Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa Bersama Kurbanesia, Tentukan Lokasi Berkahmu


Hai apa kabar? Sehat dan bahagia khan? Amiin. Jumpa lagi nich dengan Emak yang ngakunya hits ini *minta dikeplak. Kali ini Emak mau curcol tentang Hari Raya Idul Adha. Kurang lebih dua minggu lagi, kita akan merayakan Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban. Kenapa yak Emak kog curcol tentang Hari Raya Idul Adha? Karena Emak merasa miris mengingat kenangan (*uhuk) yang terjadi setahun lalu saat pelaksanaan kurban di sekitar lingkungan tempat tinggal Emak.

Tahun lalu pada pelaksanaan kurban di lingkungan tempat tinggal Emak, kog terasa salah atau kurang tepat sasaran kurban gitu, dihati Emak (*maklum yak Emak-emak selalu mainnya pakai hati eaaa). Kenapa Emak bisa berkata seperti itu? Karena daging hewan kurban itu dibagi rata ke seluruh penghuni komplek perumahan tanpa melihat apakah mereka muslim atau non muslim, apakah mereka mampu atau kurang mampu. Dan hanya sepertiganya saja atau sisanya yang disalurkan ke mesjid yang berada diluar komplek perumahan. Jadi kesannya lebih ke 'bagi-bagi' daging daripada pelaksanaan pembagian daging kurban.

Berdasarkan ilmu agama yang Emak dapat dari sekolah dan tempat mengaji, daging kurban dapat dibagikan untuk si pekurban (orang yang bekurban) tapi tidak lebih dari sepertiganya, fakir miskin yang ada di lingkungan tempat tinggal si pekurban dan fakir miskin yang meminta-minta. Jadi berdasarkan pemahaman tersebut, wajar dong yak kalau Emak dilanda kegalauan mengenai pendistribusian daging hewan kurban yang terjadi di tempat tinggal Emak. 

Ditambah lagi fenomena yang terjadi yaitu menumpuknya daging kurban di kulkas karena banyaknya yang memberikan daging kurban. Fenomena ini sepertinya tidak hanya terjadi pada Emak seorang, pasti banyak emak-emak di luar sana yang mendadak jadi "juragan daging" pada saat Idul Adha tiba wkwkwk. Terutama untuk yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta.

Sejujurnya Emak merasa kecewa dengan pelaksanaan pembagian hewan kurban di tempat Emak berkurban. Sudah beli hewan kurban mahal-mahal tapi tidak sesuai dengan perintah Allah dan Rasulullah. Sedih lho rasanya! 
Apalagi disaat yang sama, Emak mendengar dari cerita Si Embak yang bekerja di rumah Emak bahwa di kampungnya, di daerah Padalarang, Jawa Barat, jarang banget dapat pembagian daging hewan kurban. Desa Si Embak ini terletak di kaki bukit dan mata pencaharian penduduk desa adalah buruh teh atau pemetik teh. 

Emak otomatis langsung membandingkan dengan kondisi yang ada di tempat tinggal Emak. Satu rumah rata-rata mendapatkan 1,5 sampai 3kg daging. Seketika hati Emak menjerit. "Ach kalau saja tahu ada daerah dekat Jakarta yang jarang tersentuh pembagian daging hewan kurban, mendingan kurban di daerah itu dech."
Sejak saat itu, Emak berniat untuk kurban selanjutnya akan dilakukan di desa Si Embak jika Emak dan keluarga diberikan rezeki untuk bekurban lagi oleh Allah. 

Seiring berjalannya waktu *tsaah, Emak berkenalan dengan Dompet Dhuafa. Pasti sudah pernah dengar khan nama Dompet Dhuafa? Dompet Dhuafa adalah salah satu lembaga sosial nirlaba yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan. Untuk lebih mengenal lagi apa dan bagaimana kiprah Dompet Dhuafa, langsung meluncur saja deh ke Dompet Dhuafa 

Perkenalan dengan Dompet Dhuafa memberikan banyak informasi baru bagi Emak mengenai hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas sosial kemanusiaan termasuk mengenai program Tebar Hewan Kurban. Tebar Hewan Kurban? Apalagi tuch? Nich, Emak bisikin yak. Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa adalah program ekonomi sosial yang mengelola dan mendistribusikan hewan kurban ke daerah terpencil ke pelosok nusantara. 

Program THK ini telah dimulai sejak tahun 1994 dan distribusinya mencakup Pulau Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulaewesi, Nusa Tenggara, Papua hingga beberapa wilayah muslim minoritas, konflik dan bencana di luar negeri. Wow, Subhanallah. Dompet Dhuafa enggak main-main dengan komitmennya untuk dapat menyalurkan amanah para pekurban supaya tepat sasaran.

Tujuan utama THK Dompet Dhuafa adalah ikhtiar berbagi kebahagiaan melalui daging kurban ke seluruh pelosok negeri sekaligus menjadi program yang mampu membantu peternak dan masyarakat dhuafa memperoleh peningkatan kesejahteraan agar mandiri dan berdaya guna. Hal ini diwujudkan melalui proses pelibatan peternak pemberdayaan Dompet Dhuafa  yang juga mitra dari THK. Proses pelibatan peternak dilakukan sejak pemberian modal bibit hewan doka (domba dan kambing) atau sakeb (sapi dan kerbau), pembinaan pemeliharaan serta proses Quality Control oleh tenaga ahli dan melalui pengawasan dinas peternakan.

Kurbanesia, Tentukan Lokasi Berkahmu

Tahun ini, THK Dompet Dhuafa menghadirkan inovasi baru melalui "Kurbanesia, Tentukan Lokasi Berkahmu". Berkaitan dengan program Kurbanesia ini, pada tanggal 3 Agustus 2017, Emak diundang keacara "Bincang Kurbanesia Dompet Dhuafa, Tentukan Lokasi Berkahmu". Hadir dalam acara tersebut Mas Judi H Iswanto dan Bambang Suherman. Mereka menjelaskan mengenai THK Dompet Dhuafa bersama Kurbanesia,Tentukan Lokasi Berkahmu.


Kurbanesia,Tentukan Lokasi Berkahmu adalah program yang dibuat oleh Dompet Dhuafa untuk memberikan layanan pemilihan lokasi pendistribusian hewan kurban bagi para pekurban. Pekurban dapat memilih lokasi tempat dia ingin mendistribusikan hewan kurbannya setelah menerima email verifikasi atas transaksinya. Dalam email tersebut terdapat link Tiket Distribusi yang dapat diklik untuk menentukan lokasi distribusi dari hewan kurbannya.

Tiket Distribusi itulah yang merupakan layanan baru dari THK Dompet Dhuafa dan baru ada pada tahun 2017 ini melalui program Kurbanesia, Tentukan Lokasi Berkahmu. Tiket Distribusi merupakan modul distribusi hewan kurban yang diupdate kembali dalam sistem enterprise yang ada. Layanan terbaru Tiket Distribusi memberikan pilihan tambahan kepada para pekurban untuk dapat memilih sendiri lokasi penyaluran kurbannya sesuai rencana dan skema distribusi yang ada dan tersedia.

Bekurban melalui Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa bersama Kurbanesia, memberikan jaminan kepastian untuk para pekurban dalam menyalurkan hewan kurbannya supaya tepat sasaran dan enggak mengalami kekecewaan seperti yang pernah Emak rasakan. Dengan bekurban melalui THK Dompet Dhuafa bersama Kurbanesia, pekurban secara otomatis membantu para peternak Indonesia yang tergabung dalam mitra peternak Dompet Dhuafa melalui Program Kampung Ternak Nusantara. 

Banyak yang bertanya apakah jika bekurban melalui Dompet Dhuafa akan mendapatkan laporan yang cepat dan jelas mengenai hewan kurbannya? Yess, enggak perlu khawatir. Dompet Dhuafa dari tahun ke tahun selalu memberikan laporan secara transparan kepada para pekurban mengenai pelaksanaan proses penyembelihan hewan kurbannya. Laporan tersebut dikirimkan melalui pesan singkat dan surat elektronik.

Dompet Dhuafa sejak tahun 2015 telah mengembangkan sistem Dompet Dhuafa Enterprise Systems atau DESI. Dengan sistem DESI ini semua proses kurban mulai dari transaksi pekurban, distribusi hewan kurban ke berbagai daerah hingga laporan dari mitra pelaksana di lapangan dapat dikelola dengan baik. Jadi enggak perlu khawatir yak dengan proses pelaporan pelaksanaan penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban.

Bekurban melalui THK Dompet Dhuafa bersama Kurbanesia, jika dilihat dari segi si pekurban juga cukup menguntungkan. Pekurban memperoleh harga kurban jauh lebih murah dibandingkan jika dia membeli sendiri hewan kurbannya ke tempat pembelian hewan kurban. Harga hewan kurban di Dompet Dhuafa jauh lebih murah karena Dompet Dhuafa memiliki sentra ternak sendiri dan program kemitraan peternak. Kata Kurbanesia sendiri menggambarkan semangat Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa dalam menjejakkan kemandirian peternak indonesia.


Bekurban melalui THK Dompet Dhuafa bersama Kurbanesia, Tentukan Lokasi Berkahmu, tidak dipungut biaya tambahan apapun. Selain itu, pekurban dijamin memiliki hewan kurban berkualitas dan telah lolos uji kelayakan yang dilakukan oleh tim Quality Control (QC) THK Dompet Dhuafa dan langsung dibawah pengawasan dinas peternakan setempat.

Semua hewan kurban Dompet Dhuafa terjaga kualitasnya sebelum didistribusikan ke berbagai lokasi di seluruh Indonesia. Proses Quality Control dilakukan secara ketat. Tujuannya agar penerima daging kurban mendapatkan daging yang berkualitas dari para pekurban.


Lokasi pendistribusian hewan kurban 2017 terpilah menjadi tiga zona pengadaan hewan kurban dengan mengacu pada letak geografisnya. 
Titik sebaran kurban dipilih berdasarkan : 
A. Wilayah miskin, tertinggal dan pedalaman.
B. Belum pernah menikmati hewan kurban.
C. Wilayah bencana atau rentan konflik.

Tahun 2017 ini, sasaran penerima manfaat THK Dompet Dhuafa akan tersebar ke-25 provinsi yang mencakup 150 kabupaten/kota, 700 kecamatan dan 2500 kelurahan/desa. Penerima manfaat THK Dompet Dhuafa Kurbanesia 2017 ini berkisar lebih dari sejuta jiwa.



Untuk dapat bekurban melalui program THK Dompet Dhuafa bersama Kurbanesia, sangatlah mudah. Karena Dompet Dhuafa membuka konter dan gerai THK Dompet Dhuafa Kurbanesia dibanyak tempat termasuk di supermarket-supermarket besar seperti Carefour, Lottemart dan Hypermart. Mudah menemukannya, bukan? Selain dapat melalui gerai-gerai offline, pembayaran kurban THK Dompet Dhuafa Kurbanesia dapat melalui channel pembayaran secara online.
Nah, tunggu apalagi, yuk bekurban melalui THK Dompet Dhuafa Kurbanesia, Tentukan Lokasi Berkahmu.









Sentra Ternak dan Program Kemitraan Peternak Dompet Dhuafa melalui program Kampoeng Ternak Nusantara (KTN)



Sentra ternak adalah program yang menumbuhkembangkan entitas dari iklim kewirausahaan melalui pemberdayaan dan pendampingan peternakan rakyat baik dari aspek pembibitan, pembiakan dan komersil. Dompet Dhuafa juga memiliki program kemitraan peternak terutama peternak yang sudah pemandirian dan biasanya sudah memiliki kelembagaan.

Target kemitraan meliputi perluasan jaringan, penguatan kelembagaan, penguatan usaha, dan penyediaan hewan ternak. Sentra ternak aktif dalam event nasional.
Program pemberdayaan peternak dilakukan dengan pola pedampingan intensif meliputi : 
  • Segi ekonomi yaitu teknis beternak, kewirausahaan, pasar (kemana hewan ternak itu di jual) dan koperasi peternak.
  • Segi sosial yaitu penguatan ikatan sosial, kesehatan, pendidikan dan lingkungan.
  • Organisasi yaitu kepemimpinan, manajemen organisasi, manajemen lembaga dan pengelolaan dana bergulir.
  • Mental yaitu mencakup norma, keagamaan dan etos kerja serta kemandirian.
Target program pemberdayaan peternak, yaitu:
  1. Peningkatan pendapatan peternak
  2. Peningkatan kepemilikan aset produktif 
  3. Efisiensi pemeliharaan
  4. Etos kerja dan spiritual
  5. Kemandirian kelembagaan
Peternak yang tergabung dalam program mitra peternak Dompet Dhuafa dan sentra ternak secara otomatis juga menjadi mitra Tebar Hewan Kurban. Telah banyak peternak yang terbantu dengan program pemberdayaan peternak yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa. Program Kampoeng Ternak Nusantara Dompet Dhuafa dirasakan peternak begitu berkontribursi dalam melakukan pendampingan pemeliharaan dan pengembangbiakan hewan ternak. Program pemberdayaan tersebut dirasa mampu memberikan kesejahteraan dan memberdayakan para peternak lokal termasuk memberikan pembekalan dan jalur kemitraan untuk pemasarannya.

Sentra ternak dan program pemberdayaan peternak THK Dompet Dhuafa telah dirasakan manfaatnya oleh banyak peternak kecil di berbagai daerah di tanah air. Salah satunya adalah Dika, mitra peternak THK asal Parung, Bogor. Kesuksesannya memelihara 300 hewan ternak berupa kambing dan domba, dirasakannya setelah bergabung menjadi mitra peternak Dompet Dhuafa melalui program Kampoeng Ternak Nusantara (KTN). Melalui KTN, kambing dan domba ternaknya yang dikembangkan bersama kakaknya mampu menjadi salah satu penyuplai untuk program THK Dompet Dhuafa. Kehidupannya pun menjadi lebih baik setelah ia bergabung menjadi mitra ternak THK Dompet Dhuafa.

Bukan hanya Dika yang merasakan manfaat dari program THK Dompet Dhuafa namun banyak peternak di daerah lain yang juga telah merasakan peningkatan taraf hidup sejak tergabung dalam program kemitraan dengan THK Dompet Dhuafa. Semakin banyaknya orang yang bekurban melalui Dompet Dhuafa maka semakin banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh peternak mitra THK Dompet Dhuafa. Nah, setelah mendengarkan curcol Emak tentang kurban dan program THK Dompet Dhuafa Kurbanesia, apakah masih ragu juga untuk bekurban melalui THK Dompet Dhuafa Kurbanesia? Ayo, buruan tentukan sendiri lokasi berkahmu!

Dika, peternak mitra THK Dompet Dhuafa (dok. Dompet Dhuafa)









Komentar

  1. Berkurban bukan hanya sekedar membeli dan naruh di masjid. penyaluran juga perlu di perhatikan agar makin banyak orang yang bisa merasakan makan daging

    BalasHapus
  2. Sedih ya mak klo pembagian yg mestinya utk mereka yg membutuhkan tp malah ga tepat sasaran. Untungnya ada lembaga semacam Dompet Dhuafa yg mengcover dg tata aturan tepat bahkan prog thn ini menjangkau sampai desa terpencil utk kemerataan

    BalasHapus
  3. Di tempatku juga gitu
    dapet banyak mesti sempe sebulan rasanya eneg makan daging
    program seperti ini sangat membantu sekali

    BalasHapus
  4. Wah, keren ya Dompet Dhuafa!

    BalasHapus
  5. Dompet dhuafa memang terpercaya ya mba :D

    BalasHapus
  6. Aku senang Dompet Dhuafa dengan proyek Duafanya karena bisa distribusi ke berbagai tempat di Indonesia dan daerah yang tak terjangkau ya mba

    BalasHapus
  7. Yaelaaahhh, di sini pun, yg makan keluarganya pejabat. Anggap aja mereka FAKIR MISKIN, kalaupun dibagikan ke yg layak itu dagingnya dikit, banyakan tulang punggung, sediiihhh. Aku kalo dapat ya dari wilayah lain biasanya.

    BalasHapus
  8. Alhamdulillah berkurban lebih indah maknanya lewat Dompet Dhuafa. Berkah utk semua

    BalasHapus
  9. Semoga dengan adanya program Kurbanesia ini akan majin banyak daerah2 yg mendapatkan berkahnya, termasuk memberdayakan peternak juga.

    BalasHapus
  10. Iya bener di jakarta penumpukan daging, secara banyak yang mampu bekurban. Padahal di jakarta mah, makan daging udah biasa, kasian penduduk di daerah pedalaman yang jarang makan daging

    BalasHapus
  11. Nah ini kadang kita nggak ada waktu utk cari hewsn Qurban, dan ujung" dpt hewan sisa sudah mahal hewan kecil dan kurus aduh nggak tega buat di potong... Harus intip programDompet Dhuafa nih agar dpt hewan Qurban harga terjangkau tp hewannya berkualitas

    BalasHapus
  12. memang perlu daging disebar kedaerah terpencil biar rata, kasian juga klo ga pernah merasakan nikmatnya idul adha

    BalasHapus
  13. Miris kalo tau kira dapet hewan kurban sampe lbh dr satu sedang tempat lain tdk sm sekali. Bagus program dr dompet dhuafa niii semoga tercapai y dan merata

    BalasHapus
  14. Dompet Dhuafa semakin di depan. Sedekah disalurkan ke tempat yang benar ya. Termasuk kurban ini disalurkan ke yang benar2 butuh.

    BalasHapus
  15. pernah juga kurban melalui DD, emang paling the bestlah untuk laporan dan realisasinya. jadi ga ada lagi yg namanya kesenjangan antar si kota dan si pelosok, hehe

    BalasHapus
  16. Semoga bisa berkurban tahun ini.Aamin.

    BalasHapus
  17. berkurban masa kini lebih fleksibel ya, dompet dhuafa selalu bikin inovasi terdepan tetapi tetap dapat dipercaya

    BalasHapus
  18. Sekarang kita benar2 dimudahkan dalam segala hal ya. Kalau dulu pemerataan qurban mgkn bingung penyalurannya, skrg sudah ada ada DD, jadi tujuan pemerataan daging kurban lebih bisa dipercaya ya.

    BalasHapus
  19. Bagus nih mba programnya, secara Indonesia kan luas banget yaa.. semua yang berhak mendapatkan daging kurban bisa kebagian daging qurban, pasti berkah...

    BalasHapus
  20. Pakai program ini, yg kurban jd bisa makin bahagia ya insyaAllah. Karena berbagi sama yg bener2 perlu dibagi

    BalasHapus
  21. berkurban jadi lebih barokah deh

    BalasHapus
  22. Program ini selain menguntungkan org yg mau qurban, jg menguntungkan buat peternak qurban ya mbak? TFS
    moga tahun ini bisa qurban aaaaaamiiiiinnnn

    BalasHapus
  23. Penting banget ya agar kurban tersalurkan dengan baik dan merata. Aku juga udah beberapa kali pakai program ini dan so far puas. insyaAllah tahun ini pakai DD lagi.

    BalasHapus
  24. Kayak di tempatku, Idul Adha tahun lalu malah sebagian tetangga yang kurang mampu bahkan sehari2 aja makan sekali eeh lewat dari antrean kupon yang dikasih pihak RT setempat. Akhirnya warga yang punya daging qurban lebih inisiatif untuk memberikan sebagian kepada mereka. Semoga Dompet Duafa bisa menjadi jembatan untuk masyarakat yang kurang mampu dan terlewatkan, aamiin. Thanks Mak infonya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dibohongi Atau Dipoligami?

Belajar Blogging Bersama Repzone Dan Ani Berta

Mandiri Edukasi 2017 Bekasi