Kenali Gejala Alergi Susu Sapi Agar Tumbuh Kembang Si Kecil Optimal


"Wah Si Dede sekarang montok ya? Ini yang waktu kecilnya minum susu khusus khan? Susu kedelai ya? Ini yang waktu itu ikut terapi alergi khan? Yang pencernaannya mengalami gangguan?", berondong tanya seorang kerabat. Yess benar banget. Putri kecil yang kini bertubuh montok dan tumbuh besar ini, dulunya seorang bayi yang rentan sakit.


Begitu melihat dunia langsung kena ASI dan Si Putri Kecil ternyata enggak bisa nerima susu sapi masuk ke tubuhnya. Alhasil enggak lama minum susu sapi langsung muntah dan diare. Sejak usia 3 hari mulai diperkenalkan dengan susu kedelai. Sampai usia 3 tahun sering banget mengalami gangguan kesehatan seperti mudah flu, sering diare, ruam kulit dan nafas berbunyi. Sayangnya saat itu pengetahuan saya sebagai ibunya tentang tumbuh kembang anak dan gangguan pencernaan sangatlah terbatas. Dibenak saya saat itu hanyalah pemahaman bahwa Putri Kecil mengalami alergi susu sapi padahal ternyata belum tentu hal tersebut yang dialami Si Putri Kecil. Pemahaman tentang gangguan pencernaan dan alergi susu sapi justru baru saya dapatkan sekitar dua pekan lalu saat Si Putri Kecil telah berusia 7,5 tahun, ketika saya mengikuti acara buka puasa bersama Enfaclub A+. Enfaclub A+ merupakan kumpulan ibu-ibu yang anaknya mengonsumsi susu Enfagrow A+. Enfaclub A+ berupaya untuk memberikan edukasi tentang tumbuh kembang bayi dan anak termasuk mengenai gangguan kesehatan yang sering dialami oleh Si Kecil.


Dulu saya beranggapan bahwa gejala yang dialami Si Putri Kecil waktu bayi, seratus persen disebabkan karena Putri Kecil mengalami alergi susu sapi dan tidak terpikir sama sekali bahwa mungkin saja pencernaannyalah yang sebenarnya terganggu. Acara Buka Bersama Enfaclub A+ membuka pikiran dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai gangguan pencernaan pada anak dan apakah alergi susu sapi itu. Selama ini banyak sekali orang tua yang kurang memahami bahwa tidak semua gangguan pencernaan yang dialami oleh Si Kecil selalu berkaitan dengan alergi terutama alergi susu sapi.

Buka Bersama Enfaclub A+ dilaksanakan di Tanamera Cuisine dipandu oleh MC Mba Gaby. Acara diawali oleh sambutan dari pihak MeadJhonson sebagai produksi dari susu Enfagrow A+, Bapak Dudi Adrian. Bapak Dudi memperkenalkan susu pertumbuhan Enfagrow A+ Gentle Care, susu pertumbuhan anak yang dilengkapi inovasi dengan adanya protein LGG (protein halus) dan teknologi khusus PHP (Partially Hyrolyzed Protein) yang membuat Enfagrow A+ Gentle Care mudah dicerna. Enfagrow A+ Gentle Care ini adalah susu pertumbuhan untuk Si Kecil usia 1-3 tahun yang mengalami gangguan pencernaan seperti perut kembung dan susah buang air besar. Enfagrow A+ Gentle Care merupakan susu pertumbuhan dengan protein yang terpecah sehingga mudah dicerna. Enfagrow A+ Gentle Care ini diproduksi di Belanda dan memiliki protein halus yang mudah dicerna untuk perut Si Kecil yang sensitif. Diperkaya pula dengan nutrisi penting seperti Omega 3 dan 6, Kalsium, Zat Besi, Asam Folat, Vitamin B1,B6 dan B12. Setelah mengonsumsi Enfagrow A+, Si Kecil juga harus diperkenalkan dengan susu formula hingga tubuhnya dapat beradaptasi dengan susu formula tersebut.


Setelah Bapak Adrian memperkenalkan susu Enfagrow A+ Gentle Care, acara dilanjutkan dengan penjelasan Dokter Spesialis Anak sekaligus Konsultan Gastrohepatologi Anak, Dr.dr. Ariani Dewi Widodo, SpA(K) mengenai masalah pencernaan anak. Tidak semua gangguan pencernaan anak seperti muntah, perut kembung, susah buang air besar, rewel dimalam hari berkaitan dengan alergi terutama alergi susu sapi. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah gangguan pencernaan yang dialami oleh Si Kecil memang disebabkan oleh alergi terutama alergi susu sapi. Apakah sebenarnya alergi susu sapi itu? Alergi susu sapi adalah kondisi dimana sistem imun anak justru memiliki respon yang tidak normal terhadap kandungan protein di dalam susu sapi. Alergi susu sapi terjadi akibat sistem kekebalan tubuh bayi bereaksi dengan protein yang ada di dalam susu sapi. Jenis protein dalam susu yang paling sering menyebabkan alergi adalah whey dan kasein.

Protein dalam susu sapi merupakan salah satu bahan kimia yang dapat menimbulkan reaksi alergi pada beberapa bayi dan anak namun dalam jumlah kecil yaitu sekitar 7% saja atau 1 dari 50 bayi atau anak di bawah 4 tahun saja yang mengalaminya. Seiring dengan pertumbuhan dan semakin sempurnanya sistem pencernaan Si Kecil, alergi susu sapi berangsur menghilang. Alergi susu sapi berbeda dengan intoleransi laktosa. Alergi susu sapi dan intoleransi laktosa seringkali membuat keadaan bayi dan anak menjadi kurang sehat. Intoleransi laktosa tidak melibatkan sistem kekebalan tubuh. Intoleransi laktosa adalah kondisi dimana bayi atau anak dibawah 4 tahun mengalami ketidakmampuan untuk mencerna laktosa yaitu tipe gula alami yang terkandung di dalam susu sapi. Gejalanya adalah diare, kembung, kram perut bagian bawah dan muntah. Biasanya gejala-gejala tersebut muncul 30 menit setelah Si Kecil mengonsumsi susu sapi dan produk olahan susu sapi. Namun diperlukan pemeriksaan lebih lanjut lagi, apakah Si Kecil mengalami intoleransi laktosa atau alergi susu sapi.

Gejala alergi susu sapi dapat muncul sesaat setelah anak minum susu sapi atau produk olahan susu sapi. Gejala yang langsung timbul adalah muntah, mengeluarkan suara 'ngik', timbul rasa gatal disertai bengkak dan kemerahan. Gejala alergi susu sapi yang muncul dapat terjadi dalam beberapa tingkat keparahan tergantung dengan masing-masing anak. Gejala alergi susu sapi yang mungkin timbul beberapa jam setelah anak mengonsumsi susu sapi dan produk olahan susu sapi  yaitu mencret atau diare dan terkadang faeses mengandung darah, batuk, flu, mata berair, kulit menjadi ruam dan gatal, sering terjadi pula gatal disekitar mulut, kolik atau nyeri hebat pada perut. Bila gejala alergi susu sapi yang muncul sangat parah maka anak dapat mengalami anafilaksis yaitu kondisi dimana anak susah bernafas akibat respon alergi yang terjadi menyumbat dan menghalangi saluran pernafasan. Untuk menghindari tingkat keparahan alergi susu sapi, orang tua harus mengenali gejala-gejala awal alergi susu sapi yang mungkin dialami oleh Si Kecil.

Dr.dr. Dewi Ariani Widodo SpA
Dalam acara Buka Bersama Enfaclub A+ ini, Bapak M. Nuh Nasution, Tim Ahli Enfa A+ memperkenalkan tes alergi sederhana yang dapat dilakukan sendiri oleh para orang tua terutama sang bunda untuk mengetahui apakah Si Kecil mengalami alergi susu sapi atau intoleransi laktosa atau mengalami gangguan pencernaan. Melalui Tes Alergi dari Enfa, para Bunda dapat melakukan sendiri tes alergi sederhana langsung dari handponenya dan dapat langsung mengetahui hasilnya apakah Si Kecil mengalami alergi susu sapi atau tidak. Jadi jika Si Kecil mengalami gangguan seperti muntah, sering flu dan batuk, nafas mengi atau berbunyi, tidak langsung diasumsikan bahwa Si Kecil mengalami alergi susu sapi. Setelah melakukan tes alergi susu sapi secara sederhana tersebut, sebaiknya orang tua atau Bunda berkonsultasi ke dokter anak untuk memastikan diagnosis tersebut.


Apapun gangguan kesehatan yang dialami Si Kecil hendaknya cepat dicari tahu apakah penyebabnya supaya dapat dilakukan penanganan yang tepat supaya Si Kecil dapat tumbuh dengan optimal dan terlepas dari gangguan kesehatan termasuk gangguan pencernaan dan alergi. Saran saya sich jika Si Kecil mengalami gangguan kesehatan apapun itu bentuknya, Bunda harus cepat tanggap dan segeralah berkonsultasi dengan pakarnya seperti konsultasi pada dokter spesialis anak dan jangan pernah ragu bergabung di kumpulan/komunitas yang concern memberikan pengetahuan seputar tumbuh kembang bayi dan anak.

Saat ini dengan ilmu pengetahuan yang terus berkembang dan inovasi yang tiada henti, masalah-masalah kesehatan bayi dan anak dapat diatasi dengan penanganan yang tepat termasuk memilih susu yang sesuai dengan kondisi tubuh Si Kecil. Jika Si Kecil mengalami gangguan pencernaan, Bunda dapat memberikan susu dengan protein terpecah hingga mudah dicerna oleh usus Si Kecil seperti susu Enfagrow A+ Gentle Care. Jika Si Kecil mengalami alergi susu sapi dan produk olahannya maka Bunda dapat memberikan susu kedelai untuk Si Kecil. Jujur saja saya sedikit menyesal karena telat tahu tentang masalah alergi susu sapi dan gangguan pencernaan ini. Tapi tak apalah telat tahunya daripada tidak tahu sama sekali.

Acara Buka Bersama EnfaClub A+ ditutup oleh penjelasan dari Bapak Parjono Sudiono mengenai SEO Checklist untuk Blogger. Materi yang pas banget untuk blogger seperti saya ini, blogger dengan pengetahuan dan kemampuan yang masih terbatas apalagi mengenai SEO. Apakah SEO itu? SEO atau Search Engine Optimization adalah optimisasi yang dilakukan sehingga dapat menampilkan blog atau website kita dalam peringkat teratas dalam pencarian organic (bukan iklan). Ada delapan SEO tips yang disampaikan oleh Bapak Parjono yaitu :

  1. Lakukan indeksisasi sekarang.
  2. Buat peta situs dengan sederhana.
  3. Mengerti pembaca blog kita dan fokuskan kata kunci yang relevan dan memiliki volume pencarian yang tinggi.
  4. Selalu update konten secara konsisten. Isilah blog dengan konten yang aktual dan menarik sesuai dengan niche blog kita.
  5. Buatlah artikel yang shareable, menarik, bermanfaat dan original. Jangan pernah menampilkan artikel hasil copy paste artikel orang lain atau memindahkan press release suatu acara yang dihadiri secara plek keteplek. Tampilkan artikel sesuai dengan keunikan tulisan kita sendiri (orisinal).
  6. Tingkatkan interaksi pembaca dengan speed yang cepat, mudah diakses oleh handphone.
  7. Hindari menampilkan animasi-animasi yang memberatkan blog atau website.
  8. Selalu monitor bounce rate dan peringkat blog pada mesin pencari.
Itulah delapan tips SEO yang sangat berguna untuk dipraktekkan secara langsung oleh blogger seperti saya ini agar kualitas blog saya semakin meningkat.
Sungguh acara buka bersama yang sangat bermanfaat dan semoga acara serupa dapat dilaksanakan lagi di lain kesempatan.







Komentar

  1. Ada juga ya alergi terhadap susu sapi, kalau ortu nya ngga detil terhadap susu dan sedikit cuek dengan perkembangan anak biasanya akan abai terhadap alergi yg muncul tanpa disadari.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar banget Bang Kornelius sebagai org tua harus tanggap terhadap gangguan kesehatan si kecil apapun itu bentuknya dan sekecil apapun supaya cepat dicari solusinya.

      Hapus
  2. Terkadang kalau bayi atau balita lagi diare suka disuruh stop dulu pemberian susunya. Dengan adanya susu kedelai, anak2 jadi tetap cukup asupan nutrisinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya biasanya kalau telah terbukti alergi susu sapi,akan disarankan untuk mengonsumsi susu kedelai supaya nutrisi yang masuk ketubuh Si Kecil dapat tercukupi.

      Hapus
  3. Update tulisan secara konsisten ini terlihat mudah tapi susah untuk dilaksanakan juga ya mba. HIhihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwkwk Embeer. Susah banget terutama saat malas melanda. Seperti kemarin saya sangat tidak produktif,sebulan cuma satu postingan hahahaha.

      Hapus
  4. Peran orang tua nih, harus banget teliti...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan cuma teliti tapi harus tanggap dan cekatan mencermati semua gangguan kesehatan yang menghampiri bayi dan anak.

      Hapus
  5. seperti [onakan aku alergi susu sapi akhirnay minum susu kedelai

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba biasanya bayi/batita yang terbukti alergi susu sapi akan disarankan untuk mengonsumsi susu kedelai oleh dokter untuk menghindari whey dan kasein penyebab alergi

      Hapus
  6. Nah, sekarang enak deh ada aplikasi yang membantu supaya kita bisa langsung tahu anak kita alergi atau hanya mengalami gangguan pencernaan hehe. Dan hasilnya adek JO dapat angka 5 yang artinya bebas alergi wkwk. Gmana si kecil emak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah adik Jo sehat dan bebas alergi. Si Dede mah dari usia 3 hari juga sudah dikasih susu kedelai ma dokter dan perawat RSnya.

      Hapus
  7. Asyik ada aplikasinya..mkch infonya Mba Dewi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sekarang untuk mengecek apakah Si Kecil mengalami alergi atau enggak,kita dapat langsung mengetesnya melalui gadget kita langsung. Lebih praktis dan efektif

      Hapus
  8. Banyak tips tips menarik ya yg bisa dilakukan untuk mengetahui kondisi tumbuh kembang si kecil yang penting banget dipahami ortu hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sekarang ini banyak banget info dan tips menarik mengenai tumbuh kembang Si Kecil yang di share melalui sosial media yang concern soal tumbuh kembang anak.

      Hapus
  9. Buibu bs jd lebih kalem ya mak, g panikan lg. Kl ada tanda2 alergi bs lgsg cek di web enfaclub aja dulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sudah enggak kenal si panik lagi hahahaha. Sudah banyak edukasi dan info seputar tumbuh kembang anak dan batita

      Hapus
  10. Deee, dedeeee. Kalo minum cucu jangan buat cendili yaaa, bunda aja culuh bikinin, kamunya cari posisi wenak aja di depan tifi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini ngajalin males. Untung aja Si dede mah anaknya lajin, bikin cucu juga cendili,enggak belepotan lagi,enggak kayak kakak widya. Bikin cucu kagak bica hahahaha

      Hapus
  11. Selalu update konten secara konsisten itu PR bangat maak *hiks tapi harus jika ingin Pro *semangaat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Embeeer baskom. Sangat PR dan benar benar menantang banget membuat konsisten posting secara teratur dan teraktual wkwkwk

      Hapus
  12. Jadi kalau sekarang udah terbantu banged ya Mak dengan adanya aplikasi web enfa ini, jadi para mahmud dan pahmud diluar sana bisa lebih aware.

    BalasHapus
  13. wah asik udh ada webnya! makasih banyak infonya kaakkk, bermanfaat bgt buatku nih

    BalasHapus
  14. Jangan plek plek nyontek. Saran bagus yang Harus di perhatikan.

    BalasHapus
  15. ternyata bisa jd bukan karena alergi susu ya

    BalasHapus
  16. Aku sih sekeluarga semua full ASI. Termasuk ponaan...

    Eh Kalo ponaan si gak full juga ya. Kadang susu sapi kadang ASI. Dan g ada gejala alergi sih

    BalasHapus
  17. Aku sih sekeluarga semua full ASI. Termasuk ponaan...

    Eh Kalo ponaan si gak full juga ya. Kadang susu sapi kadang ASI. Dan g ada gejala alergi sih

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dibohongi Atau Dipoligami?

Belajar Blogging Bersama Repzone Dan Ani Berta

Mandiri Edukasi 2017 Bekasi