia saya, saya tidak pernah merasakan penderitaan karena uang. Semasa kuliah pun teman-teman kuliah saya mengenal saya sebagai "penjual apa saja yang dibutuhkan" seperti kalau mereka perlu baju atau kaos branded Matahari dengan separo harga maka otomatis mereka langsung mencari saya. Saya memanfaatkan teman SMA yang bekerja sebagai SPG Matahari di sebuah mall besar di Jakarta untuk mendapatkan info seputar diskon barang-barang Matahari termasuk baju dan kaos. Dari hasil "makelar" ini saya memiliki penghasilan yang sangat lumayan untuk ukuran seorang mahasiswa.

Uang saku bulanan saya dari orang tua pun nyaris utuh tiap bulannya dan saya terkenal sebagai salah satu mahasiswi yang  tidak pernah mengeluh kehabisan atau kekurangan uang saku. Saya pun sering makan di rumah makan elit di daerah kuliah saya, Jatinangor tanpa banyak mikir. Pokoknya seperti orang kayalah hahaha padahal makelar wkwkwk.

Hasil didikan orang tua saya ini terus terbawa sampai sekarang. Alhamdulillah diusia empat puluh tahun ini saya telah dapat hidup mapan dan tidak ada utang. Kesadaran akan pentingnya mengatur dan mengelola keuangan semakin saya rasakan saat saya menghadiri acara Blogger Gathering Sinarmas MSIG Life. Acara Blogger Gathering Sinarmas MSIG Life ini menghadirkan seorang konsultan keuangan Mas Aakar Abyasa.

Mas Aakar
Mas Aakar Abyasa memaparkan kondisi keuangan yang terjadi dalam masyarakat kita. Menurut riset Otoritas Jasa Keuangan (OJK), indeks literasi keuangan Indonesia mengalami kenaikkan dari 21,84% dengan indeks inklusi keuangan 59,74% menjadi indeks literasi keuangan 29,66% dengan indeks inklusi keuangan sebesar 67,82%. Hal ini menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman keuangan dan peningkatan akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan di masyarakat. Namun target ini masih kurang dari penetapan target 75%. Diharapkan pada tahun 2019 nanti target tersebut akan tercapai.

Masyarakat Indonesia saat ini berada dalam tingkatan masyarakat menengah atau middle class. Kondisi ini membuat masyarakat Indonesia sangat rawan mengalami jebakan middle income trap. Middle income trap adalah perangkap pendapatan menengah. Apa maksudnya yak? Sedikit saya jelaskan.
Ketika pendapatan mengalami peningkatan maka keinginan untuk memiliki suatu benda pun ikut meningkat. Hal ini menyebabkan berubahnya gaya hidup. Yang tadinya membeli tas merk lokal tapi karena merasa naik penghasilannya maka sekarang belinya tas import dengan harga dua kali lipat lebih mahal. Hingga tanpa disadari terjadilah "besar pasak daripada tiang, pengeluaran lebih banyak daripada pendapatan". Perilaku hidup inilah yang dapat menjebak kita kedalam jebakan middle income trap. Kondisi seperti ini yang akan membuat masyarakat Indonesia akan susah beralih menjadi masyarakat kelas atas.

Merasa memiliki kehidupan yang lebih baik sering membuat orang lupa diri. Dan menjadikan gengsi sebagai tolak ukur keberhasilan hidup seseorang. Padahal penghasilannya tidak cukup untuk memenuhi semua keinginannya. Menumpuklah hutang cicilan rumah, mobil dan kartu kredit. Plak. Terjebaklah dalam kesulitan yang tidak ringan. Mulailah hidup dalam "neraka hutang".

Memiliki pendapatan yang meningkat bukan berarti gaya hidup kita juga harus berubah tak terkontrol lho! Banyak sekali "jebakkan keuangan" yang siap menerkam seperti tidak disiplin menabung, keasyikan memakai kartu kredit dan tidak mengerti bagaimana cara memakai kartu kredit yang tepat, kebiasaan berhutang, menyepelekan membuat rencana keuangan, tidak biasa membuat laporan keuangan pribadi/keluarga, sibuk mengikuti trend masyarakat milenial karena takut dicap tidak gaul hingga memaksakan diri mengikuti arus trend meski dengan cara berhutang, tidak memikirkan bagaimana caranya meningkatkan penghasilan (income), tidak memikirkan bagaimana caranya menambah asset dengan investasi yang menguntungkan.

Masyarakat menengah harus berupaya untuk beralih menjadi masyarakat kalangan atas atau orang kaya dengan cara meningkatkan income dan asset yang dimiliki sehingga terbebas dari jebakan middle income trap. Orang kaya adalah orang yang memiliki banyak asset dan tidak memiliki hutang apa pun. Orang kaya adalah orang yang telah "bebas financial" artinya uang yang bekerja untuk dia.


Apakah bisa keluar dari jebakan perangkap kelas menengah? Pasti bisa dong. Mas Aakar menjelaskan bagaimana caranya keluar dari jebakan middle income trap yaitu melalui langkah-langkah penyelamatan sebagai berikut :

1. Berhentilah sejenak dari semua aktifitas keuangan seperti melakukan pembelian, berhutang ataupun melakukan angsuran. Slow down sejenak. Segera lakukan koreksi terhadap tiga hal yaitu goal, current financial statement dan risk profit. Yuk mulai atur kembali keuanganmu.

2. Rumuskan kembali tujuan dalam hal keuangan kita seperti tujuan untuk dapat terlepas dari jebakan perangkap kelas menengah dan beralih menjadi orang yang bebas finansial serta bebas hutang. Dengan merumuskan tujuan maka langkah-langkah apa saja yang harus kita lakukan menjadi jelas dan pasti.

3. Periksa semua asset yang dimiliki termasuk semua kelengkapan surat-surat dari investasi yang dimiliki. Lakukan audit terhadap keuangan diri sendiri. Cara ini untuk mengetahui kondisi keuangan yang sebenarnya sehingga dapat melakukan alokasi dengan tepat.

4. Mengantisipasi semua resiko yang mungkin terjadi. Disinilah keutamaan melakukan investasi sebagai salah satu pengaman keuangan. Pelajari investasi yang menguntungkan yang dapat dilakukan dengan baik dan dapat menghasilkan income tambahan.

5. Sisihkan sebagian pendapatan sebagai tabungan. Kita juga harus punya emergency fund atau dana darurat. Sisihkan pula dana pensiun.

6. Buatlah laporan keuangan secara transparan, jelas, detil dan teliti.

7. Perbaiki mindset aji mumpung. "Mumpung ada uang, beli dech barang yang tidak dibutuhkan." Hiduplah sewajarnya dan tidak perlu mengikuti trend atau gengsi jika hanya membuat susah diri sendiri. Harus dapat membedakan mana keinginan dan kebutuhan. Belilah barang sesuai kebutuhan. Harus dapat mengukur kemampuan keuangan sendiri.

8. Disiplin dalam mengelola keuangan.

9. Harus memiliki asuransi.
Masyarakat kita memiliki kesadaran yang rendah akan pentingnya asuransi terutama asuransi jiwa dan kesehatan. Baru 10% saja yang menyadari betapa pentingnya asuransi untuk kehidupan. Padahal dalam kehidupan seringkali terjadi hal-hal buruk yang tidak kita inginkan terjadi dan dapat diantisipasi dengan asuransi. Memiliki asuransi kesehatan adalah wajib hukumnya. Kita tidak akan pernah tahu kapan sakit itu datang.


Asuransi Sinarmas MSIG Life sebagai salah satu asuransi besar dan memiliki beberapa produk unggulan diantaranya Smile Medical, Smile Hospital Protection dan Smile Personal Accident serta produk asuransi tradisional syariah. Sinarmas MSIG menawarkan berbagai perlindungan untuk keuangan kita. Enggak ada kata terlambat lho untuk mulai melindungi kehidupan keluarga kita terutama masa depan anak-anak kita.

Sedikit tips nich dari saya supaya enggak dibikin mumet sama si uang ini yaitu tulis semua rencana pengeluaran yang rutin maupun sifatnya dadakan, sisihkan dulu penghasilan yang kita dapat untuk tabungan dan sisanya baru untuk  membayar semua pengeluaran.

Mulailah berinvestasi dan harus memiliki asuransi kesehatan serta asuransi jiwa supaya hidup kita lebih terlindungi. Pilih produk asuransi yang cocok dihati dan sesuaikan polis asuransi sesuai kemampuan kita. Tanyalah sejelas-jelasnya dan sedetil mungkin jika ingin membeli polis asuransi supaya tidak ada kata penyesalan. Ingat yak kunci dalam mengatur dan mengelola keuangan yaitu disiplin. Yuk, mulai atur uangmu supaya dapat hidup mapan dan bebas finansial.





Read more

Jumat, 22 September 2017

Pertamina IBD Expo 2017


Pasti sudah pada tahu Pertamina dong? Yups, Pertamina adalah sebuah BUMN yang bertugas mengelola penambangan minyak dan gas bumi di Indonesia. Pertamina atau PT. Pertamina Persero dalam melakukan usahanya dibidang minyak dan gas bumi terbagi ke dalam sektor Hulu dan Hilir. Pertamina menjalankan kegiatan bisnisnya berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola korporasi yang baik sehingga dapat berdaya saing di dalam era globalisasi.

Pertamina mempunyai bisnis migas terintegrasi. Bukan hanya bergerak dalam pengelolaan minyak dan gas bumi saja, Pertamina juga memiliki anak perusahaan yang bergerak dalam bidang pendidikan, transportasi penerbangan (Pelita Air Service) dan rumah sakit. Untuk memperkenalkan lebih dekat lagi Pertamina dengan masyarakat awam, Pertamina membuka booth di IBD Expo 2017, Hall A JCC. Booth Pertamina IBD Expo 2017 ini mengadakan berbagai macam kegiatan yang intinya berupaya untuk mengenalkan Pertamina lebih dalam lagi ke masyarakat umum.



Salah satu acara yang dilakukan di booth Pertamina adalah bincang "Sinergi Untuk Indonesia" yang menghadirkan Ryan Wiedaryanto sebagai MC, Maudy Ayunda, Bapak Adiatmaja dan Ibu Devi Suradji dari staff Kementrian BUMN. Acara talkshow ini merupakan acara dihari pertama IBD Expo 2017.

Maudy Ayunda artis muda berbakat yang baru saja menyelesaikan S1nya merupakan sosok muda yang mencerminkan sinergi positif untuk Indonesia. Dalam talkshow tersebut Maudy menceritakan tentang keinginannya untuk melanjutkan kuliah lagi ke jenjang S2 supaya dapat lebih bermanfaat untuk Indonesia. Keseruan talkshow ini makin terasa saat Bu Devi Suradji memaparkan mengenai apa itu BUMN dan bagaimana caranya supaya dapat bekerja sebagai profesional muda di BUMN termasuk Pertamina.



Acara talkshow ini juga dihadiri oleh para finalis Citizen Journalist Academy atau CJA yang merupakan binaan dari Pertamina dan Liputan 6. Finalis Citizen Journalist Academy ini merupakan para mahasiswa yang lolos seleksi di tiga kota yaitu Jakarta, Semarang dan Balikpapan. Saya pernah lho mengulasnya di Citizen Journalis Academy, Sinergi Muda Pertamina . Silahkan dech kepoin langsung.

Ada satu uraian Bu Devi yang sangat mengena dihati saya yaitu dimanapun kita bekerja haruslah dengan hati. Hati harus senang dan penuh bahagia. Jika bekerja dengan perasaan bahagia maka pekerjaan sesulit dan seberat apa pun akan dapat dijalani dengan baik. Bu Devi juga menilai Pertamina sebagai salah satu BUMN yang terus berinovasi memberikan pelayanan prima serta memgelola sumber daya minyak dan energi dengan baik. Pertamina dengan program "satu harga" berupaya untuk memberikan pasokan dan pelayanan hingga pelosok negeri.

Talkshow "Sinergi Untuk Indonesia" ini juga menghadirkan Bapak Adiatama Sardjito VP Corporate Communication PT. Pertamina Persero. Bapak Adim menjelaskan bahwa Pertamina mempunyai bisnis migas terintegrasi dan menargetkan produksi minyak dan gas (migas) mencapai 1,9 juta barel setara minyak pada tahun 2025. Pertamina memiliki 6 kilang minyak yang tersebar di berbagai tempat di Indonesia.


Selain produksi dari ladang migas dalam negeri, BUMN energi ini juga berekspansi menggarap ladang migas di luar negeri. Pertamina berupaya untuk menggenjot produksi Hulu lapangan migas mancanegara untuk Indonesia. Hulu migas Pertamina energi untuk Indonesia berupaya untuk terus menggenjot produksi minyak dan gas bumi (migas) guna memenuhi kebutuhan energi nasional pada kuartal 2017. Produksi migas perseroan naik 6% menjadi sebesar 684ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD) dibandingkan periode yang sama tahun 2016.




Pertamina menyalurkan energi ke penjuru negeri. Pertamina memiliki 6.454 SPBU, 2856 unit mobil tangki, 227 kapal tanker (sewa dan milik), 123 terminal BBM, 66 depot pengisian pesawat udara (DPPU) dan 6 unit kilang minyak. Distribusi BBM juga dilakukan melalui jalur udara seperti ke Wamena (Kab. Jaya Wijaya).
Tantangan pendistribusian BBM dihadapi saat menyalurkan BBM melalui jalur sungai dan jalur darat di daerah pelosok tanah air.




Oh ya di booth Pertamina IBD Expo 2017, kalian akan mendapatkan banyak penawaran terbaik. Yuks ke IBD Expo 2017.


Promo beli Fastron 2 plus 1






Read more

Selasa, 19 September 2017

Mengapa Saya Poligami


Beberapa saat lalu, Emak sempat menulis tentang poligami dan banyak yang penasaran mengenai alasan dan kisah mengapa seseorang itu memutuskan untuk poligami. Menjawab rasa penasaran tersebut, Emak berusaha untuk mencatat semua curahan hati seorang laki-laki pelaku poligami dan seorang wanita yang memilih menjadi istri kedua.

Kedua orang ini adalah sahabat Emak yang secara ikhlas mau menceritakan isi hatinya supaya tidak ada lagi salah paham diantara kita eaaa. Selama ini banyak sekali pandangan kurang mengenakkan mengenai pilihan yang mereka ambil. Pilihan untuk poligami. Catatan Emak ini hanya ingin memberikan paparan dari sisi pelaku poligami tanpa ada maksud menyudutkan pihak manapun. Dan membuka pikiran beberapa pihak yang masih saja hobi menghakimi orang lain tanpa mencari tahu dulu latar belakang dan alasan mengapa seseorang sampai berbuat hal seperti itu.

Akhirnya Memilih Poligami

Ini adalah kisah seorang sahabat laki-laki Emak yang pada akhirnya memilih poligami demi kebaikan dan masa depan dirinya sendiri. Sebut saja A namanya. Emak mengenal A sebagai sosok laki-laki yang baik dan bertanggungjawab. Semasa kuliah dulu, Emak sering banget numpang ngetik di kosan A hingga hubungan kami cukup dekat sebagai seorang sahabat.

Emak cukup dekat dengan A dan sering menjadi tempat curhat ketika dia sedang suntuk atau sedang naksir seseorang. Bisa dikatakan Emaklah tempat tampungan ceritanya wkwkwk. Hingga pada akhirnya kami berpisah karena lulus kuliah namun hubungan persahabatan kami tetap terjalin.

Sempat hilang kontak selama beberapa tahun karena Emak tinggal di ujung Sumatera dan A melanjutkan S2 di negara tetangga. Namun takdir mempertemukan kami lagi dan kali ini membawa cerita panjang yang tak kunjung selesai.

Emak masih ingat betul, beberapa tahun lalu, sekitar tahun 2014 A menghubungi Emak melalui telepon seluler dan kami memutuskan untuk bertemu. Pertemuan pertama setelah terpisah beberapa tahun ini membawa kejutan untuk Emak. A datang ditemani dengan seorang wanita yang Emak tahu pasti itu bukanlah istrinya.

Di pertemuan itulah untuk pertama kalinya Emak mengetahui kalau A memiliki dua istri. A bercerita secara detil mengapa dia memutuskan untuk menikah lagi dan memiliki dua istri. Istri pertama A, seorang dokter lulusan universitas yang sama dengan tempat kami kuliah. Emak mengenal istri pertama A dengan cukup baik karena sempat satu kosan dengan Emak.

A mengatakan bahwa kepindahannya ke Malaysia sebenarnya adalah untuk mengikuti istrinya yang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah di salah satu universitas ternama di Kuala Lumpur. Istri A memang tergolong seorang yang sangat ambisius dalam pendidikan dan pintar pula. Sewaktu kuliah S1 dulu, dia rela tidur hanya 2 jam sehari demi menghafal isi diktat kedokteran yang segambreng banyaknya. Pernah pula nangis bombay karena mendapat nilai B untuk ujian praktikum biologi. Nilai B lho! Dan doi nangis kejer.

Kebetulan waktu kos, kamarnya persis di sebelah kamar Emak. Jadi Emak cukup paham dengan tabiatnya. Karena tahu sifatnya, Emak pun jadi heran kenapa istri A ini rela dimadu. Rasa penasaran inilah yang membuat Emak memaksa A untuk bercerita secara detil mengapa dirinya memutuskan poligami.


A bercerita bahwa sejak menikah tahun 2004, istri A terobsesi untuk dapat melanjutkan kuliah ke luar negeri. Sebagai suami yang mencintai istrinya, A selalu mendukung apapun keinginan istrinya. Termasuk untuk kuliah ke luar negeri dan menunda memiliki anak. 2 tahun setelah menikah, istri A mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah ke Malaysia. A pun mendukung keinginan istrinya tersebut dan ikut pula meneruskan kuliah S2 dengan biaya sendiri.

Mereka pun melanjutkan kuliah di Malaysia namun di universitas yang berbeda. Waktu pun berjalan, diusia pernikahan yang memasuki tahun keempat, A mulai merindukan kehadiran buah hati ditengah rumah tangga mereka. Apalagi pada saat itu, A sudah selesai S2 dan telah bekerja di perusahaan ternama. Kuliah sang istri pun telah selesai, tinggal menyelesaikan tugas praktek saja. Tapi, keinginan A untuk memiliki anak ditolak sang istri.

Alasan penolakkan istri A adalah karena dia lagi-lagi mendapatkan beasiswa dan kali ini ke Jepang. Sebenarnya Emak enggak heran sich kalau istri A fokus banget dengan karirnya karena sejak kuliah S1 dulu, dia memang bercita-cita dapat menyelesaikan pendidikan hingga gelar doktor di luar negeri dan menjadi dokter spesialis penyakit dalam yang mumpuni. Tapi Emak enggak nyangka kalau demi keinginannya tersebut, dia sampai menolak keinginan suaminya untuk memiliki anak dan mengorbankan rumah tangganya.

A masih berusaha memahami keinginan istrinya tersebut meskipun dia tidak dapat mengikuti istrinya untuk pindah ke Jepang karena beberapa pertimbangan. A terlalu mencintai istrinya hingga tak kuasa menolak keinginan istrinya dan terus mengesampingkan keinginan dirinya sendiri. Dengan berat hati, A merelakan istrinya kuliah di Jepang seorang diri. A pun kembali ke Indonesia.

Sekembalinya ke Indonesia, A bekerja di kantor pusat perusahaannya. Di sinilah ia mengenal B, istri keduanya. Gadis belia yang terpaut 7 tahun lebih muda usianya dari A. Saat awal kedekatannya dengan B, A sebenarnya menyadari bahwa dirinya telah menikah lalu berusaha menjaga jarak dengan B. Namun karena satu kantor dan satu divisi, kedekatan diantara mereka susah untuk dihindari.

Ketulusan dan perhatian B membuat A merasa nyaman berada dekat B. Hingga saat A jatuh sakit dan harus dirawat di RS, B setia menemani. A memang sudah tidak memiliki orang tua sejak kuliah dulu. Di saat sakit inilah, A mengharapkan istrinya datang namun kecewa yang dia dapatkan. A lebih memilih penelitiannya daripada pulang ke Indonesia untuk menemui suaminya yang sakit.

Peristiwa sakitnya A membuat hubungan A dan B semakin dekat. Menyadari ada perasaan yang berbeda pada B, A berusaha untuk membuat istrinya kembali ke Indonesia. Tapi usaha A ini sia-sia. Istrinya tidak bisa meninggalkan Jepang karena telah bekerja di sebuah RS di sana dan terikat kontrak.

Istri A meminta A untuk pindah ke Jepang dan meninggalkan karir  yang telah dirintis dengan susah payah oleh A. Hmmm egois banget sih istri A ini kalau menurut Emak. Ikutan emosi. Karena kecewa dan merasa tidak pernah dipedulikan oleh istrinya, A pun nekat menceritakan hubungannya dengan B pada istrinya. Dan A pun dibuat terkejut dengan respon yang diberikan istrinya. Ternyata istri A tidak keberatan A menikahi B daripada berzina. What?? Aneh banget yak. Ternyata ada yak di dunia ini istri yang rela menyerahkan suaminya untuk perempuan lain. Hanya karena ingin eksis berkarier. Tepok jidat . Oh ya semua kejadian ini terjadi di awal tahun 2014.

Emak sampai terbengong-bengong mendengar cerita A dan sejujurnya enggak percaya 100% kalau ada istri yang rela suaminya menikahi perempuan lain. Didorong rasa ketidakpercayaan itu, Emak pun meminta alamat email istri A karena kepo ingin tahu cerita dari versi istri A. Mau telpon langsung tapi mahal banget, ya sudah email saja.

Ternyata cerita yang Emak dapat sama persis dengan cerita Si A. Istri A tidak mau melepaskan karirnya untuk alasan apapun meski demi suaminya sendiri. Karena itu ia relakan A menikah lagi supaya ada yang merawat dan memberikan keturunan pada A. Emak pun spechles dibuatnya.

Okay kita kembali lagi pada cerita A. Apakah semua berjalan mulus bagi A untuk menikah lagi meskipun mendapat izin dan sepengetahuan istri pertama? Ternyata tetap tidak mudah untuk menikah lagi. A mengalami pergulatan batin sekaligus harus menghadapi tantangan dari keluarga sang istri dan keluarganya sendiri juga dari keluarga calon istrinya. Tetapi kebutuhan akan kasih sayang seorang istri dan pendamping hidup serta ingin memiliki keturunan, membuat A sedikit nekat dan tetap melamar calon istri keduanya. Melalui proses yang cukup panjang, akhirnya menikahlah A untuk kedua kalinya.

Menikah dengan memiliki dua istri meskipun istri pertama jauh di luar negeri, tidak membuat A luput dari cibiran lingkungan sekitar. Tetap saja ia menerima pandangan negatif karena memiliki dua orang istri. Emak sempat bertanya pada A kenapa tidak ia ceraikan saja istri pertamanya karena secara factual istri pertamanya tidak berperan sebagai seorang istri. Ternyata istri A menolak untuk diceraikan dengan alasan masih mencintai A begitu pun sebaliknya. Dan ada beberapa alasan lain berkaitan dengan karir istri si A. Hadeeh. Cinta tapi tidak mau mendampingi orang yang dicintainya.

Tahun lalu istri A pulang untuk berlibur ke Indonesia dan saat berada di Indonesia itu, Emak paksakan diri untuk menemui istri A kepo banget Emak ya wkwkwk. Emak penasaran banget bagaimana bisa dia merelakan suaminya menikah lagi dan memiliki anak dari wanita lain. Dari perjumpaan dengan istri pertama A, Emak menemukan semua jawabannya. Menurut istri A, hidup adalah pilihan dan dia memilih mimpinya untuk menjadi dokter yang bekerja di luar negeri meskipun dia harus mengorbankan perasaannya sendiri. Emak bertanya kenapa tidak cerai saja dan dia menjawab, cerai hanya akan mencoreng nama baik keluarganya dan dirinya sendiri. Ada beberapa alasan yang membuat istri A ini tidak dapat kembali ke Indonesia dalam waktu dekat. Hmmm Emak berusaha untuk memahami pemikiran istri A meskipun sulit.

Di sisi lain, menjalani pernikahan dengan dua hati yang sama-sama harus diperhatikan, bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan A. Meskipun istri pertamanya jauh tapi A tetap memiliki kewajiban untuk memperhatikan dan mengunjungi istri pertamanya termasuk menjaga hubungan baik dengan keluarga istri pertamanya. Belum lagi menghadapi pandangan sinis dari keluarganya sendiri dan cemoohan dari orang-orang sekitarnya.

A seringkali berkata pada Emak, meskipun sulit dan pahit tapi inilah takdir hidup yang harus dia jalani. Dia pun merasa bahagia dengan keturunan yang dia miliki saat ini dan istri kedua yang cukup mengerti posisinya tersebut. Nah, untuk kalian yang masih hobi nyinyirin hidup orang, tolong cerna kisah A ini dengan baik. Terkadang hidup memberikan pilihan cukup sulit tapi manusia memiliki hak untuk memilih jalan hidupnya sendiri.

Janganlah terlalu cepat menyimpulkan penilaian terhadap tindakkan yang dilakukan oleh orang lain meskipun kalian tidak suka dengan sikapnya tersebut. Belajarlah untuk menghargai pilihan hidup orang lain.

Emak juga sempat bertanya pada B mengapa dia mau menjadi istri kedua. Karena pasti akan membawa dampak bagi dirinya sendiri, orang tuanya, keluarganya bahkan anak-anaknya kelak. Jawaban B adalah dia siap dengan semua konsekuensinya karena dia yakin dia tidak salah pilih suami. Dia sangat mengasihi A dan memahami kekosongan hati yang dirasakan A. B merasa pilihannya ini tidak merugikan siapa pun karena istri pertama A sendiri yang memberi support dirinya untuk menikah dengan A. B pun merasa siap berbagi kasih dan perhatian A dengan istri pertamanya. Kalau sudah seperti ini, Emak pun enggak tahu harus berkata apa.

Kita tidak pernah tahu alasan dibalik semua pilihan hidup yang diambil orang lain. Dan bukan hak kita untuk memutuskan salah atau benar pilihan hidup yang diambil itu. Banyak misteri hidup di dunia ini yang terkadang tidak dapat kita pahami. Apalagi jika hanya mengandalkan logika saja. Perasaan dan hati manusia itu bagai lautan, dalam dan penuh gelombang.












Read more

Senin, 11 September 2017

SunLife Syariah, Asuransi Dan Wakaf


Pernahkah terlintas dipikiran kalian tentang kematian? Ih serem yak pertanyaan Emak. Enggak juga kog. Terkadang kita harus memikirkan kematian supaya selalu ingat bahwa hidup di dunia hanya sementara. Jika kita selalu mengingat bahwa kematian sangatlah dekat dengan kita, InsyaAllah hidup ini akan kita lalui dengan hal-hal yang bermakna dan bermanfaat.

Menurut ajaran agama Emak yaitu Islam, ada tiga hal yang akan kita bawa bersama jiwa kita ke kehidupan yang abadi yaitu amal kebaikan, ilmu yang bermanfaat dan doa anak sholeh. Amal kebaikan ini dapat bermacam-macam bentuknya. Dapat berupa amal jariyah, sedekah dan perbuatan kebajikan yang kita lakukan terhadap orang lain ataupun lingkungan sekitar.

Amal jariyah pahalanya tidak akan putus, terus mengalir. Amal jariyah ini termasuk wakaf. Apa itu wakaf? Sedikit Emak jelasin yak. Wakaf adalah harta benda yang tahan lama dan memiliki manfaat jangka panjang serta bernilai ekonomi dan diberikan untuk kepentingan orang banyak atau dikelola untuk kemaslahatan umat. Wakaf bisa berupa tanah, mobil atau pun rumah. Tapi terkadang kita sering bingung yak, mau wakaf tapi wakaf kemana? Dan harta benda apa yang tepat untuk diwakafkan?

Pertanyaan seperti itu, pasti bukan hanya ada dibenak Emak saja tapi juga dipikiran kalian. Iya khan? Emak yakin banget kalau masih banyak orang yang bingung tentang wakaf ini.
Menjawab kebingungan Emak, pada tanggal 9 September 2017 kemarin, Emak mengikuti acara Blogger Gathering SunLife Financial Syariah di The Hook Senopati. Pas banget sih tema Blogger Gathering SunLife ini dengan kebingungan yang Emak rasakan. Tema gathering ini yaitu membahas tentang asuransi syariah dan wakaf. Bahasan yang menarik, bukan?

Blogger gathering ini menghadirkan beberapa nara sumber yaitu Srikandi Utami (Head of Syariah Unit SunLife Financial Indonesia), Achmad Emir Farabie (Senior Manager Digital and Sosial Media Marketing SunLife Financial Indonesia), H.M Nadratuzzaman Hosen (Vice Chairman Badan Wakaf Indonesia).

H.M Nadratuzzaman Hosen dan Ibu Srikandi Utami

MC Blogger Gathering

Achmad Emir Farabie

Emak sebenarnya sudah lama mendengar tentang SunLife Financial atau lebih dikenal dengan asuransi SunLife. Hanya sebatas tahu dan pernah mendengar namanya saja sich. Tapi tidak tahu secara detil mengenai SunLife Financial. Baru sekarang nich Emak tahu kalau asuransi SunLife yang berasal dari Kanada ini, bukan hanya memiliki produk asuransi konvesional saja, tapi juga memiliki produk asuransi syariah.

SunLife Financial pertama kali didirikan tahun 1865 dan telah beroperasi di pasar utama dunia seperti Amerika Serikat, Hongkong, Inggris dan masih banyak negara lainnya. Di Indonesia sendiri, asuransi SunLife mulai beroperasi sejak tahun 1995 dan sampai sekarang.

Seiring berkembangnya asuransi di Indonesia, SunLife Financial juga melakukan inovasi terbarunya yaitu dengan menghadirkan SunLife Financial Syariah. SunLife Financial Syariah mengedepankan fasilitas terbaik dan terus menerus dalam konsep "client focus". "Client focus" ini yang akan memberi manfaat inovatif bagi nasabah dalam menentukan produk dan layanan sesuai dengan kebutuhannya.

 SunLife Financial Syariah adalah perusahaan asuransi jiwa syariah pertama yang memiliki manfaat wakaf pada polis asuransi jiwanya. Manfaat wakaf yang ada di asuransi jiwa SunLife Financial Syariah sesuai dengan fatwa DSN-MUI No.106/DSN-MUI/X/2016 tentang wakaf manfaat asuransi dan manfaat investasi pada asuransi jiwa syariah.



Ada beberapa aturan mengenai wakaf manfaat asuransi dan manfaat investasi asuransi syariah SunLife, yaitu: jumlah harta yang diwakafkan dalam santunan asuransi ketika peserta meninggal dunia adalah maksimal 45% dari total jumlah nilai polis asuransi yang dimiliki. Tidak boleh lebih dari 45%, kurang dari 45% diperbolehkan. Ketika peserta meninggal dunia maka dapat mewakafkan manfaat asuransi atau manfaat investasi.
Ketika peserta masih hidup maka dapat mewakafkan dana investasi maksimal 30% dari jumlah manfaat investasi yang dimiliki.

Polis asuransi tidak boleh semuanya diwakafkan karena tetap harus ada hak untuk keluarga si pemegang polis asuransi. Karena itu jumlah harta yang diwakafkan diatur sesuai dengan aturan agama. Wakaf juga tidak dapat dilakukan jika keluarga si pemegang polis tidak setuju.

Keuntungan memiliki polis Sunlife Financial Syariah yaitu nasabah dapat memberi warisan untuk ahli waris sekaligus dapat pula beramal jariah melalui wakaf baik saat hidup maupun setelah meninggal. Dengan asuransi syariah SunLife ini, nasabah tidak perlu bingung lagi bagaimana caranya dapat berwakaf.

Lalu kemanakah dana wakaf itu didistribusikan? Enggak perlu khawatir mengenai hal ini karena SunLife Financial Syariah menggandeng Badan Wakaf Indonesia, Rumah Zakat dan Dompet Dhuafa sebagai nazhir (pengelola wakaf). Ketiga badan sosial nirlaba ini telah memiliki kredibilitas yang baik sehingga dana wakaf tersebut dapat disalurkan secara tepat dan bertanggung jawab.
Dana wakaf tersebut akan dikelola dan disalurkan keberbagai sektor seperti pembangunan panti asuhan, sekolah di pelosok daerah, masjid dan dipergunakan untuk kemaslahatan ummat.

Seperti Dompet Dhuafa contohnya. Lembaga sosial ini memiliki program yang sangat jelas dan transparan untuk membantu memperbaiki taraf perekonomian kaum dhuafa, masyarakat di daerah konflik ataupun di pelosok negeri. Dompet Dhuafa memiliki kebun binaan, sentra kampung ternak bahkan memiliki agro pertanian yang dananya diperoleh dari zakat, infak, sedekah termasuk dari wakaf.

Semua dana yang masuk dikelola dan digunakan untuk kepentingan ummat.
Pengawasan terhadap lembaga ini pun, tidaklah main-main. Dompet Dhuafa memiliki beberapa akuntan publik untuk mengawasi dana umat yang mereka gunakan. Karena itu, sangatlah pantas jika SunLife Financial Syariah menggandeng Dompet Dhuafa sebagai pengelola wakaf.

SunLife Financial Syariah membuat berwakaf menjadi lebih mudah, terencana dan jelas penerimanya. Ingin pahala yang tidak pernah putus? Berwakaf saja melalui SunLife Financial Syariah. Berwakaf #lebihbaik.

Salah satu kebun binaan milik Dompet Dhuafa











Read more

Temu Blogger Kesehatan, Sehat Bersama GERMAS



Semarang merupakan salah satu kota kesayangan saya. Di kota ini, saya memiliki banyak sahabat yang sudah seperti keluarga. Karena itulah, Semarang selalu saya rindukan. Jika ada kesempatan untuk datang ke Semarang, pasti enggak akan pernah saya sia-siakan. Dan kesempatan itu kembali datang di akhir Agustus ini.

Tanggal 28-30 Agustus ini, saya menghadiri acara Temu Blogger Kesehatan di Hotel Santika Semarang. Alhamdulillah akhirnya saya dapat menikmati kembali suasana Semarang yang romantis. Acara Temu Blogger Kesehatan di Semarang kali ini dihadiri oleh teman-teman Blogger Jabodetabek dan dari Semarang. Suatu acara yang cukup jarang terjadi. Beruntung saya diberi kesempatan oleh Bunda Elisa Koraag dan Blogger Cihuy untuk ikut serta menjadi bagian dari acara tersebut.

Blogger Cihuy


Bandara Ahmad Yani, Semarang
Acara Temu Blogger Kesehatan di Semarang mengambil tema mengenai sosialisasi GERMAS dalam masyarakat. Acara ini menghadirkan beberapa orang pejabat dari Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat KeMenKes RI serta beberapa orang pejabat di lingkungan DinKes Provinsi Jawa Tengah.
Kasie Pencegahan Penyakit Tidak Menular, Dinkes Prov Jawa Tengah,  Arvian Nevi, SKM, DEA; Kepala Dinkes Kota Semarang, dr. Widoyono, MPH; Wakil Ketua Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam (PAPDI) DKI Jakarta, Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD, KGEH; Kepala Bag Hubungan Media & Lembaga, Indra Rizon, SKM, M.Kes.


GERMAS adalah gerakan masyarakat hidup sehat melalui tindakan CERDIK. GERMAS merupakan gerakan solutif dari KeMenKes RI sesuai instruksi presiden no.1 tahun 2017 untuk mencegah angka kematian yang semakin meningkat. GERMAS dijabarkan sebagai tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan bersama-sama oleh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Jika badan sehat dan bugar maka secara otomatis dapat melakukan kegiatan yang berkualitas bagi kehidupan.



Tujuan dari GERMAS ini adalah membentuk masyarakat berperilaku hidup sehat hingga berdampak pada kesehatan masyarakat terjaga, produktif dan lingkungan menjadi bersih. Pak Indra Rizon, SKM, M.Kes mengungkapkan bahwa di Indonesia selama kurun waktu empat tahun terakhir ini, telah terjadi pergeseran pola penyakit. Tadinya pelayanan kesehatan banyak melayani penderita penyakit menular namun akhir-akhir ini bergeser ke penanganan penyakit tidak menular. Pergeseran pola penyakit ini disebabkan karena pola hidup masyarakat.

Kalian sudah paham khan, Guys apakah itu penyakit tidak menular? Yups, PTM atau penyakit tidak menular adalah penyakit yang tidak menimbulkan resiko penularan terhadap orang lain seperti penyakit kanker, hipertensi, diabetes melitus. PTM ini memerlukan biaya pengobatan yang tidak sedikit. Sebab pengobatan harus dilakukan secara rutin dan berjangka panjang. Sedih yak. Nah oleh karena itu, kita harus mulai menjaga pola hidup nih, Guys. Pola hidup sehat melalui GERMAS, gerakan masyarakat hidup sehat. Yuks!



Pergeseran pola penyakit ke PTM yang memerlukan pengobatan dan perawatan jangka panjang menyebabkan beban pembiayaan kesehatan pemerintah meningkat. Hal ini juga mengakibatkan produktivitas keluarga menurun sehingga beban ekonomi keluarga bertambah berat bahkan jatuh miskin karena merawat anggota keluarga yang sakit salah satu penyakit tidak menular. Kondisi seperti inilah yang akhirnya mendorong pemerintah untuk menghadirkan BPJS Kesehatan atau Kartu Sehat untuk keluarga tidak mampu.

Resiko terjadinya PTM dapat dicegah. Oleh sebab itu perlu dilakukan suatu kegiatan pencegahan oleh seluruh masyarakat Indonesia disemua kalangan umur, jenis kelamin, jenis pekerjaan, status sosial, status ekonomi, di desa maupun di kota melalui GERMAS ini. Bentuk kegiatan GERMAS melalui CERDIK.

Apa sich CERDIK itu? CERDIK meliputi :

  • C= Cek kondisi kesehatan secara berkala. Kita harus melakukan cek kesehatan secara rutin minimal 6 bulan sekali. Apa saja yang harus diperiksa rutin? Yang harus diperiksa secara rutin adalah cek tekanan darah, cek kadar gula darah, cek kolesterol darah, tes darah lengkap, ukur lingkar perut dan khusus untuk perempuan adalah melakukan pemeriksaan payudara secara personal dan pribadi, melakukan tes IVA ( Inpeksi Visual Asam Cuka) untuk deteksi dini kanker leher rahim, test papsmear. Tes kesehatan seperti menimbang berat badan, mengukur tekanan darah, mengukur tinggi badan juga sempat dilakukan sesaat sebelum acara Temu Blogger Kesehatan dimulai. Hal ini dilakukan supaya Bloggr pun menjadi lebih peduli terhadap kesehatan dirinya sendiri. Termasuk saya. Supaya dapat lebih mengontrol berat badan wkwkwk. Dengan rutin cek kesehatan maka masalah kesehatan yang mungkin muncul akan dapat tertangani sedini mungkin sehingga angka kematian akibat telatnya pengobatan dapat teratasi.
  • E= Enyahkan asap rokok. Ini nich salah satu kebiasaan buruk masyarakat Indonesia. Senang banget sama rokok. Bahkan ada yang bilang kalau merokok sudah menjadi 'habit' orang Indonesia. Hadeuh. Merokok bukan hanya membawa dampak buruk bagi si perokoknya saja tapi juga untuk orang-orang yang ada disekitar si perokok aktif. Bahaya asap rokok ini bukanlah hal kecil namun dapat merenggut nyawa. Tuch serem khan? Asap rokok dapat mengendap di pakaian dan tangan si perokok aktif jika bersentuhan langsung dengan orang lain maka asap rokok ini akan menempel pula ke tubuh si perokok pasif. Dan asap rokok inilah yang berbahaya. Karena itu dari sekarang jauhkan diri dan keluarga kita dari rokok. Sakit sangat tidak enak dan mahal. Oleh karena itu mulailah berkata 'tidak' untuk rokok.
  • R= Rajin aktivitas fisik. Nah point ini nih yang menimbulkan pertanyaan tersendiri untuk saya. Jika aktivitas fisik disini diartikan sebagai olahraga, berarti saya termasuk orang yang jarang olahraga wkwkwk. Tapi saya termasuk tipe orang yang tidak bisa diam. Bergerak terus, minimal jalan kaki mondar mandir warung sayurlah hahaha. Sehari bisa lima sampai enam kali bolak balik, entah itu kelupaan beli garamlah, ketinggalan salah satu tentengan belanjaanlah. Pokoknya ada saja yang ketinggalan. Kemarin saya sempat bertanya secara personal pada dr. Ari, sesaat setelah acara Temu Blogger Kesehatan selesai, mengenai rajin aktivitas fisik ini. Ternyata yang dimaksud disini adalah dalam sehari minimal kita harus bergerak aktif selama 30 menit. Rutin yak. Minimal 30 menit. Jadi bisa tuh kalau kalian biasa jalan-jalan pagi keliling komplek perumahan atau jika jarak ke pasar, lumayan jauh, bolehlah sambil jalan pergi ke pasarnya. Itu sudah termasuk aktivitas fisik.
  • D=Diet sehat dengan kalori seimbang. Batasi makanan yang mengandung gula, garam dan minyak. Kurangi menyantap goreng-gorengan seperti pisang goreng, tempe goreng, tahu goreng, bakwan. Padahal semua makanan yang saya sebutkan barusan adalah makanan favorit saya sehari-hari. Harus mulai dikurangi nih porsinya. Kita harus perbanyak makan buah, sayur, protein dan minum air putih yang cukup. Intinya adalah makanlah makanan dengan nutrisi seimbang. Pola makan masyarakat sekarang ini yang gemar menyantap fast food, makanan instan yang disinyalir menjadi penyebab meningkatnya resiko terkena penyakit tidak menular. Yuks mulai saat ini, atur pola makan kita. Supaya badan sehat dan bugar.
  • I=Istirahat yang cukup. Tidur yang cukup. Begadang jangan begadang jika tak ada perlunya xixixi. Yess, hindari begadang. Tidur sesuai anjuran dokter. Sehari 6-8 jam. Tidak boleh kebanyakan atau kelebihan. Apapun yang berlebihan, pastilah tidak baik.
  • K=Kendalikan stress. Stress dapat memicu munculnya beberapa penyakit tidak menular seperti darah tinggi dan jantung. Hidup di perkotaan khususnya Jakarta ini, memang sangat rentan terhadap stress. Jalanan yang hampir tidak pernah lancar alias macet terus, pasti membuat penat kepala. Kepenatan ini jika tidak dapat kita kendalikan maka akan memicu stress. Kita harus mampu mengendalikan stress yang selalu datang menghampiri supaya pikiran dan jiwa tetap sehat.
CERDIK inilah yang harus kita lakukan dan sosialisasikan ke orang-orang terdekat kita supaya tetap dapat hidup sehat. Bukan hanya sehat tapi segar dan bugar. Yuk, hidup sehat melalui GERMAS dan CERDIK.



Makanan bergizi









Read more