Teri, Si Kecil Kaya Protein

image

Anda tahu ikan teri? Pasti tahu ya, minimal pernah dengar namanya. Memang, ikan teri terkesan ikan murah dan hanya kalangan bawah saja yang mengkonsumsi ikan ini. Tapi tahukah Anda, bahwa ikan teri ini mengandung protein yang tinggi. Saat ini pun ikan teri tidak lagi menjadi makanan murahan tapi sudah menjelma menjadi komoditi ekspor dan memiliki nilai jual yang lumayan tinggi.
Ikan teri ini hidupnya di permukaan laut. Orang memilah teri menjadi dua jenis: teri biasa dan teri kecil atau biasa disebut teri nasi. Di pasar teri dijual dalam keadaan basah dan kering, yang sering dibeli adalah teri kering karena dapat disimpan lebih lama dan lebih enak.
Kandungan gizi teri tak terkira. Karena kalau makan teri, otomatis kita makan dengan tulang-tulangnya, sehingga siap memasok kalsium dan fosfor yang terdapat didalamnya. Kandungan proteinnya lebih tinggi dibanding telur ikan (bahkan mungkin telur ikan eksklusif yang disebut kaviar).
Jika per 100 gram telur ikan mengandung 31 gram protein (energi 148 kalori), ikan teri kering mengandung protein 32,5 gram (energi 153 kalori) dan ikan teri biasa 33,3 gram (energi 159 kalori). Protein ikan teri basah lebih tinggi dibanding dengan yang terkandung pada teri kering atau teri asin karena masih segar dan tidak mengalami banyak proses pengolahan yang membuat berkurangnya protein yang dikandungnya.
Teri sangat baik dikonsumsi terutama untuk balita karena kandungan yang terdapat pada teri sangat diperlukan untuk tumbuh kembang balita terutama untuk pertumbuhan otak anak dan untuk pertumbuhan tulangnya karena ikan teri mengandung kalsium yang tinggi.
Ikan teri dapat diberikan ke balita dengan cara mencampurkannya kedalam bubur atau tim. Untuk membantu tekstur bubur, dapat diberikan dalam bentuk tepung teri yang dibuat dari teri kering yang digiling atau ditumbuk.
Apalagi sekarang ikan teri sudah banyak di modifikasi menjadi makanan yang 'ramah' terhadap balita yaitu pengolahan ikan teri yang memiliki rasa dan tekstur yang disukai oleh balita seperti teri goreng tepung,rempeyek teri ,teri crispy ataupun bakwan teri.
Pemberian teri untuk manula ataupun penderita hipertensi harus dibatasi terutama teri dalam kemasan asin. Untuk manula dan penderita hipertensi lebih dianjurkan untuk mengkonsumsi ikan teri segar karena lebih sedikit kandungan garamnya.Ikan teri ini juga mengandung omega yang aman untuk jantung.
Nah...para Bunda mulai sekarang rajin rajinlah untuk memberikan ikan teri ke dalam menu harian kelurga tercinta karena kandungan nutrisi yang ada pada teri ga kalah lho dengan yang terkandung pada susu atau telur.
Selamat memulai berkreasi dengan teri yaaa....

Komentar

  1. kadar kalsium pada ikan teri tinggi ya, bagusnya bisa dimakan semua nih ikan, dibanding ikan bertulang besar, sisa tulangnya buat si ucing :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Teri kalsiumnya tinggi dan relatif terjangkau harganya. Jd lebih ekonomis Mba

      Hapus
  2. Duh ... baca bakwan teri langsung kepengen. Walaupun nggak semahal salmon tapi teri juga punya manfaat yang sama untuk anak. Hmm ... yummy.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagus bgt Mba utk anak dan keluarga, tak kalah ma salmon

      Hapus
  3. Cieee...miss teri. Eiits btw,,kok jadi pengin cemilan teri nih yaa... lemparin ke rumah saya dund mak dew..😂😃😄

    BalasHapus
  4. Teri salah satu menu favorit suami ku nih di temenin sayur asem ma tempe goreng MANTABBBB hahahhaa jd laper

    BalasHapus
  5. Masih juap teri krispi? Di Situbondo ada yang jual soalnya

    BalasHapus
  6. Enak tu teri saya doyan, daripada daging enakan makan sama Teri 😁

    BalasHapus
  7. Kalau Teri basah, Mpo masak gak Pakai Garam Biar gak asin.


    Kalau Teri kering cuci beberapa Kali baru di anggun anginkan Biar gak asin. Teri enak Cuma Harus sabar misangin Teri basah, Nah itu kerjaan mpo di rumah.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dibohongi Atau Dipoligami?

Belajar Blogging Bersama Repzone Dan Ani Berta

Mandiri Edukasi 2017 Bekasi