Smart School Online Kick Off, Aku Netizen Unggul


Kid zaman now bilang kalau saat ini adalah zaman milenial dan mereka adalah generasi milenial. Generasi yang tak bisa dilepaskan dari dunia "cyber" alias dunia digital. Dunia digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari baik secara sosial, ekonomi, budaya maupun politik. Kid zaman now fasih belajar tentang semua yang berkaitan dengan dunia digital dan teknologi.

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki persentase cukup tinggi untuk pemakai internet kategori usia muda termasuk anak-anak (hasil penelitian UNICEF). Dan angka persentase tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun. Dunia digital dapat memberikan dampak negatif pada anak-anak jika kita tidak melakukan pendampingan pada mereka saat mereka berselancar di dunia maya. Karena itu diperlukan perlindungan terhadap anak-anak dari pengaruh buruk dunia digital.

Perlindungan anak terhadap dunia digital diperlukan karena masih banyaknya konten negatif yang ada disana dan memungkinkan generasi muda kita terkena paparan isu-isu anak/remaja seperti cyberbullying, adiksi pornografi, adiksi online games, cybercrime serta isu-isu lain yang terus menerus berkembang sebagai dampak dari berkembangnya dunia digital.

Anak milenial tidaklah bisa kita larang dari gadget dan dunia maya. Anak milenial kenal gadget dari usia dini lho. Dan ini menyedihkan. Terlebih lagi orang yang memperkenalkan gadget pada anak usia balita adalah orang terdekatnya termasuk ibunya. Si ibu milenial lebih memilih memberikan gadget pada balitanya supaya anteng saat ditinggal mengerjakan pekerjaan domestik atau banyak juga yang membujuk anaknya untuk makan dengan menggunakan gadget. Ini suatu kekeliruan belum disadari oleh banyak orang termasuk oleh orang tua atau pengasuh anak.

Belum banyak orang tua yang menyadari bahayanya gadget dan dunia maya untuk perkembangan jiwa dan mental buah hatinya. Dunia maya bahkan dapat mengancam keselamatan anak. Namun banyak orang tua yang senang memposting foto dan kegiatan anaknya disosial media secara rutin tanpa menyadari bahwa bahaya bisa saja mengintai buah hatinya dari postingan-postingan tersebut. Belum lama ini saja ditemukan di grup facebook sekumpulan orang-orang yang memanfaatkan foto-foto dan video-video anak untuk kepentingan negatif. Kumpulan orang ini telah menjadikan anak sebagai objek eksploitasi mereka. Banyak pelaku kriminal melalukan tindak kejahatannya dengan memanfaatkan postingan rutin dan detil tentang kegiatan anak disosial media.

Menyadari kondisi anak yang rentan terhadap dunia cyber atau dunia maya, SEJIWA dan Indonesia Child Online Protection bekerjasama dengan Pembinaan Pendidikan Keluarga KemDikBud mengadakan program pengembangan kapasitas literasi digital "Smart Schools Online" bagi para guru, orangtua serta siswa-siswa didik supaya mereka mampu mendampingi dan melindungi anak-anak di era milenial yang serba digital ini. Anak-anak (siswa didik) pun diharapkan mampu menggunakan internet untuk hal-hal yang positif saja. Kegiatan literasi digital ini menjadi salah satu program  dari "Siberkreasi" yaitu gerakan nasional literasi digital  yang merupakan program multistakeholders untuk mempromosikan kondisi ideal masyarakat digital Indonesia dalam penggunaan internet dengan bijak. "Smart Schools Online" memiliki slogan "Aku Netizen Unggul".


Berkaitan dengan kegiatan literasi digital "Smart Schools Online", pada tanggal 23 September 2017 kemarin, dilaksanakan acara "Smart Schools Online Kick Off" di Ruang Serba Guna Kominfo, Jakarta Pusat. Acara ini menghadirkan anak-anak sekolah dari beberapa sekolahan yang ada di Jakarta dari tingkat SD sampai SMA yang menampilkan pertunjukan kreasi seperti tarian, nyanyian serta diskusi interaktif. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun mereka generasi milenial yang serba digital tapi tetap mempunyai kebisaan dibidang seni dan memiliki pemahaman tentang penggunaan internet dengan baik.

Dalam kesempatan tersebut hadir wakil dari KemDikBud yang menyampaikan bahwa literasi digital ini sangat mendesak untuk dilakukan di sekolah-sekolah sebagai upaya untuk melibatkan anak-anak agar mampu menggunakan internet terutama gadget untuk konten-konten positif saja. Orang tua dan pendidik juga harus mendengarkan rekomendasi anak atau suara hati anak mengenai keterlibatan mereka dalam dunia digital. Orang tua haruslah mampu menjadi teman, sahabat dan pengayom untuk anak.


Era digital memang tak dapat dihindari tapi negara, orang tua serta pendidik wajib melindungi generasi bangsa dari kejahatan dan pengaruh negatif dunia maya. Orangtua dan pendidik harus mampu mendorong terciptanya generasi muda yang cerdas dan bijak menggunakan internet sehingga slogan "Smart Schools Online" yaitu "Aku Netizen Unggul" dapat terwujud.

Smart Schools Online Kick Off merupakan acara yang mengawali rentetan kegiatan Smart Schools Online di sekolah-sekolah dan sebagai bagian dari "Peta Jalan Perlindungan Anak Indonesia di Internet". Diharapkan acara ini mampu membangkitkan antusiasme para pelajar dan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan literasi digital dan menjadikan mereka generasi milineal yang bijak bersosialmedia sebagai netizen unggul.





Komentar

  1. Biarin aja sih, akun punya gue, kok elo yang repot???

    Pengen tak lempar terong satu truk kalo denger yg gitu. Ya kalau isinya sampah ya bodo amat, lah isinya membahayakan diri, dan keluarganya sendiri tapi dikasih tahu malah sok pinter. #ngok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha iya bener bgt. Banyak nih yg bgini. Dikasih tau tapi malah galakan dia. Bijaklah dalam bersosmed. Jangan semuanya diposting, sampai ngasih bantuan ke org pun diposting wkwkwk

      Hapus
  2. Bangga lihat anak2 yang kmrn berdiskusi itu.
    Program2 yg melibatkan anak2 ini ok ya? Saya sangat dukung.
    Moga ke depannya bisa merangkul semua sekolah, jd makin banyak anak2 Indonesia yg paham bagaimana menggunakan inet secara positif :)

    BalasHapus
  3. Millenial jangan sampai ya kemarin dampak hoax? Anak dan Bunda wajib banget bajak bermain internet

    BalasHapus
  4. wah. acara yg sangat berfaedah.. Peta Jalan Perlindungan Anak Indonesia di Internet ... benar bunda, era digital memang tak terelakkan .. maka kita harus melindungi

    BalasHapus
  5. Jadi ibu di jaman milenials ternyata juga harus secanggih hape yang dipake ya. Jangan sampe deh anak2 kita terkena paparan negatif dari teknologi media sosial sekarang ini. Terima kasih share infonya ya.

    BalasHapus
  6. Meskipun kita sebagai orang tua untuk memberikan gadget, disitu juga kita dampingi dan membatasi mana saja yang harus dilihat

    BalasHapus
  7. Wah si emak ini ilmunya banyak banget. Beredar di mana-mana. Ini program yg bagus, semoga remaja bisa memanfaatkan internet dgn baik.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dibohongi Atau Dipoligami?

Mengapa Saya Poligami

Belajar Blogging Bersama Repzone Dan Ani Berta