H2 Tepung Kelapa, Solusi Cerdas Makan Enak Untuk Penderita Diabetes


Setengah tahun yang lalu, mamak sempat dibuat kaget bukan kepalang mendapatkan kenyataan bahwa ayah mamak divonis menderita diabetes tipe dua. Kaget karena sebelumnya tak ada riwayat penyakit diabetes dalam silsilah keluarga ayah mamak dan berdasarkan hasil cek up kesehatan yang rutin dilakukan oleh ayah mamak, tak ada indikasi yang mengarah ke diabetes.

Mamak sempat tak percaya kalau ayah mamak mengidap diabetes sampai akhirnya mamak membawa ayah mamak ke rumah sakit lain untuk periksa ulang apakah benar ayah mamak mengidap diabetes atau bukan. Ternyata sama hasilnya, positif diabetes. Tepatnya diabetes tipe dua. Ayah mamak memang mengalami obesitas dan menurut dokter, hal inilah yang memicu munculnya diabetes tipe dua.

Diabetes Melitus Tipe Dua

Awalnya Mamak sempat bingung apakah diabetes melitus tipe dua itu. Mamak pun bertanya pada dokter yang merawat ayah mamak tentang diabetes melitus tipe dua ini. Dokter menjelaskan bahwa diabetes melitus adalah sekumpulan penyakit metabolik yang ditandai dengan adanya hiperglikemik atau peningkatan kadar glukosa darah melebihi kadar glukosa darah normal, sebagai akibat dari defisiensi hormon insulin, gangguan kerja insulin, ataupun kombinasi dari keduanya. Dan diabetes melitus tipe dua dipicu oleh perilaku gaya hidup yang tidak sehat seperti makan makanan dengan gizi tidak seimbang, males gerak dan senang mengonsumsi makanan atau minuman dengan kadar gula yang tinggi.

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menempati posisi keempat terbanyak yang menjadi penyebab kematian di Indonesia. Diabetes melitus disebut juga sebagai ibu dari semua penyakit tidak menular lainnya. Orang yang menderita diabetes melitus baik itu tipe 1,2 atau gestasional, dapat terkena penyakit tidak menular lainnya jika tidak ditangani dan dikendalikan dengan tepat. Penderita diabetes tipe 2 cukup banyak di Indonesia karena masih rendahnya kesadaran orang Indonesia untuk menerapkan pola hidup sehat seperti bebas dari paparan asap rokok, rendahnya komsumsi sayur, buah dan protein serta stress.

Yang perlu digaris bawahi adalah diabetes melitus tipe 2 ini merupakan diabetes yang dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat termasuk obesitas. Diabetes tipe 2 adalah kondisi dimana tubuh tidak mampu lagi menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Sebelumnya disebut sebagai NIDDM (Non-Insulin-Dependent-Diabetes Melitus). Biasanya terjadi pada usia paruh baya atau usia lanjut. Sering pula terjadi pada orang dengan berat badan berlebih atau obesitas. Penyebabnya adalah adanya gangguan fungsi sel β pankreas dan resistensi insulin dan dapat berhubungan dengan genetik, usia lanjut atau masalah kesehatan lain, gaya hidup yang tidak sehat, riwayat diabetes gestasional, dan toleransi glukosa terganggu.

Cara Mencegah dan Mengendalikan Diabetes Melitus tipe 2

Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, penderita diabetes melitus tahap 2 di Indonesia terus meningkat jumlahnya. Hal ini disebabkan masih kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia untuk menerapkan pola hidup sehat. Menghadapi kenyataan ini, pemerintah melalui Kementrian Kesehatan RI mengeluarkan Program GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat). GERMAS adalah gerakan masyarakat untuk hidup sehat melalui CERDIK. Duh apalagi itu CERDIK ya? Wkwkwk.

CERDIK adalah kegiatan yang terdiri dari Cek rutin kesehatan secara berkala termasuk cek rutin kadar gula darah dalam tubuh, Enyahkan asap rokok, Rutin melakukan aktifitas fisik selama 30menit setiap hari, Diet sehat dengan komposisi makanan gizi seimbang, Istirahat yang cukup, Kelola stress. CERDIK dapat mencegah dan mengendalikan diabetes serta penyakit tidak menular lainnya.

Untuk hidup sehat tidaklah sesulit yang dibayangkan tapi perlu kedisiplinan. Dengan menerapkan CERDIK dalam kehidupan sehari-hari, diabetes dapat dicegah dan dikendalikan. Hal ini pula yang diterapkan pada ayah mamak. Sejak mengidap diabetes tipe 2, ayah mamak melakukan diet sehat untuk diabetes, rutin melakukan aktifitas fisik, selalu mengontrol kadar gula darah dalam tubuh dengan rutin periksa kedokter dan menerapkan pola hidup sehat. Hal ini dilakukan untuk mengendalikan diabetes dan mencegah dari kemungkinan munculnya penyakit tidak menular lainnya akibat diabetes seperti hipertensi, jantung koroner dan ginjal. Sayangnya, saat diketahui mengidap diabetes melitus tipe 2, kondisi ginjal ayah mamak sudah mengalami gangguan. Menurut dokter, kondisi kesehatan ayah mamak masih dapat diatasi asalkan disiplin dan mengikuti semua anjuran dokter.

Untuk melakukan diet sehat dengan asupan gizi seimbang, penderita diabetes tipe apapun, harus konsultasi lebih dulu dengan dokter gizi klinik untuk menentukan jumlah atau porsi makanan, jenis makanan apa saja yang dapat dikonsumsi dan kapan saja waktu makan. Penderita diabetes tidak dapat makan sesukanya, ada aturannya supaya kadar gula dalam tubuh dapat dikendalikan.

Berkaitan dengan nutrisi yang tepat untuk penderita diabetes, pada tanggal 31-Januari-2018 kemarin, mamak menghadiri acara diskusi kesehatan sekaligus peluncuran produk baru PT. Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui brand H2 Health and Happiness yaitu H2 Tepung Kelapa. Acara diskusi kesehatan tersebut dilaksanakan di Akasaka Tei, Tebet dan merupakan salah satu bentuk dukungan terhadapan gerakan "Cegah Diabetes dengan CERDIK" yang sedang gencar dilakukan oleh Kementrian Kesehatan RI.

Hadir dalam diskusi kesehatan tersebut yaitu drg. Dyah Erti Mustikawati, MPH (Kepala Subdirektorat Diabetes Melitus dan Gangguan Metabolisme, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular KeMenKes RI), Dr. Didah Nur Faridah (Kepala Pengembangan Layanan Analisis Pangan IPB), dr.Cindiawaty Josito, MARS, MS, SpGK (ahli gizi klinis) dan Widiyatmo (Deputy Director Corporate Business Development Pt. Kalbe Farma Tbk.


Nara sumber diskusi kesehatan mengenai nutrisi untuk penderita diabetes melitus
drg. Dyah menjelaskan bahwa terus meningkatnya jumlah penderita diabetes di Indonesia dari tahun ketahun menjafi fokus perhatian dari KeMenKes RI. Lebih lanjut lagi, Beliau menekankan bahwa masyarakat Indonesia harus mampu mengendalikan penyakit diabetes sedini mungkin dengan menjalankan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) melalui gerakan CERDIK dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat Indonesia harus mulai membiasakan pola hidup sehat sebagai kebiasaan baik sebagai cara mencegah dan mengendalikan penyakit diabetes.

Penjelasan drg. Dyah dari KeMenKes RI diperkuat oleh paparan dari dr. Cindi sebagai dokter gizi klinis yang menjelaskan betapa pentingnya mengatur jenis, jumlah dan waktu makan bagi penderita diabetes. Penderita diabetes harus banyak mengkonsumsi makanan dengan kadar glikemik rendah. Makanan dengan kadar glikemik rendah akan mengurangi kecepatan naiknya gula darah sehingga memberikan waktu pada sel tubuh untuk memprosesnya. Untuk mengurangi resiko yang mungkin muncul dari penyakit diabetes, penderita diabetes terutama tipe 2 harus memperhatikan keseimbangan antara nutrisi makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap harinya.

Penelitian rutin pun terus dilakukan terhadap produk pangan yang dapat bermanfaat dan mendukung kesehatan masyarakat salah satunya dengan pengembangan produk pangan yang memiliki serat tinggi dan indeks glikemik rendah bagi penderita diabetes. Menurut Dr. Didah Nur Faridah, IPB selalu berupaya mengembangkan nutrisi makanan dan minuman untuk mencegah dan menangani diabetes. Pengembangan penelitian bahan makanan dapat bersumber dari bahan baru yang tidak biasa atau melakukan modifikasi dari pangan yang ada dengan penambahan atau pemrosesan yang berbeda.

Berkaitan dengan pengembangan bahan pangan yang mendukung proses pengendalian kadar gula dalam tubuh pada penderita diabetes, PT. Kalbe Farma melalui H2 Health and Happines meluncurkan produk baru yaitu H2 Tepung Kelapa. Mas Widiyatmo dari Kalbe menegaskan bahwa tepung kelapa memiliki kadar glikemik rendah sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus. Salah satu cara penerapannya adalah dengan mencampurkan H2 Tepung Kelapa ke dalam beras putih yang siap dimasak.

H2 Tepung Kelapa 

H2 Tepung Kelapa
H2 Tepung Kelapa terbuat dari kelapa yang tumbuh di perkebunan kelapa terbesar di Indpnesia yang berada di Riau. Daging kelapa yang segar dan matang dikupas dan dibuang kulitnya kemudian dicuci, digiling, di-blanch, dikeringkan dan diayak lalu dikemas secara higienis.Tepung kelapa memiliki kandungan serat pangan yang timggi sehingga baik untuk kesehatan pencernaan. Kandungan lemak jenuh dalam bentuk trigliserida rantai menengah juga dapat menjadi salah satu alternatif sumber energi cepat bagi tubuh. Tepung kelapa merupakan bahan pangan dengan indeks glikemik yang rendah. Kandungan glikemik rendah yang dimiliki tepung kelapa membuat bahan pangan ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif nutrisi bagi siapapun yang ingin terhindar dari resiko penyakit diabetes maupun untuk penderita diabetes. Bahan pangan dengan indeks glikemik rendah tidak menyebabkan lonjakan gula darah dalam tubuh.



Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa penambahan tepung kelapa pada pembuatan roti tawar membuat kadar glikemik yang tadinya tinggi menjadi rendah, bebas gluten dan tinggi serat. Beberapa penelitian menyatakan bahwa mengonsumsi produk yang mengandung tepung kelapa dapat menurunkan dampak glikemik makanan secara keseluruhan. Termasuk mencampur beras putih dengan H2 Tepung Kelapa yang telah terbukti menurunkan kadar glikemik sebesar 45%.

Kandungan nutrisi pada H2 Tepung Kelapa diantaranya serat pangan, protein, lemak jenuh trigliserida rantai menengah, zat besi, kalium, natrium, kalsium, 0 mg kolesterol dan 0 g gula. Dalam satu sendok makan tepung kelapa mengandung 5gr serat lebih banyak dibanding tepung terigu  yang hanya 0,2gr serat. Jenis serat dalam tepung kelapa ini adalah serat larut yang dapat mencegah konstipasi sehingga membuat usus besar lebih sehat.

H2 Tepung kelapa dapat dicampurkan kedalam berbagai jenis masakan seperti dalam pembuatan dendeng ragi, klappertart atau pun dalam adonan kue kering. Penambahan H2 Tepung Kelapa akan menurunkan kadar glikemik dan meningkatkan serat pangan dalam makanan yang diolah. Dalam 100gr tepung kelapa mengandung serat 8x lebih tinggi dibandingkan tepung terigu.

Manfaat H2 Tepung Kelapa, yaitu:
  • Membantu mengontrol berat badan;
  • Menurunkan kolesterol total dalam darah;
  • Mencegah konstipasi;
  • Menjaga sistem pencernaan lebih sehat.
H2 Tepung kelapa dapat menjadi solusi cerdas bagi penderita diabetes untuk tetap dapat menikmati makanan lezat namun aman untuk tubuh si penderita dan tidak menyebabkan melonjaknya kadar gula dalam tubuh. Mamak sekarang bisa nih bikin kue kering untuk ayah mamak dengan memakai H2 Tepung Kelapa. Semenjak mengidap diabetes tipe 2, ayah mamak tidak diperbolehkan untuk menyantap kue kering lagi. Penderita diabetes seperti ayah mamak dapat menikmati makanan dengan tambahan H2 Tepung Kelapa tapi tetap harus memperhatikan jenis, jumlah dan waktu/jam mengonsumsi makanan.

Kemasan H2 Tepung Kelapa

Kue kering dari H2 Tepung Kelapa








Komentar

  1. Alhamdulillah sekarang ngga takut lagi makan nasi karena jika ditambahkan tepung kelapa indeks glikemiknya lbh rendah

    BalasHapus
  2. Semoga selalu sehat ya Bunda Ayah mamak nya, dan harus selalu memperhatikan pola makan karena jika sudah kena DM apabila kurang hati hati di kwatirkan merembet ke organ tubuh yang lain dan semoga itu tidak terjadi ya Bunda, salah satunya dengan mengkomsi H2 tepung kelapa

    BalasHapus
  3. Asupan memang penting diperhatikan, agar kesehatan terjaga

    BalasHapus
  4. ternyata bs buat diet jg ya tepung kelapa kalau ditambahkan ke olahan nasi karena bikin rasa kenyang lbh lama

    BalasHapus
  5. Untung sekarang sdh ada Tepung Kelapa dari Kalbe ini ya... mengkomsumsi nasi sdh tdk takut lagi klu dicampur Tepung Kelapa ini

    BalasHapus
  6. Halo emak. Saya juga lagi diet nih. Diet dari minuman manis. Biasanya, tiap abis makan selalu bis es teh tarik campur susu. Surga Mak rasanya. Tapi gara2 itu, perut jadi maju Mak. Dapet saran dari temen diet dia hindari minuman manis dan perbanyak air putih. Jadi, sekarang lagi coba diet biar gak kena diabetes. Mengecilkan lingkar perut juga. Malu Mak, belum om om udah maju perutnya. Hehe [curhat dong Mak. Iya dong.]

    BalasHapus
  7. Ternyata sobatnya diabetes banyak ya,masih banyak PR pribadi buat menjalankan pola makan dan hidup sehat

    BalasHapus
  8. Aku jadi pengen nyetrika lagi nih buat ngurangin kalori. Olahraga itu memang malesin ya makanya orang2 banyak yg kena diabetes.

    BalasHapus
  9. Tetanggaku dulu di Surabaya selalu suntik insulin mak. Kalau telat gtu katanya badannya sakit semua. Ayahnya mamak saranin makan karbo dengan campuran tepung kelapa ini aja, sama serat ya yang paling penting. Moga sehat2 selalu ayahnya.

    BalasHapus
  10. Semoga dengan adanya tepung kelapa ini jadi lebih mudah diperoleh dan juga bisa cegah diabetes ya

    BalasHapus
  11. Moga next H2 Tepung Kelapa harganya bisa gurun yaaa, soalnya aku cocok nih, sehat juga tapi sebungkus mayan buatku harganya. Cepet habis juga

    BalasHapus
  12. Pas banget ini, tepung kelapanya bisa kusarankan ke ibuku yang juga penderita diabetes, semoga beliau mau..

    BalasHapus
  13. Wah cocok ini ya Mak buat pengidap diabetes dan juga keluarga yang berisiko diabetes. Cara mengolahnya mudah, bisa buat nasi juga kue.

    BalasHapus
  14. Solusi banget neh buat makan enak

    BalasHapus
  15. Bagus nihhh, biasanya penderita diabetes susah kalau mau makan nasi putih.

    BalasHapus
  16. Semoga kita dijauhkan dari penyakit diabetes ya kak.

    BalasHapus
  17. Duh mak, baca cerita riwayat diabetes ayahnya jadi ngeri sendiri ya karena sekarang bukan cuma jadi penyakit menular. Harus makin konsisten nih buat aku buat hidup sehat.

    BalasHapus
  18. Tepung kelapa? Jadi kek nasi uduk dong? Terua kalo bikin roti, enak, gurih gitu kali ya.

    BalasHapus
  19. wah mamak ternyata anak sholehah juga ya dan bakti pada bapaknya *uhuk-uhuk. Sudah tipe 2 ya mak diabetesnya. Duhh semoga lekas sembuh dan kita yang masih sehat ini harus dan wajib nih buat menjaga kesehatan dan pola makan ya biar terhindar dari diabetes yang mematikan dna tak pandang bulu ini.

    BalasHapus
  20. Paling sulit itu merealisasikan niat pola makan dan gaya hidup yg benar. Sekarang sudah ada solusi mencegah diabetes dg H2 tepung kelapa ya. Smg kita sehat selalu aamiin.

    BalasHapus
  21. Wow hebat ya.. dengan h2 tepung kelapa bisa menurunkan semua indeks glikemik yg terdapat pada makanan. Jadi aman2 aja nih mau makan apa aja.. hehe..

    BalasHapus
  22. aku jadi makin sadar akan risiko diabetes nih mak. maknya skearang mau jaga pola makan dan bergaya hidup sehat

    BalasHapus
  23. Hai Mak, wah rekomendasinya ok tuh buat kita2 yg doyan ngemil sambil nyekrol2. :D Saya sih emang ngga kelihatan gemuk, tapi konsumsi gula juga buat teh n kopi.
    Makasih juga udah ngingetin buat banyak gerak ya, minimal 30 mnt. :)

    BalasHapus
  24. Kalau sudah obesitas, langsing deket sama diabetes ya mbak...serem yaa

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dibohongi Atau Dipoligami?

Mengapa Saya Poligami

Belajar Blogging Bersama Repzone Dan Ani Berta