Selasa, 22 Agustus 2017

Dibohongi Atau Dipoligami?


Belum lama ini, dunia maya dihebohkan oleh curhatan seorang istri untuk pacar suaminya. Sepertinya fenomena seperti ini sedang marak terjadi di negeri tercinta. Pelakor alias perebut laki orang sedang naik daun, Guys! Agak merinding disko sich dengernya. Pelakor! Mak sich tidak mau nambahin hujatan tentang pelakor. Tidak juga tertarik untuk ikut memojokkan pelakor, alasannya simpel sich karena sama-sama perempuan dan Mak pikir tidak akan mungkin terjadi perselingkuhan jika keduanya tidak mau sama mau. Jadi sebenarnya jika dianalisa maka kesalahan ada di kedua belah pihak.

Minggu ini pun lagi-lagi, dunia pergosipan diramaikan dengan berita poligami yang dilakukan oleh seorang penyanyi. Penyanyi yang terkenal alim dan religius. Dan yang bikin tambah heboh adalah curhatan si istri pertama yang merasa dibohongi oleh suaminya yang menikah secara diam-diam. Wah kebayangkan hebohnya dunia pergosipan? Wkwkwk

Dalam kasus Si Penyanyi ini, sejujurnya Mak gemas dengan tindakan yang dilakukannya. Tapi sebagai orang lain yang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dalam kehidupan rumah tangga Si Penyanyi dan istrinya, enggak berhak juga sich Mak ikut beropini. Mak yakin semua yang terjadi pasti ada alasannya. *padahal pengen lempar pedang

Mak sebenarnya heran juga sich kenapa Si Penyanyi tersebut sampai nekat untuk berpoligami.*Kepo alias penasaran. Mak tahu Allah memperbolehkan seorang laki-laki untuk berpoligami dengan syarat dapat berlaku adil. Catat ya! Berlaku adil.

Nah sekarang Mak mau tanya nich ke suami-suami yang ada niatan berpoligami, "Yakin dapat berlaku adil?" "Yakin istrinya ikhlas mengizinkan? Benar-benar ikhlas untuk berbagi dan tanpa sakit hati sedikitpun?" Karena yang Mak tahu nich hanya Allah yang dapat berlaku adil dan sangat jarang wanita yang mampu bersikap ikhlas untuk berbagi suami.

Mak bukannya menentang poligami, sama sekali enggak. Tapi Mak kurang dapat menerima beberapa alasan kenapa poligami terjadi. Apalagi sampai menimbulkan perceraian dan konflik antara Si Pelaku Poligami dan istri pertamanya.

Mak juga tidak mengatakan bahwa poligami itu salah. Tidak. Jika poligami dilakukan untuk melindungi harga diri atau keselamatan wanita kedua atau pun poligami dilakukan atas izin istri pertama, Mak sih enggak akan komen apa pun jika kondisinya seperti itu.

Mak setuju kalau seorang laki-laki kaya menikahi janda miskin yang umurnya 10-15 tahun diatasnya dan si janda tersebut memiliki banyak anak dan berpenampilan kurang menarik dan tidak cantik. Kalau seperti ini, silahkan berpoligami asalkan diijinkan istri pertama. Atau si istri pertama yang mencarikan jodoh untuk suaminya, pastinya ada alasan yang sangat kuat untuk tindakan seperti ini.

Tapi yang marak terjadi adalah suami diam-diam menjalin hubungan terlebih dulu sampai menikah dengan wanita kedua, setelah itu barulah meminta ijin untuk poligami. Hadeuh. 
Mak tahu sich kalau sebenarnya Mak atau siapapun tidak berhak untuk menghakimi siapapun pelaku poligami atau si pelakor. Kenapa Mak berkata seperti itu? Karena (lagi-lagi) kita tidak tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi dan alasan kenapa poligami itu sampai terjadi.

Kita tidak tahu dengan pasti apakah alasan sebenarnya sampai seorang wanita tertarik dan jatuh cinta bahkan sampai terlibat perasaan lebih lanjut lagi pada laki-laki yang telah menikah. Bisa jadi khan si wanita ini tidak tahu kondisi dan status sebenarnya si lelaki? Atau bisa saja si laki-laki merasa tidak bahagia dengan kehidupan rumah tangganya namun tidak berani pula untuk bercerai dengan istrinya karena beberapa pertimbangan. Banyak kemungkinan sich.

Mak tahu dalam pernikahan, pasti ada saja godaannya. Bahkan pada pasangan yang terlihat harmonis dan romantis. Godaan tersebut dapat terlewati asalkan rumah tangga atau pernikahan dilandasi oleh niat dan pemikiran yang sejalan. Mak yakin jika pernikahan dilandasi karena untuk meraih ridha Allah, Insya Allah apa pun godaannya pasti akan terlewati tapi jangan menyelipkan niat poligami juga dalam berumah tangga wkwkwk.

Ada lho seorang suami yang berpikir bahwa istrinya harus menerima poligami karena dapat membuatnya masuk surga. Jadi kalau mau masuk surga, istri-istri harus siap merelakan suaminya untuk poligami. Jiaaah. 

Membicarakan poligami memang tidak bisa hanya dilihat dari sudut pandang si pelaku poligami saja. Ini masalah kompleks. Melibatkan banyak pihak dengan berbagai alasan. Namun hendaknya, poligami tidak membuat kerugian ataupun ada pihak yang dizalimi. Jangan sampai istri pertama berada pada posisi buah simalakama atau merasa tidak memiliki pilihan selain tetap dibohongi atau mengikhlaskan untuk dipoligami.


Tidak semua istri memiliki keberanian untuk keluar dari lingkaran poligami ini. Banyak istri yang sebenarnya tidak terima karena dipoligami tapi tidak berani menentangnya karena beberapa alasan major seperti nasib anak, merasa tidak mampu membiayai diri sendiri, terlalu mencintai suaminya, menjaga nama baik dan aib keluarga.

Jika sudah seperti ini, istri seperti makan buah simalakama. Sama-sama sangat menyakitkan untuk dijalani. Karena itu, poligami ini sangat berat. Inilah yang harus dipertimbangkan dan dipikirkan secara matang.

Poligami bukan hanya membawa dampak pada kehidupan personal suami istri saja tapi juga berdampak pada kehidupan keluarga besar dan terutama pada kehidupan anak-anak mereka. Mak pernah dicurhatin oleh teman Mak yang bapaknya beristri tiga. Dan istri-istrinya tersebut tinggal dalam satu rumah utama. Teman Mak merasa tertekan secara psikis dengan status bapaknya tersebut. Merasa malu dengan lingkungan sekitar. Apalagi jika ada yang berkata, "oh kamu, anaknya Pak A yang punya tiga istri itu khan?" serta perkataan-perkataan lainnya yang menyangkut keluarganya.

Teman Mak menjadi pribadi yang introvert dan tidak percaya diri. Pandangannya tentang pernikahan pun menjadi buruk. Alhasil sampai saat ini, diusianya yang menginjak 40 tahun, dia tetap tidak ingin menikah. Alasannya karena tidak ingin bernasib sama seperti ibunya, menjadi istri kedua dan dicemooh sepanjang hidupnya.

Ini baru satu contoh dampak poligami yang dirasakan oleh anak pasangan poligami. Memang tidak selamanya poligami itu disertai dengan konflik tapi bagi anak-anak pasangan poligami, tetap saja mendatangkan beban psikologis yang tidak ringan. Hal semacam ini pula yang harus dipikirkan dan dipertimbangkan baik-baik oleh siapapun yang ingin berpoligami.

Mak pernah lho nanya pada seorang laki-laki yang memutuskan menikah lagi dengan cinta lamanya secara diam-diam namun tidak tega menceraikan istri pertamanya dengan alasan dia masih mencintai istri pertamanya tersebut. Sekilas, nampak egois sekali laki-laki ini.
Mak pun bertanya, "kenapa menikah lagi kalau masih cinta?". Dia menjawab, diusianya saat ini, dia membutuhkan istri yang bukan hanya cantik dan pintar tapi juga mampu merawat dan mendidik anaknya. Istri pertamanya ini, tidak bekerja tapi hampir setiap hari tidak ada di rumah, urusan rumah tangga dan anaknya diserahkan pada asisten rumah tangganya.

Hampir setiap hari, dia pulang ke rumah dan merasa kesepian. Hampa. Dia sedih melihat anaknya lebih "dekat" dengan asisten rumah tangganya. Kondisi seperti ini terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama. Hingga suatu saat, takdir mempertemukannya dengan wanita yang pernah dicintainya di masalalu dan telah menjanda. Bersemi kembalilah cinta lama tersebut dan laki-laki ini menemukan sosok istri serta ibu bagi anaknya pada diri wanita tersebut.

Memutuskan untuk menikah lagi, bukanlah perkara yang mudah baginya. Tapi dia berpikir, alangkah lebih menyakitkan dan memalukan lagi jika dia berselingkuh. Dia tidak mau membohongi istrinya terus menerus. Akhirnya dia memutuskan untuk berpoligami. Meskipun belakangan, akhirnya dia bercerai dengan istri pertamanya tersebut.

Pelajaran yang dapat diambil adalah poligami tidak semata-mata terjadi karena kesalahan dari pihak laki-laki atau karena godaan wanita lain saja. Tapi bisa juga karena kesalahan istri yang tidak dapat menjaga dan melayani suaminya dengan baik. Hingga memberikan celah pada wanita lain untuk menjadi bagian dari hidup suaminya.

Disini yang ingin Mak ungkapkan adalah alangkah bijaknya jika kita tidak langsung menghakimi pelaku poligami atau pun wanita yang dilabeli sebagai pelakor karena sesungguhnya kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dan Mak juga ingin mengingatkan pada laki-laki diluaran sana, poligami bukanlah hal yang mudah dan sederhana. Pikirkan dengan seksama sebelum memutuskan untuk menjadi pelaku poligami. Bukan hanya perlu pemikiran sekali atau pun dua kali pikir. Tapi harus ribuan kali.

Menyinggung mengenai "wanita kedua", kita tidak tahu alasan sebenarnya kenapa seorang wanita sampai tega menyakiti hati wanita lain. Jika memang "wanita kedua" ini sengaja ingin merusak rumah tangga orang lain, percaya dech kalau Allah tidak akan pernah tidur. Selalu ada balasan untuk setiap perbuatan yang kita lakukan, entah itu perbuatan baik atau buruk. Tapi bukan wewenang kita untuk menghakimi orang lain.

Sebagai seorang istri sekaligus wanita, Mak pribadi ogah banget dan jangan sampai dech mengalami poligami. Amit amit. Namun hidup adalah misteri, kedepannya enggak ada yang tahu. Tapi sebagai manusia, bolehlah Mak memohon untuk tidak dihadapkan pada masalah poligami ini. Masalah ribet dan complicated.

Semoga Allah selalu melindungi dan menjaga rumah tangga Mak dan kalian semua. Selalu menjaga hati kita karena hati manusia mudah sekali dibolak balik. Hati manusia mudah sekali berubah. Tidak ada gading yang tak retak, tak ada manusia yang sempurna. Karena itu sudah sepantasnya kita selalu mawas diri serta selalu berbenah diri. Merdeka! #TumbenMakJadiSeriusbegini wkwkwkwk.



Read more

Minggu, 20 Agustus 2017

Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa Bersama Kurbanesia, Tentukan Lokasi Berkahmu


Hai apa kabar? Sehat dan bahagia khan? Amiin. Jumpa lagi nich dengan Emak yang ngakunya hits ini *minta dikeplak. Kali ini Emak mau curcol tentang Hari Raya Idul Adha. Kurang lebih dua minggu lagi, kita akan merayakan Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban. Kenapa yak Emak kog curcol tentang Hari Raya Idul Adha? Karena Emak merasa miris mengingat kenangan (*uhuk) yang terjadi setahun lalu saat pelaksanaan kurban di sekitar lingkungan tempat tinggal Emak.

Tahun lalu pada pelaksanaan kurban di lingkungan tempat tinggal Emak, kog terasa salah atau kurang tepat sasaran kurban gitu, dihati Emak (*maklum yak Emak-emak selalu mainnya pakai hati eaaa). Kenapa Emak bisa berkata seperti itu? Karena daging hewan kurban itu dibagi rata ke seluruh penghuni komplek perumahan tanpa melihat apakah mereka muslim atau non muslim, apakah mereka mampu atau kurang mampu. Dan hanya sepertiganya saja atau sisanya yang disalurkan ke mesjid yang berada diluar komplek perumahan. Jadi kesannya lebih ke 'bagi-bagi' daging daripada pelaksanaan pembagian daging kurban.

Berdasarkan ilmu agama yang Emak dapat dari sekolah dan tempat mengaji, daging kurban dapat dibagikan untuk si pekurban (orang yang bekurban) tapi tidak lebih dari sepertiganya, fakir miskin yang ada di lingkungan tempat tinggal si pekurban dan fakir miskin yang meminta-minta. Jadi berdasarkan pemahaman tersebut, wajar dong yak kalau Emak dilanda kegalauan mengenai pendistribusian daging hewan kurban yang terjadi di tempat tinggal Emak. 

Ditambah lagi fenomena yang terjadi yaitu menumpuknya daging kurban di kulkas karena banyaknya yang memberikan daging kurban. Fenomena ini sepertinya tidak hanya terjadi pada Emak seorang, pasti banyak emak-emak di luar sana yang mendadak jadi "juragan daging" pada saat Idul Adha tiba wkwkwk. Terutama untuk yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta.

Sejujurnya Emak merasa kecewa dengan pelaksanaan pembagian hewan kurban di tempat Emak berkurban. Sudah beli hewan kurban mahal-mahal tapi tidak sesuai dengan perintah Allah dan Rasulullah. Sedih lho rasanya! 
Apalagi disaat yang sama, Emak mendengar dari cerita Si Embak yang bekerja di rumah Emak bahwa di kampungnya, di daerah Padalarang, Jawa Barat, jarang banget dapat pembagian daging hewan kurban. Desa Si Embak ini terletak di kaki bukit dan mata pencaharian penduduk desa adalah buruh teh atau pemetik teh. 

Emak otomatis langsung membandingkan dengan kondisi yang ada di tempat tinggal Emak. Satu rumah rata-rata mendapatkan 1,5 sampai 3kg daging. Seketika hati Emak menjerit. "Ach kalau saja tahu ada daerah dekat Jakarta yang jarang tersentuh pembagian daging hewan kurban, mendingan kurban di daerah itu dech."
Sejak saat itu, Emak berniat untuk kurban selanjutnya akan dilakukan di desa Si Embak jika Emak dan keluarga diberikan rezeki untuk bekurban lagi oleh Allah. 

Seiring berjalannya waktu *tsaah, Emak berkenalan dengan Dompet Dhuafa. Pasti sudah pernah dengar khan nama Dompet Dhuafa? Dompet Dhuafa adalah salah satu lembaga sosial nirlaba yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan. Untuk lebih mengenal lagi apa dan bagaimana kiprah Dompet Dhuafa, langsung meluncur saja deh ke Dompet Dhuafa 

Perkenalan dengan Dompet Dhuafa memberikan banyak informasi baru bagi Emak mengenai hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas sosial kemanusiaan termasuk mengenai program Tebar Hewan Kurban. Tebar Hewan Kurban? Apalagi tuch? Nich, Emak bisikin yak. Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa adalah program ekonomi sosial yang mengelola dan mendistribusikan hewan kurban ke daerah terpencil ke pelosok nusantara. 

Program THK ini telah dimulai sejak tahun 1994 dan distribusinya mencakup Pulau Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulaewesi, Nusa Tenggara, Papua hingga beberapa wilayah muslim minoritas, konflik dan bencana di luar negeri. Wow, Subhanallah. Dompet Dhuafa enggak main-main dengan komitmennya untuk dapat menyalurkan amanah para pekurban supaya tepat sasaran.

Tujuan utama THK Dompet Dhuafa adalah ikhtiar berbagi kebahagiaan melalui daging kurban ke seluruh pelosok negeri sekaligus menjadi program yang mampu membantu peternak dan masyarakat dhuafa memperoleh peningkatan kesejahteraan agar mandiri dan berdaya guna. Hal ini diwujudkan melalui proses pelibatan peternak pemberdayaan Dompet Dhuafa  yang juga mitra dari THK. Proses pelibatan peternak dilakukan sejak pemberian modal bibit hewan doka (domba dan kambing) atau sakeb (sapi dan kerbau), pembinaan pemeliharaan serta proses Quality Control oleh tenaga ahli dan melalui pengawasan dinas peternakan.

Kurbanesia, Tentukan Lokasi Berkahmu

Tahun ini, THK Dompet Dhuafa menghadirkan inovasi baru melalui "Kurbanesia, Tentukan Lokasi Berkahmu". Berkaitan dengan program Kurbanesia ini, pada tanggal 3 Agustus 2017, Emak diundang keacara "Bincang Kurbanesia Dompet Dhuafa, Tentukan Lokasi Berkahmu". Hadir dalam acara tersebut Mas Judi H Iswanto dan Bambang Suherman. Mereka menjelaskan mengenai THK Dompet Dhuafa bersama Kurbanesia,Tentukan Lokasi Berkahmu.


Kurbanesia,Tentukan Lokasi Berkahmu adalah program yang dibuat oleh Dompet Dhuafa untuk memberikan layanan pemilihan lokasi pendistribusian hewan kurban bagi para pekurban. Pekurban dapat memilih lokasi tempat dia ingin mendistribusikan hewan kurbannya setelah menerima email verifikasi atas transaksinya. Dalam email tersebut terdapat link Tiket Distribusi yang dapat diklik untuk menentukan lokasi distribusi dari hewan kurbannya.

Tiket Distribusi itulah yang merupakan layanan baru dari THK Dompet Dhuafa dan baru ada pada tahun 2017 ini melalui program Kurbanesia, Tentukan Lokasi Berkahmu. Tiket Distribusi merupakan modul distribusi hewan kurban yang diupdate kembali dalam sistem enterprise yang ada. Layanan terbaru Tiket Distribusi memberikan pilihan tambahan kepada para pekurban untuk dapat memilih sendiri lokasi penyaluran kurbannya sesuai rencana dan skema distribusi yang ada dan tersedia.

Bekurban melalui Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa bersama Kurbanesia, memberikan jaminan kepastian untuk para pekurban dalam menyalurkan hewan kurbannya supaya tepat sasaran dan enggak mengalami kekecewaan seperti yang pernah Emak rasakan. Dengan bekurban melalui THK Dompet Dhuafa bersama Kurbanesia, pekurban secara otomatis membantu para peternak Indonesia yang tergabung dalam mitra peternak Dompet Dhuafa melalui Program Kampung Ternak Nusantara. 

Banyak yang bertanya apakah jika bekurban melalui Dompet Dhuafa akan mendapatkan laporan yang cepat dan jelas mengenai hewan kurbannya? Yess, enggak perlu khawatir. Dompet Dhuafa dari tahun ke tahun selalu memberikan laporan secara transparan kepada para pekurban mengenai pelaksanaan proses penyembelihan hewan kurbannya. Laporan tersebut dikirimkan melalui pesan singkat dan surat elektronik.

Dompet Dhuafa sejak tahun 2015 telah mengembangkan sistem Dompet Dhuafa Enterprise Systems atau DESI. Dengan sistem DESI ini semua proses kurban mulai dari transaksi pekurban, distribusi hewan kurban ke berbagai daerah hingga laporan dari mitra pelaksana di lapangan dapat dikelola dengan baik. Jadi enggak perlu khawatir yak dengan proses pelaporan pelaksanaan penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban.

Bekurban melalui THK Dompet Dhuafa bersama Kurbanesia, jika dilihat dari segi si pekurban juga cukup menguntungkan. Pekurban memperoleh harga kurban jauh lebih murah dibandingkan jika dia membeli sendiri hewan kurbannya ke tempat pembelian hewan kurban. Harga hewan kurban di Dompet Dhuafa jauh lebih murah karena Dompet Dhuafa memiliki sentra ternak sendiri dan program kemitraan peternak. Kata Kurbanesia sendiri menggambarkan semangat Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa dalam menjejakkan kemandirian peternak indonesia.


Bekurban melalui THK Dompet Dhuafa bersama Kurbanesia, Tentukan Lokasi Berkahmu, tidak dipungut biaya tambahan apapun. Selain itu, pekurban dijamin memiliki hewan kurban berkualitas dan telah lolos uji kelayakan yang dilakukan oleh tim Quality Control (QC) THK Dompet Dhuafa dan langsung dibawah pengawasan dinas peternakan setempat.

Semua hewan kurban Dompet Dhuafa terjaga kualitasnya sebelum didistribusikan ke berbagai lokasi di seluruh Indonesia. Proses Quality Control dilakukan secara ketat. Tujuannya agar penerima daging kurban mendapatkan daging yang berkualitas dari para pekurban.


Lokasi pendistribusian hewan kurban 2017 terpilah menjadi tiga zona pengadaan hewan kurban dengan mengacu pada letak geografisnya. 
Titik sebaran kurban dipilih berdasarkan : 
A. Wilayah miskin, tertinggal dan pedalaman.
B. Belum pernah menikmati hewan kurban.
C. Wilayah bencana atau rentan konflik.

Tahun 2017 ini, sasaran penerima manfaat THK Dompet Dhuafa akan tersebar ke-25 provinsi yang mencakup 150 kabupaten/kota, 700 kecamatan dan 2500 kelurahan/desa. Penerima manfaat THK Dompet Dhuafa Kurbanesia 2017 ini berkisar lebih dari sejuta jiwa.



Untuk dapat bekurban melalui program THK Dompet Dhuafa bersama Kurbanesia, sangatlah mudah. Karena Dompet Dhuafa membuka konter dan gerai THK Dompet Dhuafa Kurbanesia dibanyak tempat termasuk di supermarket-supermarket besar seperti Carefour, Lottemart dan Hypermart. Mudah menemukannya, bukan? Selain dapat melalui gerai-gerai offline, pembayaran kurban THK Dompet Dhuafa Kurbanesia dapat melalui channel pembayaran secara online.
Nah, tunggu apalagi, yuk bekurban melalui THK Dompet Dhuafa Kurbanesia, Tentukan Lokasi Berkahmu.









Sentra Ternak dan Program Kemitraan Peternak Dompet Dhuafa melalui program Kampoeng Ternak Nusantara (KTN)



Sentra ternak adalah program yang menumbuhkembangkan entitas dari iklim kewirausahaan melalui pemberdayaan dan pendampingan peternakan rakyat baik dari aspek pembibitan, pembiakan dan komersil. Dompet Dhuafa juga memiliki program kemitraan peternak terutama peternak yang sudah pemandirian dan biasanya sudah memiliki kelembagaan.

Target kemitraan meliputi perluasan jaringan, penguatan kelembagaan, penguatan usaha, dan penyediaan hewan ternak. Sentra ternak aktif dalam event nasional.
Program pemberdayaan peternak dilakukan dengan pola pedampingan intensif meliputi : 
  • Segi ekonomi yaitu teknis beternak, kewirausahaan, pasar (kemana hewan ternak itu di jual) dan koperasi peternak.
  • Segi sosial yaitu penguatan ikatan sosial, kesehatan, pendidikan dan lingkungan.
  • Organisasi yaitu kepemimpinan, manajemen organisasi, manajemen lembaga dan pengelolaan dana bergulir.
  • Mental yaitu mencakup norma, keagamaan dan etos kerja serta kemandirian.
Target program pemberdayaan peternak, yaitu:
  1. Peningkatan pendapatan peternak
  2. Peningkatan kepemilikan aset produktif 
  3. Efisiensi pemeliharaan
  4. Etos kerja dan spiritual
  5. Kemandirian kelembagaan
Peternak yang tergabung dalam program mitra peternak Dompet Dhuafa dan sentra ternak secara otomatis juga menjadi mitra Tebar Hewan Kurban. Telah banyak peternak yang terbantu dengan program pemberdayaan peternak yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa. Program Kampoeng Ternak Nusantara Dompet Dhuafa dirasakan peternak begitu berkontribursi dalam melakukan pendampingan pemeliharaan dan pengembangbiakan hewan ternak. Program pemberdayaan tersebut dirasa mampu memberikan kesejahteraan dan memberdayakan para peternak lokal termasuk memberikan pembekalan dan jalur kemitraan untuk pemasarannya.

Sentra ternak dan program pemberdayaan peternak THK Dompet Dhuafa telah dirasakan manfaatnya oleh banyak peternak kecil di berbagai daerah di tanah air. Salah satunya adalah Dika, mitra peternak THK asal Parung, Bogor. Kesuksesannya memelihara 300 hewan ternak berupa kambing dan domba, dirasakannya setelah bergabung menjadi mitra peternak Dompet Dhuafa melalui program Kampoeng Ternak Nusantara (KTN). Melalui KTN, kambing dan domba ternaknya yang dikembangkan bersama kakaknya mampu menjadi salah satu penyuplai untuk program THK Dompet Dhuafa. Kehidupannya pun menjadi lebih baik setelah ia bergabung menjadi mitra ternak THK Dompet Dhuafa.

Bukan hanya Dika yang merasakan manfaat dari program THK Dompet Dhuafa namun banyak peternak di daerah lain yang juga telah merasakan peningkatan taraf hidup sejak tergabung dalam program kemitraan dengan THK Dompet Dhuafa. Semakin banyaknya orang yang bekurban melalui Dompet Dhuafa maka semakin banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh peternak mitra THK Dompet Dhuafa. Nah, setelah mendengarkan curcol Emak tentang kurban dan program THK Dompet Dhuafa Kurbanesia, apakah masih ragu juga untuk bekurban melalui THK Dompet Dhuafa Kurbanesia? Ayo, buruan tentukan sendiri lokasi berkahmu!

Dika, peternak mitra THK Dompet Dhuafa (dok. Dompet Dhuafa)









Read more

Rabu, 16 Agustus 2017

Fashion Show Tunggal Pertama Tiffany Kenanga


Hidup ini sebuah misteri, tak dapat diduga apa yang akan terjadi nanti. Kalimat ini sepertinya pas banget menggambarkan kehidupan saya. Saya tidak pernah menyangka akan berada dititik ini, tempat sekarang saya berdiri. Saya tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa saya akan menjalani hidup penuh cerita, warna warni dan sangat saya suka. Menjadi blogger cukup membawa banyak perubahan dalam kehidupan saya. Saya merasa semakin 'hidup' dan bersemangat tsaaah.

Enggak pernah membayangkan sebelumnya kalau saya bisa bertemu dengan banyak orang top negeri ini, mengunjungi tempat-tempat wisata keren, mengikuti banyak acara menakjubkan dan mendapatkan hadiah-hadiah yang menyenangkan hati. Semuanya itu saya dapatkan dari nge-blog. Termasuk kesempatan untuk menghadiri fashion show.

Wedeew, fashion show! Emak-emak seperti saya ini, yang enggak kenal dandan (enggak suka dandan sich tepatnya wkwkwk), buta banget  tentang mode dan fashion eh mendapat kesempatan untuk hadir dalam acara fashion show. Catat ya! Fashion Show. Bukan acara masak ya! Wah, sesuatu yang ruar biyasah bingit untuk saya hahaha.

Yups saya diberikan kesempatan oleh Blogger Crony Community untuk menghadiri fashion show tunggal salah satu desainer muda berbakat, Tiffany Kenanga. Gadis belia usia 17 tahun yang multi talenta. Kenapa saya katakan multitalenta? Karena Tiffany Kenanga bukan hanya mahir membuat gambar desain  baju cantik nan ciamik tapi juga memiliki kemampuan menyanyi yang cukup memukau. Bahkan Tiffany Kenanga telah mengeluarkan album rekaman musiknya beberapa waktu lalu. Anak muda yang patut dijadikan contoh nich! Diusianya yang masih terbilang sangat muda namun telah mampu berkarya. Bravo!

Fashion Show Tiffany Kenanga kali ini merupakan fashion show tunggal pertamanya dan bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan RI ke-72 tahun. Fashion show yang digelar di Main Atrium Mal PIM 2 ini cukup menyita perhatian para pengunjung mall. Dan mampu membuat saya terkesima juga sich xixixi norakmodeon. Maklum dech ya namanya juga pertama kali lihat fashion show hahaha.

Fashion show tunggal pertama "Tiffany Kenanga Made For You" ini menampilkan rancangan-rancangan bertema kebebasan dengan mengusung tagline Libertarian. Libertarian sengaja diambil oleh Tiffany Kenanga dalam rangka mengejawantahkan penafsiran makna "kemerdekaan/kebebasan" yang dituangkan dalam karya-karya busana terbarunya. Tapi jangan membayangkan lho kalau baju-baju rancangan terbaru Tiffany Kenanga ini semuanya berwarna merah putih seperti tradisi kemerdekaan RI seperti biasanya. Salah besar tuch kalau menyangka seperti itu.

Tiffany Kenanga tidak ingin terperangkap dengan tema merah putih seperti lazimnya perancang-perancang busana lain yang heboh mendesain baju-baju karyanya dengan nuansa merah putih sesuai dengan warna bendera republik tercinta ini. Tiffany memandang "kemerdekaan atau kebebasan" dari perspektif yang lebih luas dan filosofis dengan memadukan motif-motif kesukaannya yakni abstrak dan stripe secara berani kedalam desainnya sehingga meskipun secara visual kedua motif tersebut tidak mungkin difusikan namun kecerdasannya menentukan cutting membuat rancangan-rancangan ini nyaman dipandang dan mencerminkan semangat mudanya. Inilah arti kebebasan dan kemerdekaan versi Tiffany Kenanga yang ingin disampaikannya.


Fashion show tunggal pertama Tiffany Kenanga ini dihadiri pula oleh beberapa penggiat bisnis dan pengamat fashion, artis Angel Lelga, Sutradara Hestu Putra, Tasya dari Mecchanism dan beberapa kerabat dekat desainer. Fashion show yang cukup seru. Apalagi dihibur pula oleh penampilan Tiffany Kenanga sebagai seorang penyanyi.

Nah inilah karya-karya rancangannya yang kemarin ditampilkan dalam fashion show tunggalnya yang merupakan kerja bareng dengan BATA, Sariayu Martha Tilaar dan Pondok Indah Mall.


















Read more

Pemenuhan Hak Kesehatan Anak Untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045


Anak merupakan pelipur lara bagi orang tuanya. Anak adalah generasi penerus bangsa yang nantinya akan menentukan masa depan negeri ini. Apa jadinya republik ini jika generasi penerusnya mengalami banyak penderitaan, kurang gizi dan memiliki tingkat pendidikan yang rendah.

Saya sendiri sering merasa miris melihat anak-anak seumuran anak saya yang kecil, sekitar 7-8 tahun, berada di perempatan jalan raya untuk mengamen. Tubuh mereka yang kurus, lusuh dan jauh dari kesan bersih nampak menambah semrawutnya wajah negeri ini.

Saya tidak dapat mengerti, bagaimana bisa anak sekecil itu sudah wara wiri dijalanan besar ibukota? Kemanakah orang tua mereka? Orang yang bertanggung jawab terhadap diri anak-anak tersebut. Saya langsung teringat film Bunga Citra Lestari dan Joe Taslim baru-baru ini yang mengisahkan tentang anak jalanan. Apakah kisah yang saya lihat di layar kaca itu memang benar-benar mencerminkan kondisi sebenarnya yang terjadi di negeri ini?

"Badan Pusat Statistik: jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2017 sebanyak 27,77 juta orang dan 11 juta jiwa dari total penduduk miskin tersebut adalah anak-anak".
Bila merujuk data dari BPS tersebut, terlihat jelas bahwa  masih banyak anak Indonesia yang belum dapat menikmati haknya secara baik. Hak tumbuh kembang, hak mendapatkan kesehatan, pendidikan serta kehidupan yang layak. Menurut Unicef salah satu indikator tidak terpenuhinya hak-hak dasar anak adalah jika anak tidak mendapat gizi seimbang.

Pemenuhan gizi tidak seimbang pada anak salah satunya dikarenakan tingkat ekonomi yang rendah. Kemiskinan membuat anak tidak mendapatkan pemenuhan gizi seimbang. Jumlah anak Indonesia saat ini sekitar 84 juta jiwa dan seperempat diantaranya berada dalam garis kemiskinan.

Berkaitan dengan pemenuhan gizi tak seimbang pada anak, kemarin tanggal 7-8-2017, saya menghadiri diskusi publik Hari Anak Nasional 2017 bertempat di Aula Gedung A Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan, Jakarta. Diskusi Publik yang bertema tentang pemenuhan hak kesehatan anak untuk mewujudkan Indonesia emas 2045.

Penampilan Anak-anak SD Cugenang, Cianjur. Anak-anak Dengan IQ Tinggi

Hadir dalam acara diskusi publik tersebut yaitu Dr. Leny Nurhayati Rosalin (Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementrian Perempuan dan Perlindungan Anak), Dr. Eni Gustina MPH (Direktur Kesehatan Keluarga KeMenKes RI), Dewi Setyarini (Komisi Penyiaran Indonesia Pusat), dan Dr.dr.TB Rachmat Sentik, SpA MARS (Anggota Satgas Perlindungan Anak dan UKK Tumbuh Kembang IDAI). Mereka membahas mengenai pentingnya pemenuhan hak kesehatan anak termasuk hak mendapatkan asupan gizi yang seimbang guna menciptakan anak sebagai generasi emas 2045.

Dr. Eni Gustina MPH mengatakan bahwa salah satu penyebab anak tidak mendapatkan asupan gizi seimbang adalah maraknya iklan-iklan ditelevisi yang menyesatkan dan berita-berita hoax yang diterima mentah-mentah oleh masyarakat awam tanpa diteliti lebih dulu kebenarannya. Salah satu bentuk iklan menyesatkan seputar gizi anak adalah tentang susu kental manis. Susu kental manis pada dasarnya adalah gula yang dipadukan dengan lemak namun dalam iklan, ditampilkan seolah-seolah sebagai susu.

Iklan susu kental manis menjerumuskan ibu-ibu dalam pemahaman yang keliru. Susu kental manis bukanlah susu dan tidak boleh dikonsumsi oleh bayi dan balita. Namun kenyataannya, dalam iklan yang ditampilkan ditelevisi, susu kental manis seolah-olah adalah susu. Susu kental manis mengandung kadar gula dan lemak yang tinggi. Kebayangkan apa yang akan terjadi jika bayi dan balita mengkonsumsi susu kental manis setiap hari. Apalagi sebagai pengganti ASI.

Di pelosok negeri ini masih banyak ditemui ibu-ibu  yang memberikan bayi atau balitanya susu kental manis memakai botol susu. Mereka tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai bahaya gula dan lemak yang terkandung dalam susu kental manis. Mereka berpikir bahwa susu kental manis adalah susu.

Selain iklan susu kental manis yang menyesatkan, masih banyak lagi iklan makanan untuk anak yang cukup menyesatkan. Seperti iklan minuman buah. Iklan produk minuman buah tersebut menyebutkan bahwa minuman buah ini dilengkapi dengan vitamin dan mineral yang sangat diperlukan tubuh. Padahal kenyataannya minuman buah tersebut mengandung sacharin dan pengawet yang sangat merugikan kesehatan anak. Karena iklan minuman buah tersebut, ibu-ibupun merasa tenang memberikan minuman tersebut pada anaknya setiap hari dan lupa pada komposisi makanan.

Dr. Rahmat menambahkan bahwa gencarnya promosi makanan dan minuman dengan kandungan gula, garam, dan lemak yang tinggi akan berdampak pada pola pikir masyarakat. Masyarakat diharapkan kritis terhadap beberapa jenis makanan yang dapat mengganggu kesehatan anak dan balita.

Selayaknya, seorang ibu akan memberikan semua yang terbaik untuk keluarganya termasuk pemenuhan gizi seimbang untuk buah hatinya. Dr. Lenny menjelaskan bahwa di Indonesia banyak terjadi kasus anak memiliki tubuh kecil dari umurnya. Hal ini disebabkan si anak tidak menerima asupan gizi seimbang. Disinilah peran serta orangtua sangat dibutuhkan. Orang tua harus memastikan anak-anak terpenuhi haknya termasuk hak memperoleh gizi dan nutrisi yang diperlukan untuk tumbuh.

Maraknya iklan dan tontonan yang berimbas negatif untuk anak-anak sebenarnya telah diupayakan KPI untuk tidak ditayangkan di jam-jam tontonan anak-anak. Menurut Dewi Setyarini dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), KPI telah mengatur tontonan dan iklan sesuai dengan jam penayangannya. Ada jam-jam yang memang khusus untuk anak-anak. KPI sendiri selalu memantau tayangan-tayangan apa saja yang layak untuk ditampilkan sesuai dengan kategori jam tayang.




Saya sebagai seorang ibu dan orang tua memiliki kekhawatiran tersendiri mengenai tumbuh kembang anak terutama dari sisi sikap dan akhlak, mengingat semakin banyaknya tontonan yang hadir ditelevisi yang menurut saya kurang layak dijadikan tontonan anak-anak. Lihatlah sinetron yang ada ditelevisi, judulnya dan jam tayangnya untuk anak-anak tapi isi ceritanya penuh kekerasan dan adegan-adegan yang tidak sesuai ditonton anak-anak.

Sudah sepantasnya orang tua dan pemerintah memberikan perhatian khusus tentang tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus bangsa supaya tercapai Indonesia emas 2045.










Read more

Senin, 14 Agustus 2017

Pemenang Lomba Kreasi Masak Saat Ramadhan, Saatnya So Good Bersama So Good Dan Blogger Perempuan


Pasti sudah familiar dong dengan So Good? Apalagi untuk kalangan emak-emak, nama So Good sudah tak asing lagi. So Good adalah salah satu brand makanan siap saji cukup populer di negeri ini. Dari nugget, sosis, dan olahan serba ayam bahkan yang terbuat dari ikan pun ada.

Ramadhan kemarin, PT. So Good melaksanakan lomba kreasi masak, "Saat Ramadhan, Saatnya So Good". Lomba ini diikuti oleh ibu-ibu atau siapapun di seluruh pelosok negeri. Enggak tergantung umur dan tempat tinggal. Ada dua kategori yang dilombakan yaitu kreasi ayam potong So Good dan kreasi siap masak memakai produk-produk unggulan So Good seperti nugget, sosis dan produk siap masak lainnya.



Produk So Good

Selain lomba yang dapat diikuti oleh kaum wanita di negeri ini, PT. So Good bekerjasama dengan Blogger Perempuan Network juga mengadakan lomba blog Kreasi Masak Ramadhan So Good. Semakin meriah dong acara lomba kreasi masak yang diadakan So Good.

Untuk lomba kreasi masak So Good yang diselenggarakan melalui website So Good, terkumpullah sekitar 800 resep. Wuiiih banyak ya. Atensi tinggi tersebut mungkin dikarenakan hadiah yang ditawarkan So Good sangat menarik hati para wanita-wanita negeri ini. Sangat menggiurkan. Lagipula jarang khan ada lomba resep seperti ini?

Berkaitan dengan lomba kreasi masak Ramadhan So Good, pada tanggal 9 Agustus 2017 lalu, PT. So Good menggelar acara pengumuman nama pemenang Lomba Kreasi Masak Ramadhan So Good di Kopi Kalyan, Jl. Cikajang, Jak-Sel. Hadir dalam acara pengumuman nama pemenang lomba kreasi masak ini, Chef Ari Galih, salah satu tim juri dan beberapa wakil PT. So Good.

Hadir pula Ibu Any Astuti  selaku Marketing Manager PT. So Good yang memberikan hadiah pada para pemenang lomba. Dalam kesempatan itu, Bu Any menyatakan bahwa resep-resep yang masuk menandakan bahwa ibu-ibu atau wanita masa kini sangat kreatif, berinisiatif tinggi dan ingin selalu menyajikan masakan praktis nan lezat yang berprotein serta bergizi seimbang untuk keluarga tercinta.

Bu Any dan Mas Hartono dari So Good

Pernyataan Bu Any tersebut semakin diperkuat dengan penjelasan yang dipaparkan oleh Mas Hartono Ho selaku Brand Manager PT. So Good. Mas Hartono menjelaskan bahwa pemenang-pemenang yang dipilih adalah mereka yang berhasil menghadirkan kreasi masakan yang menggunakan atau memilih bahan-bahan yang mudah dicari dan tepat. Bahan-bahan itulah yang membuat masakan menjadi lezat dengan tekhnik dan cara pengolahan serta penyajian yang menarik tanpa mengurangi nilai gizinya.

Chef Ari Galih memaparkan bahwa pada dasarnya penilaian yang diberikan pada para peserta meliputi aspek kemampuan memberikan keunikan dan kreatifitas yang tajam, dapat menghadirkan keaslian resep, mampu menampilkan keseimbangan pemilihan bahan dengan produk penunjang yang digunakan, mampu menampilkan kreasi masakan yang memiliki unsur kesegaran dan kepraktisan dalam proses pembuatan masakan serta mampu menyajikan masakan yang praktis dan mudah dibuat. Semua unsur itulah yang digunakan dalam proses penjurian terhadap semua resep yang masuk.

Mas Hartono dan Bu Any pada kesempatan tersebut tak lupa memberikan ulasan bahwa proses pengolahan semua produk So Good menggunakan tekhnologi tinggi dan higienis. Tekhnologi yang digunakan untuk memproses Ayam Potong So Good menggunakan teknologi Individual Quick Frozen yaitu teknologi proses pembekuan dalam waktu 45 menit  pada suhu 35'C sehingga tetap menjaga kualitas dan kesegaran ayam.

Untuk kategori siap masak, semua produk So Good melewati proses pemasakan pada suhu 170'C selama tidak kurang dari 3 menit kemudian langsung dibekukan cepat untuk menjamin dan menjaga kesegaran , kelezatan dan nutrisi kandungan daging olahannya. Jadi meskipun masuk kategori frozen food, cita rasa semua produk olahan So Good tetap terasa dan terjaga.

Penjelasan-penjelasan yang diuraikan oleh perwakilan PT. So Good cukup menjawab semua keragu-raguan untuk mengkonsumsi produk So Good. So Good sangat peduli akan kualitas hidup yang dimiliki keluarga Indonesia termasuk bonding antara ibu dan anak.

Chef Ari Galih menambahkan bahwa dengan adanya produk So Good Ayam Potong memudahkan ibu-ibu untuk mendapatkan ayam potong dengan kualitas yang sangat baik. Dalam kesempatan itu Chef Ari Galih melakukan demo masak 2 resep yang keluar sebagai pemenang yaitu resep Mangut Ayam Daun Pepaya dan Bakso Penyet So Good Laksa Spesial.





Chef Ari Galih sangat terkesan dengan penampilan masakan para pemenang. Semuanya menampilkan masakan khas daerah yang beberapa diantaranya sudah jarang ditemui.

Dan inilah nama-nama pemenang Lomba Kreasi Masak Ramadhan So Good tiap kategori yang masuk di website resmi So Good, yaitu:


  • Kreasi Masak So Good Ayam Potong
  1. Juara 1 Enny Faizah dari Jogjakarta dengan resep Mangut Ayam Daun Pepaya.
  2. Juara 2 Ridha Annisa  dari Pati dengan resep Garang Asem Enoki So Good Gondorasih.
  3. Juara 3 Alexandria Keny dari Kendal dengan resep Arsik Ayam Bumbu Combrang.



  • Kreasi Masak So Good Siap Masak
  1. Juara 1 Chika Affandi dengan resep Bakso Penyet So Good Laksa Spesial.
  2. Juara 2 Yutakanayuta dengan resep Balado Terong Gulung Isi Chicken Stick Premium.
  3. Juara 3 Setianingsih dengan resep  Chicken Wing Mie Titi.

Dan inilah pemenang lomba blog Kreasi Masak So Good :


Selamat untuk seluruh pemenang. Semoga kreasinya mampu menginspirasi seluruh wanita di negeri tercinta ini agar selalu menyajikan makanan sehat dan bernutrisi seimbang untuk seluruh keluarga.



Para Pemenang Lomba Kreasi So Good

Bakso Penyet So Good Laksa Spesial

Read more