Hadiah Terbaik Untuk Yang Tersayang


Anak karunia terbesar dalam hidup
 "Let's cherish every moment. We have been given for time is passing by..." (Kool and The Gang)
Setiap momen atau kejadian dalam hidup kita adalah karunia Tuhan yang sangat indah dan harus kita syukuri. Waktu merupakan hal yang penting dan harus kita hargai. Bagaimana jika saat ini adalah saat terakhir untuk kita? Sudahkah kita berbuat sesuatu untuk orang-orang yang kita sayang? Inilah yang selalu bermain-main dalam pikiran Mamak.

Jika hari ini adalah hari terakhir ayah, ibu serta keluarga Mamak , sudahkah Mamak membahagiakan mereka? Sudahkah Mamak mampu memberikan kenangan indah dalam benak mereka? Jika sudah tak ada lagi waktu, sudahkah Mamak memberi arti dalam kehidupan mereka? Pertanyaan-pertanyaan yang selalu membuat dada tiba-tiba terasa penuh. Sudahkah kehadiran Mamak membuat hari mereka terasa indah?

Mamak tak dapat menjamin bahwa dalam kehidupan yang telah Mamak jalani bersama mereka, Mamak telah mampu membahagiakan mereka tapi Mamak dapat memastikan bahwa Mamak selalu berusaha sepenuh jiwa raga untuk memberikan yang terbaik untuk mereka. 

Mamak selalu berpikir bahwa hal terpenting saat ini adalah membuat orang-orang terdekat Mamak selalu tersenyum tanpa beban berat dipundak mereka. Mamak tidak ingin orang-orang yang Mamak kasihi terjebak oleh penderitaan hidup. Karena itu Mamak selalu ada disamping mereka, menemani mereka melewati saat-saat sulit dalam kehidupan mereka. Hal yang mungkin dianggap sepele namun memiliki arti mendalam.

Hidup ini memang tidak mudah tapi jika ada seseorang yang tulus menyayangi kita selalu ada bersama kita saat susah maupun senang, sesulit apapun hidup, akan terasa lebih ringan. Sebanyak apapun materi yang kita berikan tak akan ada artinya jika tak ada 'rasa' dalam setiap persembahan kita untuk orang-orang yang tersayang.

Mamak tak pernah berusaha membahagiakan orang-orang tersayang yang Mamak punya dengan harta benda karena Mamak sadar nilai mereka jauh diatas itu semua dan tak dapat diukur dengan materi sebanyak apapun. Mamak selalu berusaha untuk menghadiahkan setiap momen Mamak bersama mereka sebagai momen terindah yang mereka miliki. Mamak memberikan waktu dan jiwa Mamak untuk mereka kapan pun mereka butuhkan.

Seperti saat Mamak putuskan untuk kembali tinggal di Jakarta untuk menemani dan mengurus orang tua Mamak yang sudah mulai renta dan sakit-sakitan, Mamak tak melihat hal tersebut sebagai suatu tanggung jawab yang mengikat karena mereka adalah orang tua dan Mamak adalah anak. Bukan karena alasan tersebut Mamak mau sejenak meninggalkan kehidupan pribadi Mamak untuk bersama mereka. Mamak lakukan hal ini karena Mamak senang melakukannya, Mamak senang menemani mereka dan mengambil sedikit tanggung jawab untuk mengurus mereka sebagai sebuah hadiah yang Mamak berikan di usia senja mereka.

Mamak selalu beranggapan bahwa hidup adalah hari ini jadi jika hari ini adalah hari terakhir Mamak ataupun hari terakhir mereka, orang-orang yang Mamak sayang, Mamak telah memberikan yang terbaik yang bisa Mamak berikan dan perbuat. Mamak tak ingin ada penyesalan dihati karena merasa telah menyia-nyiakan kehadiran mereka dalam hidup Mamak.

Kemarin adalah sejarah. Besok adalah misteri dan hari ini adalah hadiah. Itulah mengapa hari ini disebut sebagai anugerah.
Ungkapan diatas yang selalu mendasari apapun yang Mamak lakukan untuk orang-orang tersayang. Waktu yang kita jalani hari ini atau sekarang adalah saat-saat terpenting dalam hidup kita dan harus kita jalani dengan memberikan yang terbaik untuk orang-orang tersayang sebagai sebuah hadiah. Seringkali kita sering menyepelekan kehadiran orang-orang terdekat kita dan ketika "saat berpisah telah tiba", kita terkukung dalam penyesalan panjang karena merasa belum memberikan dan berbuat yang terbaik untuk mereka.

Mamak yakin tak ada hadiah yang lebih baik yang dapat kita berikan untuk orang-orang tersayang selain ketulusan, waktu dan perhatian kita pada mereka. Harta tak kan memberikan kebahagiaan abadi namum doa, perhatian, ketulusan serta pengabdian merupakan gift terbaik yang dapat kita berikan untuk mereka. Ini menurut Mamak, bagaimana dengan kalian?

Waktu bersama

Komentar

  1. Harta tidak bisa membahagikan tapi gak punya harta pusing tujuh keliling, iklan pada lewat dah di minum.

    BalasHapus
  2. Doa orangtua ajaib dan makmur anak. Berdoa yg baik

    BalasHapus
  3. Anak saya selalu terlihat ceria dan bahagia dalam hari-harinya. Bahkan terasa lebih bahagia dia daripada emaknya sendiri hihihi. Tetapi, jika memang ingin menciptakan anak yang bahagia, ibunya yang pertama harus bahagia dahulu. Semoga kita termasuk ibu yg bahagia sehingga bisa membesarkan anak2 dengan penuh kebahagian pulan dan terkenang manis di hati mereka

    BalasHapus
  4. Anak-anak bahagia itu memang tujuan utama orang tua. Justru kerap kali orang tua lupa bahagia karena terlalu stres atau banyak aturan dan target untuk diri sendiri. Padahal harusnya ortu bahagia dulu ya, Mbak. Ah, semoga saya pun bisa memberikan hadiah terbaik untuk ananda.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dibohongi Atau Dipoligami?

Mengapa Saya Poligami

Belajar Blogging Bersama Repzone Dan Ani Berta