Jadilah Konsumen Pintar, Cek KLIK Sebelum Belanja


Salah satu hobi saya:belanja

Teliti Sebelum Membeli

Dahulu atau sekitar beberapa tahun yang lalu, saya termasuk orang yang mudah banget termakan godaan promo harga diskon. Baik itu secara offline maupun online. Setiap melihat ada promosi menggiurkan disebuah supermarket, saya seketika lupa diri. Asik saja belanja barang-barang yang sedang turun harga dan saking semangatnya memborong produk yang sedang turun harga tersebut, saya acapkali lupa untuk melihat "expired date" produk yang akan saya beli bahkan sering lupa mengecek apakah produk tersebut telah terdaftar di BPOM atau MUI. Cukup parah juga sih kecerobohan saya saat sudah berhadapan dengan promo yang dilancarkan oleh supermarket atau toko online pada waktu itu.

Saking kalapnya belanja karena gak mau kehabisan barang-barang yang sedang didiskon, saya juga sering  lupa memastikan bahwa barang yang saya beli tersebut memiliki kemasan yang utuh, baik dan tanpa cacat. Saya sering asal ambil saja produk-produk  diskon dan lupa bahwa tidak semua barang tersebut dalam kondisi yang layak untuk dikonsumsi. Padahal mayoritas produk atau barang yang masuk ke dalam keranjang belanjaan saya adalah produk makanan. Yang menuntut sikap kehati-hatian dalam membelinya. 

Produk yang sering saya beli

Saya suka banget belanja jika ada sale besar-besaran. Seperti ada kepuasan tersendiri saat berhasil membeli barang dalam jumlah banyak dengan harga minimalis. Namun seperti yang saya katakan sebelumnya, saya seringkali lalai dan tidak teliti dalam belanja. Alhasil saya pun pernah dihinggapi perasaan menyesal karena belanja tanpa ketelitian.

Beberapakali kejadian, saya menemukan produk pangan yang sudah saya beli ternyata memiliki waktu kedaluwarsa yang tinggal beberapa hari lagi. Dan saya pun kelimpungan sendiri menghabiskan produk pangan tersebut. Padahal saya membelinya dalam jumlah yang lumayan banyak. Karena awalnya saya berpikir untuk menyetok barang tersebut. Mumpung sedang harga diskon, begitu pikir saya. Eh ternyata produk pangan yang saya beli, hampir expired. Tadinya ingin untung eh malah jadi buntung..hadeeh.

Saya pun pernah membeli makanan kaleng yang ternyata kalengnya itu sudah karatan dan sedikit penyok. Tergiur oleh harga yang murah, saya lupa mengecek apakah makanan kaleng tersebut masih dalam kondisi baik dan layak makan. Saya juga nyaris tidak pernah memperhatikan komposisi dari produk makanan yang saya beli. Apakah makanan tersebut menggunakan pemanis dan pewarna buatan yang membahayakan tubuh atau tidak. Padahal seharusnya bagian inilah yang harus diutamakan dalam berbelanja produk makanan supaya kesehatan diri dan keluarga tetap terjamin.

Saya sering gelap mata dalam berbelanja saat ada diskon dan promosi yang menggoda hati. Yang penting saya mendapatkan barang dengan harga yang jauh lebih murah. Kebiasaan buruk saya ini sempat membuat saya mengalami kerugian yang cukup lumayan besar dan akhirnya mengubah saya menjadi seorang konsumen yang sangat teliti dalam membeli produk terutama saat membeli produk pangan, kosmetik, obat-obatan dan suplemen kesehatan, terlebih lagi jika saya membelinya melalui daring. 

Sekarang, sebelum memutuskan untuk membeli produk, saya akan mencari tau lebih dahulu mengenai produk yang ingin saya beli dan memastikan apakah produk tersebut dalam kondisi baik dan layak konsumsi atau layak pakai. Saya akan bertanya secara detil pada si penjual sebelum saya memutuskan untuk membeli produk tersebut. Saya tidak mau mengulangi kesalahan yang sama lagi. Sudah cukup saya mengalami kerugian akibat kalap belanja produk diskon.

Peristiwa yang membuat saya kapok belanja secara membabi buta terjadi pada akhir tahun lalu. Seperti tahun sebelumnya, menjelang pergantian tahun, saya menyiapkan beberapa bingkisan akhir tahun untuk kolega suami yang merayakan Natal dan Tahun Baru. Biasanya saya membeli langsung bingkisan tersebut di sebuah supermarket tak jauh dari rumah. Tapi kali ini, saya tergoda untuk membelinya di toko online yang terdapat disalah satu market place yang ada di tanah air.

Singkat cerita karena tergiur dengan harganya yang jauh lebih murah, saya pun membeli 13 buah bingkisan berupa parcel produk makanan di toko online tersebut. Saya sama sekali tidak curiga apakah barang-barang yang ada dalam parcel tersebut produk makanan yang aman dan layak untuk dikonsumsi. Tanpa pikir panjang, saya langsung memesan dan membayarnya.

Namun apa yang terjadi saat parcel-parcel tersebut sampai di rumah saya? Ternyata kondisi parcel sudah tak indah lagi, rusak dibeberapa bagian. Bukan hanya itu, pas saya buka kemasan parcel dengan tujuan merapikannya kembali, saya tak sengaja melihat expired date yang terdapat pada kemasan salah satu produk makanan. Dan terkejutlah saya jadinya. Expired date tinggal 3 hari lagi.

Perasaan saya pun mulai gak enak, saya lihat produk yang lain yang ada dalam parcel. Duh saya makin dibuat patah hati. Beberapa barang ternyata enggak jelas mereknya dan ijin edar yang tertera mencurigakan gitu. Tempelan. Setelah membongkar semua parcel dan mengeceknya satu persatu, hanya ada dua parcel yang produk-produknya aman dikonsumsi. Sisanya harus pindah ke tempat sampah. Hiiiiks.

Sejak peristiwa tersebut, saya tak lagi gegabah dalam membeli sesuatu produk terutama produk pangan, kosmetik, obat-obatan termasuk obat tradisional. Saya selalu mengecek terlebih dulu kemasannya, labelnya, memastikan bahwa produk tersebut ada ijin edarnya dan kedaluwarsanya masih cukup lama. Kesadaran untuk teliti sebelum membeli kian tinggi setelah saya beberapa kali menghadiri acara yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia.

Saya pun memperoleh tips menjadi konsumen yang pintar dan teliti dari Badan POM.
Tips Menjadi Konsumen Pintar menurut Badan POM, yaitu:
1. Beli produk pangan sesuai kebutuhan;
2. Teliti sebelum membeli. Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin edar dan Kedaluwarsa);
3. Jika produk yang dibeli bermasalah segera hubungi HaloBPOM 1500533.

Kampanye Badan POM RI "Ayo Cek KLIK Sebelum Belanja" dan Launching Aplikasi BPOM Mobile

Acara kampanye Badan POM RI di Lippo Mall Kemang

Upaya untuk membangun kesadaran serta awareness masyarakat untuk selalu teliti sebelum membeli produk makanan, obat-obatan dan kosmetik melalui gerakan "Ayo Cek KLIK" terus dilakukan oleh Badan POM RI. Badan POM RI merasa berkewajiban untuk memberikan perlindungan bagi konsumen. Dan salah satu cara yang dilakukan oleh Badan POM RI adalah dengan melakukan berbagai program edukasi yang berkelanjutan hingga masyarakat tidak asal membeli dan sembarangan mengonsumsi produk hanya karena tergoda oleh harganya yang murah, harga diskon, penampilannya yang menarik dan lain-lainnya. Padahal produk tersebut berbahaya jika dikonsumsi dan merugikan konsumen.

Badan POM sebagai instansi yang mengawasi peredaran obat dan makanan di Indonesia berkewajiban untuk memastikan bahwa produk pangan, kosmetik, obat-obatan termasuk obat tradisional yang beredar di Indonesia semuanya aman. Oleh karenanya, BPOM RI mengajak semua pihak untuk selalu teliti sebelum membeli dan melakukan Cek KLIK.

Ayo Cek KLIK Sebelum Belanja

Cek KLIK adalah serangkaian proses mengecek Kemasan, Label, Izin edar dan Kedaluwarsa sebelum membeli produk atau barang yang akan dikonsumsi. BPOM RI melalui kampanye "Ayo Cek KLIK" mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia menjadi konsumen yang pintar, cerdas dan berdaya saing dengan cara teliti sebelum membeli.

Ingat Cek KLIK sebelum belanja meliputi:
- Kemasan; pastikan kemasan produk dalam kondisi baik, tidak bolong, sobek, berlubang, karatan, penyok dan dalam keadaan bersih;
- Label; baca informasi produk yang tertera pada labelnya dengan teliti dan cermat;
- Izin edar; pastikan produk yang akan dibeli memiliki izin edar dari Badan POM RI;
Kedaluwarsa; pastikan produk yang akan dikonsumsi tidak melampaui batas masa kedaluwarsanya.

Cek KLIK terlebih dulu sesaat sebelum memutuskan untuk membeli produk dan jika ada kecurigaan mengenai produk yang hendak dibeli atau dikonsumsi, segera laporkan ke Badan POM RI dengan cara menghubungi contact center HaloBPOM 1500533 atau bisa langsung mendatangi kantor Badan POM terdekat yang ada di lingkungan tempat tinggal.

Berkaitan dengan upaya Badan POM RI untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya "Ayo Cek KLIK Sebelum Belanja", Sabtu tanggal 7 September 2019, Badan POM RI menghelat acara talkshow bersama bertemakan "Ayo Cek KLIK, Pilih Obat dan Makanan Yang Aman", di Avenue Of Stars, Lippo Mall Kemang. Acara talkshow ini dibarengi juga oleh acara launching aplikasi BPOM Mobile yang dapat membantu masyarakat dalam pengecekan produk obat, kosmetik dan makanan yang terdaftar secara lebih mudah yaitu dengan mengunakan smartphone.

Narasumber Talkshow Badan POM dan launching aplikasi BPOM Mobile

Acara talkshow Badan POM RI dipandu oleh Ananda Omesh dan menghadirkan nara sumber, Ojak S. Manurung (Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Kementerian Perdagangan); Tulus Abadi (Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)); Faturrahman (Wakil Ketua Umum DPD Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) DKI Jakarta); Ibu Penny K. Lukito (Kepala Badan POM RI) dan Ussy Sulistyawati mewakili konsumen.

Bu Penny pada kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa Badan POM RI terus berusaha untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk selektif dalam membeli dan menggunakan obat, kosmetik dan produk pangan. Badan POM terus mengedukasi masyarakat melalui Kampanye Cek KLIK serta memperkenalkan aplikasi BPOM Mobile (2D barcode).

Bu Penny Lukito, Kepala Badan POM RI

Bu Penny menjelaskan bahwa aplikasi ini memudahkan masyarakat dalam melakukan pengecekan produk obat dan makanan yang terdaftar melalui scanning 2D barcode pada label produk, melakukan pengaduan terhadap suatu produk serta memperoleh berita terbaru dari Badan POM. Penerapan 2D barcode telah diatur dalam Peraturan Kepala Badan POM No.33 tahun 2018 tentang Penerapan 2D Barcode dalam Pengawasan Obat dan Makanan.
"Dengan kampanye Cek KLIK masyarakat diedukasi untuk menjadi konsumen yang pintar, cerdas, teliti dan berdaya dalam melindungi diri sendiri, keluarga dan lingkungannya".
(Penny K Lukito, Kepala Badan POM RI)
Upaya menyebarkan edukasi mengenai cara memeriksa kemasan, label, izin edar dan kedaluwarsa ini bukan hanya tugas Badan POM semata. Pelaku usaha dan lintas sektor terkait termasuk asosiasi dan lembaga sosial masyarakat harus ikut terlibat. Keterlibatan pelaku usaha ritel merupakan salah satu bentuk tanggung jawab pelaku usaha dalam memberikan perlindungan konsumen berupa penyediaan produk yang aman dan berkualitas serta edukasi bagi konsumen disarana ritel. Hal ini diperkuat oleh penjelasan Bapak Faturrahman dari Aprindo.

Aprindo merupakan asosiasi pelaku usaha yang memiliki pengurus daerah di 34 (tiga puluh empat) provinsi di seluruh Indonesia dan beranggotakan 40.000 (empat puluh ribu) ritel modern kecil hingga besar. Salah satu wujud nyata sinergi antara Badan POM dengan Aprindo adalah pemasangan materi edukasi Cek KLIK pada display counter di sarana ritel seluruh Indonesia.

Bapak Faturrahman juga mengingatkan agar selalu menjadi konsumen yang pintar dan teliti dalam membeli dan memilih produk yang akan dikonsumsi. Konsumen yang pintar dan teliti harus melalui tiga tahapan, tahap pertama yaitu teliti sebelum membeli diantaranya adalah mencari tau terlebih dulu informasi seputar produk yang ingin dibeli, berapa harganya dan komposinya; tahap kedua yaitu teliti pada saat membeli atau transaksi dengan cara Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin edar dan Kedaluwarsa) dan tahap terakhir yaitu pada saat setelah transaksi terjadi jika produk yang dibeli ternyata tidak sesuai dengan kondisi yang seharusnya atau produk yang telah dibeli ternyata ada hal-hal yang mencurigakan, sesegera mungkin laporkan ke YLKI dan Badan POM RI.

Ussy Sulistyawati dan Bu Penny

Ussy Sulistyawati mewakili pihak konsumen menanyakan pada Ibu Penny mengenai produk kosmetik yang dijual secara online terutama produk kosmetik import. Ussy bertanya apakah semua produk kosmetik tersebut harus memiliki ijin dari Badan POM RI. Dan dijawab oleh Bu Penny bahwa semua produk yang beredar di tanah air haruslah memiliki ijin edar dari Badan POM baik itu yang dijual secara offline maupun melalui daring (penjualan online). Diakhir talkshow, Ibu Penny dan Pak Ojak tak bosan-bosannya mengingatkan untuk selalu Cek KLIK sebelum belanja.

Setelah acara talkshow dan peluncuran aplikasi BPOM Mobile, keempat narasumber mendatangi salah satu hypermarket yang ada di Lippo Mall Kemang untuk memeriksa dan mensosialisasikan Cek KLIK kepada pengunjung hypermarket tersebut seraya memperkenalkan aplikasi BPOM Mobile pada masyarakat luas. Bu Penny juga mengimbau kepara para pengunjung hypermarket agar menjadi konsumen yang pintar, teliti dan berdaya saing. Beliau mengingatkan "Ayo Cek KLIK" sebelum belanja dan gunakan aplikasi BPOM Mobile untuk mempermudah mengecek ijin edar produk yang resmi terdaftar di Badan POM.

Penampilan memukau Rio Febrian

Acara talkshow dan peluncuran aplikasi BPOM Mobile semakin hangat dan semarak dengan penampilan Rio Febrian. Penampilan penyanyi dengan suara yang menyentuh relung jiwa ini, menjadi penutup rangkaian acara talkshow "Ayo Cek KLIK Sebelum Belanja", peluncuran aplikasi BPOM Mobile dan kunjungan ke hypermarket yang ada di Lippo Mall Kemang.

Talkshow Badan POM dan penampilan Rio cukup menyita perhatian para pengunjung mall dan cukup banyak diantara pengunjung Lippo Mall Kemang ikut menyaksikan dengan seksama tema talkshow, "Ayo Cek KLIK Sebelum Belanja". Bahkan ada beberapa diantara pengunjung yang terlibat aktif selama acara talkshow berlangsung. Semoga saja dengan digelarnya acara ini oleh Badan POM RI, semakin banyak konsumen yang menyadari pentingnya teliti sebelum membeli dengan cara Ayo Cek KLIK sebelum membeli dan memilih produk.

Badan POM sebagai pengawas peredaran makanan dan obat di tanah air

Dalam acara Talkshow "Ayo Cek KLIK Sebelum Belanja"

BPOM Mobile

BPOM Mobile

BPOM Mobile merupakan aplikasi berbasis mobile phone yang dapat diinstal dengan mengunduh aplikasinya pada Google Play/Play Store untuk smartphone android dan App Store untuk pengguna smartphone apple. Aplikasi ini juga memungkinkan pembeli untuk melakukan pengawasan mandiri pada produk yang akan dibelinya. Melalui peran aktif pembeli untuk mengecek produk yang ingin dibelinya, maka pihak retailer/produsen akan terbantu untuk mengetahui jika ada produk yang bermasalah.

BPOM Mobile merupakan aplikasi yang memudahkan masyarakat untuk memeriksa produk melalui pemindaian QR Code. Beberapa informasi yang tertera tentang nama dan jenis produk, produsen produk, izin edar, dan tanggal kedaluarsa. Melalui aplikasi ini, masyarakat juga dapat melakukan pengaduan terhadap suatu produk serta memperoleh berita terbaru dari Badan POM.

BPOM Mobile memiliki fungsi  sebagai berikut:
- Verifikasi produk dengan melakukan scan pada 2D barcode yang terdapat pada produk obat dan makanan;
- Pengaduan terkait produk obat dan makanan yang terdaftar di Badan POM;
- Menampilkan berita terkini dari Badan POM seputar pengawasan obat dan makanan.

Cara Menggunakan BPOM Mobile
Cara menggunakan aplikasi ini cukup mudah. Pertama, buka aplikasi BPOM Mobile yang sudah terinstal pada smartphone. Klik gambar atau ikon BPOM Mobile.
Kedua, setelah aplikasi terbuka, pilihlah fitur yang ingin digunakan. Fitur BPOM Mobile terdiri dari verifikasi produk, pengaduan dan berita terbaru dari Badan POM.
Jika ada masalah dalam mengakses aplikasi, klik tombol titik tiga pada kanan atas aplikasi kemudian pilihlah laporkan masalah aplikasi.

Tampilan Aplikasi BPOM Mobile

- Cek produk  yaitu menu untuk memindai 2D barcode;
- Riwayat scan yaitu menu untuk melihat riwayat pemindaian yang telah dilakukan;
- Berita yaitu menu untuk mengakses berita pengawasan obat dan makanan yang dikeluarkan oleh Badan POM;
- Pengaduan yaitu menu untuk melakukan pengaduan produk yang tidak ditemukan.

Scan barcode

Sejalan dengan maraknya penjualan melalui online, aplikasi BPOM Mobile (2D Barcode) memberi kemudahan kepada masyarakat dalam melakukan pengecekan produk obat dan makanan yang terdaftar melalui scanning 2D barcode pada label produk. Informasi yang dapat diperoleh masyarakat dengan memindai 2D barcode antara lain: nomor izin edar atau nomor identitas produk yang berlaku, nomor bets atau kode produksi, tanggal kedaluwarsa, serta nomor serialisasi.

Disclaimer yang terdapat dalam info pada aplikasi BPOM Mobile

BPOM Mobile dapat membantu masyarakat untuk memverifikasi apakah nomor yang tertera pada kemasan benar telah terverifikasi dan terdaftar di BPOM. Jika tidak ditemukan berarti produk tersebut belum terdaftar di Badan POM dan sebaiknya produk tersebut tidak dikonsumsi. Hal ini bertujuan untuk menghindari keracunan serta hal-hal yang tidak diinginkan yang mungkin terjadi setelah konsumen mengkonsumsi produk makanan tersebut.

Aplikasi BPOM Mobile ini diharapkan dapat semakin mempermudah dan membantu masyarakat untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan mengenai Cek KLIK sebuah produk makanan dan obat. Saya pun sekarang sudah enggak perlu repot lagi jika butuh informasi seputar nomer produksi, ijin edar ataupun hal-hal yang menyangkut produk pangan dan obat-obatan. Kehadiran aplikasi ini semakin melindungi hak-hak konsumen untuk memperoleh produk yang berkualitas dan layak dikonsumsi. Saya sudah download loh aplikasi BPOM Mobile, kalau kamu??
#BelanjaAman #AyoCekKLIK

Fitur Berita dari BPOM Mobile




Komentar

  1. Emang ya, teh.. kalau dah belanja apalagindiskonan suka khilaf.. xixixi.. besok2 kayaknya ga lagi deh semenjak ada aplikasi bpom nih. Apalagi bisa ngecek kadarluasanya. Kadang kan suka ga ketulis tuh dikemasan.

    BalasHapus
  2. Wah, ini dia yang yang aku kepoin dari kemaren2 :) Mamah pintar itu kalo shopping ga cuma kudu hemat kan? Tapi paling penting tuh kita sebagai konsumen wajib paham dan tau lebih cepet ttg kedaluarsa produk, BOPM nya gimana, halal dll :) Praktis bener caranya kita download aja aplikasinya. Mau coba ah!

    BalasHapus
  3. Cek Klik penting banget disamping cek list dalam urusan belanja.sekarang lho

    BalasHapus
  4. "senjata" barunya kaum Ibu nih saat berbelanja harus lebih waspada dengan keamanan produk yang dibeli ya, Cek KLIK ini sangat bermanfaat supaya siapapun (gak kaum Ibu doang) gak salah beli produk yang justru membahayakan. Harus download juga nih.

    BalasHapus
  5. Pernah ada yang mau beli makanan kaleng tapi kemasannya peyok. Aku bilang nggak usah dbeli eh masih maksa. Sosialisasi seperti ini nih yang kita inginkan ya Mak

    BalasHapus
  6. Penting banget buat kita meakukan cek klik ya mbak. Saya juga pernah dulu tergiur promo2, padahal expired 3 hari lagi, duh padahal bisa bahaya kl dikonsumsi tubuh. Syukurlah skrng ada aplikasinya

    BalasHapus
  7. Wah gampang banget ya sekarang ada BPOM Mobile. Jadinya bisa lebih mudah mengetahui apakah produk yang akan kita beli itu sudah Aman.

    BalasHapus
  8. Produk jajanannya kita kok sama ya, potato chips hehe.. aku sangat dukung aplikasi cek klik nih, supaya konsumen tetap merasa aman

    BalasHapus
  9. Iya nih mak gara gara gak teliti saat membeli eh anak tetanggaku dulu ada yang meracunan minum jus yang kemasannya kotak itu loh. Padahal baru beli, ternyata expired

    BalasHapus
  10. Hiks sedih banget mbak dapat parcel kadaluwarsa dan nyaris kadaluwarsa. Andai yg mengirim tahu pasti juga kecewa ya. Cek klik memang penting sekali demi keamanan dan kesehatan konsumen

    BalasHapus
  11. Aduh bener banget mba, kalo dah belanja liat yang diskonan,murah bikin gelap mata semua pengen di beli dan gak sampai cek exp, kemasan, dan label yang gak tahu aman buat kesehatan ya, syukurlah sekarang ada aplikasi BPOM CEK KlIK Sebelum belanja yang bantu kita untuk menjadi konsumen yang cerdas berbelanja

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Astra Financial Sponsor Utama GIIAS 2019

Pemeriksaan Prodia Prosafe NIPT, Deteksi Dini Kelainan Kromosom Pada Bayi

Penyakit Langka di Indonesia