Jangan Anggap Remeh Nyeri Tulang Belakang

Salah satu ruangan di RS Premier Jatinegara

Kurang lebih tiga minggu terakhir ini, saya merasakan nyeri di sekitar tulang belikat, bahu dan daerah sekitar leher. Awalnya saya mengira rasa nyeri tersebut akan segera pergi setelah saya minum obat pereda nyeri atau pain killer. Ternyata perkiraan saya meleset. Rasa nyeri yang saya rasakan tidak juga pamit malah menjalar sakitnya sampai dada kanan. 

Beberapa cara sudah saya coba untuk mengusir rasa nyeri tersebut tapi tak juga berhasil. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk berkonsultasi ((kembali)) dengan dokter  di sebuah rumah sakit yang berlokasi di Jalan Alternatif Cibubur. Dokter yang sama yang sempat menangani saya saat mengalami gangguan tulang belakang, tepatnya saraf terjepit di bagian leher sekitar dua tahun lalu.

Saya berasumsi mungkin saya mengalami syaraf terjepit lagi hingga nyeri yang saya rasakan disekitar bahu, leher dan tulang belikat tak kunjung mereda. Hingga membuat saya tak nyaman untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Karena asumsi itulah saya memutuskan untuk kembali berkonsultasi dengan dokter yang sama dua tahun lalu. Dan beberapa hari yang lalu saya akhirnya menemui dokter tersebut. 

Serangkaian pemeriksaan awal pun kembali dilakukan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa asumsi saya tidak terbukti. Dokter mengatakan bahwa rasa nyeri yang saya rasakan dikarenakan saya mengalami nyeri tulang belakang. Nyeri tulang belakang yang saya rasakan ini merupakan akibat dari perbuatan saya sendiri. Saya terlalu over menggunakan tangan kanan tanpa jeda, kelamaan duduk dengan posisi yang sama dan tidak diselingi dengan relaksasi akibatnya syaraf sekitar leher menjadi kaku. 

Saya disarankan untuk lebih "bijak" dengan diri sendiri dan diberikan beberapa obat untuk mengatasi rasa nyeri tersebut. Namun jika rasa sakit tersebut tak juga mereda meski sudah minum obat, saya harus  secepatnya kembali lagi untuk berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk menemukan penyebab dan solusi dari rasa sakit tersebut.

Blogger dan Vlogger Gathering RS Premier Jatinegara, Mencegah dan Mengatasi Nyeri Tulang Belakang

dr. Wismaji Sadewo, Sp. BS(K)

Ditengah rasa nyeri yang masih saya rasakan namun dalam skala yang masih "terkendali", saya berkesempatan untuk mengikuti Blogger dan Vlogger Gathering yang dihelat oleh RS Premier Jatinegara. Tema Blogger dan Vlogger Gathering tersebut pas banget dengan kondisi saya sekarang, nyeri tulang belakang. Blogger dan Vlogger Gathering yang diadakan oleh RS Premier Jatinegara menghadirkan dr. Wismaji Sadewo, Sp. BS(K), ahli bedah syaraf (neuro surgery) RS Premier Jatinegara, Jakarta Timur.

Menurut dokter yang berwajah sumringah ini, hampir semua orang pernah mengalami nyeri atau sakit akibat adanya gangguan pada tulang belakangnya. Tulang belakang yang memiliki jumlah sebanyak 33 ruas ini, dapat mengakibatkan rasa nyeri di daerah sekitar bahu, punggung, pinggang, leher bahkan terasa sampai kaki. Nyeri tulang belakang biasanya lebih banyak dialami oleh wanita terutama yang berusia diatas 30 tahun.

Nyeri tulang belakang merupakan rasa sakit yang terjadi di sepanjang tulang belakang, yakni mulai dari dasar leher hingga ke tulang ekor. Kebanyakan kondisi yang terjadi adalah karena adanya tekanan pada saraf tulang belakang. Hal itu bisa disebabkan karena  berbagai faktor seperti adanya kelainan bentuk tulang belakang, adanya massa atau tumor, trauma, penyakit degeneratif (penuaan), gangguan otot atau akibat perbuatan kita sendiri seperti yang terjadi pada saya. 

Penggunaan high heel dalam waktu lama dan terlalu sering tanpa adanya jeda, juga dapat memicu munculnya nyeri tulang belakang. Nyeri tulang belakang dapat pula terjadi karena stress fisik dan mental, kurangnya aktivitas fisik, kegemukan, gangguan pada sendi, terjadi infeksi dan olahraga berat tanpa melakukan pemanasan. Selain itu melakukan pekerjaan berat dalam jangka waktu yang lama tanpa adanya istirahat, dapat pula mengakibatkan nyeri tulang belakang. Misalnya bekerja sebagai supir kendaraan  roda empat antar kota antar provinsi (jarak jauh ya maksudnya).

Sepertinya kecil kemungkinan untuk tidak mengalami nyeri tulang belakang. Meskipun demikian kita harus tetap menjaga 33 ruas yang ada pada tulang belakang tersebut supaya tidak mengalami gangguan dan tetap dalam kondisi baik. Jika tidak ingin terus disiksa oleh nyeri yang diberikannya. Meskipun mungkin kita akan tetap mengalami nyeri tulang belakang tapi tidak nyeri dalam skala diatas empat dan dapat hilang dengan sendirinya.

Seperti yang diutarakan oleh dr. Wismaji Sadewo, Sp. BS (K), pada kondisi nyeri dibawah skala empat,  rasa nyeri dapat menghilang sendiri dan minum obat dapat menjadi solusi penghilang rasa nyeri atau peradangan yang terjadi tersebut. Namun, jika rasa nyeri berada pada skala diatas empat dan tidak juga mereda bahkan cenderung meningkat dan terjadi berulang, hal ini menunjukkan ada "sesuatu" yang lebih serius terjadi pada tulang belakang kita dan tidak bisa diatasi dengan pain killer saja. 

Jika mengalami kondisi seperti itu, harus segera berkonsultasi dengan dokter agar secepatnya diketahui penyebabnya dan diobati. Nyeri tulang belakang memang tidak langsung menyebabkan kematian, namun rasa sakit yang ditimbulkannya terasa sangat menyiksa bagi penderitanya. Sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan membuat emosi jadi tidak stabil. Dan itulah yang saya rasakan selama berbulan-bulan pada dua tahun lalu hingga saya memutuskan untuk berkonsultasi dengan dokter dan akhirnya melakukan pengobatan secara rutin dan melakukan fisioterapi. 

dr. Wismaji menambahkan ada beberapa nyeri tulang belakang yang mengharuskan penderitanya menjalani operasi. Termasuk pada kondisi syaraf kejepit, ada yang harus dioperasi dan ada pula yang bisa diobati dengan pengobatan dan fisioterapi. Untuk mengatasi  dan mencegah gangguan tulang belakang, dr. Wismaji menyarankan untuk rutin berenang. Berenang diyakini dapat membantu mengatasi serta mencegah nyeri tulang belakang. 

Jika mengalami rasa sakit atau nyeri di bagian leher, pinggang, kesemutan di daerah bokong, sekitar kemaluan, sering buang air kecil, dan tidak bisa mengontrol buang air kecil, jangan pernah diabaikan. dr. Wismaji menggarisbawahi jika mengalami kondisi seperti itu, untuk segera berkonsultasi ke dokter karena kemungkinan besar mengalami nyeri tulang belakang yang mungkin saja serius. Dan percaya juga deh sama saya, nyeri tulang belakang itu enggak banget deh. Lebih baik secepatnya dicari solusinya. Entah dengan minum obat, fisioterapi, botox atau operasi. 

RS Premier Jatinegara Jakarta Timur

RS Premier Jatinegara Jakarta Timur

RS Premier Jatinegara Jakarta Timur merupakan salah satu rumah sakit swasta yang bernaung di bawah kepemilikan Ramsay Simedarby Health Care yang merupakan operator jasa layanan kesehatan terbesar di Australia. RS ini merupakan rumah sakit tipe B dan memiliki sarana serta prasarana yang cukup lengkap. Rumah sakit ini juga didukung oleh dokter spesialis dan sub spesialis yang ahli dan kompeten dibidangnya.

RS Premier Jatinegara memiliki pelayanan 24 jam yang siap melayani dan menerima siapa saja yang memerlukan pertolongan. RS Premier Jatinegara saat ini telah menjadi salah satu rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. 
Pelayanan 24 jam yang dimiliki oleh RS Premier Jatinegara meliputi:
@ ambulance
@ Unit Gawat Darurat
@ laboratorium dan bank darah
@ farmasi
@ radiologi
@msct scan
@ MRI 1,5 Tesla
@ hemodialiasa atau alat cuci darah
@katerisasi jantung/primary PCI

Selain pelayanan 24 jam, rumah sakit yang berada tak jauh dari Terminal Kampung Melayu ini, memiliki dokter umum, dokter spesialis dan sub spesialis yang telah berpengalaman dan memiliki integritas baik. Jadi tak perlu ragu untuk datang berkonsultasi atau meminta bantuan dan pertolongan dari RS Premier Jatinegara jika membutuhkan pertolongan medis.

Rumah sakit ini juga dilengkapi dengan Premier Executive Clinic yaitu klinik yang melayani kasus-kasus non emergensi dan pengobatan yang reguler, antara lain spesialisasi dan sub specialisasi. Waktu pelayanan klinik ini dari hari Senin-Sabtu dari jam 15.00 sampai 21.00 WIB. Tarif biaya untuk klinik ini lebih mahal daripada tarif klinik reguler yang memiliki pelayanan klinik dari pagi sampai siang.

Alamat RS Premier Jatinegara (sumber website ramsay simedarby)

RS Premier Jatinegara terus berinovasi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pasiennya. Salah satunya dengan menghadirkan pendaftaran rawat jalan melalui whatsapp atau sms di nomer 08111637666 (wa) atau ke nomer 08129777666 untuk sms. Pasien pun dapat lebih mudah untuk melakukan pendaftaran. 

Hadir dalam acara Blogger dan Vlogger Gathering RS Premier Jatinegara


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Astra Financial Sponsor Utama GIIAS 2019

Pemeriksaan Prodia Prosafe NIPT, Deteksi Dini Kelainan Kromosom Pada Bayi

Masak Aman Bersama BrightGas, Keceriaan Kehangatan Keluarga