Kanker Serviks Musuh Utama Wanita


Ibu Elly (berjilbab) dan dr. Yuslam bersama MC
Hidup sehat dan bahagia merupakan keinginan setiap manusia termasuk seorang wanita. Tapi apa jadinya jika Tuhan ingin menguji dirinya dengan penyakit yang menjadi mimpi buruk bagi sebagian wanita yang didiagnosa sebagai penderitanya. Yups, Penyakit kanker. Dapatkah Kalian merasakan apa yang dirasakan oleh seorang wanita penderita kanker? Pasti yang pertama terlintas dalam pikirannya adalah dia akan cepat mati. Ya, mati. Padahal kematian merupakan rahasia Ilahi.

Namun perasaan seperti inilah yang sempat dirasakan oleh Ibu Elly, salah satu survivor kanker. Seiring dengan berjalannya waktu dan berinteraksi secara rutin dengan sesama survivor kanker , membuat Bu Elly menjadi ikhlas atas semua kehendak-NYA. Ibu Elly bersama dr. Yuslam Edi Fidianto, SpOG dari Mayapada Hospital hadir dalam acara Blogger Gathering Rumah Sakit Mayapada di Hook Cafe dan Restoran, Jakarta Selatan.


Dalam acara tersebut Bu Elly menceritakan kisah hidupnya sebagai seorang survivor kanker (penderita kanker). Dimata Saya, Ibu Elly adalah sosok wanita perkasa nan luar biasa. Tidak akan ada yang menyangka jika Bu Elly adalah penderita double kanker. Yups, dua jenis kanker bersarang dalam tubuhnya. Tapi penampilan fisik dan wajahnya, sama sekali tak menampakkan bahwa Beliau terserang penyakit kanker, dua sekaligus. Beliau tampak segar, bersemangat dan tampil cantik. Jauh dari kesan wanita penyakitan.

Ibu Elly didiagnosa mengidap kanker kolon (usus) dan kanker serviks. Kanker Kolon lah yang pertamakali Ia derita kemudian disusul kanker serviks. Meskipun mengidap dua kanker sekaligus, Bu Elly tetap merasa bersyukur karena penyakit kanker yang Ia derita dapat diketahui dengan cepat dan belum memasuki stadium lanjut. Bu Elly adalah seorang pejuang tangguh yang mau melakukan semua petunjuk dan instruksi dokter demi kesembuhannya. Bagi Bu Elly, hidup ini adalah sebuah perjuangan yang harus dia jalani dengan penuh rasa syukur dan bahagia apapun kondisinya. Bahagia tanpa syarat. Sungguh, Saya sangat terenyuh.

Kanker serviks yang diderita Bu Elly dapat diketahui sejak awal karena Bu Elly rajin melakukan pemeriksaan pap smear secara rutin. Menurut penjelasan dr. Yuslam, penderita kanker serviks di Indonesia kebanyakan telat diketahui kondisinya karena masih jarang wanita yang melakukan tes pap smear. Saya pun enggan melakukan pemeriksaan pap smear karena rasa takut. Terlalu banyak mendengar kasak kusuk tentang pemeriksaan pap smear yang menyesatkan. Katanya tes pap smear itu sakit dan malah dapat menjadi penyebab kanker serviks. Sebuah pernyataan yang sangat menyesatkan dan tidak sesuai dengan fakta tentang kanker serviks itu sendiri.

dr. Yuslam menjelaskan mengenai kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Leher rahim sendiri berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina. Dan kanker ini menjadi pembunuh nomor satu bagi wanita Indonesia.

Penderita kanker serviks di Indonesia jumlahnya sangat tinggi. Setiap tahun tidak kurang dari 15.000 kasus kanker serviks terjadi di Indonesia. Hal ini membuat kanker serviks dinobatkan sebagai penyakit pembunuh wanita nomor 1 di Indonesia.
Setiap hari di Indonesia dari 40 wanita yang terdiagnosa menderita kanker serviks, 20 wanita diantaranya meninggal dunia. Dapat dikatakan bahwa kanker serviks adalah musuh terbesar wanita.

Tingginya kasus kanker serviks di Indonesia membuat WHO menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah penderita kanker serviks terbanyak di dunia. Sementara kanker payudara, merupakan penyakit dengan kasus terbanyak kedua setelah kanker serviks. Kanker serviks dapat menyerang setiap wanita dari segala usia yang telah aktif berhubungan seksual. Termasuk hubungan seks secara oral dan anal meskipun telah memakai kondom, tetap dapat terkena kanker serviks. Karena itu perilaku seks yang sehat dan bersih harus dilakukan untuk menurunkan resiko terkena kanker serviks.

Kanker serviks bukanlah kanker yang disebabkan faktor genetis tapi murni karena adanya serangan virus HPV (Human Papiloma Virus) 16 dan 18 yang masuk ke dalam tubuh melalui hubungan intim baik secara oral maupun anal. Sekitar 70% kasus kanker serviks disebabkan oleh HPV.

Faktor pendukung penyebab kanker serviks adalah kebiasaan merokok, sering berganti pasangan seks (duh serem ya), hamil dibawah usia 17 tahun, hamil lebih dari 3 kali  dan konsumsi pil KB. Baru tahu Saya kalau pil KB menjadi salah satu faktor pendukung penyebab kanker serviks. Saya pikir aman-aman saja memakai pil KB. Meskipun bukan penyakit genetis tapi wanita dengan riwayat kesehatan keluarga pengidap kanker serviks memiliki resiko lebih tinggi untuk menjadi penderita kanker serviks juga.

Pada stadium awal, kanker serviks tidak menunjukkan gejala. Namun jika Kalian (wanita) mengalami keputihan yang tidak kunjung sembuh dan sering terjadi maka sesegera mungkin pergilah ke dokter untuk memeriksakan diri. Apalagi jika keputihan tersebut berwarna kekuningan dan berbau. Terlebih lagi jika mengalami pendarahan abnormal (pendarahan setelah berhubungan intim, pendarahan di luar masa haid dan pendarahan setelah menopause) serta nyeri panggul yang tidak berkaitan dengan siklus haid serta gangguan BAK (sering dan nyeri). Jika merasakan keluhan-keluhan tersebut, segeralah berkonsultasi  dengan dokter dan menjalani pemeriksaaan karena bisa jadi, semua itu berhubungan dengan kanker serviks.

dr. Yuslam menegaskan bahwa siapapun yang menderita kanker, kanker apapun itu, sebaiknya melakukan pengobatan secara medis karena sel kanker tidak dapat dikendalikan hanya dengan cara herbal. Cara herbal (alternatif) dapat dilakukan tapi sebagai pendukung pengobatan medis. Pengobatan penyakit kanker dapat dilakukan melalui operasi (jika kondisi pasien memungkinkan), radiasi dan kemoterapi atau dapat dilakukan kombinasi ketiganya.

Pada kanker serviks, setelah menjalani serangkaian pengobatan, pasien dapat mengalami remisi dari kanker serviks namun sel kanker dapat saja tumbuh kembali. Karena itu pasien harus tetap kontrol teratur ke dokter setiap 3 bulan selama 2 tahun pertama setelah pasien dinyatakan sembuh. Lalu dilanjutkan setiap 6 bulan pada tahun berikutnya. Kanker serviks dapat diatasi jika diketahui sejak dini.

Di tanah air, seringkali ditemukan kasus kanker serviks sudah berada pada stadium lanjut hingga harapan hidup penderita kanker serviks menjadi kecil. Pada stadium lanjut, kerusakan atau sel kanker biasanya telah menyebar ke organ vital lainnya. Jika kondisi ini terjadi, penderita kanker serviks kemungkinan besar tidak akan dapat tertolong jiwanya. Deteksi yang terlambat ini dikarenakan masih rendahnya kesadaran wanita menikah/pernah melakukan hubungan seks secara aktif untuk memeriksakan kesehatan secara berkala terutama pemeriksaan pap smear  dan tes HPV. Padahal semakin cepat dideteksi dan ditangani, penderita kanker serviks dapat memiliki angka harapan hidup yang tinggi. Pemeriksaan pap smear sebaiknya dilakukan setiap tahun terutama untuk wanita usia 30 tahun keatas dan usia menopause yang sangat rawan terkena kanker serviks. Untuk wanita usia 30 tahun keatas, sebaiknya dilakukan pemeriksaan pap smear dan tes HPV secara bersamaan.

Dipenghujung ulasannya, dr. Yuslam mengemukakan bahwa untuk mencegah kanker serviks, selain melakukan pemeriksaan pap smear dan tes HPV secara berkala, seorang wanita harus mampu menjalani kehidupan seks yang sehat. Jangan melakukan hubungan seks berganti-ganti pasangan cukup satu saja, itu pun ngga akan habis-habis kog wkwkwk. Melakukan pola hidup sehat dan cek kesehatan secara berkala. Dan yang tak kalah pentingnya adalah lakukan vaksinasi. Vaksin kanker serviks biasanya diberikan sebanyak 3 tahap dan kini sudah tersedia loh di RS Mayapada Hospital Jakarta Selatan.

Setelah mendengarkan penjelasan dr. Yuslam dan cerita Bu Elly, ketakutan Saya untuk melakukan pemeriksaan pap smear dan tes HPV menjadi berkurang. Saya menjadi sadar bahwa Saya harus mulai aware dengan kesehatan diri Saya sendiri sejak dini sebelum semuanya terlambat. Saya semakin jelas mengenal kanker serviks dan bahayanya untuk diri Saya sebagai wanita menikah dan berusia diatas 30 tahun. Lebih baik Saya melakukan pencegahan dengan melakukan tes pap smear dan HPV dari sekarang daripada terlambat dan menyesal jadinya. Yuk lakukan pemeriksaan pap smear dan tes HPV di RS Mayapada Hospital Jakarta Selatan.





Komentar

  1. Terkadang saat kita di vonis suatu penyakit kita langsung don, hebat bu elly sangat memotivasi. Pokoknya kita harus positif dan semangat

    BalasHapus
  2. Banyak juga ya kasus kanker serviks di Indonesia. Kita harus jaga kebersihan Miss V dan rajin memeriksakan diri kalau begitu

    BalasHapus
  3. mau cek pap smear dah biar makin tahu , takut ya kalau tiba-tiba malah menggidap kanker serviks.

    BalasHapus
  4. Subhanallah, Bu Elly dua kali kena kanker? Semangat hidupnya luar biasa positif ya dan mau berbagi. Kagum deh dengan para cancer survivor

    BalasHapus
  5. Kasus almarhum artis yg kena kanker serviks itu udah bikin aku deg bgt, dan sekarang jadi rada khawatir sama kanker. Karen kok makin lama makin banyak yg meninggal karena kanker ini, hikz.

    BalasHapus
  6. Mulai sekarang kita kaum wanita hrs lebih aware pd diri sendiri y segera cek kesehayan sebelum terlambat

    BalasHapus
  7. Alhamdulillah cek hasilnya bagus. Semoga semangat sembuh yang tinggi buat teman-teman yang sedang mengalami sakit ya

    BalasHapus
  8. Kanker serviks sebenarnya virus yg hrs di buat aware bg perempuan , dg waspada pemeriksaan lbh awal sebenarnya sdh bs terdeteksi

    BalasHapus
  9. Seremnya kanker serviks. Semoga terhindar darinya.

    BalasHapus
  10. Wah.... ternyata ada sekotar 15.000 orang per tahun yang menderita penyakit kanker serviks di Indonesia ya mbak Dewi 😊 Urutan kedua penyakit kanker payudara. Mesti makin disosialisasikan cara menanggulangi dan pengobatannya supaya angka kenaikan penderita berkurang.

    BalasHapus
  11. Jadi pengen cepet cepet pap smear deh... Biar jauh jauh ama yang namanya kanker serviks ini...

    BalasHapus
  12. Kisah Ibu Ely ini jadi pelajaran banged ya Mak dan semangatnya juga luar biasa. Emang siy paling aman selain pola hidup sehat dan rutin check up juga harus niyy..!!

    BalasHapus
  13. jadi makin tahu kanker serviks, penting untuk cek kesehatan ya mak?! ngeri banget kalau udah stadium lanjut baru ketahuan..

    BalasHapus
  14. Bahas soal kanker serviks memang sangat mengerikan ya. Kudu harus lakukan pap smear untuk menghindari penyakit yang mengakibatkan angkat rahim ini.

    BalasHapus
  15. Y allah coba dpt info ini dr dulu ga, jd bisa vaksin dulu sblm nikah, duh semoga allah melindungi kita semua dr penyakit mengerikan seperti ini. .

    BalasHapus
  16. Mamaku survivor juga sama seperti But Elly Mak.. Mamaku kena kanker payudara 7 taun lalu, dioperasi, kemo, dan sampai sekarang rutin kontrol.. :) Aku nih belum papsmear, pingin tapi masi takut tapi mesti ya Mak.. huhuw

    BalasHapus
  17. perempuan penting untuk mengenali tubuhnya dan isu2 tentang penyakit yg berhubungan dgn kewanitaan, klo gak care sama kesehatan diri sendiri siapa lagi yg peduli ya mak

    BalasHapus
  18. Ya Allah moga2 kita semua dijauhkan dari penyakit ini. Eamng perempuan rentan,harus memperhatikan gaya hidup, jg rajin ck up ya mbk TFS

    BalasHapus
  19. Baru tau deh istilah kanker usus. Kanker kolon ternyata. Kalau sudah terkena kanker rasanya.. duh.. ngilu mau nulis apa hehehe.

    BalasHapus
  20. Seneng sekarang sudah banyak perempuan yang sadar pentingnya melakukan vaksinasi serviks. Aku pun sudah belasan tahun lalu melakukannyua. Semoga kita selalu sehat, thanks for sharing ya mak.

    BalasHapus
  21. Selain kanker cerviks, ada satu lagi yang diam2 angka kejadiannya naik dari waktu ke waktu yaitu kanker payudara.

    BalasHapus
  22. Wonder woman banget mak, ibu elly nya dengan 2 penyakit kanker masih terlihat fresh. Ahhh aku pun sama mak, takut kalau mau tes pap smear padahal perlu banget ya untuk mengantisipasi dan untuk mengetahui gejala kanker sejak dini. Duhh pil KB dan lahiran ke 3 juga bisa jadi pemicu ya. Ahh semoga kita semua sehat asalkan menjaga gaya hidup dan pergaulan ya mak.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dibohongi Atau Dipoligami?

Mengapa Saya Poligami

Belajar Blogging Bersama Repzone Dan Ani Berta