Lima Alasan Mengapa Harus Kurban Melalui Program Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa

Program Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa

Tak terasa Hari Raya Kurban tinggal sebentar lagi. Kurang dari sebulan, seluruh umat muslim di belahan bumi ini akan merayakan Idul Adha atau Hari Raya Kurban. Gimana nih, kalian sudah ada rencana untuk berkurban? Atau sudah punya niatan berkurban tapi masih galau dan belum tahu akan menyerahkan hewan kurban ke mana serta harus membeli hewan kurban di mana? Masih dilanda kebingungan. Tenang, saya akan membantu menjawab semua kegalauan dan kebingungan tersebut dengan menceritakan mengenai sebuah program yang diusung oleh Dompet Dhuafa dalam menyongsong Hari Raya Kurban. 

Oh ya sebelum saya lanjutkan untuk menceritakan tentang program Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa, sudah pada tau atau minimal pernah mendengar kan tentang Dompet Dhuafa? Alhamdulillah lumayan banyak tulisan saya mengenai Dompet Dhuafa dan salah satunya adalah tulisan milad Dompet Dhuafa ke-25 tahun . Kalian bisa membacanya supaya lebih mengenal Dompet Dhuafa.

Dompet Dhuafa merupakan lembaga nirlaba sosial yang tahun ini genap berusia 26 tahun. Dompet Dhuafa hadir memberikan solusi bagi kaum dhuafa agar mampu berdikari melalui program pemberdayaan umat. Dan seluruh dana yang digunakan adalah hasil zakat, infak dan sedekah yang dibayarkan para donatur dan pezakat pada Dompet Dhuafa. Selain memiliki program pemberdayaan umat, Dompet Dhuafa juga memiliki program rutin tiap tahun yang dilakukan jelang Hari Raya Kurban yaitu Program Tebar Hewan Kurban.

Qadarullah, sudah tiga kali saya berkesempatan mengikuti program sociotrip Dompet Dhuafa ke daerah pemberdayaan kelompok ternak binaan Dompet Dhuafa. Sociotrip ini dalam rangka memperkenalkan Program Tebar Hewan Kurban ke masyarakat umum. 

Oh ya kalian pasti bertanya-tanya, apa sik Program Tebar Hewan Kurban itu? Tebar Hewan Kurban merupakan program ekonomi sosial yang mengelola dan mendistribusikan hewan kurban ke daerah terpencil ke pelosok nusantara. Tujuan dari program Tebar Hewan Kurban ini adalah usaha berbagi kebahagiaan melalui daging kurban ke seluruh pelosok negeri termasuk beberapa negara tetangga sekaligus menjadi program yang dapat membantu para peternak yang tadinya hidup sebagai masyarakat dhuafa hingga memperoleh peningkatan kesejahteraan melalui program mitra ternak Dompet Dhuafa. 

Para peternak dibina dan dibimbing melalui proses pelibatan peternak pemberdayaan Dompet Dhuafa yang dikenal dengan Program Kampoeng Ternak Nusantara. Proses pelibatan peternak dalam Program Kampoeng Ternak Nusantara dilakukan sejak pemberian modal bibit hewan doka (domba dan kambing) atau sakeb (sapi dan kerbau), pembinaan pemeliharaan serta proses Quality Control oleh tenaga ahli termasuk pengawasan oleh Dinas Peternakan setempat. Hewan ternak milik kelompok ternak binaan inilah yang didistribusikan sebagai hewan kurban.

Setiap tahunnya, Tebar Hewan Kurban menjadi puncak atau panen bagi mitra ternak binaan Dompet Dhuafa karena hewan ternak merekalah yang menjadi garda terdepan penyebaran hewan kurban ke daerah-daerah penyebaran hewan kurban Dompet Dhuafa.

Tahun ini, saya (lagi-lagi) diberikan kesempatan untuk mengunjungi salah satu daerah pemberdayaan ternak domba kambing Dompet Dhuafa yang berada di Desa Cikondang, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jawa-Barat.

Sociotrip Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa Tahun 2019 ke Kelompok Ternak Al Ikhwan, Desa Cikondang, Kec.Cibeber, Cianjur, Jawa Barat

Tahun ini adalah tahun ketiga saya mengikuti sociotrip Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa. Meskipun sudah pernah mengikuti beberapa kali sociotrip THK Dompet Dhuafa, saya selalu menemukan hal baru yang menambah wawasan saya mengenai perawatan serta cara meningkatkan kualitas hewan kurban. Khusus tahun ini, saya baru tau bahwa domba kambing (doka) rutin dimandikan dan dipangkas bulu-bulunya untuk menjaga kesehatan fisiknya. Gak ubahnya seperti hewan peliharaan manusia lainnya seperti kucing dan anjing. Saya pikir hanya anjing dan kucing saja yang rutin dimandikan dan dipangkas bulu-bulunya agar  selalu terlihat cantik dan terjaga kesehatan kulitnya. Ternyata doka pun sama.

Doka dicukur bulunya

Kali ini saya mengunjungi sentra ternak yang berada di Desa Cikondang, Cibeber, Cianjur. Awalnya saya kira lokasi peternakan domba kambing Kelompok Ternak Al Ikhwan, Desa Cikondang, Cibeber, Cianjur bisa ditempuh sekitar 3-4 jam dari Jakarta, ternyata saya keliru. Kondisi jalan yang padat dan cenderung macet, membuat waktu tempuh menjadi molor hampir dua jam. Desa Cikondang terletak tidak jauh dari pasar Cibeber. Jalan masuk menuju desa hanya cukup dilalui satu mobil saja. Kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju Saung Kandang Kelompok Ternak Al Ikhwan. Sesungguhnya ini adalah perjalanan yang melelahkan. Tapi rasa lelah tersebut terbayar lunas oleh keindahan desa Cikondang.

Sambutan Perwakilan Kelompok Ternak Al Ikhwan Desa Cikondang 

Pertamakali menginjakkan kaki di Cikondang, rasanya langsung betah saja. Angin semilir dan pemandangan padi hijau royo royo memanjakan mata saya. Biasanya saya selalu disuguhkan kebisingan ibukota tapi di Cikondang, saya dihadiahi pemandangan cantik beserta udara segar pegunungan. Untuk dapat mencapai kandang doka (domba kambing) milik Kelompok Ternak Al Ikhwan, saya dan peserta sociotrip lainnya harus berjalan kaki melalui jembatan gantung yang bikin jantung menjadi dag dig dug der. Apalagi klo ada yang iseng menggoyang-goyang jembatan. Duuh bikin syer syeran deh hahaha.

Menyusuri jembatan (foto : Bowo)

Untung saja pemandangan yang terhampar didepan mata bikin hati kian bahagia. Padi yang tumbuh subur dan kicau burung-burung sawah yang seolah-olah mengucapkan salam selamat datang. Sekali lagi saya katakan saya langsung jatuh cinta dengan Cikondang. Rombongan sociotrip Dompet Dhuafa disambut hangat oleh para peternak Al Ikhwan yang merupakan mitra binaan Dompet Dhuafa. Kehangatan tersebut kian terasa saat kami menikmati hidangan yang disuguhkan.

Kelompok Ternak Al Ikhwan memiliki dua kandang doka dengan jumlah sekitar 300 ekor doka. Doka inilah yang dipersiapkan sebagai hewan kurban dalam program THK tahun 2019 ini terutama untuk memasok kebutuhan hewan kurban sekitar Kecamatan Cibeber dan sekitarnya. Doka yang berada di kandang milik kelompok Peternak Al Ikhwan adalah doka yang terpantau quality controlnya. Doka doka ini dirawat dan dipelihara dengan seksama agar menjadi hewan kurban yang lolos kriteria yang ditetapkan oleh Dompet Dhuafa.

Kandang doka Kelompok Peternak Al Ikhwan

Doka rutin dicukur bulu-bulunya hingga tak ada yang menderita sakit kulit ataupun berkutu. Rutin pula dimandikan di sungai tak jauh dari kandang berada. Tepatnya sungai yang berada di bawah jembatan gantung yang saya lewati. Saya ikut melihat loh proses pencukuran bulu-bulu doka dan proses memandikan doka di sungai. Waah seru banget ternyata.

Proses memandikan doka

Saya melihat sendiri bagaimana ketatnya quality control yang diterapkan pada doka calon hewan kurban dalam program THK. Doka yang akan menjadi hewan kurban haruslah cukup beratnya, sudah tanggal gigi susunya dan harus sehat,tidak cacat dan terluka. Menurut saya, inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa saya harus berkurban melalui program THK Dompet Dhuafa.

Lima Alasan Mengapa Harus Kurban di Program THK Dompet Dhuafa

Setidaknya ada lima alasan mengapa harus kurban melalui Program Tebar Hewan Kurban ( THK ) Dompet Dhuafa, yaitu:

1. Program THK Dompet Dhuafa menghadirkan kemudahan layanan dalam berkurban

Kita dapat berkurban di Dompet Dhuafa melalui konter-konter kurban Dompet Dhuafa yang terdapat dibeberapa mall ternama, yang sering saya jumpai sih konter kurban yang berada di Bintaro Exchange dan Tamini Square, Jak-Tim. Transaksi pembelian hewan kurban dapat dilakukan melalui transfer rekening bank dan tersedia juga layanan jemput kurban.

Layanan ini bertujuan untuk memudahkan para pekurban yang ingin berkurban di sekitar Jabodetabek. Oh ya, semua transaksi yang terjadi dilakukan secara transparan ya. Begitu pun dengan layanan jemput kurban. Saat penjemputan, tim Dompet Dhuafa akan memberikan bukti penerimaan kurban yang sah kepada pekurban. Jadi tak perlu mengkhawatirkan legalitas kurban yang diberikan. FYI, layanan jemput kurban ini memudahkan pekurban yang tak punya cukup waktu untuk melakukan transaksi di gerai atau konter Dompet Dhuafa.

Selain dapat melakukan pembelian hewan kurban di konter kurban Dompet Dhuafa,pekurban dapat juga melakukan pembelian hewan kurban melalui 3 aplikasi yang telah bekerjasama dengan Dompet Dhuafa. Ketiga aplikasi tersebut adalah Tokopedia, Dana dan Bawaberkah;

2. Distribusi hewan kurban yang tepat sasaran

Untuk Hari Raya Kurban tahun ini, Dompet Dhuafa menargetkan kurban sebanyak 30.000 ekor dan pendistribusiannya menjangkau 34 provinsi di Indonesia termasuk wilayah yang terdampak bencana seperti Lombok, Palu, Banten, Samarinda dan Konawe. Bukan hanya didistribusikan di pelosok negeri ini, hewan kurban Program THK, rencananya akan didistribusikan juga ke tujuh negara yang jarang sekali mendapat tebaran hewan kurban seperti Timor Leste, Filipina, Myanmar, Vietnam, Palestina, Thailand dan Bangladesh.
Pendistribusian hewan kurban THK menyasar daerah-daerah terpencil, rawan gizi, terbelakang, miskin, daerah bencana, daerah konflik dan wilayah terluar Indonesia;

3. Hewan kurban yang disediakan Dompet Dhuafa melalui Program THK adalah hewan kurban yang telah memenuhi standar dan lolos quality control yang ditetapkan serta dibandrol dengan harga sangat terjangkau

Penilaian kualitas hewan kurban terdiri dari beberapa parameter yaitu bobot hidup, kesehatan fisik serta pelaksanaan pemotongan hewan kurban harus sesuai syariat dan disalurkan pada yang berhak menerima. Hewan kurban harus sehat, tidak boleh cacat, sudah tanggal dua gigi depan serta berkelamin jantan.

Harga yang ditawarkan oleh Dompet Dhuafa sangat bersaing. Namun bukan berarti Dompet Dhuafa membeli dengan harga murah hewan kurban dari mitra binaannya. Bahkan sebaliknya, hewan kurban milik peternak binaannya dihargai dengan harga pantas dan jauh diatas harga yang ditawarkan oleh tengkulak;

4. Dompet Dhuafa memberikan laporan kurban yang transparan

Setiap pekurban akan memperoleh laporan kurban berupa laporan donasi, ke daerah mana hewan kurbannya didistribusikan, dokumentasi atau foto-foto pelaksanaan hewan kurbannya serta dapat ikut menyaksikan sendiri hewan kurbannya dipotong. Saya sendiri sempat ikut menyaksikan proses pemotongan hewan kurban Dompet Dhuafa di Sembalun, Lombok pada Hari Raya Kurban 2017 silam;

5. Adanya pengendalian dan pengontrolan kualitas hewan kurban Program THK  oleh Tim Quality Control Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa merekrut Tim Quality Control yang bertugas  melakukan pemantauan, pengontrolan, dan pengecekan kondisi kesehatan dan bobot calon hewan kurban sebelum hari pemotongan hewan kurban. Tim Quality Control melakukan pengecekan dan verifikasi lokasi pendistribusian dan calon penerima manfaat. Semua ini dilakukan agar hewan kurban tepat  sasaran. Mereka juga memantau proses penyiapan dan pelaksanaan pemotongan hewan kurban. 

Selain itu, mereka harus melakukan pelaporan, pendokumentasian dan evaluasi terhadap pelaksanaan pemotongan hewan kurban. Hal ini bertujuan agar pekurban memperoleh laporan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Itulah lima alasan mengapa harus kurban melalui Program Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa. Karena kurban melalui Program THK dapat dipertanggungjawabkan, kualitas hewan kurbannya terjamin sekaligus membantu para peternak binaan. Semoga cerita saya mengenai program THK Dompet Dhuafa ini dapat menjadi jawaban atas keraguan untuk berkurban. Terakhir nih saya ingin mengatakan #JanganTakutBerkurban.


#JanganTakutBerkurban












Komentar

Postingan populer dari blog ini

Astra Financial Sponsor Utama GIIAS 2019

Pemeriksaan Prodia Prosafe NIPT, Deteksi Dini Kelainan Kromosom Pada Bayi

Penyakit Langka di Indonesia