Bisolvon Ekstra, Kalahkan Batuk Berdahak di Musim Pancaroba


Bisolvon Ekstra, Kalahkan Batuk Berdahak

Kurang lebih dua minggu terakhir, cuaca Jakarta makin tak menentu. Siang cuaca terik namun menjelang sore langsung disambut langit gelap dibarengi hujan deras. Atau pernah juga seharian hujan tanpa menyisakan kesempatan pada matahari untuk nongol dan baru pada sore hari hujan pamit undur diri. Cuaca tak menentu ini, konon menandakan musim pancaroba sudah datang. Memang yah di Indonesia ini paling lengkap musimnya. Dari musim mangga, musim duren, musim panas, musim banjir, musim kampanye sampai musim pancaroba ehhhh hahahaha *becanda dikit lah daripada ikutan "panas" karena suhu politik negeri ini sedang naik xixixi.

Musim Pancaroba dan Penyakit Batuk Pilek

Okay, FYI nih, musim pancaroba adalah masa peralihan antara dua musim utama di daerah iklim muson, yaitu di antara musim penghujan dan musim kemarau. Masa pancaroba biasa ditandai dengan frekuensi tinggi badai, hujan yang sangat deras disertai guruh, serta angin yang bertiup kencang. Jadi enggak usah heran yah kalau tiba tiba ada suara guruh memecah suara rinai air hujan yang jatuh. Atau angin kencang disertai hujan. Dan ini pertanda, Gaes, kita harus selalu sedia payung atau jas hujan jadi aktivitas kita enggak terganggu hanya karena cuaca yang kurang bersahabat.

Pada musim pancaroba seperti saat ini, tubuh kita dipaksa untuk beradaptasi dengan kondisi udara dan temperatur yang cepat sekali berganti. Dari panas lalu tiba-tiba hujan dan begitu pun sebaliknya. Musim pancaroba juga menjadi waktu favorit bagi virus dan bakteri untuk berkembang biak dengan cepat. Nah, bagi seseorang yang mempunyai daya tahan tubuh yang rendah, akan mudah banget terjangkit penyakit batuk dan pilek. Penyakit tersebut merupakan penyakit yang paling banyak diderita saat musim pancaroba datang. Anak-anak terutama bayi dan balita, rentan sekali terkena atau tertular penyakit ini karena sistem kekebalan tubuhnya masih belum sempurna.

Penyakit batuk pilek mudah sekali menular. Karena itu, begitu mengalami gejala batuk pilek seperti batuk dan hidung tersumbat, hendaknya langsung minum obat dan minum multivitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. Seseorang bisa tertular penyakit batuk pilek ketika dia menghirup udara yang mengandung virus atau bakteri. Virus atau bakteri ini dikeluarkan oleh penderita batuk pilek melalui bersin atau ketika batuk.

Sumber: Twitter Kemenkes 

Selain itu, cairan yang mengandung virus atau bakteri yang menempel pada permukaan benda bisa menular ke orang lain saat mereka menyentuhnya. Ini disebut sebagai penularan secara tidak langsung. Untuk menghindari penyebaran virus maupun bakteri, sebaiknya mencuci tangan secara teratur, terutama setelah melakukan aktivitas di tempat umum (sumber: hello sehat).

Di Indonesia, penyakit batuk pilek yang masuk dalam ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) menduduki peringkat pertama sebagai penyakit yang paling banyak diderita masyarakat, khususnya anak-anak. Tercatat, rata-rata balita di Indonesia mengalami sakit batuk pilek setidaknya tiga hingga enam kali per tahunnya. Dari data WHO didapatkan bahwa angka kejadian pneumonia pada balita di Indonesia cukup tinggi, yakni 10-20% per tahun.

Dengan tingginya angka kejadian batuk pilek di Indonesia, penting bagi kita untuk mengetahui gejala, pengobatan, serta langkah pencegahan yang paling tepat untuk penyakit ini terutama saat terjadi perubahan cuaca seperti pada musim pancaroba ini.

Sebagai seorang ibu, mamak sendiri sering merasa was was saat musim pancaroba datang. Perubahan cuaca yang tak menentu dapat membuat daya tahan tubuh anak-anak dan suami bahkan daya tahan tubuh mamak sendiri menurun. Apalagi anak mamak yang kecil senang banget kalau melihat air hujan. Saking senangnya, ia seringkali ngumpet-ngumpet main air hujan sampai badannya basah kuyup wkwkwk *tepok jidat.

Di sekolah pun, setiap ada kesempatan main air hujan, dia pasti cari akal supaya bisa kecipak kecipuk mainan air hujan, alhasil bajunya basah dan ia pun sukses bersin bersin sepulang sekolah duh duh duh. Karena itu, begitu musim pancaroba datang, mamak sudah siap sedia memberikan makanan dengan gizi seimbang dan vitamin. Tapi tetep saja sih ada saja kecolongannya meskipun sudah diantisipasi. Maklum saja deh punya anak usia 9 tahun yang lagi aktif-aktifnya di sekolah dan agak susah dilarang, malah semakin "menjadi" kalau dibilang "jangan", ditambah pula memang senang banget sama air terutama air hujan, mamak akhirnya pasrah deh ketika si dedek akhirnya kena batuk pilek karena main hujan-hujanan.

Seperti yang terjadi seminggu yang lalu, pulang sekolah, bajunya basah, alasannya yang menjemput sekolah tidak menjemputnya di kelas jadi dia hujan-hujanan dari kelas ke halaman sekolah tempat yang menjemput menunggu. Padahal si mamang penjemput lagi ambil payung untuk menjemputnya ke kelas dan si dede sengaja main hujan-hujanan. Dasar si dede, banyak akal dia kalau sudah ngeliat hujan. Kejadian seperti ini sudah beberapa kali terjadi. Gurunya pun sudah hafal dengan kesenangannya tersebut karena itu saat musim hujan datang, gurunya selalu minta mamak untuk membawakan baju ganti dan menyimpannya di loker sekolah xixixi. Dan hari itu adalah hari ketiga dia mandi hujan sampai lepek dan belajar di kelas dengan baju lepek padahal sudah ganti baju pada saat istirahat kedua. Oh ya, Si dede sekolahnya full day, jam 4.30 sore baru pulang.

Hari itu, begitu sampai di rumah, enggak perlu menunggu lama, Si Gadis Kecil ini sudah sukses bersin-bersin dan uhuk uhuk. Mamak memang tak membiasakan langsung minum obat, tapi memberinya minum air putih hangat, mengolesi leher, dada dan punggungnya dengan balsam supaya badan bagian atasnya menjadi hangat dan memberinya vitamin. Biasanya cara ini cukup ampuh untuk mencegah batuk dan bersin-bersinnya bertambah tapi tidak untuk kemarin. Malamnya si dede batuk-batuk dan hidungnya tersumbat. Tanpa pikir panjang lagi, mamak bergegas ke kotak obat dan mencari obat batuk dan pilek yang memang selalu sedia.

Blogger Gathering Bisolvon : " Jangan Batuk Berdahak, Jauhkan Yang Dekat Di Masa Pancaroba"


Narasumber Blogger Gathering Bisolvon

Pas banget nih dengan datangnya musim pancaroba dan penyakit batuk pilek yang menyertainya, kemarin pada tanggal 25 Januari 2019, mamak menghadiri acara Blogger Gathering bersama Bisolvon dengan tema " Jangan Batuk Berdahak, Jauhkan Yang Dekat Di Masa Pancaroba". Blogger gathering Bisolvon menghadirkan tiga orang narasumber yaitu Ibu Mega Valentia ( Brand Manager Bisolvon ), dr. Riana Wijaya ( Sanofi Expert ), dan Amalia Sarah seorang Mom Blogger dan salah satu founder Mom Blogger Community.

Blogger gathering Bisolvon diawali oleh penjelasan singkat yang diberikan oleh Ibu Adisti Nirmala ( Head of Marketing Sanofi Consumer Healthcare) mengenai tujuan diadakannya Blogger Gathering Bisolvon dan penjelasan sekilas mengenai PT. Sanofi, perusahaan farmasi yang merupakan produsen dari Bisolvon. PT. Sanofi merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang kesehatan dan merupakan produsen dari beberapa jenis produk yang telah dikenal di masyarakat seperti Dulcolax (pencahar), Lactacyd (pembersih daerah kewanitaan), Pharmaton (vitamin) dan tentu saja Bisolvon.

PT. Sanofi melalui Bisolvon mengadakan acara Blogger Gathering dengan tujuan untuk terus mengedukasi masyarakat Indonesia supaya dapat menjadi lebih baik dari sisi kualitas hidup dan kesehatan dengan memberikan informasi penting terkait hubungan antara musim pancaroba (perubahan cuaca) dan batuk berdahak serta tips - tips sehat dari Bisolvon.  Ibu Nirmala berharap dengan Blogger Gathering ini masyarakat memperoleh informasi yang berguna dan bermanfaat seputar musim pancaroba dan batuk berdahak.

"30% dari jumlah penduduk Indonesia atau 1 dari 3 orang penduduk Indonesia menderita batuk berdahak dalam kurun waktu tiga bulan terakhir (Data: Nielsen)"

Penjelasan yang lebih lengkap mengenai musim pancaroba dan batuk berdahak dijelaskan oleh dr.Riana. Perubahan cuaca yang ekstrem membuat daya tahan tubuh melemah karena tubuh "dipaksa" untuk beradaptasi dengan pergantian suhu yang cepat sehingga menyebabkan menurunnya imunitas membuat tubuh mudah terserang penyakit termasuk batuk berdahak.

Musim pancaroba yang lembab menyebabkan virus dan bakteri jadi cepat berkembang. Dan kondisi daya tahan tubuh yang lemah membuat tubuh cenderung mudah terserang penyakit termasuk batuk berdahak. Pada dasarnya, batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh untuk membersihkan lendir dan mengeluarkan benda asing yang masuk kebagian saluran pernapasan. Batuk ini merupakan bagian dari penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) yang membuat produksi lendir meningkat.

Batuk merupakan salah satu dari lima alasan tersering seseorang berobat ke dokter. Batuk terutama batuk berdahak sangat mengganggu aktivitas. Dan mudah sekali menular. Batuk berdahak adalah batuk yang disebabkan oleh infeksi yang disebabkan mikroorganisme seperti bakteri atau virus. Salah satu bakteri penyebab batuk berdahak adalah bakteri yang sama yang menyebabkan pilek atau flu.

Seluruh sistem pernapasan terutama tenggorokan, dipenuhi oleh cairan lendir atau mucus. Mucus ini memiliki banyak fungsi, seperti menjaga saluran udara agar senantiasa lembab dan melindungi paru-paru dari iritasi. Ketika tubuh melawan infeksi seperti pada saat pilek, sistem pernafasan memproduksi lebih banyak lendir daripada biasanya. Hal ini bertujuan untuk mengusir virus dan bakteri penyebab infeksi. Lendir yang berlebih ini menyebabkan batuk. Dan batuk ini membantu untuk menyingkirkan lendir berlebih yang menempel di paru-paru dan dada.

Saat ini banyak sekali pilihan obat batuk di pasaran, sehingga sebagian orang mencoba untuk mengatasi sendiri keluhan batuknya dengan meminum obat yang dijual bebas di pasaran. Sebagian jenis batuk dapat diatasi hanya dengan menggunakan obat batuk yang dijual dipasaran, namun pada sebagian kasus lainnya,  batuk dapat terus berlanjut dan tidak kunjung membaik. Jika seperti ini terjadi, dr.Riana menyarankan untuk segera berobat ke dokter atau rumah sakit terdekat.

dr. Riana mengungkapkan kalau masih banyak orang yang mengabaikan batuk dan menunda untuk pengobatan. Padahal disarankan begitu ada gejala batuk pilek, langsung melakukan pengobatan atau minum obat. Apalagi jika mengalami batuk berdahak, harus secepatnya diobati karena batuk berdahak mengganggu kenyamanan dan menjauhkan dengan orang orang terdekat.

Namun terkadang bingung juga saat batuk pilek datang terutama saat menyerang anak-anak. Seperti yang dialami mamak dan juga Amalia Sarah. Amel, panggilan akrab Amalia Sarah menceritakan kekhawatirannya saat anaknya terserang batuk pilek. Amel dilanda keraguan apakah aman memberikan obat batuk yang dijual bebas di pasaran atau harus berobat ke dokter dulu. Pengalaman yang masih minim sebagai seorang ibu, memang terkadang membuat kebingungan sendiri saat anak sakit. Mamak pun pernah mengalaminya di awal menjadi seorang ibu. Jadi mamak memahami kecemasan yang diceritakan Amel. Pada saat anaknya mengalami batuk, Amel memilih memberikan pengobatan tradisional dengan memberikan air jeruk nipis dan sedikit kecap sebagai pertolongan pertama.

Batuk membuat si penderita merasa kurang nyaman karena takut menulari orang lain dan merasa membawa virus untuk orang lain. Batuk dapat menjauhkan dari orang sekitar dan mengganggu aktivitas sehari-hari serta membuat si penderita kehilangan banyak moment bersama orang-orang terdekat. Oleh karena itu, begitu gejala batuk datang, harus segera minum obat.

Ada beberapa tips yang diberikan oleh dr. Riana agar  tetap sehat pada saat musim pancaroba datang. Tips tersebut, yaitu:
1. Menjaga kebugaran untuk tetap mempertahankan daya tahan tubuh seperti rutin melakukan olahraga ringan seperti lari dan jalan sehat serta minum vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh;
2. Makan dengan nutrisi seimbang dan menjaga pola makan. Lebih banyak makan sayur dan buah serta menghindari junk food, chiki, permen dan gorengan;
3. Minum air putih minimal 2 liter/hari atau 8 gelas;
4. Menjaga kesehatan tubuh terhadap perubahan cuaca dengan membawa payung, jas hujan atau memakai jaket untuk melindungi tubuh kita dari perubahan suhu dan cuaca;
5. Menggunakan masker. Masker berfungsi untuk melindungi diri sendiri dan orang lain supaya tidak tertular atau menulari penyakit;
6. Menjaga kebersihan lingkungan sekitar seperti lingkungan rumah.

Tips Sehat Saat Pancaroba

Jika sudah terlanjur mengalami batuk, segera minum obat batuk yang sesuai dengan jenis batuk. Perhatikan dosis dan aturan pakai. Perbanyak minum air putih hangat dan hindari makanan yang membuat batuk semakin parah. Jika batuk semakin parah setelah minum obat batuk selama tiga hari, segeralah ke dokter. Terakhir dr. Riana mengingatkan untuk memakai masker.

Bisolvon Ekstra, Kalahkan Batuk Berdahak

Ibu Mega Valentia (Brand Manager Bisolvon) menjelaskan bahwa Bisolvon hadir mengatasi batuk berdahak untuk seluruh keluarga. Beliau mengingatkan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih obat batuk terutama obat batuk yang dijual bebas dipasaran. Hal-hal yang mesti diperhatikan yaitu: produk (obat batuk) harus terdaftar di BPOM, harus memiliki nomer registrasi, harus teruji secara klinis efektifitasnya dan direkomendasikan oleh dokter. Bisolvon Ekstra sebagai salah satu obat batuk yang dijual bebas, sudah hadir selama 45 tahun di Indonesia serta telah memenuhi semua kriteria sebagai obat batuk keluarga yang aman dan terbukti mampu kalahkan batuk berdahak. Bisolvon Ekstra sudah teruji kualitasnya dan memiliki varian yang lengkap sesuai dengan kebutuhan.

Bisolvon Tablet

Bisolvon memiliki beberapa varian sebagai berikut:
1. Bisolvon Ekstra yang berisi kandungan Bromhexine HCL dan Guaifenesin yang dapat mengencerkan dan mengeluarkan dahak. Bisolvon Ekstra dapat diminum oleh orang dewasa, anak dibawah 12 tahun dan minimal oleh anak usia dua tahun. Bisolvon Ekstra dengan rasa pepermint yang enak dan cepat meredakan batuk berdahak. Tersedia dalam ukuran 60 dan 125ml;
2. Bisolvon Kids, dengan rasa strawberry, khusus diproduksi untuk anak. Bisolvon Kids memiliki ukuran 60ml;
3. Bisolvon tablet untuk yang aktif dan mobile;
4. Bisolvon solution untuk orang dengan kondisi khusus seperti penderita diabetes. Bisolvon solution ini bebas gula.

Bisolvon Ekstra bekerja dengan mengencerkan sekret pada saluran pernafasan dengan jalan menghilangkan serat-serat mukoprotein dan mukopolisakarida yang terdapat pada sputum/dahak sehingga lebih mudah dikeluarkan. Ibu Mega menegaskan untuk meminum Bisolvon Ekstra sesuai dengan aturan pakai yang tertera pada kemasan. Untuk Bisolvon Ekstra sirup diminum 3 kali sehari sebanyak 10ml untuk orang dewasa dan anak diatas 12 tahun, anak usia 6-12 tahun sebanyak 5ml dan anak 2-6 tahun sebanyak 1,25 ml.

Bisolvon Ekstra

Bisolvon Ekstra ini sebaiknya diminum sesudah makan untuk menghindari kemungkinan terjadinya nyeri pada lambung. Bu Mega tak lupa mengingatkan untuk meminum obat batuk terutama yang berbentuk sirup, langsung habis satu botol selama pengobatan (tidak ada sisa). Kalau mengikuti aturan pakai yang tertera pada kemasan, satu botol 60ml akan habis dalam waktu dua hari. Jadi sangat penting untuk minum obat sesuai dosis dan aturan pakai untuk menghindari obat tersisa. Obat yang masih sisa dan sudah terpakai akan mengalami penurunan kualitas dan dapat terkena bakteri sehingga obat tak layak lagi untuk dikonsumsi.

Bisolvon, Si Kuning yang mampu kalahkan batuk berdahak ini, merupakan salah satu obat yang telah lama menjadi penghuni setia kotak obat di rumah mamak. Mamak biasanya sedia Bisolvon Ekstra 60ml dan Bisolvon Kids. Begitu ada anggota keluarga yang uhuk uhuk dan menunjukkan gejala batuk berdahak,  mamak langsung lawan dengan Bisolvon Ekstra.
Bisolvon Ekstra, Kalahkan Batuk Berdahak, Sekarang!


Bisolvon Solution dan Bisolvon Tablet

Bisolvon, Obat Batuk Berdahak









Komentar

  1. Ulasannya padat dan jelas bund... Terutama buat anakku yg lg terserang batuk.. Thx atas infonya 😊🙏

    BalasHapus
  2. wah musim pancaroba memang gampang sakit nih.

    BalasHapus

Posting Komentar