SMK Informatika Utama dan PeTik Sebagai Wujud Menjejak Manfaat Untuk Negeri YBM PLN

Explore SMK Informatika Utama dan PeTik Bareng Blogger 

Berbicara tentang kesempatan mengenyam pendidikan, ingatan saya langsung melayang pada seorang teman sekolah. Sebut saja Budi wkwkwk. Budi dibesarkan oleh neneknya karena kedua orang tuanya telah meninggal dunia saat usia Budi masih balita. Nenek Budi membesarkan tiga orang cucunya dari hasil bekerja kasar sebagai buruh cuci gosok di komplek perumahan tak jauh dari tempat tinggal mereka. Budi dan kedua adiknya dibesarkan oleh nenek mereka dengan keterbatasan ekonomi. 

Budi memiliki kecerdasan diatas rata rata dan masalah besar muncul saat kami lulus SMP dan akan melanjutkan ke sekolah menengah atas. Dulu, sekolah masih bayar dan harus membeli buku juga. Tidak seperti sekarang, sekolah negeri gratis, buku dipinjamkan dan ada bantuan berupa KJP dari pemerintah. 

Budi hampir tidak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya dikarenakan neneknya tak punya cukup biaya untuk membayar biaya pendidikannya. Beruntungnya, ada seorang donatur yang merupakan salah satu majikan nenek Budi (tempat nenek Budi menggosok dan mencuci) yang bersedia membiayai semua keperluan pendidikan Budi. Budi pun bisa melanjutkan pendidikan sampai lulus SMA dan kuliah di salah satu universitas negeri di Jakarta.

Gedung SMK Informatika Utama

Entah apa jadinya nasib Budi jika tak ada donatur yang bersedia membiayai pendidikannya. Kenangan tentang Budi mengusik saya ketika saya menghadiri acara "Explore SMK Informatika Utama  dan PeTik" yang diselenggarakan oleh Yayasan Baitul Maal PLN beberapa hari lalu.

SMK Informatika Utama dan PeTik atau Pesantren Teknik Informatika Komputer ini merupakan lembaga pendidikan gratis yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga dengan kemampuan sangat terbatas atau kaum dhuafa. Biaya pendidikan mereka dibiayai oleh zakat karyawan PLN seluruh Indonesia yang dikelola secara profesional dan terpercaya oleh YBM PLN.

Halaman depan SMK Informatika Utama

Program YBM PLN ini secara nyata mampu membantu anak-anak dengan kemampuan ekonomi terbatas untuk dapat menggapai mimpinya. Seperti yang diungkapkan oleh Mas Salman Alfarisi, Deputi Direktur YBM PLN, zakat yang dibayarkan melalui lembaga amil zakat yang terpercaya akan lebih dahsyat hasilnya daripada zakat yang langsung diserahkan orang perorang. Dengan zakat penghasilan yang dibayarkan oleh karyawan PLN pada YBM PLN lalu dikelola untuk kepentingan orang-orang yang berhak menerimanya, manfaatnya akan jauh lebih terasa dan lebih tepat sasaran.

SMK Informatika Utama dan PeTik hanya sebagian kecil contoh program yang telah dijalankan oleh YBM PLN. SMK Informatika Utama yang berlokasi di kawasan PLN TJBB Krukut, Depok awalnya adalah SMP Utama yang lebih dulu berdiri sejak Juli 2013. Sebagai bentuk keprihatinan pada tingginya angka putus sekolah yang dialami oleh anak-anak dari keluarga dhuafa, proses pendidikan dilanjutkan dengan mendirikan SMK Informatika Utama sebagai kelanjutan dari SMP Utama.

SMK Informatika Utama memiliki tujuan untuk memberikan layanan pendidikan SMK gratis dan berkualitas bagi mustahiq, menjadi sekolah yang berkarakter bangsa dan berakhlak mulia. Selain itu, SMK Informatika Utama juga memiliki tujuan untuk menjadi sekolah yang nyaman, ramah dan cinta Quran. Menghasilkan lulusan yang handal, produktif dan siap kerja serta lulusan yang berjiwa wirausaha dan mampu mengaktualisasikannya dalam dunia kerja/usaha. Sekolah ini juga bertujuan untuk dapat menghasilkan lulusan yang dermawan dan cinta ilmu pengetahuan.


Dompet sampah

SMK Informatika Utama memiliki salah satu program unggulan yaitu dompet sampah. Dompet sampah adalah salah satu inovasi yang dihasilkan oleh SMK Informatika Utama dan merupakan aplikasi pendistribusian sampah berbasis online yang dibangun oleh Utama Solution yang berfungsi untuk memudahkan elemen masyarakat yang ingin menabung sampah dan jual beli sampah. Sampah dapat ditukarkan dengan sembako yang dikelola oleh koperasi sekolah tersebut.

Kehadiran sekolah gratis ini merupakan solusi bagi anak-anak dari  keluarga dengan ekonomi terbatas untuk dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan dapat bermanfaat untuk masyarakat dan dirinya sendiri. FYI, untuk penerimaan murid baru tahun ajaran 2019 ini, SMK Informatika Utama sudah penuh loh kuotanya bahkan melebihi dari bangku yang tersedia.

PeTik (Pesantren Teknologi Informasi dan Komunikasi) YBM PLN

Pesantren Teknologi Informasi dan Komunikasi (PeTIK) bermula dari keberadaan Yayasan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh PLN (Yayasan LAZIS PLN), sekarang berubah nama menjadi Yayasan Baitul Maal PLN (YBM PLN). 

PeTik

PeTIK bebas biaya dan diperuntukan hanya untuk anak-anak lulusan SMU atau sederajat yang berasal dari keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas atau dhuafa. PeTik didirikan pada tanggal 22 November 2010. Pesantren ini di bawah naungan YBM PLN.

Awalnya proses belajar dan mengajar pesantren ini, menempati ruko di bilangan Cinere, Kota Depok, kemudian pada bulan Februari 2011 pindah dan menempati tanah seluas 725 meter persegi dengan luas bangunan 155 m2 yang berlokasi di : Jalan Mandor Besar Nomor 54, RT. 01/001, Rangkepanjaya, Pancoran Mas, Depok 16435, Jawa Barat. (Belakang Masjid Dian Al-Mahri atau yang lebih dikenal dengan Masjid Kubah Emas, Depok).

Santri PeTik

PeTIK menganut sistem belajar dan bermukim. PeTIK didirikan dengan maksud untuk menjawab berbagai fenomena sosial yang ada di tengah-tengah masyarakat, di mana tidak sedikit masyarakat yang kurang mampu, kesulitan mendapatkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (perguruan tinggi). Hal ini disebabkan, antara lain, mahalnya biaya pendidikan dan tuntutan pemenuhan kebutuhan pokok harian untuk bertahan hidup yang juga tinggi (makan dan minum).


Lingkungan PeTik yang apik dan nyaman

Saat ini, PeTik hanya tersedia bagi anak laki-laki dan menampung 50 orang santri di setiap angkatannya. Mungkin kalian bertanya-tanya, apa yang menjadi syarat untuk dapat menjadi santri PeTik? Syaratnya adalah berasal dari keluarga dengan ekonomi terbatas atau dhuafa, yatim/piatu atau yatim piatu, lulus tes dan maksimal 3 tahun lulus SMU.

PeTik memiliki 6 kamar yang ditempati oleh 50 orang santri. Setiap bulan, santri PeTik menerima uang saku dan uang makan. Dana ini berasal dari zakat karyawan PLN yang dikelola oleh YBM PLN. Masa pendidikan PeTik kurang lebih setahun dengan 75 SKS. Proses belajar mengajar PeTik bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri sebagai mitra operasional.

Santri bukan hanya dididik untuk mampu menguasai teknologi informasi dan komunikasi tapi juga menguasai tahsin, tahfiz dan memiliki akhlakul karimah yang baik sehingga dapat menjadi uswatun hasanah atau contoh yang baik dalam masyarakat.

PeTik dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang cukup lengkap seperti laboratorium komputer dan lapangan olahraga. Lulusan PeTik diharapkan mampu bersaing dalam dunia kerja dan usaha. Sampai saat ini kurang lebih PeTik telah menghasilkan 9 angkatan dan lulusannya telah mampu hidup mandiri dan menjadi pemutus rantai kemiskinan di keluarganya. 

Apa yang telah dilakukan YBM PLN membuat hati saya trenyuh dan tidak menyangka bahwa ada juga BUMN yang berkiprah aktif dalam upaya mencerdaskan bangsa dan memutus rantai kemiskinan dalam masyarakat. Bravo YBM PLN.

Di depan gedung SMK Informatika Utama



Komentar

  1. wah ini keren ya sekolahnya setelah telkom ada pln yg punya sekolah :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Astra Financial Sponsor Utama GIIAS 2019

Pemeriksaan Prodia Prosafe NIPT, Deteksi Dini Kelainan Kromosom Pada Bayi

Penyakit Langka di Indonesia